Tentang Tanaman Kentang Dan Cara Mengemng Biakan

Sumber Gambar : BPKP Aceh Tengah

I. Syarat Merecup Tanaman Ubi belanda

A.Tanah

Pokok kayu Ubi benggala dapat tumbuh dengan baik pada tanah – petak yang congah dan gembur serta n kepunyaan drainase yang baik dengan pH tanah 5 sampai 6,5. tanaman Kentang bila ditanam pada pH dibawah 5 maka umbi yang dihasilkan menjadi jelek. Pengolahan tanah untuk berkebun Kentang di dataran strata perlu memperhatikan dampaknya terhadap mileu terutama otoritas erosi, cak bagi ini perlu dilakukan dengan pendirian pengolahan tanah secara minimum, penghijauan secara Contur, takhlik teras dan pendayagunaan mulsa. Tanah harus mempunyai kodrat air yang cukup, sebab molekul hara saja dapat terhirup oleh akar pohon apabila air cukup tersedia.

B. Iklim

Pohon Kentang dapat tumbuh dan berproduksi dengan baik lega izzah 900 sebatas 1300 meter mulai sejak satah laut, namun bikin harapan penangkaran yang terbaik merupakan pada keagungan 1400 sebatas 1600 m berpangkal permukaan laut. Plong jalal ini penyakit layu yang disebabkan maka dari itu bakteri tidak akan berkembang. Curah hujan yang dikehendaki tumbuhan Kentang merupakan 200 mm s/d 300 mm / bulan atau rata – rata 1000 mm sejauh masa pertumbuhan dan pembesaran pongkol. Faktor lain nan sekali lagi sangat berpengaruh terhadap pembesaran pongkol adalah kesungguhan cerah matahari dengan kata tidak kerjakan proses pertumbuhan dan basal umbi dibutuhkan penyinaran rata – rata 8 jam saban hari. Tanaman Kentang tidak tahan terhadap curah hujan yang tinggi karena dapat berakibat terhadap bidasan komplikasi tembelang patera ( Pythoftora Investant )selain hal tersebut diatas guyur hujan yang tinggi boleh menyebabkan tanaman rebah alias patah.

III. Langkah Benih dan Persil

A. Anju Sperma
Benih ialah tunas kelapa bakal dari suatu kemajuan suatu usaha, untuk itu benih yang dipergunakan hendaknya mani G4 yang berasal berpunca penangkar benih baik penangkar nan dikelola maka dari itu Pemerintah alias pabrikan penangkar benih nan ditunjuk oleh Pemerintah ataupun minimal benih yang digunakan sehat secara jasad, bebas berpokok wereng penyakit dan diketahui asal usulnya. Benih bisa ditanam apabila umbi mutakadim memiliki tunas sejauh 1 cm. Mani yang akan ditanam agar disimpan ditempat yang seri agar recup menjadi kuat dan kokoh sehingga lain mudah rantas atau rusak pron bila penanaman.

B. Anju Lahan

Lahan yang digunakan sebaiknya bukan tamatan lahan Ubi belanda atau tanaman yang sejenis dengan Kentang sebagaimana Terong, Cabe dan Tomat. Tanah diselesaikan dengan di bajak atau dicangkul dengan kedalaman 30 cm, kemudian lahan dibersihkan berbunga sisa – sisa pokok kayu suntuk tanah dibiarkan selama 2 sampai 3 minggu kiranya penyelenggaraan udara dalam tanah menjadi kian baik dan juga dapat menurunkan keasaman tanah.

VI. Ancang Penghutanan

A. Awalan Tanam

Sebelum melaksanakan penanaman terlebih lalu menciptakan menjadikan garitan tanam nan disesuaikan dengan jarak tanam yang dinasihatkan adalah 30 cm x 100 cm alias 35 cm x 80 cm tersampir pada varitas dan tingkat kesuburan tanah. Garitan tanam dibuat sedalam 20 cm, dimana nantinya kedalam garitan ditaburkan pupuk bunga tanah maupun pupuk kandang yang telah matang. Diatas kawul kandang sekali lagi diberikan serat buatan misal pupuk asal.

B. Pemupukan dan Penghijauan

Reboisasi dan pemupukan pangkal adalah dua kegiatan yang saling terikut maupun dilaksanakan secara bersamaan dilapangan. Penanaman hendaknya dilakukan pada pertengahan musim hujan abu alias pengunci musim hujan. Sebagai Pupuk dasar diberikan cendawan ZA 250 Kg, SP36 450 Kg, Kcl 200 Kg dan NPK 250 Kg nan diberikan andai pupuk susulan yaitu pada saat tanaman telah berumur 25 – 30 hari setelah tanam atau bersamaan dengan pembumbunan tahap purwa. Sehingga total pupuk yang di berikan menjadi 1.150 Kg.

V. Pelestarian
A. Penyiangan dan Pembumbunan

B. Pengendalian Hama dan penyakit.

IV. Panen
Pohon ubi belanda dapat dipanen apabila telah umur 90 – 100 waktu setelah tanam, hal ini ditandai dengan gejala daun yang telah kering dan lengang secara keseluruhan alias kembali bisa dilakukan dengan pendirian menekan jangat pangkal pohon apabila tak melatur berguna Kentang tersebut sudah dapat di panen. Tahun panen hendaknya dilakukan pada saat cerah semarak/kilauan sehingga pangkal pohon cepat kering dan mudah dibersihkan dari tanah yang melekat pada selerang pangkal pohon. (Tamrin)

Source: http://cybex.pertanian.go.id/artikel/17508/budidaya-tanaman-kentang/

Posted by: holymayhem.com