Tumbuhan Paku Yang Dijadikan Tanaman Hias

Tipe tumbuhan pakis sangat bervariasi, jadi anda mungkin galau memintal tanaman pakis bagi menghiasi kondominium.

Tanaman suplir dan pakis haji tercatat tumbuhan paku yang naik daun di Indonesia.

Tapi ternyata, masih banyak juga jenis pokok kayu pakis yang cantik dijadikan tumbuhan hias dan dapat dimanfaatkan sebagai penawar-obatan.

Anda terdorong kerjakan menyelamatkan beragam variasi tumbuhan pakis di rumah?

Untuk membantu anda memintal tumbuhan pakis yang cantik untuk mengandam rumah, yuk simak ulasan dibawah ini!


Daftar Isi

  • Pengertian Pohon Paku
  • Ciri-Ciri Pokok kayu Paku
  • Struktur Tumbuhan Paku
  • Klasifikasi Tumbuhan Pakis
    • 1. Berlandaskan Morfologi Tubuhnya
    • 2. Berdasarkan Habitatnya
  • Habitat Tumbuhan Paku
  • Reproduksi Tumbuhan Paku
  • Faktor nan Mempengaruhi Pertumbuhan Tumbuhan Paku
  • Manfaat Pohon Paku

Pengertian Tumbuhan Paku

Pengertian Tumbuhan Paku

Tumbuhan paku yakni organisme autotrof yang n kepunyaan kemampuan untuk memformulasikan zat makanannya sendiri ataupun untuk organisme lainnya.

Pokok kayu pakis atau pohon pakis termuat kedalam tumbuhan berkormus atau kormophyta, yaitu jenis tumbuhan yang memiliki akar, batang, dan daun sejati.

Spora yang dimiliki tumbuhan paku dibentuk internal kotak spora, jadi pokok kayu pakis juga bisa disebut sebagai kormophyta berspora.

Mesti diketahui, kalo tumbuhan paku juga tidak bisa tumbuh didaerah bersalju, tapi boleh tumbuh berlimpah didaerah tropis.

Di Indonesia dan Malaysia terserah setidaknya 12.000 spesies tanaman pakis. Lega jumlah yang tidak plus banyak, tumbuhan pakis lain berwatak benalu pada inangnya.

Banyak sekali sepesies nan tersebar dan boleh tumbuh di berbagai ragam kawasan. Kalo berziarah ke hutan ataupun berkelah ke jenggala akan banyak sekali menemukan tanaman paku.

Lamun cak semau di dalam hutan, tapi tanaman paku tersebut enggak berbahaya.


Ciri-Ciri Tumbuhan Paku

Ciri-Ciri Tumbuhan Paku

Berikut dibawah ini, ada beberapa ciri-ciri berbunga tumbuhan paku nan rajin dimanfaatkan andai tanaman hias, yaitu:

  • Memiliki akar tunggang, batang, dan daun.
  • Memiliki kerongkongan darah xylem dan floem.
  • Tidak memiliki biji.
  • Berakar serabut.
  • Memiliki klorofil.
  • Tidak berbunga.
  • Daun remaja berbentuk mengumpar.
  • Biasanya arwah dengan cara menumpang pada tumbuhan bukan.
  • Cara kehidupan tanaman pakis-pakuan merupakan secara epifit dan sporofit.
  • Mempunyai ukuran plural, yaitu mulai berpangkal beberapa milimeter sampai 6 meter.
  • Rang pohon bervariasi, merupakan suka-suka yang bercabang dan terserah juga yang tidak bercagak.
  • Sebagian jenis tumbuhan pakis memiliki spora kesatria yang bertakaran kian katai daripada spora betina.
  • Mengalami metagenesis dengan tahap sporofit (menghasilkan spora) dan gametofit (menghasilkan kurungan kelamin).

Struktur Tanaman Pakis

Struktur Tumbuhan Paku

Tumbuhan paku adalah tumbuhan berpembuluh nan bukan berbiji.

Daunnya memiliki beberapa rancangan spora, seperti:

  • Paku homospora : Merupakan menghasilkan variasi dan format spora yang sekelas. Contoh: Paku telegram (Lycopodium).
  • Paku heterospora : Yaitu menghasilkan variasi dan format spora yang berbeda. Contoh: Selaginella.
  • Pakis pergantian : Yaitu menghasilkan ukuran spora yang selaras, tapi berjenis kelamin jantan dan betina. Contoh: Paku kuncir (Equisetum).

Pertumbuhan batang tumbuhan paku juga mempunyai bentuk nan beraneka kelakuan, seperti:

  • Paku tanaman (Cyathea) : Yakni tanaman paku nan mempunyai gambar batang seperti batang pohon palem.
  • Pakis kawat (Lycopodium) : Yaitu pohon pakis nan punya bentuk kunarpa seperti mana kawat.

Batang pakis yang berbentuk rhizome akan bercabang dan beruas pendek.

Pada rhizome, cak semau akar seperti bulu, nan merupakan akar serabut. Contohnya: Paku suplir.


Klasifikasi Tumbuhan Paku

Klasifikasi tumbuhan pakis dibagi menjadi 2 bagian, diantaranya misal berikut ini:

1. Bersendikan Morfologi Tubuhnya

Berdasarkan Morfologi Tubuhnya

Berdasarkan perbedaan morfologi tubuh, pohon paku bisa diklasifikasikan menjadi 4 divisi, diantaranya ialah:

A. Psilophyta

Ciri-cirinya:

  • Tumbuhan berpembuluh paling keteter atau disebut juga dengan paku purba.
  • Belum memiliki struktur akar (masih akar tunggang rhizome).
  • Enggak memiliki daun (paku bugil), tapi kalo tanaman tersebut memiliki daun, bentuknya kerdil (mikrofil) dan belum terdiferensiasi.
  • Belum n kepunyaan pembuluh pengangkut.
  • Sreg batangnya terdapat sporangium.
  • Spora yang dihasilkan memiliki jenis dan ukuran yang sama (homospor).

Contohnya:

  • Psilotum nudum.

B. Lycophyta

Ciri-cirinya:

  • Batang bercagak begitu juga benang besi atau paku kawat.
  • Pohon epifit (tubuhnya menumpang dengan tumbuhan tidak).
  • Daunnya berbentuk sebagai halnya surai sisik, beberapa spesies udah menunjukkan diferensiasi menjadi jaringan tiang dan rente karang.
  • Sporangiumnya terkumpul intern strobilus. Strobilus merupakan pusparagam sporofil nan membuat struktur kerucut.
  • Berkas pengangkutnya masih sederhana.
  • Sejumlah Lycophyta seperti Lycopodium tidak berfotosintesis, tapi bersimbiosis dengan kawul.
  • Pada Lycopodium bisa menghasilkan spora unik nan nantinya akan berkembang menjadi gametofit nan mempunyai organ jantan dan betina atau paku pergantian, sementara itu pada Selaginella bisa menghasilkan dua spora, ialah spora kerdil (mikrospora) dan ki akbar (makrospora) atau heterospora.

Contohnya:

  • Isoetes

C. Equisetophyta (Sphenophyta)

Ciri-cirinya:

  • Memiliki banyak patera dengan kerangka seperti benang kuningan dan tersusun buntak dan batangnya berongga dan beruas seperti ekor kuda, menciptakan menjadikan kelompok paku ini disebut dengan paku ekor kuda.
  • Seperti halnya pada Lycophyta, sporangium lega kelompok paku ini juga cak semau didalam strobilus.
  • Adalah kerumunan paku peralihan.

Contohnya:

  • Equisetum debile.

D. Pterophyta

Ciri-cirinya:

  • Pterophyta dianggap sebagai paku sejati.
  • Memiliki patera besar (makrofil) dan ada sorus dibawahnya dengan ciri khas menggulung pada usia muda.
  • Banyak ditemukan di daerah gunung-gunung berhawa campah dan digunakan bak pohon rias.
  • Sporangiumnya terdapat n domestik sporofil.

Contohnya:

  • Azolla pinnata
  • Adiantum
  • Asplenium nidus.

2. Berdasarkan Habitatnya

Berdasarkan Habitatnya

Berdasarkan habitatnya, tumbuhan pakis bisa diklasifikasikan menjadi 3 divisi, diantaranya yaitu:

A. Pakis Petak

Paku tanah merupakan jenis tumbuhan paku yang hidup di lahan atau meluncur di permukaan yang terjal.

Contohnya: Lindsaya macracana.

B. Paku Epifit

Paku epifit yaitu jenis tanaman pakis nan hidup menumpang di tumbuhan lainnya, terutama pada pohon.

Berdasarkan keterbukaan tempatnya, paku epifit sendiri terbagi sekali lagi kedalam dua keramaian, yaitu:

  • Epifit Terbuka

Tumbuhan ini, bersemi pada episode yang terkena sinar surya kontan maupun resistan terhadap hembusan angin.

Contohnya: Platycerium desvaux.

  • Epifit Terpejam

Tanaman ini, tumbuh pada babak bawah pokok kayu yang terlindungi (terkatup sinar matahari).

Contohnya: Antrophyum callifolium

C. Paku Akuatik

Berdasarkan keberadaannya di air, pakis akuatik terbagi lagi kedalam tiga kelompok, diantaranya yaitu:

Source: https://cerdika.com/tumbuhan-paku/

Posted by: holymayhem.com