Tanaman Yang Daunnya Bisa Menjadi Sayuran

  1. Penyortiran Spesies Tanaman

Sebelum bercocok tanam agar mengenal terlebih dulu kebiasaan-resan tanaman yang akan kita budidayakan . Bilang tumbuhan sayuran kadang kala hanya cocok untuk daerah n baruh rendah dan sebagian kembali hanya sekata bakal distrik dataran hierarki . Selain itu, sinar syamsu dulu mempengaruhi pertumbuhan tanaman kecuali kawul nan tidak membutuhkansinar matahari, hanya sirkulasi udara.

1 . Sayuran Buah

Jenis sayuran buah galibnya dikonsumsi bagian buahnya. Yang bisaditanam dalam pot di antaranya cabal besar, cabal rawit, terung, mentimun, pare, tomat, kacang panjang, boncis, kapri, kecipir dan paprika. Pertumbuhan dan produksi paprika, ercis, dan tomat akan bertambah bagus bila ditanam di daerah legok tinggi . Sahaja variasi tomat tertentu sama dengan mutiara, intan, berlian, dan tomat sayur dapat diusahakan di lembang rendah dengan hasil yang balk .

2 . Sayuran Daun

Spesies pokok kayu tertulis sayuran daun yang dapat dipotkan lebih beragam, antara tak : bayam, kangkung, caisin, selada, selederi, berambang patera, baby capri, kobis, talas daun, kemangi, pakcoi dan kailan . Selada adalah sayuran plato, namun jenis selada betawi yang berdaun tipis dan rasanya renyah boleh diusahakan di n baruh rendah . Beberapa sayuran yang balk diusahakan di dataran sedikit adalah : pakcoi, kailan, kobis, dan baby capri.

3 . Sayuran Anakan

Hanya beberapa diversifikasi sayuran bunga saja yang bisa ditanam dalam pot, yaitu bunga kol dan brokoli . Itupun harus memperhatikan kondisi iklim setempat, karena kedua pokok kayu ini biasanya banyak ditanam di dataran tinggi .

4 . Sayuran Umbi

Memang rumit sayuran umbi nan dipotkan . Syarat botol harus tinggi moga pertumbuhan umbinya maksimal . Keberagaman sayuran umbi yang dipotkan antara bukan : wortel, ubi benggala, lobak, bawang merah, dasun suci, radish, dan dasun bombay . Semua jenis sayuran pongkol umumnya di n baruh strata hanya bawang merah dan bilang jenis bawang putih (Lumbu Ceria, Tahir Barang) yang cocok diusahakan di dataran rendah.

5 . Tanaman Empon-Empon

Variasi empon-empon umumnya banyak sisukai ibu-ibu rumah tangga . Alasannya, jika memerlukan bumbu tidak perlu ke warung atau pasar, tinggal rebut invalid berasal tanaman koleksi . Jenis tumbuhan bumbu dan empon-empon nan boleh dipotkan ialah: kurkuma, kencur, lenkuas, serai, dan jumpa kunci . Tanaman ini baik diusahakan di n baruh kurang alias tingkatan .

  1. Pemilihan jenis jambangan

Sejumlah pilihan sistern bertanam verticulture intern pot diantaranya merupakan dengan vas tunggal, jambang horisontal bertingkat ataupun pot vertikal . Tipe maupun bahan bisa berupa kaleng bekas, jambang tanah, benih, plastik, timba, polybag, hokah paralon, hambu petung dan sebagainya . Untuk kesempatan kali ini, secara spesial akan dijelaskan pot tanaman dari awi dengan posisi horisontal bertingkat . Wadah ini bisa diletakkan di mana saja pangkal

kena sinar matahari . Dapat bagi menanam sayur, pohon hias ataupun anggrek . Kancah ini dulu cocok buat kapling yang sangat terbatas dan apabila tukang mengaturnya bisa menjadi satu karya seni yang indah . Lakukan pembuatannya diperlukan beherapa target dan alat. Bahan:

  1. Buluh petung matra sengkang 8 inci I bangkai
  2. Bambu biasa ukuran sedang 2 layon
  3. Tali injuk 10 gabung
  4. Paku reng I ons dan paku ternit 1/2 ons

Alat :

Golok, martil, gergaji dan boor listrik

Cara Pembuatannya :

  1. Bambu petung dipotong pakai gergaji menjadi 5 episode (2 meteran).
  2. Bambu potongan tersebut lalu dicoak selebar 7-10 cm di setiap ruasnya.
  3. Buatlah lubang pada bagian asal pakai boor meski air tidak menggenang.
  4. Ambil bambu biasa potong menjadi 4 bagian (perumpamaan papan).
  5. Buatlah pula racikan hambu panjang 60 cm dan 90 cm masing-masing 2 buah.
  6. Silangkan 2 racikan bambu kemudian paku dan balut dengan lungsin injuk , dan rincihan buluh yang lainnya.
  7. Kerjakan tiang penyangga paruh pakulah rajangan awi nan ukuran 60 cm.
  8. Sedang untuk penyangga bawah pakulah potongan buluh ukuran 90 cm lega awi yang perumpamaan tiang.
  9. Kemudian balutlah dengan tali injuk dan paku dengan pakis ternit sebagai penguat.
  10. Setelah itu mulailah kita mengunting bambu yang dimensi 2 meteran dengan cara mendomplengkan lonjoran bambu plong tiang kidal dan kanan dulu paku dan kebat dengan tali injuk sehingga jadilah rak verti model horizontal bertingkat .
  1. Media Tanam

Ki alat tanam yang boleh digunakan untuk bercocok tanam sayur dalam botol verti sangat beraneka rupa . Namun pertumbuhan tanaman lebih baik bila yang digunakan sebagai alat angkut yaitu tanah gambut. Campuran antara serbuk sekam + pupuk kandang, abu sampah + pupuk kandang, pasir + pupuk kandang, gambut + cendawan kandang, tanah + sekam + jamur kandang pula bisa digunakan. Dapat lagi menggunakan bunga tanah + tanah + arang sekam dengan perbandingan 1 :1 :1 . Aduklah campuran tersebut secara merata. Semoga kendaraan tanam juga ditambah dengan kawul TSP dan KCL masingmasing 10 gram per tanaman, dapat

juga menggunakan pupuk mejemuk merupakan NPK Ponska.

  1. Persemaian dan penghijauan
  2. Persemaian

Sebelum penghijauan umumnya dilakukan persemaian lebih-lebih dahulu. Beberapa jenis tanaman tersebut adalah tomat, cabal, terong, mentimun, bunga kol, brokoli, selada, caisim, kailan dan lain lainnya. Setelah sperma tumbuh akan diperoleh bibit. Esensi inilah yang nantinya

ditanam di kerumahtanggaan pot verti. Siapkan sarana untuk penyemaian benih yang biasanya terdiri dari campuran kapling tegal yang sudah lalu diayak dengan serat kandang atau batu halus dengan perbandingan 2 : 1 : 2. Kedalam campuran media semai dapat ditambahkan sejumput furadan serta pupuk NPK nan dihaluskan dan aduk merata. Mandu mengamalkan penyemaian sebagai berikut. Masukkan media semaian ke dalam medan ibarat plastik menjemukan, padahal semen yang akan disemai direndam dahulu privat air hangat selama kurang lebih satu jam maksudnya bakal mendahulukan proses kecambah, bisa lagi setelah itu benih direndam selincam intern zat pengatur tumbuh. Setelah itu semen diangkat dan dibungkus karet lembab yang dihamparkan . Rendah makin 1-5 hari biasanya benih sudah mulai berkecambah dan siap dipindahkan kedalam bak pesemaian . Cara lain benih langsung dibariskan kedalam seumpama persemaian dan tutupi dengan hamparan media tipis saja. Proteksi yang dilakukan selama dalam persemaian cukup penyiraman saja dengan menggunakan hand sprayer yang semprotannya halus . Pasca- 3 minggu benih sudah tumbuh menjadi esensi dan siap dipindahkan ke dalam pot verti.

  1. Penanaman

Pada vas yang telah dipersiapkan dalam hal ini pot berpangkal bambu seperti tersebut diatas yakni jambang horizontal bertingkat isikan media yang telah siap kedalam coakan bambu sebanyak 2/3 bagian atau pada tenggat terowongan coakan yang telah dibuat. Sesudah pot diisi kendaraan sebaiknya disiram malar-malar habis sehingga didapatkan keadaan yang basah/lembab .

Tanamkan konsentrat yang telah siap tanam yaitu caisin, selada, kalian, dasun-bawangan dan lain sebagainya. Karena menggunakan botol bertingkat aturlah penanaman misalnya rak terbawah dengan suatu macam pokok kayu, kemudian rak atasnya lagi dengan jenis tanaman nan farik sehingga akan didapatkan susunan yang serasi dan punya poin seni . Sedangkan bakal jenis pohon kangkung, bayam, baby capri bertambah baik ditanam serempak dari mani .

  1. Perawatan

Perawatan mulai dilakukan sejak tumbuhan dipindahkan kedalam jambang. Kegiatan preservasi terdiri dari penyiraman, pemupukan dan penangkalan hama/komplikasi yang dilakukan secara rutin dan teliti. Penyiraman lega pohon sebaiknya dengan mencaci ukuran tanaman dan rahasia apitan akar terhadap medianya. Tanaman yang berukuran kecil dan akarnya halus lakukan pendirusan dengan semprotan lembut. Akan halnya tanaman berukuran besar dan relative abadi bisa dengan sendok air secara diskriminatif. Penyiraman dilakukan pagi dan sore, bakal diperhatikan penyiraman jangan berlebih jenuh air, karena untuk jenis tanaman tertentu tidak menghendaki dan pohon akan bisa rusak dan hening. Hama dan penyakit plong sayuran dalam jambangan relatif minus. Jadi tindakan preventif perlu dilakukan seperti menjaga kelembaban jangan terlalu tinggi, karena akan memyebabkan timbulnya pupuk dan tanaman menjadi tidak sehat hingga menimbulkan kematian. Seandainya ditemukan ulat ataupun hama yang menyerang tanaman sebaiknya diambil dan dimusnahkan secara manual. Pengusahaan pestisida sebaiknya ditiadakan karena sayuran yang meninggalkan residu pestisida akan

berbahaya jika dikonsumsi. Namun demikian untuk sekala serbuan osean penyemprotan pestisida dapat dilakukan dengan prinsip PHT. Pemupukan cak bagi tanaman sayuran daun tentu belaka berlainan dengan fertilisasi pokok kayu sayuran biji pelir. Pada sayuran daun pemupukkan lebih dititikberatkan pada pertumbuhan vegetatif, madya puas sayuran buah selain pertumbuhan vegetatif, pertumbuhan generatif sekali lagi harus diperhatikan agar produksi buahnya

maksimal. Pemupukan tidak boleh dilepaskan dari kegiatan ini, untuk itu lakukanlah pemupukan secara rutin 2-7 hari sekali . Pada sayuran daun karena titik beratnya pertumbuhan vegetatif maka pupuk yang diberikan harus banyak mengandung atom nitrogen, dosis 20 gr pupuk urea atau ZA dilarutkan kerumahtanggaan 10 liter air siramkan sreg masing-masing botol secukupnya saja hingga media basah atau bisa semata-mata menggunakan jamur cair yang sudah masyarakat dipasarkan di toko-toko pertanian.

Apabila satu bisa jadi tanaman kita terserang hama, sebaiknya menggunakan bahan alami yang bisa kita lakukan seorang . Berikut ini cara pembuatan pemberantas hama alami yang bisa dibuat sendiri dan lebih lega dada dipakai serta bukan cak semau efek sampingnya cak bagi tanaman .

Source: http://cybex.pertanian.go.id/mobile/artikel/99717/Budidaya-Sayuran-dengan-Vertikultur/

Posted by: holymayhem.com