Teks Laporan.cara Membudidayakan Tanaman Hidroponik







Ki I


PENDAHULUAN



A.






LATAR Pantat



Penanaman kecambah toge ini yaitu sebuah tugas dalam rencana nyata dari pelajaran prakarya. Kami kelompok 4 pada awalnya mengamalkan praktikum menanam ‘kangkung’ saja di karenakan faktor hambatan hari yang tidak memungkinkan lakukan memperoleh keuntungangan kerumahtanggaan berwirausaha, kami pun menggantinya dengan ‘toge’. Karena proses penghijauan bin yunior hingga menjadi toge sangatlah mudah dan tidak gado
waktu yang lama. Hanya perlu mengebumikan kacang hijau selama 3 musim,kemudian bisa dipanen. Lalu kami bisa memasaran dalam rajah olahan tembolok.



B.





TUJUAN

Akan halnya tujuan kami mengamalkan praktikum tersebut diantaranya :






Melaksanakan tugas prakarya yang telah ditujukan kepada kami






Mengetahui proses pertumbuhan polong hijau sampai menjadi toge






Godok toge (mentah) menjadi bahan lambung yang dapat dipasarkan






Menjualbelikan suatu produk






Menganalisis suatu produk yang telah dipasarkan



C.






Kemustajaban

Dalam pelaksaaan praktikum
ini ada manfaat yang bisa kami ambil diantaranya :






Menaik wawasan dalam bercocok tanam






Mengetahui mengenai penggarapan satu produk makanan






Berlatih berwirausaha



D.






SASARAN

Awam umum dan pelajar SMAN 2 SUBANG


BAB II


PEMBUATAN DAN PENGOLAHAN TOGE



A.





Radas DAN Objek






Kacang plonco






Kapas / Daun pisang






Baskom






Air



B.





Langkah KERJA






Sediakan alat dan bahan






Siapkan baskom lalu masukan kapas dengan diberi air secukupnya (sebatas kapas basah) atau taruh daun pisang adegan nan bersih ke internal baskom atau wadah(media tanam)






Kemudian masukan kacang mentah yang sudah lalu di rendam selama suatu hari kedalam baskom yang telah berisi kapas basah / daun pisang






Tutup baskom nan telah diiisi kacang plonco dan diamkan selama 3 perian. Pastikan keadaan media tanam lembab sehingga kacang plonco berubah menjadi toge






Sekiranya sudah 3 hari toge boleh dipanen






Buat sekali lagi setiap akan menanam






Bersihkan toge sebelum di pasarkan atau di olah



C.





Pengolahan

Toge yang telah dihasilkan berasal proses tersebut dapat diolah menjadi incaran makanan. Hanya dalam prkatikum ini kami merebus toge menjadi “gehu” ataupun “tahu isi”. Karena prosesnya selain mudah lagi lain memerlukan modal yang banyak. Berikut adalah proses pengolahan “gehu” alias “tahu isi” :

Perlengkapan :



*




Baskom



*




Pisau



*




Spatula



*




Wajan



*




Cobek



*




Kompor

Bahan :



*




Tahu



*




Toge hasil penuaian



*




Terigu



*




Minyak sayur



*




Bumbu pelengkap (berambang putih, umbi lapis ahmar, merica, sahang rawai, garam, gula putih)

Langkah kerja :






Siapkan alat dan bulan-bulanan






Senggang yang telah disiapkan dipotong menjadi 2 penggalan (berbentuk segitiga)
lewat beri lubang di bagian tengah senggang






Kukus toge setengah menguning, lalu angkat






Haluskan bumbu lalu rancam dengan toge yang telah dikukus kemudian aduk merata






Lalu masukan toge kedalam tahu yang sudah dipotong






buat bancuhan abu terlebih dahulu






Setelah itu,perolehan
tahu yang telah diisi kedalam adonan serdak terigu






Panaskan wajan nan telah berisi minyak, kemudian goreng sempat hingga kuning kecoklatan






Tiriskan dan sajikan


BAB III


ANALISIS Usaha


Korban


JUMLAH


HARGA


Bin Baru

½ kg

Rp. 10.000,-


Tahu

25 biji

Rp. 7.500,-


Wortel

1 buah

Rp. 1.000,-


Daun bawang

1 bangkai

Rp. 1.000,-


Petro sayur

¼ kg

Rp. 3000,-


TOTAL

Rp 22.500,-

jumlah dagangan
X
harga jual

Keterangan : harga jual sempat isi Rp. 1.500,- / senggang.


Pendapatan Kotor
:



ð




Pendapatan kotor

modal

25 x 1.500
= Rp. 37.500,-


Pendapatan Bersih
:



ð




37.500

22.500
=
Rp. 15.000,-


BEP Harga
:


ð




22.500
÷ 25
=
Rp. 900,-


BEP Produksi
:


ð



22.500


÷
1.500
= 15 biji pelir


Pintu IV


Analisis S.W.O.T


Maslahat (STRENGTHS)


Kelemahan (WEAKNESSES)


Kebolehjadian (OPPORTUNITIES)


Ancaman (THREATES)


Tersedianya mangsa ki akal yang mudah didapat
(kacang hijau)

Toge nan di hasilkan kurang tumbuh sempurna

Tingginya minat di landasan pengguna (pelajar)

Toge mudah rusak


Tahu isi enak dan bergizi

Ukuran tidak terlalu besar

Menambah uang saku petatar

Cacat di minati pemakai


BAB V


KESIMPULAN



A.





Keburukan



Penyakit yang kami hadapi, adalah alat yaitu patera pisang, karena hasil panen permulaan yang kami hasilkan kurang memuaskan dikerenakan toge menjadi kecambah dengan akar yang banyak dan format toge nan kecil dan komandan toge nan osean.



B.





Saran dan Solusi



Sebenarnya menunggangi daun pisang efektif untuk modal belaka terbatas memmuaskan internal hasil panennya, makara jika ingin menggunakan daun pisang letak kedelai jangan terlalu bertumpuk.
Makara pengetaman ke dua kami melalkuakan perombakan prinsip menanamnya.



C.






Kesimpulan

Dari praktikum yang kami laksanakan kami dapat mengetahui tentang penanaman benih bin ijo hingga menjadi toge. Kemudian berusul praktikum ini lagi kami jadi mengerti tentang mengembangkan tanaman hidroponik,yang kemudian dapat kami olah menjadi incaran makanan lalu dapat memberi keuntungan kepada kami melangkahi proses penjualan.

Source: https://hana48.blogspot.com/2015/12/laporan-tanaman-hidroponik-prakarya-dan.html

Posted by: holymayhem.com