Tata Cara Penyuluhan Pertanian Dalam Pembasmi Penyakit Tanaman

Sungkai Barat, 08 Januari 2019. Penyemprotan Pestisida pada pokok kayu cabe di Kelompok berhuma Mulut sungai Jaya desa Gunung Raja dilakukan dengan tujuan moga penggunaannya tepat alamat dan menghindari penggunaan pestisida yang tawar. Melakukan penyemprotan dengan prinsip dan teknik nan tepat akan menyingkir atau setidaknya meminimalisir kerugian sebagaimana pemborosan, kemabukan sreg tanaman, dan mencegah timbulnya resan resistan hama terhadap racun hama. Bagaimana cara dan teknik penyemburan nan benar dan tepat incaran?

 Berikut ini bilang teknik nan tepat dalam mengamalkan penyemburan pestisida puas tanaman.
Penyemburan hama ulat. Hama ulat secara umum berada di atas atau bawah daun, batang, dan buah. Pendirian penyemprotan hama ulat dilakukan dengan mengacungkan sprayer bersumber atas, bawah, samping pokok kayu, atau merata pada seluruh bagian pokok kayu. Pemancaran seyogiannya dilakukan puas pagi musim sebelum matahari sukar.
Penyemburan hama kutu. Hama tungau atau mites bersembunyi di radiks permukaan daun tanaman, penyemburan dilakukan bersumber dasar daun menggunakan akarisida (insektisida khusus untuk memintasi hama kutu). Lakukan pemancaran pada pagi periode sebelum syamsu langka.
Pemancaran lalat buah. Lalat biji zakar yakni wereng yang memiliki mobilitas tahapan dan tidak memakan bagian tanaman. Penyemprotan dilakukan menggunakan insektisida kontak dan lambung puas pagi atau magrib masa.  Gunakan insektisida nan berbau drastis bakal mencegah lalat buah mendekati pohon.
Penyemprotan hama belalang, oteng-oteng, kepik, pendahan, dan lain-bukan. Penyemprotan hama yang memiliki mobilitas strata yang memakan tanaman dilakukan pada pagi perian menggunakan racun serangga sistemik, perkariban, dan lambung. Gunakan insektisida sistemik, hubungan, dan lambung secara bergantian.

Penyemburan ki kesulitan pohon (kawul dan bakteri). Gunakan fungisida untuk mengendalikan penyakit yang disebabkan oleh jamur dan bakterisida kerjakan mengendalikan penyakit akibat serbuan basil. Penyemburan fungisida dan bakterisida moga dilakukan sejak dini, yaitu sejak sebelum tanaman terkontaminasi. Sebab, jika sudah telanjur parah, masalah jamur dan basil sulit dikendalikan. Penyemprotan dilakukan lega pagi waktu dan semprotkan secara merata ke seluruh babak tumbuhan. Lakukan mencegah atau mengendalikan keburukan nan menyerang akar tanaman, gunakan fungisida atau bakterisida dengan pendirian dikocor pada pangkal batang dan daerah perakaran.
Pemancaran kawul daun dan zpt. Penyemprotan pupuk daun sebaiknya dilakukan saat proses pernapasan berlangsung, yakni plong pagi hari. Penyemprotan pupuk patera dilakukan bermula bawah agar mudah diserap maka dari itu daun karena stomata (mulut patera) makmur di bawah permukaan patera. Zat pengatur bersemi (ZPT) dibutuhkan tanaman n domestik kuantitas yang sedikit, gunakan dosis yang dianjurkan. Semprotkan secara merata lega seluruh bagian tanaman dan bakal pada pagi hari.

Tips penyemprotan hama dan ki kesulitan tanaman. Hendaknya hama ataupun kelainan lain resistan (kebal) terhadap bahan aktif tertentu, lakukan pemancaran dengan beberapa jenis incaran aktif yang berbeda secara berselang -selang. Tidak semua pestisida punya kiat rekat yang baik pada tanaman. Oleh sebab itu, gunakan perekat, pembasah, atau perata untuk mendapatkan hasil yang maksimal. ( Jesse Sefri R Purba,Penyuluh Pertanian UPTD Pertanian Sungkai Barat).

Source: http://cybex.pertanian.go.id/mobile/artikel/72782/Tehnik-Penyemprotan-untuk-Pengendalian-Hama-Dan-Penyakit-Cabe/

Posted by: holymayhem.com