Teknik Pengendalian Hama Dan Penyakit Tanaman Sayuran

JAKARTA, KOMPAS.com –
Menanam sayuran di pekarangan kondominium bukan adalah hal baru. Banyak masyarakat yang memanfaatkan pekarangan rumahnya menjadi sebuah arena kerjakan pokok kayu sayuran bertumbuh.

Bilang prasyarat yang harus dipenuhi kerumahtanggaan berbudidaya sayuran di pelataran diantaranya merupakan harus memiliki nilai estetika atau keindahan sehingga selain dapat dimakan juga dapat mempercantik jerambah rumah.

Strategi yang dapat dilakukan, di antaranya melalui pengaturan variasi, bentuk, dan warna tanaman.

Baca sekali lagi: 5 Macam Sayuran yang Mudah Ditaman di Apartemen dengan Lahan Terbatas

Ilustrasi menanam sayuran di polybag.
SHUTTERSTOCK/MARTINA SAPPE
Ilustrasi menanam sayuran di polybag.

Dikutip dari laman Cybex Kementerian Pertanaman RI, Selasa (8/3/2022), hampir semua jenis tumbuhan sayuran dapat ditanam dalam dan bedengan, di antaranya bayam, kangkung, sawi, selada, kenikir, kemangi, kucai, seledri, cabai, tomat, terong, pare, kacang pangkat, mentimun, oyong, dan lain-tidak.

Sayuran biji kemaluan cocok untuk ditanam dalam pot, polybag atau paralon dan bambu nan ditegakkan sehingga bisa menabok alat angkut tanam intern besaran cukup banyak.

Pelecok satu tahapan budidaya sayuran di jerambah nan penting dan lalu menentukan keberhasilan adalah fertilisasi dan pengendalian wereng-kelainan.

Berikut ini uang pelicin dan langkah perabukan dan pengendalian penyakit plong tanaman di pekarangan rumah.

Baca juga: Mengenal Prinsip Menanam Sayuran dengan Sistem Aeroponik, Tidak Perlu Persil

Pemupukan

Buat proses pemumpukan, ada dua kategori yakni pemupukan sayuran organik dan non organik, sebagaimana berikut ini.

Sayuran organik

Untuk sayuran organik yang dibudidayakan secara organik, jenis pupuk yang digunakan ialah pupuk kandang atau serabut tanah daun, baik berbentuk curah maupun granul.

Ilustrasi pupuk kompos.
PIXABAY/JOKE VANDER LEIJ
Ilustrasi kawul kompos.

Hidayah pupuk dilakukan lega saat pembuatan ki alat tanam dengan menggunung piutang pupuk soren atau kawul kandang lebih banyak dalam media tanam, misalnya dua atau tiga  bagian dibandingkan tanah dan sekam.

Baja susulan dapat berupa jamur organik larutan yang telah terhidang di toko-toko sarana pertanian atau dengan cara mewujudkan sendiri.

Baca kembali: Mau Mengetanahkan Sayuran di Polybag? Simak, Begini Caranya

Intensitas pemberian pupuk organik lazimnya dilakukan 3-7 hari sekali dengan cara melumerkan 10-100 ml cendawan dalam satu liter air dan disiramkan secara merata pada media tanam.

Lega sayuran biji kemaluan, disebabkan masa pertumbuhan nan lebih tingkatan, maka selain hidayah pupuk organik cair juga dapat dilakukan hidayah serabut susulan berupa serat kandang alias pupuk kompos setiap 30 hari sekali sebanyak 50-100 g maupun 2-3 genggam pupuk masing-masing tumbuhan.

Sayuran non organik

Bikin budidaya sayuran non organik, perabukan dapat dilakukan dengan menggunakan serabut ilmu pisah seperti pupuk NPK majemuk, campuran pupuk solo Urea, TSP, dan KCL masing-masing satu episode, atau pupuk pelengkap cair.

Jenis pupuk ilmu pisah tersebut bayak tersedia di toko ki alat dan prasarana pertanian ataupun kios-kios tanaman hias.

Baca juga: Cara Menguburkan Sawi Pagoda, Sayuran Baru Berbentuk Individual

Perabukan boleh dilakukan dengan cara menaburkan pupuk sebanyak 1/2 – 1 sendok teh disekitar permukaan tanaman. Setelah pupuk ditaburkan, maka harus segera dilakukan penyiraman tanaman untuk menghindari sekuritas negatif kegaraman pupuk kimia terhadap pohon.

Perabukan susulan dapat dilakukan dengan pendirian melarutkan suatu sendok pupuk NPK atau campuran pupuk urea, TSP, dan KCL ke dalam 10 liter air.

Kemudian, siramkan secara merata pada sarana tanam. Pengulangan bisa dilakukan setiap 3 alias 7 perian sekali.

Pengendalian hama dan komplikasi

Selain pemupukan, ada langkah lain yang harus dilakukan, yakni mengendalikan hama dan penyakit.

Baca juga: 4 Manfaat Kulit Jeruk buat Pokok kayu, Bisa Usir Hama dan Makara Baja

Ilustrasi pemakaian pestisida untuk membasmi hama tanaman.
freepik
Ilustrasi penggunaan pestisida untuk membasmi wereng tanaman.

Sayuran organik

Pengendalian hama bisa dilakukan secara jasmani dengan cara membunuh ataupun membuang hama yang terdapat plong pokok kayu dan media tanam atau bisa juga secara kimiawi dengan racun serangga nabati. Insektisida nabati telah banyak dijual di kios-kios perkebunan.

Apabila memungkinkan, pestisida nabati dapat dibuat seorang dengan menunggangi sumur pokok yang terletak di dapur dan pekarangan.

Temporer itu, pengendalian penyakit dapat dilakukan dengan memberikan agensia hayati. Agens hayati secara abnormal sudah lalu mulai tersedia di kios-kios pertanaman.

Apabila tidak tersedia agensia hayati, pengendalian penyakit dapat dilakukan dengan mandu memusnakan tumbuhan terserang sehingga bukan memencar ke tanaman lainnya.

Baca juga: Kaidah Menuntaskan Wereng Thrips Penyebab Daun Cabai Keriting

Lakukan ki kesulitan virus yang penyebarannya diperantarai serangga, diantaranya kutu pucuk atau kutu patera, maka pengendalian bisa dilakukan dengan cara menghalangi serangga vektor melampaui tuntutan racun hama nabati.

Sayuran non organik

Cak bagi sayuran non organik, maka pengendalian hama dan penyakit bisa dilakukan menunggangi racun hama kimia (insektisida dan fungisida) sesuai prinsip dan dosis anjuran.

Namun demikian, diingatkan bahwa aplikasi pestisida ilmu pisah pada tanaman pekarangan sebaiknya dihindari karena raksasa resiko terhadap anggota keluarga, khususnya anak-anak.

Dapatkan update
berita pilihan
dan
breaking news
setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Kamu harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Source: https://www.kompas.com/homey/read/2022/03/08/110700376/cara-pemupukan-dan-pengendalian-hama-tanaman-sayuran-di-pekarangan-?page=all

Posted by: holymayhem.com