Tujuan Dari Perlindungan Tanaman Sayuran Dan Teknik Pengendaliannya

Organisme Pengganggu Tanaman (OPT)


Admin distan |

23 November 2018 |

78312 kali


Organisme pengganggu tanaman (OPT) ialah dabat atau tumbuhan baik berukuran mikro ataupun makro yang mengganggu, menghambat, sampai-sampai mematikan tanaman yang dibudidayakan. Berdasarkan keberagaman seranganya OPT dibagi menjadi 3 kelompok, ialah wereng, vektor masalah, dan gulma.

Hama adalah binatang nan destruktif secara serampak pada tanaman. Wereng terdapat beberapa jenis, diantaranya yakni insekta (serangga), moluska (bekicot, keong), rodenta (tikus), mamalia (babi), nematoda, dll. Serangan hama habis terlihat dan dapat menyerahkan kerugian yang besar apabila terjadi secara massive. Sahaja gempuran wereng umumnya tidak mengasihkan efek merebak, terkecuali apabila wereng tersebut ibarat vektor suatu keburukan.

Vektor penyakit maupun seremonial disebut misal faktor pembawa penyakit adalah organisme yang memberikan gejala sakit, menurunkan imunitas, atau mengganggu metabolisme tanaman sehingga terjadi gejala invalid lega sistem metabolisme pohon tersebut. Bilang penyakit masih bisa ditanggulangi dan tidak memberikan efek serius apabila imunitas tanaman dapat ditingkatkan atau tipe tersebut toleran terhadap penyakit nan menyerangnya. Namun terdapat pula ki aib yang memberikan bilyet benar-benar pada tanaman dan lebih lagi menyebabkan kematian. Beberapa vektor masalah tanaman adalah virus, bakteri, dan cendawan. Galibnya gejala kebobrokan memiliki sekuritas menjangkit yang sangat cepat dan terik dibendung.

Gulma yakni tumbuhan bawah tangan yang tidak dikehendaki tumbuhnya dan berperangai mengganggu pertumbuhan dan urut-urutan pokok kayu yang dibudidayakan. Gulma memasrahkan pengaruh nan cukup signifikan puas pertumbuhan tanaman, meskipun galibnya tak menimbulkan kematian. Gulma dapat disebut lagi sebagai kompetitor penyerap nutrisi area perakaran tanaman. Apabila pertumbuhan gulma makin cepat dibandingkan tanaman, maka sudah dapat dipastikan tanaman yang dibudidayakan akan mengalami pertumbuhan yang tidak optimal. Sejumlah tipe gulma lebih lagi terserah yang memberikan efek venom pada perakaran tanaman, seperti kandungan metabolit sekunder (hancuran) plong akar alang-alang.

Sehubungan dengan konsep pertanian organik, maka pengelolaan kaidah pencegahan ataupun penganggulangan OPT harus menggunakan bahan-bahan organik dan teknis yang ramah lingkungan. Zat-zat yang digunakan kerjakan mencegah dan menanggulangi OPT secara organik lumrah disebut sebagai pestisida nabati (pesnab). Bahan-bahan pesnab sebenarnya banyak ditemukan dan boleh dengan mudah diperoleh di lingkungan sekitar. Berlandaskan kegunaannya, pesnab terbagi menjadi 3, yakni pesnab yang bersifat repellant (penangkis), antraktant (pembujuk/jerat), dan antifeedant (mengurangi nafsu makan).

Selain memperalat pestisida nabati, pencegahan dan penanggulangan dapat melalui peradaban teknis dan pemakan wereng. Kultur teknis adalah suatu perlakuan lega teknis budidaya tanaman untuk meningkatkan produktivitas dan mengurangi dampak gempuran wereng alias penyakit. Kultur teknis tiba dilakukan semenjak fase pembibitan tanaman sampai pemanenan. Beberapa model kegiatan kultur teknis diantaranya yaitu menggunakan jarak tanam nan lebar, melakukan bera buat tumbuhan sejenis alias satu famili, gilir varietas, dll. Padahal predator hama digunakan bagaikan kutub alami hama yang kecam tanaman. Setiap hama memiliki musuh alami atau pemangsanya masing-masing. Oleh karena itu, musuh alami mesti pertahankan secara alami di persil atau dengan sengaja melepas musuh alami yang mutakadim dikembangbiakkan secara distingtif.

Sumber : https://pertaniansehat.com/read/2015/10/12/organisme-pengganggu-pohon-opt.html

Marta Supriawan/BPP Buleleng

Source: https://distan.bulelengkab.go.id/informasi/detail/artikel/organisme-pengganggu-tanaman-opt-50

Posted by: holymayhem.com