Tata Cara Penyiapan Lahan Untuk Tanam Sawit

MAKALAH DASAR-Bawah AGRONOMI

PENYIAPAN Persil UNTUK Tumbuhan PERKEBUNAN ; KELAPA SAWIT

Oleh :

KELOMPOK 1

Bulan Permata (1410231013)

REZKY SYAHPUTRA (1410232018)

ANNISA RACHIM (1610231004)

ELFRIDA MARBUN (1610231007)

RIZKII ATIKA RAMBE (1610231008)

AFDAL DINIL HAQ (1610231010)

PROGAM STUDI ILMU Lahan

FAKULTAS PERTANIAN

UNIVERSITAS ANDALAS

PADANG

2017

Kata pengantar

Puji syukur kehadirat Almalik Yang Maha Esa atas segala rahmatNYA sehingga referat ini dapat tersusun setakat radu. Bukan lupa kami juga mengucapkan terimakasih kepada rekan-rekan nan ikut berpartisipasi privat pembuatan makalah ini.

Dan harapan kami moga kertas kerja ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman bikin para pembaca, cak bagi ke depannya boleh memperbaiki bentuk maupun menambah isi makalah kiranya menjadi lebih baik lagi.

Karena keterbatasan pengetahuan atau asam garam kami, kami berpengharapan masih banyak kehabisan privat makalah ini, oleh karena itu kami sangat mendambakan saran dan kritik yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini.

Padang, 27 Februari 2017

Penghasil

pemeliharaan yang tepat dan salah satu partikel konservasi Tanaman Menghasilkan (TM)

adalah pengendalian hama dan masalah.

Sektor persawahan merupakan salah satu potensi dari subsektor pertanian yang

berpeluang besar bikin meningkatkan perekonomian rakyat n domestik pembangunan

perekonomian Indonesia. Lega kini, sektor pertanaman bisa menjadi penggerak

pembangunan nasional karena dengan adanya dukungan sumber daya nan besar, adaptasi

pada ekspor, dan suku cadang impor yang mungil akan dapat menghasilkan devisa non migas

dalam jumlah yang besar. Produktivitas kelapa sawit sangat dipengaruhi oleh teknik budidaya

yang diterapkan. Pemeliharaan tanaman yaitu salah suatu kegiatan budidaya yang sangat

terdepan dan menentukan masa produktif pokok kayu. Pelecok satu aspek pemeliharaan tanaman

yang wajib diperhatikan dalam kegiatan budidaya nyiur sawit adalah pengendalian hama dan

penyakit. Pengendalian hama dan ki aib yang baik dapat meningkatkan produksi dan

produktivitas tumbuhan.

1 RUMUSAN MASALAH

a) Bagaimana cara pembukaan lahan nyiur sawit? b) Bagaimana cara pemancangan dan jarak tanam kelapa sawit? c) Bagaimana mandu pembuatan lubang tanam kelambir sawit? d) Bagaimana cara penyiapan bibit kerambil sawit? e) Bagaimana cara mengetanahkan konsentrat kelambir sawit? f) Bagaimana proses pemeliharaan kelapa sawit? g) Bagaimana cara menuai kelapa sawit?

1 TUJUAN

a) Bakal memahami kaidah kata lahan kelapa sawit. b) Bakal memafhumi pendirian pemancangan dan jarak tanam kelapa sawit. c) Untuk mengetahui cara pembuatan lubang tanam kelapa sawit. d) Mengetahui mandu penyiapan konsentrat kelapa sawit. e) Mengetahui mandu menanam esensi kelapa sawit. f) Mengetahui proses pemeliharaan kelapa sawit. g) Memahami cara menuai kelapa sawit.

Ki II

PEMBAHASAN

A. PEMBUKAAN Petak KELAPA SAWIT

Anju atau prolog petak yaitu kegiatan badan awal terhadap areal lahan pertanaman. Kata kapling sangat tersidai plong jenis vegetasi, topografi, saran, dan proposal simpatisan. Sebelum membuka lahan disarankan melakukan studi kesesuaian tanah bagi menilai tanah tersebut sesuai atau tidak bakal pertumbuhan kelambir sawit dan kontributif produktivitas tanaman. Kesesuaian lahan bisa di nilai bersendikan kesesuaian persil actual dan kesesuaian kapling potensial. Kesesuaian lahan actual adalah kesesuaian lahan minus perombakan karakteristik terdahulu lahan. Dalam hal ini karakteristik tanah dinilai barang apa adanya. Kesesuaian persil potensial adalah kesesuaian petak sesudah dilakukan upaya perbaikan karakteristik utama persil (kesesuaian lahan actual ditambah teknologi dan modal). Tentatif itu, karakteristik lahan merupakan sifat bodi dan kimia suatu mileu yang bisa diukur secara langsung berhubungan dengan penggunaan kapling bikin perkebunan.

Pol tanah lapang

  1. Menentukan klasifikasi rimba primer, sekunder, dan ataupun tersier.
  2. Menggambar topografi lahan (datar, mengombak, atau berbukit).
  3. Batik letak sungai, rawa, kampung, dan lainnya.
  4. Membuat jalan rintisan kerjakan pengukuran.
  5. Menginvestigasi medan sendang air dan mengambil lengkap tanah.
  6. Takhlik peta orientasi dan mewujudkan tanah-petak hektaran (blok).
  7. Membuat lorong-lorong (denah blok kebun) dari patok batas areal.

Menebas pohon berdiameter kurang berpunca 3 inch

Pohon-pokok kayu yang berdiameter kurang berusul 3 inci (7,5 cm), termasuk semak di tebas, dan tanaman menular di cincang. Tinggi tebasan harus rata degnan permukaan tanah. Pegangan ini mudahmudahan dilakukan dari areal yang kurang kea rah yang lebih pangkat.

Menebang pohon berdiameter makin terbit 3 inch

Pemlontosan pohon berdiameter makin bersumber 3 inci dilakukan maka dari itu tenaga turunan menggunakan chainsaw. Hierarki tebangan dari atas kapling harus di ukur berdasarkan sengkang pokok kayu sama dengan berikut:

  1. Diameter 3-10 inci, tataran tebangan maksimal 30 cm.
  2. Diameter 10-12 inci, tinggi tebangan maksimum 60 cm.
  3. Sengkang 13-30 dim, tinggi tebangan maksimum 90 cm.
  4. Diameter lebih dari 31 dim, tinggi tebangan maksimum 150 inci.

Jika penebangan dilakukan secara mekanis, seluruh pohon bisa di tumbangkan dengan traktor.

Mayat pohon yang mutakadim di babat, dipotong menjadi matra yang kian kecil dan di tumpuk agar lebih mudah tandus. Untuk rangka penyempuraan, semua dahan dan ranting berpangkal pohon

PEMANCANGAN PADA LAHAN MIRING

Dengan meluluk aspek pengawetan petak dan air, senyatanya bukan dipetuakan bagi menanam kelapa sawit pada areal berbukit nan tesmak kemiringannya enggak sesuai dengan persyaratan. Namun, makanya karena persil nan tersuguh bakal ekstensifikasi semakin lama semakin berkurang, penghutanan kelapa sawit pada areal berbukit tampaknya akan adalah peristiwa yang wajar diusahakan, satu bahasa dengan praktik pengawetan lahan dan air dengan teknik pembuatan teras bersambung maupun teras orang.

Walaupun pembuatan teras bersambung menyebabkan tingkat kesuburan tanah berkurang, ada sejumlah aspek menguntungkan yang harus diperhitungkan n domestik memutuskan pembuatan teras, adalah sebagai berikut:

a) Pembuatan teras akan mengurangi bahaya erosi. sambil lagi mengawetkan air sehingga nisbi tersedia cak bagi tanaman. Mengenai penanaman secara langsung di kewedanan berbukit akan menimbulkan masalah abrasi yang serius.

b) Penanaman kelapa sawit dan karier perawatan rutin lainnya menjadi kian mudah sehingga pengejawantahan kerja akan meningkat dan biaya produksi dapat ditekan.

c) Sreg detik pohon mutakadim menghasilkan, pekerjaan panen dan mengasingkan TBS bermula n domestik blok akan lebih mudah. Pada areal yang tidak cak semau terasnya, buah yang dipanen akan menggelundung ke bawah jabal sehingga kualitas TBS menghadap akan menurun karena meningkatnya kadar cirit.

d) Kian adv minim buah yang hilang-terutama sekali brondolan-pada kelapa sawit yang ditanam lega teras.

  1. Jarak Tanam Kebulatan hati cahaya matahari yang optimum yang diperlukan maka dari itu tumbuhan berbagai rupa menurut jenis tanamannya. Keseriusan, kualitas dan lamanya penyorotan merupakan keseleo satu yang mempengaruhi terhadap pertumbuhan morfologi. Tanaman nan terlindung pertumbuhannya akan meninggi (etiolasi), habitusnya rendah dan lemah. Besaran patera cacat dan anakan betina menciut.

Populasi per hektar yang terlalu padat lama kelamaan produksinya akan menurun, karena selain kejuaraan dalam pengambilan zarah hara juga terjadi tumpang tindih pelepah sehingga kesungguhan dan kualitas panah matahari yang dikabulkan kurang optimum dan ini mengurangi luasan fotosintesis (asimilasi). Dengan demikian maka pengaturan jarak tanam amatlah bermakna. Bakal kelapa sawit spesies Tenera D x P populasi per hektar = 143 pokok, semula ialah jarak tanam nan optimum, namun ternyata dari hasil percobaan para ahli pecah Marihat sreg umur 8 perian petiolus sudah menginjak adv lewat laping dan kekuasaan terhadap perkembangan produksi.

Cak bagi mencegah dan memintasi timbulnya pengaruh intensitas dan total sinar matahari maka diperlukan jarak tanam dan arah barisan tanam. Jarak tanam pada kelapa sawit sreg galibnya dibuat segitiga sama sama sisi (triangular). Sedangkan arah barisan tanaman memfokus berpokok Paksina ke Kidul sehingga pendistribusian cerah surya dari arah timur cukup banyak untuk setiap pohon.

C. PEMBUATAN LUBANG TANAM Pembuatan liang tanam idealnya dilakukan satu ahad sebelum penanaman. Pembuatan liang tanam bertambah terbit satu ahad akan memungkinkan tertimbunnya lagi sebagian liang nan sudah digali dengan tanah yang berada di sekitar tambang gaung tersebut. Hal ini dapa t mengurangi produktivitas tenaga kerja penanaman bibitm, karena tenaga kerja harus mengulang kembali penggalian lubang yang sudah lalu tertimbus. Begitu pula sebaliknya, penekanan lubang tanam nan terlalu cepat atau terbatas dari satu minggu juga tidak dipetuakan karena semakin kecil persiapan lakukan mengontrol kebenaran ukuran dan posisi gaung.

PEMBUATAN LUBANG TANAM Puas Tanah MINERAL Lubang digali secara manual dengan menggunakan pangkur, anak pancang digunakan sebagai bintik tengah berbunga lubang tersebut. Pembuatan lubangn plong tanah mineral, baik di areal membosankan pada teras insan atau puas teras bersambung, cuma dibuat saatu lubang tanam (tersendiri) bakal setiap pokok kayu dengan ukuran lubang sebesar 60 cm x 60 cm x 60 cm. Bikin posisi lubang tanam pada kedua jenis terasan, lubang dibuat berjarak 1 m dari dinding teras. Kapling lombong gaung penggalan atas (top soil) diletakan di sebelah kanan momongan tonggak tanaman, sementara itu lahan makdan lubang bagian asal ( sub soil ) diletakan di jihat kiri putaran momongan pancang tanaman.

PEMBUATAN Gorong-gorong TANAM Pada TANAH GAMBUT Pembuatan lubang tanam secara manual dapat dibuat ganda ( double hole ) maupun disebut juga dengan gua di kerumahtanggaan terowongan. Puas tahap awal lubang bagian alas maupun lubang pertama, dibuat dengan ukuran 100 cm x 100 cm x 30 cm., kemudian tepat di perdua – paruh lubang pertama digali pula terowongan tanaman yang kedua dengan ukuran 60 cm x 60 cm x 60 cm. Sepuhan tanah top soil dan sub soil diletakan seperti halnya yang telah dilakukan pada tanah mineral.

c) Pengeringan: nilai yang telah dikupas kemudian dikeringkan/ dianginkan di atas rak selama 24 jam.

d) Penyaringan ponten: memilih biji-biji nan akan dijadikan benih dan sinkron dimasukkan ke n domestik kantong plastik berlobang-lobang.

Proses Pengecambahan Benih

Proses pengecambahan sperma bertujuan untuk menumbuhkan kecambah aktual tunas dan akar muda plong benih kelapa sawit. Ada banyak sekali metode yang boleh dilakukan. Salah satunya yaitu dengan melepaskan kayu cangkul buah kelapa sawit dari spikelet-nya. Waktu yang ideal bikin mengeram tandan buah ini selama tiga masa di mana sama sekali disiram dengan air buat menjaga tingkat kelembabannya. Lalu buah kerambil sawit dipisahkan dari tandannya, dan diperam lagi selama tiga waktu.

Pemecahan daging buah dari biji kelapa sawit dapat dilakukan memakai mesin khusus agar makin efektif. Kemudian biji-skor ini dicuci bersih dan direndam di larutan Dithane M-45 0,2% selama tiga menit. Berikutnya keringkan nilai-angka kelapa sawit ini serta lakukan penyeleksian untuk mengidas skor yang berwujud kostum. Sebelum dikecambahkan, poin-biji sawit berkualitas baik yang telah tergabung ini lantas disimpan di ruangan tertutup yang memiliki suhu 27�C dengan tingkat kelembaban 60-70 uang lelah.

Treatmen sebelum proses pengecambahan pula bisa dilakukan dengan menyalurkan biji kelapa sawit di intern air selama 6-7 hari dengan penggantian air secara terkonsolidasi. Selepas itu biji-skor ini direndam di cairan Dithane M – 45 0,2% sepanjang dua menit. Terakhir angka-nilai kelapa sawit diangin-anginkan cak agar gersang.

Proses pengecambahan dilakukan dengan memasukkan nilai nyiur sawit ke dalam kaleng pengecambahan lalu meletakkannya di ruangan bersuhu 39�C dengan tingkat kelembaban 60-7 persen. Proses ini biasanya berlangsung selama 60 hari, di mana setiap 7 hari sekali kredit diangin-anginkan selama tiga menit.

Pasca- itu, sperma direndam kembali di air sejauh bilang detik agar mengandung air dengan garis hidup antara 20-30 persen kemudian diangin-anginkan. Selanjutnya biji direndam juga di dalam larutan Dithane M � 45 0,2% selama makin terbatas dua menit lalu tempatkan di ruangan bersuhu 27�C. Biji-biji kelapa sawit akan berkecambah dengan sendirinya sesudah melampaui 10 hari. Kredit nan telah berkecambah sepatutnya taajul digunakan seumpama mani kelapa sawit. Benih yang telah berusia makin bermula 30 hari sebaiknya tidak digunakan karena kualitasnya telah menurun tajam.

Pemilahan Benih Kelapa Sawit

Sepanjang mempersiapkan benih, banyak hal yang dapat terjadi, seperti mana infeksi, penyakit jamur, hinggan untuk jenazah dan akar busuk. Kaprikornus, dalam proses memilih mani perlu diperhatikan beberapa ciri yang benih wajib diperhatikan sejumlah ciri yang bisa

digunakan untuk membubuhi cap kecambah yang dikategorikan baik dan pas untuk ditanam. Ciri ciri tersebut antaralain perumpamaan berikut:

a) Warna radikula kekuning-kuningan, padahal warna plumulanya keputih- putihan.

b) Ukuran radikulalebih strata daripada plumula.

c) Pertumbuhan radikula dan plumula harfiah dan berlwanan sisi.

d) Panjang maksimum radikula 5 cm, sedang panjang plumula 3cm.

Semen juga dapat dibeli di badan resmi

Benih nan digunakan buat membuat konsentrat kelapa sawit sebaiknya berasal dari indukan nan berkualitas bagus. Benih bisa didapatkan dari perusahaan-firma yang memproduksi benih kelambir sawit sebagai halnya Muslihat Penelitian Kerambil Sawit (PPKS) Medan, PT London Sumatera (Lonsum), PT Spesifik Yunus Estate, PT Socfin, PT Bina Sawit Makmur, dan PT Dami Mas Sejahtera. Secara garis ki akbar, benih-benih yang diperoleh dari para penghasil ini punya kualitas nan pangkat karena terbuat dari persilangan indukan Deli Dura dan Pisifera yang jelas. Selain itu, benih-benih yang dilepas ke pasaran juga umumnya sudah mengalami tahap introduksi secara berulang- ulang bagi menjamin dur benih.

Proses Pembibitan Kerambil Sawit

Pembibitan kelambir sawit dapat dilakukan melalui dua cara yaitu dederan dan berbarengan. Untuk melakukan pendederan, bersihkanlah lahan pembibitan terlebih dahulu. Kemudian tanah diatur perataannya sedemikian rupa dan dipasangi instalasi pendirusan. Jarak ideal lakukan pembibitan benih kelapa sawit yaitu 50 x 50 cm sebatas 100 x 100 cm terampai jenis semen dan kondisi tanah. Jadi kebutuhan benih yang diperlukan sebanyak 12.500-25 benih/hektar.

Sperma kelambir sawit aktual angka berkecambah lalu dimasukkan ke polybag yang berukuran 12 x 23 cm atau 15 x 23 cm. Sebelumnya polybag mutakadim diisi dengan tanah lapisan atas nan sudah diayak sebanyak 1,5 setakat 2 kg. Jauhar kecambah ini ditanamkan di polybag dengan kedalaman 2 cm. Lalu polybag disimpan di bedengan berdiameter 120 cm agar tingkat kelembabannya terjaga. Jauhar bisa dipindahkan ke medan pembibitan pasca- usianya sampai ke 3-4 wulan, di mana setiap benih kelapa sawit mempunyai 4-5 daun.

Dari polybag pertama, sperma kelapa sawit dipindahkan ke polybag berukuran 40 x 50 cm ataupun 45 x 60 cm yang digdaya tanah lapisan tertinggi sebanyak 15-30 kg. Jangan lupa siram malah lalu tanah di polybag sampai basah untuk melancarkan bibit kelapa sawit beradaptasi dengan lingkungan barunya. Polybag-polybag berisi bibit kelapa sawit ini lampau disusun di petak nan sudah disiapkan sebelumnya dengan ideal segitiga sama kaki separas arah agar lebih mudah dipantau kondisinya.

Sementara itu, proses pembibitan secara refleks sepantasnya sekufu seperti metode dederan. Yang mengkhususkan adalah sperma serentak ditanam di polybag

Berikut beberapa kesalahan teknis penanaman ynag menyebabkan sari tumbuh kurang:

 Penanaman kecambah terbalik, bakal daun ditanam ke arah dasar

 Penghijauan kecambah terlalu n domestik sehinggan pertumbuhan keteter

 Kecambah ditanam sesak cangkat sehingga akar tergantung.

 Tanah terlalu padat sehingga mempersulit pertumbuhan akar

 Tanah mengandung bebatuan sehingga mengganggu perkembangan akar.

 Tanah berlebih basah, karena air tidak dapat terusir dari dompet plastik alias penyiraman enggak cermin sehingga menyebabkan akar konsentrat membusuk.

Perabukan bibit

Pemupukan berguna buat memberi nutrisi sreg bibit. Pemupukan pati sangat terdahulu untuk memperoleh bibit yang sehat, tumbuh cepat, dan congah. Pupuk yang diberikan adalah kawul urea internal rancangan larutan dan pupuk plural. Dosis dan keberagaman pupuk nan diberikan saat pembibitan dapat dilihat pada diagram berikut ini:

Umur bibit (minggu ke-)

Keberagaman pupuk Dosis Rotasi

4 – 5 Hancuran urea 0,2 % 3 – 4 liter larutan/ konsentrat

1 minggu

6 – 7 Larutan urea 0,2 % 4 – 5 liter larutan/ bibit

1 minggu

8 – 16 Rustica 15.15.6 1 gram/konsentrat 1 minggu

17 – 20 Rustica 12.12.17 5 gram/bibit 2 ahad

21 – 28 Rustica 12.12.17 8 gram/ekstrak 2 ahad

29 – 40 Rustica 12.12.17 15 gram/pati 2 pekan

41 – 48 Rustica 12.12.17 17 gra m/bibit 2 minggu

Penanaman Nyiur SAWIT

  1. Pembuatan Piringan dan Hidayah Cendawan Asal Sekitar dua hari sebelum pemberian serat dasar, wajib dilakukan pembuatan piringan. caranya dengan membabat polong – murahan / tanaman penghabisan tanah dalam radius 1 meter terbit lubang atas. Pupuk asal diberikan satu waktu sebelum penanaman ekstrak. Bikin tanah mineral, bisa menunggangi rabuk phospat anorganik seperti SP – 18 yang mengandung sekitar 18 % P2O5 dengan dosis 250 gr perlubang, alias baja TSP nan mengandung sekitar 45% P2O5 dengan dosis 100 gr sendirisendiri korok. Untuk tanah gambut, boleh digunakan pupuk phospat yang netral terhadap reaksi keasaman tanah sebagaimana phospat alam CIRP yang mengandung sekitar 29 – 38 % P2O5 atau baja RP yang mengandung sekitar25 – 28 % P2O5 dengan dosis 500 gr perlubang. Terbiasa juga ditambahkan pupuk
    cupri sulfat
    CuSO dengan dosis 15 gr per terowongan.

  2. Persiapan Sari Bibit tanaman terlebih lalu diseleksi sebelum dipindahkan, terutama berusul segi umur dan tinggi bibit. Penyeleksian sari dimaksudkan hendaknya bibit yang akan ditanam merupakan bibit nan tahan terhadap hama dan kebobrokan serta memiliki produktivitas yang tinggi. Umur ekstrak yang akan ditanam di alun-alun tidak sama di semua medan. Peristiwa ini disebabkan oleh iklim yang mempengaruhinya. Pemindahan bibit pada umur yangt tak tepat bisa menyebabkan kematian. Ekstrak dengan umur 12 -14 bulan adalah yang terbaik bagi dipindahkan. konsentrat catut berumur tekor berpunca heksa- bulan tidak terhadap hama dan keburukan. Sebaliknya sekiranya berumur lebih berpunca 14 bulan akan membusut biaya penanaman dan waktu tanam. Sungguhpun umurnya sekufu, tinggi esensi di pembibitan tidak seragam. Tinggi sari yang anjurkan berkisar 70 – 180 cm. Esensi yang tingginya minus dari matra yang dianjurkan akan mengedrop produksi karena dapat diprediksi pokok kayu tersebut memiliki pertumbuhan yang lambat, sedangkan esensi yang kian tinggi produksinya belum tentu lebih berpunca tanaman nan mulai sejak bermula bibit yang dipetuakan. Pembibitan dengan dompet plastik mempermudah pada saar sari akan dipindahkan. Pembibitan sistem lapangan, pengungsian bibtnya dilakukan dengan cara pemutaran atau cabutan. Dengan cara putaranm bibit nan akan dipindahkan harus beserta tanahnya. Caranya dengan menggunakan sekop radikal. Dalam jarak sangka kira 15 cm pecah bibit, sekop ditekan ke tanah sehingga sebagian akat terputus. Dalam hari dua minggu bibit dibiarkan dan diamati pertumbuhannya. Pada bibit yang masih segar, pemotongan akar yang kedua boleh dilakukan catur ahad sebelum ditanam dan bibit dapat diputar. Bibit balik sebaiknya dibungkus dengan jangat pisang kering, daun nyiur, atau pembungkus organik.

Polibag yang telah digunakan dibuang di dalam liang tanam. Pemeliharaan tanaman nyiur sawit menghasilkan bertujuan bikin memperoleh tanaman-tanaman yang n kepunyaan tingkat produktivitas janjang. Biaya yang digunakan bakal membuka lahan perkebunan sawit harus dicatat dan diperhatikan agar dapat ditekan seminim kelihatannya. Begitu pula dengan perawatan tanaman dan prasarana huma diusahakan buat memanfaatkan biaya secara efektif dan dilakukan dengan memperhatikan keramahan terhadap mileu.

E. Perlindungan

Umumnya, kerambil sawit akan mulai berproduksi ketika umurnya sudah lalu hingga ke 3 tahun. Puas usia yang demikian biaya mulanya yang diinvestasikan bikin tertutupi oleh penghasillan dari biji zakar-buah sawit. Kelambir sawit yang dipelihara dengan baik biasanya mampu menghasilkan tandan biji pelir yang bertambah melimpah. Sehingga lebih-lebih tidak efektif jika biaya konservasi dalam tahap ini dikurangi.

  1. Sensus Tanaman Kelapa Sawit

Sensus dilakukan secara periodik untuk mengetahui kondisi semua tanaman budidaya. Setiap tanaman sawit yang mati terlazim dikumpulkan dan didata dengan ter-hormat. Begitu juga tanaman sawit yang diselingi infiks TBM atau titik tanam yang kosong terbiasa dicatat cak bagi dimasukkan di dalam data.

Untuk mempermudah, sensus dimulai berusul tegal bagian barat menuju ke timur. Terserah seorang kepala penyensus yang bertugas bakal mengatur manifestasi sensus mudahmudahan tidak saling tumpang tindih. Setiap penyensus mengamati setiap dua barisan tanaman. Hasil sensus kemudian diserahkan kepada manajer prakiraan.

Sensus populasi tanaman harus dilakukan secara rutin supaya tingkat pertumbuhannya terkendali. Sensus tahap pertama dilakukan selama penanaman untuk memetakkan titik tanam. Berikutnya sensus dikerjakan pada usia tanam 6 bulan untuk menentukan tingkat produktivitas pokok kayu. Kemudian setiap setahun sekali sensus dilakukan kelebihan memantau total pokok kayu yang produktif dan tidak produktif per musim.

  1. Mewujudkan Peta Pokok kayu di Perkebunan Sawit

Peta pohon merupakan peta yang menayangkan kondisi maujud bersumber pertanian kelapa sawit. Tujuannya cak bagi memberikan maklumat pohon yang siap panen, menyediakan atlas dasar lakukan sensus berikutnya, dan membantu menentukan kelayakan panen kelapa sawit.

Tolok peta tanaman yang baik harus memuat wara-wara akan halnya tutul yang lain ditanami, tanaman belum menghasilkan, pokok kayu menghasilkan, jalan, jembatan, bengawan, dan topografi tanah. Peta pohon dirancang di kertas menggunakan tinta dan potlot spesial, meja gambar, rak peta, serta peranti bantu hitung.

Proses pembuatan peta pohon diawali dengan mensurvei petak budidaya. Setiap tanaman digolongkan menjadi tanaman belum menghasilkan (tanda baca noktah) dan pokok kayu menghasilkan (simbol dok). Hasil pecah survei tersebut dipakai untuk menentukan kelayakan penuaian perladangan sawit. Luas blok dihitung berdasarkan tutul tanam nan bisa digunakan untuk cak menjumlah prakiraan produktivitas produksi sawit. Pencahanan pemetaan ini dilakukan setiap setahun sekali.

  1. Penunasan Tanaman Kerambil Sawit

Penunasan dilakukan dengan menjaga kop pokok kayu nan sehat, membuang tulang daun yang berlebihan, dan mempertahankan luas daun nyiur sawit. Daun yang menyergap kegiatan pemanenan dan yang bukan dibuang sepanjang pemanenan sekali lagi sebaiknya masuk ditunas. Bagi mengamalkan pekerjaan ini diperlukan peralatan nyata dodos, egrek, dan bencana asah.

Tanaman kelambir sawit mulai dewasa nan pemanenannya menggunakan dodos, maka penunasannya dengan memotong seluruh tulang daun patera yang terdapat di sumber akar tiga lingkaran daun sumber akar tandan yang akan dipanen berikutnya. Sementara itu kerjakan tanaman yang dipanen mempekerjakan egrek, penunasannya dikerjakan sreg 1-2 gudi tulang daun daun di atas tandan yang akan dipanen berikutnya. Serabut yang berpotensi mengganggu kegiatan panen dibuat memakai dodos dan egrek.

Jangan tengung-tenging untuk menjernihkan pohon saprofit yang berada di dasar pelepah. Begitupun dengan tanaman parasit nan tumbuh begitu cepat harus segera dibinasakan. Sedangkan tanaman yang enggak produktif juga perlu ditunas agar produksinya membaik. Idealnya penunasan dikerjakan setahun sekali terutama apabila hasil panen perkebunan cukup cacat.

  1. Pengendalian Gulma, Hama, dan Ki kesulitan

Tahap ini bertujuan untuk mempertahankan kualitas lahan budidaya demi mempermudah akses terhadap pemupukan, penunasan, pemeliharaan, pemanenan, dan pengumpulan biji zakar. Gulma juga teristiadat dikendalikan kerjakan mengurangi perlombaan tanaman budidaya khususnya dalam mendapatkan nutrisi, air, dan cerah mentari. Proses pengendalian gulma, hama, dan kebobrokan ini dapat dilakukan dengan metode teknisi, biologis, maupun kimiawi. Pengendalian diselesaikan secara teratur dan tidak terikat maka dari itu tahun.

F. PEMANENAN

Kelapa sawit biasanya dapat dipanen sehabis berusia 31 bulan sejak penghijauan di tanah. Namun terserah juga kelapa sawit yang berdampak ketika usianya mutakadim tiba 2,5 tahun, di

diri lagi. Jangan pernah menuai biji zakar yang masih hijau sebab dapat menyebabkan kelapa sawit mengalami stres dan celih menghasilkan bunga lebah ratulebah.

BAB III

Pengunci

3 KESIMPULAN

Mulai sejak uraian diatas dapat saya simpulkan bahwa kelapa sawit merupakan pohon

pelaksana petro nabati yang dapat menjadi andalan dimasa depan karena berbagai rupa

kegunaannya bagi kebutuhan makhluk. Kelapa sawit tercatat tanaman daerah tropis nan

rata-rata dapat tumbuh di daerah antara 120º Lintang Utara 120º Lintang Selatan. Curah

hujan optimal nan dikehendaki antara 2.000-2 mm per tahun dengan pendistribusian yang

merata sepanjang masa. Lama penyinaran matahari yang optimum antara 5-7 jam per hari

dan suhu optimum berkisar 240-380C.

Tanaman kerambil sawit mulai berbuah selepas 2,5 tahun dan masak 5,5 bulan sehabis

pembenihan. Dapat dipanen jika tanaman telah berumur 31 bulan, sedikitnya 60% buah telah

matang penuaian, pecah 5 pohon terdapat 1 tandan buah menguning penuaian. Ciri tandan matang panen

merupakan sekurang-kurangnya ada 5 buah nan lepas/jatuh bermula tandan yang beratnya kurang dari 10 kg

atau sedikitnya suka-suka 10 biji zakar yang maaf mulai sejak tandan nan beratnya 10 kg ataupun lebih. Tanaman

dengan umur terbatas berasal 10 waktu, jumlah brondolan kuran lebih 10 butir dan tanaman

dengan umur lebih 10 tahun, besaran brondolan seputar 15-20 butiran. Tanaman nyiur sawit

akan menghasilkan tandan buah segar (TBS) nan dapat dipanen kapan tumbuhan berumur

3 atau 4 waktu.

3 SARAN

Mengaram pentingnya tumbuhan kelambir sawit dewasa ini dan periode nan akan datang

seiring dengan meningkatnya kebutuhan penghuni dunia akan petro sawit, maka terbiasa

dipikirkan teknologi produksi sebagai usaha peningkatan kualitas dan jumlah produksi

nyiur sawit.

Daftar bacaan

Source: https://www.studocu.com/id/document/universitas-andalas/dasar-dasar-ilmu-tanah/makalah-penyiapan-lahan-untuk-tanaman-kelapa-sawit/32494298

Posted by: holymayhem.com