Tinjauan Pustaka Cara-cara Pengendalian Penyakit Tanaman

Memintasi komplikasi

Pengendalian adalah suatu tindakan aktivitas yang berniat untuk mengurangi atau menekan terjadinya satu kegagalan dalam kegiatan pengendalian tanaman punya arti yaitu suatu tindakan pada pokok kayu yang terserang penyakit maupun yang mempengaruhi terhambatnya terjadinya proses pertumbuhan yang formal.

Metode pengendalian terwalak beberapa varietas prinsip untuk menanggulangi keburukan tersebut, diantaranya secara jasmani, secara mekanis, secara ilmu pisah, secara biologis dan secara tamadun teknis.
Hanya dari masing-masing pendirian tersebut adalah umpama berikut :

a. Secara fisik

  Pengendalian fisik yakni persuasi kita menggunakan atau mengubah faktor lingkungan badan sedemikian rupa sehingga dapat menimbulkan penghamburan serangan penyakit plong tanaman.

b. Secara Mekanik



Pengendalian secara ahli mesin bermaksud untuk menindahkan bagian tanaman atau tanaman yang terserang penyakit secara berbarengan baik dengan menggunakan tangan atau dengan bantuan alat dan bahan lain.

Cara ini merupakan teknik nan minimum keteter dan murah tentunya kerjakan daerah yang banyak tersedia tenega kerja.



Pengutipan dengan tangan tentunya puas pokok kayu yang


terinfeksi makanya penyakit pada bagian-bagian tanaman nan

ditunjukkan dengan adanya gejala.


c. Secara biologis

Pengendalian secara biologis diidefinisikan secara invalid yaitu suatu bentuk pengendalian dimana organisme selain pohon inang dan pahtogen-pahtogen dimanfaatkan bikin mengurangi kerugian yang diakibatkan photogen pada tanaman inang atau mengurangi kiat tahan (senviral) pahtogen.

Pengendalian secara Biologi yang bisa dilakukan maka dari itu petani adalah :


1. Menciptakan iklim micro yang kian membantu pertumbuhan dan perkembangan berasal tandingan alami wereng dan kebobrokan di lahan     pertaniannya.
2. Menyelamatkan pohon dengan varietas yang tahan terhadap hama dan penyakit
3. Melakukan pola bercocok tanam yang menguntungkan bagi musuh alami misalnya dengan tumpang sari, alias      melakukan bera terhadap lahan garapan dan cara- prinsip yang lain.

d. Secara Peradaban teknis

Pengendalian kebobrokan secara kultur teknis merupakan aksi
pengendalian yang berkarakter preventif yang dilakukan sebelum
serangan ki aib terjadi pada tanaman dengan tujuan
intensitas serangan agar populasi penyakit tidak meningkat
sampai melebihi ambang pengendalian.

Sejumlah hal yang perlu diperhatikan dalam pengendalian kultur teknik:


¢

Pengurangan kesesuaian ekosistem Sanitasi


¢

Penghancuran alias modofikasi inang dan habitat pengganti


¢

Pengerjaan tanah


¢

Penggarapan air


¢

Ganguan peguyuban penyedian berkembangnya problem


¢

Pergiliran tanaman


¢

Rekaan petak


¢

Penanaman sambil


¢

Penetapan jarak tanam


¢

Lokasi tanaman


¢

Mengakhirkan sinkronisasi antar tanaman dan kelainan

Sejumlah hal yang wajib diperhatikan kerumahtanggaan pengendalian kultur teknik:


¢

Pengurangan kesesuaian ekosistem Sanitasi


¢

Pembasmian atau modofikasi inang dan habitat pengganti


¢

Pengerjaan tanah


¢

Pengolahan air


¢

Ganguan komunitas penyedian berkembangnya ki aib


¢

Pergiliran tanaman


¢

Perkiraan lahan


¢

Penanaman berbarengan


¢

Penetapan jarak tanam


¢

Lokasi tanaman


¢

Membelakangkan pengharmonisan antar tanaman dan ki kesulitan

Sejumlah hal nan wajib diperhatikan dalam pengendalian kultur teknik:


¢

Pengurangan kesesuaian ekosistem Sanitasi


¢

Penghancuran maupun modofikasi inang dan habitat penukar


¢

Pengerjaan kapling


¢

Penggarapan air


¢

Ganguan komunitas penyedian berkembangnya penyakit


¢

Pergiliran tanaman


¢

Runding lahan


¢

Penghijauan kontan


¢

Penetapan jarak tanam


¢

Lokasi tanaman


¢

Mengemudiankan sinkronisasi antar tanaman dan penyakit

Source: https://famsers.blogspot.com/2012/06/pengertian-pengendalian-penyakit-dan.html

Posted by: holymayhem.com