Teknik Pengolahan Lahan Tanaman Sayur

Pengolahan lahan untuk budidaya sayuran merupakan upaya peningkatan kualitas tanah baik fisik maupun biologi tanah bagi mendukung proses pertumbuhan tanaman. Tangga – jenjang dalam penggodokan tanah bagi budidaya sayuran yakni :

Land clearing : adalah pencucian lahan yang akan dijadikan area pertanaman. Ada banyak cara yang biasa dilakukan pekebun kerjakan berbuat land clearing. Menginjak dari manual, mekanis hingga penggunaan bahan kimia seperti herbisida. Land clearing dengan manual dilakukan dengan tangan manusia langsung dengan memperalat perabot sederhana seperti pacul, destar, dll. Padahal land clearing yang dilakukan dengan mekanis dilakukan dengan memperalat berbagai macam mesin pertanian seperti traktor.

Pengolahan tanah : merupakan cara cak bagi memperbaiki kondisi raga, ilmu pisah maupun ilmu hayat tanah dengan membongkar tanah lahan lega lapisan atas.

Tangga pengolahan petak :

  1. Pengolahan tanah primer dilakukan apabila lahan yang akan ditanami keras atau substansial rekahan serta terdapat gulma. Kedalaman pemotongan dan penyangkalan umumnya diatas 15 cm (>15 cm). Tanah dipotong kemudian diangkat terus dibalik sebaiknya sisa-sempelah tanaman yang cak semau dipermukaan tanah dapat tergenang di dalam tanah. Pembalikan lahan halal dilakukan dengan cangkul, sisir, waluku, ataupun traktor dengan berbagai macam diversifikasi bajak. Seperti bajak singkal, beluku piringan, bajak rotary, beluku chisel, bajak subsoil, dan bajak lautan.
  2. Pengolahan tanah sekunder (kedua) suatu cara perebusan kapling dengan kedalaman yang lebih cetek (

Selain itu pengolahan persil bermaksud mengademkan gulma dan tumbuhan tidak sebagai inang keburukan. Setelah selesai diolah petak dibiar terpapar kirana syamsu patogen yang ada plong tanah akan mati. Jamur akan bersemi tinggal baik plong tanah yang lembap sehingga pembongkaran tanah mudahmudahan dibiarkan beberapa hari alias seminggu di bawah terik rawi. Bahkan, ada sebagian penanam nan membakar lahannya bikin membereskan terjangan jamur ini.

Hal ini mutlak dilakukan maka dari itu petani sebelum melakukan reboisasi bibit, karena dengan pengolahan tanah yang baik dan benar maka proses penghutanan akan lebih mudah dan tentunya itu baik sekali untuk semen yang akan ditanam.

Pembuatan bedengan : pembuatan bedengan mudahmudahan mengarah ke utara – selatan, cak bagi mempermudah proses fotosintesis nan sangat diperlukan tanaman demes 70 Cm, tingkatan disesuaikan dengan petakan, ketinggian bedengan 20-25 Cm, jarak antar bedengan 30 Cm.

Pemupukan lahan : bermaksud kerjakan menambah zarah hara dalam petak agar tanah menjadi lebih bernas dan bisa mencukupi kebutuhan tanaman akan anasir hara, sehingga pertumbuhan tanaman lebih optimal. Pupuk yang dgunakan adalah pupuk organik, seperti mana kompos dan serat kandang, pupuk kompos dan baja kandang harus yang sudah masak, Pengertian jamur kandang yang sudah lalu menguning merupakan serat yang sudah benar-bermoral terurai dan proses pembusukan sudah selesai. Karakteristik serat yang sudah masak menyerupai persil. Seandainya digenggam terasa rapuh, tidak beraroma dan bercelup hitamPemupukan yang diberikan makin awal (serat dasar) boleh merangsang perkembangan akar susu bertambah kerumahtanggaan. Pemupukan sediakala ini sah disebut dengan pemupukan dasar. Jika kapling diketahui bereaksi senderut, maka petambak diwajibkan cak bagi camur kapur dolomit di lahan pertanian untuk menaikkan pH tanah. Pupuk yang resmi dijadikan sebagai pupuk dasar adalah kawul kandang, urea, SP36, dll sesuai dengan kebutuhan produk nan mau ditanam.

Penggaruan tanah : dapat dilakukan bersamaan dengan rahmat pupuk asal (pupuk organik) agar pupuk tersebut terbaur dengan lahan secara merata, penggaruan dilakukan dengan menggunakan cangkul. Semua tahapan persiapan lahan pertanian ini, biasanya membutuhkan tahun 16-18 hari tergantung pada lahan yang akan dikelola

Maka dari itu : BUDIMAN HASAN, SP

Source: http://cybex.pertanian.go.id/mobile/artikel/83195/Pengolahan-Lahan-Untuk-Budidaya-Sayur-Program-Read-si-Komoditi-Sayur-Di-Desa-Lawewe/

Posted by: holymayhem.com