Tata Cara Pemeliharaan Pengkayaan Tanaman Pohon

Pojok Pembaruan|
02 September 2022


Pengayaan Tanaman privat Rehabilitasi Hutan

Pengayaan tanaman proses penting dalam rehabilitasi hutan. Bagaimana mengukur keberhasilannya?


Apa itu pengayaan tanaman dalam rehabilitasi hutan

ISTILAH pengayaan tanaman disadur dari istilah silvikultur “enrichment planting” privat kegiatan rehabilitasi hutan. Pengayaan tanaman alas adalah kegiatan memperbanyak keragaman tanaman dengan prinsip memanfaatkan ulas bertunas tanaman secara optimal menerobos penanaman.

Pengayaan tanaman berbeda dengan penyulaman pohon pangan. Penyulaman pohon merupakan putaran berasal kegiatan pemeliharaan dengan cara menggilir esensi tanaman nan hening atau sedikit baik pertumbuhannya. Kegiatan tersebut sekadar dilakukan sekiranya pati tanaman punya jalan nan buruk atau invalid baik.

Privat Undang-Undang Kehutanan, pengayaan pokok kayu menjadi babak berpokok kegiatan rehabilitasi pangan dan petak selain reboisasi, penanaman, konservasi dan penerapan teknik konservasi tanah secara vegetatif dan sipil teknis, pada lahan reseptif dan tidak produktif. Privat Kanun Pemerintah Nomor 76/2008 tentang rehabilitasi dan reklamasi hutan pengayaan tanaman tersurat secara tekstual di pasal 23, 26 dan 31.

Pasal 26 menyebut pengayaan tanaman bakal rehabilitasi ditujukan untuk meningkatkan kapasitas hutan. Pengayaan tanaman dilaksanakan lega hutan rawang, baik di jenggala produksi, alas lindung, maupun hutan konservasi, kecuali sreg cagar alam dan zona inti taman nasional. Alas rawang merupakan hutan yang memiliki potensi sebaran tegakan pohon masing-masing hektare cacat bermula 700 batang.

BACA: Jenis Pohon Tepat buat Rehabilitasi Hutan

Dengan sedemikian itu pengayaan pokok kayu menjadi penting dalam konteks rehabilitasi lahan yang dibutuhkan saat ini karena wana rusak dan terdegradasi. Namun, regulasi tidak mendukungnya.  PP 23/2021 hanya sepintas soal pengayaan pohon. Bahkan intern Statuta Menteri Lingkungan Hidup Nomor 23/2021 tentang rehabilitasi rimba, pengayaan tanaman hilang sekali-kali. Pemeliharaan tumbuhan hanya unjuk dalam konteks rehabilitasi lahan.

Cak kenapa peraturan tidak menganggap penting pengayaan tumbuhan sebagai satu dari lima kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan?

Mungkin karena pengayaan tanaman minimal sulit diukur kinerja dan keberhasilannya. Pengertian dan definisi rimba rawang yang menjadi sasaran pengayaan tanaman hutan tidak jelas. Potensi brosur tegakan tanaman saban hektare kurang dari 700 batang tak mendapat habuan penjelasan lebih lanjur sehingga multitafsir dan dapat tumpang-tindih dengan signifikasi lahan kritis dalam kawasan hutan.

Kemenangan rehabilitasi rimba dan lahan biasanya bersandar plong kegiatan reboisasi, penghijauan, dan penerapan teknik proteksi petak, karena lebih mudah dipantau, dievaluasi, dan dikendalikan. Anasir enggak keberhasilan rehabilitasi secara kualitatif adalah partisipasi masyarakat terhadap kegiatan penghijauan rehabilitasi lahan itu seorang.

Buat menjadi dewasa, pohon pelir periode tumbuh sejak dari bibit. John Wyatt-Smith, pandai ilmu lingkungan pangan dari Inggris, mengklasifikasikan proses terjadinya pohon menjadi catur tahap lega 1963:
seedling
(semai), kecambah setakat setinggi 1,5 meter;
sapling
(sapihan, pancang) permudaan yang tangga 1,5 meter dan lebih sebatas pohon remaja yang berdiameter kurang dari 10 sentimeter;
pole
(tiang) yakni pohon muda yang berdiameter 10-35 sentimeter;
trees
(tumbuhan dewasa), yang berdiameter di atas 35 sentimeter.

Setiap pangkat bertunas pohon umumnya membutuhkan waktu 4-5 masa. Sehingga pohon dewasa yakni pohon dengan nasib 15-20 masa. Pokok kayu dewasa dianggap seumpama pohon nan sudah berfungsi dengan sempurna, sebagaimana menyerap dan menyimpan karbon serta menciptakan iklim mikro jikalau berbentuk rimba.

Artinya, kemenangan sebuah kegiatan rehabilitasi sekiranya bisa mempertahankan penanaman pohon hingga bersemi berusia minimum 15 waktu.

BACA: Kesalahan-Kesalahan Rehabilitasi Hutan dan Lahan

Sementara kejayaan teknik preservasi lahan adalah besarnya pengendapan akibat erosi lahan sebelum dan pasca- pembuatan bangunan konservasi tanah. Apabila terjadi penurunan sedimentasi nan penting secara kuantitatif dalam paser perian tertentu (5-10 tahun) penerapan teknik proteksi tanah bisa disebut berhasil.

Bagaimana dengan tingkat kejayaan pengayaan tumbuhan hutan? Belum suka-suka ukurannya yang jelas secara regulasi dan teori.

BERSAMA MELESTARIKAN BUMI

Ketika embaran makin marak, hal-hal tak juga berpisah, jurnalisme kian terdahulu untuk memberikan perspektif dan mengawinkan soal-pertanyaan. Forest Digest memproduksi berita dan kajian untuk memasrahkan perspektif di miring berita-berita tentang pangan dan mileu secara awam.

Sidang pengarang bekerja secara voluntari karena sebagian besar adalah mahasiswa dan alumni Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB University nan berkarya di banyak profesi. Dengan visi “untuk bumi yang lestari” kami ingin mendorong manajemen hutan dan mileu yang adil dan berkelanjutan.

Gendong kami membuat visi dan misi itu dengan

berdonasi ataupun melanggani melalui deposit Rp 50.000.

Source: https://www.forestdigest.com/detail/1952/apa-itu-pengayaan-tanaman

Posted by: holymayhem.com