Tekateki Sayur Yang Gagal Di Tanam

KOMPAS.com
– Hidroponik berasal dari kata
hydro
nan berarti air, dan
phonic
nan berfaedah pengerjaan. Kalau diartikan, hidroponik adalah cara memakamkan dengan memperalat media air perumpamaan media tumbuh. Teknik ini menanam berbagai sayur-sayuran dan biji kemaluan-buahan minus memperalat media petak.

Kaidah memakamkan dengan teknik hidroponik cocok untuk mengetanahkan dalam lahan yang sempit. Apalagi, Anda boleh memulai berkebun menggunakan teknik hidroponik tetapi dengan memanfaatkan lahan pelataran depan rumah, atap rumah, maupun persil lainnya.

Menguburkan sayuran dengan teknik hidroponik menjadi sortiran lakukan menanam sayur terutama di daerah perkotaan yang minim lahan perladangan. Selain itu, teknik ini juga menjadi pilihan untuk mengantisiapsi kondisi alam dan tanah Indonesia nan tidak menentu cak bagi persawahan.

Menanam dengan teknik hidroponik enggak namun boleh dinikmati oleh diri sendiri, namun sekali lagi bisa menjadi seleksian bisnis nan menarik untuk Sira tekuni.

Pokok kayu yang ditanam pula beraneka rupa dan tidak terbatas. Ideal sayur-sayuran yang dapat ditanam dengan metode ini terserah selada, sawi putih, tomat, cabe, terong, bayam, dan pokcoy.

Buah-buahan juga bisa ditanam secara hidroponik, misalnya stroberi, tomat, dan timun. Anda pula bisa menyelamatkan bunga seperti anggrek dan
gerberra.

Baca sekali lagi: Ini Tips Agar Anak asuh Senang Makan Sayur Sejak Boncel

Kelebihan teknik hidroponik

Teknik hidroponik memiliki beberapa keuntungan dibandingkan menguburkan secara konvensional di media tanah.

Purwa, banyaknya tanaman nan bisa ditanam dengan teknik ini bisa dilipatgandakan karena penggunaan kapling yang rendah. Sehingga, dengan lahan yang abnormal, Anda masih bisa memanen banyak pokok kayu.

Kedua, mutu pokok kayu nan ditanam boleh dijamin dan lebih bersih karena semua faktor pertumbuhan dapat dikontrol, begitu juga kebutuhan vitamin yang dipasok sesuai dengan dimensi masing-masing melalui air bak media tanamnya. Faktor tak begitu juga melindungi pokok kayu dari hujan abu dan wereng juga intern cais.

Ketiga, kebutuhan tenaga untuk menyelamatkan dan merawatnya lebih sedikit, serta perawatannya nan mudah.

Keempat, tingkat kemenangan hingga penuaian sangat tinggi dibandingkan dengan prinsip menanam jamak. Hal ini dikarenakan faktor pertumbuhan dapat dikontrol, serta tidak ada resiko kebanjiran, kekeringan, atau kertergantungan dengan kondisi umbul-umbul lainnya.

Keuntungan lainnya ialah menanam dengan teknik ini tak mengelepai periode tanam ataupun panen, sehingga tak terserah batasan dalam menanam tanaman nan diinginkan. Serta, harga jual hasil panen hidropnik bertambah tinggi berpokok harga jual hasil pengetaman konvensional.

Kekurangan teknik hidroponik

Kendatipun banyak kelebihan yang bisa didapatkan berbunga menanam dengan teknik hidroponik, namun terdapat pula beberapa kekurangan. Investasi awal teknik hidroponik ini cukup mahal, karena memerlukan wadah dan sarana khusus bagi menanamnya.

Baca lagi: Meski Madya Endemi Corona, Jangan Cuci Buah dan Sayur dengan Sabun

Kelemahan lainnya adalah memerlukan ilmu dan kecekatan khusus bakal meramu pupuk yang digunakan bagi menanam pohon dengan teknik ini, mudah-mudahan boleh memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman yang ditanam.

Selain itu, hidroponik menggunakan sistem vitamin disirkulasi atau
close system, sehingga jika ada tanaman nan terkena patogen, seluruh tumbuhan dapat busuk dengan cepat akibat terkena basil yang sama.

Dapatkan update
berita pilihan
dan
breaking news
setiap hari dari Kompas.com. Ayo bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Engkau harus install petisi Telegram lebih lagi dulu di ponsel.

Source: https://www.kompas.com/sains/read/2021/05/16/203300023/kelebihan-dan-kekurangan-tanaman-hidroponik?page=all

Posted by: holymayhem.com