Tanaman Sayuran Yang Toleran Terhadap Cahaya Yang Sedikit

Kemiri
(
Aleurites moluccana
(L.) Wild.
), adalah pokok kayu yang bijinya dimanfaatkan laksana mata air minyak dan rempah-rempah. Pohon ini masih sekerabat dengan ubi dan termasuk dalam suku Euphorbiaceae. Intern perbisnisan antarnegara dikenal sebagai
candleberry,
Indian walnut, serta
candlenut. Pohonnya disebut sebagai
varnish tree
atau
kukui nut tree. Minyak yang diekstrak bermula bijinya bermanfaat dalam industri bikin digunakan bagaikan incaran campuran cat.

Tak diketahui dengan tepat pangkal-usulnya, tumbuhan ini menyebar luas berangkat semenjak India dan Cina, menerobos Asia Tenggara dan Nusantara, hingga Polinesia dan Selandia Baru.[1]
Di Indonesia, kemiri dikenal dengan banyak nama. Di antaranya,
kembiri, gambiri, hambiri
(Bat.);
damiu
(Selayar)
kemili
(Gayo);
kemiling
(Lamp.);
buah kareh
(biji zakar gigih, Mink.; Nias);
kaminting
(Bjn, Day.). Sekali lagi
muncang
(Sd.);
dèrèkan, pidekan, miri
(Jw.);
kamèrè, komèrè, mèrè
(Md.);
kumbè (”Belitung”); pelleng (Bugis)
dan lain-lain.[2]

Keminting kini tersebar luas di daerah-area tropis. Pohon ini yakni pohon konvensional negara babak Hawaii.

Perkenalan awal

[sunting
|
sunting sumber]

Pokok kayu segara; dengan tinggi mencapai 40 m dan gemang sampai 1,5 m. Pepagan bubuk-abuk, sedikit berangasan berlentisel. Perempuan muda, ranting, dan karangan bunga dihiasi dengan bulu bintang yang rapat, pendek, dan bercelup perak mentega; seolah bertabur tepung. Dari kejauhan tajuk tanaman ini terbantah keputihan atau keperakan.[1]
[3]

Daun spesifik, berseling, baru wreda, bersangkak panjang hingga 30 cm, dengan sepasang kelenjar di ujung tangkai. Helai patera erat bundar, bundar telur, bundar telur oval atau menyegitiga, berdiameter hingga 30 cm, dengan pangkal rancangan jantung, bertulang daun menjari hanya pada awalnya, bertaju 3-5 bagan segitiga di ujungnya.[1]
[3]

Perbungaan dalam malai
thyrsoid
yang terletak terminal atau di ketiak ujung, panjang 10–20 cm. Anakan-anak uang berkelamin tunggal, ikhlas, bersangkak pendek. Bunga-anak uang betina berada di ujung malai payung tambahan; bunga-anak uang kesatria yang lebih kecil dan mekar kian dahulu berada di sekelilingnya, berjumlah lebih banyak. Kelopak bertaju 2-3; mahkota bagan lanset, bertaju-5, panjang 6–7 mm pada bunga bagak, dan 9–10 mm pada bunga betina. Buah batu agak bulat telur penyek, 5–6 cm × 4–7 cm, hijau zaitun di luar dengan surai beledu, berdaging keputihan, tidak bertangkai, berbiji-2 atau 1. Biji bertempurung gentur dan tebal, tebak gepeng, hingga 3 cm × 3 cm; dengan keping kredit leukore, kaya akan minyak.[1]

Kegunaan

[sunting
|
sunting perigi]

Biji

[sunting
|
sunting mata air]

Kemiri terutama ditanam untuk bijinya; yang setelah diolah besar perut digunakan internal masakan Indonesia dan masakan Malaysia. Di Pulau Jawa, kemiri juga dijadikan ibarat saus kental yang dimakan dengan sayuran dan nasi. Kumbik n kepunyaan kesetaraan dalam rasa dan tekstur dengan macadamia yang lagi memiliki kandungan patra yang hampir sederajat. Kemiri juga dibakar dan dicampur dengan tapal dan garam lakukan mewujudkan bumbu masak khas Hawaii yang disebut
inamona. Inamona adalah bumbu matang terdepan buat membuat
poke
tradisional Hawaii.

Inti biji kemiri mengandung 60–66% minyak.[2]
Di Hawaii, pada masa kuno, keminting (di sana disebut
kukui) dibakar untuk menghasilkan nur. Keminting disusun berbaris memanjang pada sehelai patera palem, dinyalakan pelecok satu ujungnya, dan akan gosong satu demi suatu setiap 15 menit atau lebih. Ini pula berguna sebagai alat pengukur waktu. Misalnya, seseorang boleh meminta orang lain untuk kembali ke rumah sebelum kemiri kedua habis gosong. Di Tonga, sampai sekarang, muncang nan sudah matang (dinamai
tuitui) dijadikan pasta (tukilamulamu), dan digunakan sebagai sabun dan shampoo. Biji kemiri mempunyai minyak yang dapat dipakai sebagai bahan bakar untuk menggiatkan bola lampu pelita di malam hari.[4]

Reboisasi kemiri modern rata-rata sekadar cak bagi memperoleh minyaknya. Dalam setiap penanaman, saban pohon akan menghasilkan seputar 30–80 kg kacang keminting, dan selingkung 15 sampai 20% berpangkal berat tersebut yaitu minyak yang didapat. Kebanyakan petro yang dihasilkan digunakan secara domestik, bukan diperdagangkan secara alam semesta.

Petro kemiri terutama mengandung cemberut oleostearat
[burung rujukan]
. Minyak yang lekas mengering ini normal digunakan untuk mengawetkan tiang, bagaikan pernis maupun pewarna, melapis daluang agar inkompatibel-air, bahan sabun batangan, bahan campuran isolasi, pengganti kejai, dan tidak-lain. Minyak kemiri sebagai bahan bakar berkualitas makin cacat ketimbang minyak tung, patra serupa yang dihasilkan oleh buah tung (Vernicia fordii
(sin.
Aleurites fordii) dari Cina dan
Aleurites montana).[5]

Kayu

[sunting
|
sunting mata air]

Biji muncang yang dihanyutkan air laut.

Meskipun boleh menghasilkan tiang yang berukuran segara, kayu muncang dianggap berlebih ringan dan tidak awet ibarat kayu gedung.[2]
Kusen ini berwarna jirian dan amat ringan (BJ 0.35), serta amat mudah diserang pupuk ataupun insek. Tiang kemiri yang melapuk pelalah ditumbuhi cendawan telinga (Auricularia).[6]

Kayu kemiri boleh digunakan kerjakan membuat furnitur, peralatan katai, korek api, dan juga untuk pulp.[1]
Di Jakarta, dulu, kayu kumbik bosor makan juga digunakan kerjakan membentuk perabotan rumah pangkat.[2]
Di Hawaii, kayu kemiri kadang-kadang digunakan untuk takhlik arombai tersisa; alias sebanyak-banyaknya lakukan tiang bakar yang bermutu cacat.[6]
Di Cili, kayu keminting sekali lagi diolah menjadi papan dan kerajinan tangan.

Tak-tak

[sunting
|
sunting sumber]

Biji kemiri yang sudah dikupas dari cangkangnya.

Beberapa bagian dari pokok kayu ini sudah digunakan dalam pembeli-obatan tradisional di area-provinsi pedalaman. Minyaknya digunakan sebagai bahan tambahan privat perawatan bulu (kerjakan menyuburkan rambut). Bijinya dapat digunakan sebagai pencahar. Di Jepang, kulit kayunya telah digunakan cak bagi tumor. Di Sumatra, bijinya dibakar dengan arang, lalu dioleskan di selingkung pusar cak bagi menyembuhkan mencuru. Di Jawa, kulit batangnya digunakan cak bagi mengobati murus maupun disentri.

Muncang juga buruk perut ditanam umpama pohon serbaguna, buat menghijaukan kapling, misal peneduh di pekarangan, dan sekali lagi untuk pohon solek.[5]
Di Jawa, biji kumbik seremonial dijadikan misal alamat permainan lakukan diadu kekerasan tempurungnya.

Kerumahtanggaan penulisan lontar, angka kumbik yang telah dibakar digunakan untuk menghitamkan tulisan puas lembaran-lembaran lontar.

Kemiri yang didistribusikan boleh merecup baik selama karakteristik ekosistem dan fisika-kimia menepati syarat pertumbuhannya. Meliputi iklim lembek tropical (1200 m di atas permukaan laut) sebatas dempang dengan ekuator ( 2000 m di atas meres laut); curah hujan berkisar antara 640– 4290 mm saban hari dengan toleransi guru maksimum 26-30 °C dan guru minimum 18-28 °C. Keminting kembali sering ditemukan pada konstruksi tanah datar, lereng, dan selokan curam. Jenis tanah termasuk
geluh
(tata letak pasir, debu, tanah pekat), lempung, pasir dan tanah gamping sepanjang tingkat keasaman antara ph 5-8[7]

Perlu diketahui terdapat sejumlah varietas pohon kemiri yang terdistribusi di manjapada;
Aleurites moluccana
berasal dari semenanjung Malaya,
Aleurites fordi
berbunga dari China Tengah,
A. trisperma
berasal dari Philipina,
A. Montana
distrik Indocina dan China daksina serta
A. cordata
semenjak mulai sejak Jepang. Resan berpunca jenis tipe tanaman kemiri tersebut berbeda suatu separas lain mencengap mahamulia pohon, tekstur daging buah, dan kualitas minyak yang dihasilkan[7]

Teradapat 2 keberagaman kemiri yang paling kecil terkenal sekiranya dilihat mulai sejak produknya yakni
Aleurites moluccana (L) Wild
sebagai sendang kayu, konsumsi dan minyak untuk pembeli obatan (produk primer) dan
Aleurites Reutealis trisperma
(Blaco) Airy Shaw sebagai patra ekstraksi kemiri (produk primer) dan biodiesel minyak kumbik (seumpama dagangan sekunder).[8]

Proses Produksi Olahan Tanaman Kemiri di Indonesia

[sunting
|
sunting sumber]

Makanya karena itu, di bermacam-macam negara terjadwal Indonesia mulai banyak dikembangkan budidaya beragam keberagaman muncang tetapi, prinsip radiks budidaya tetap sama. Terdapat 3 persiapan yang harus diperhatikan;

Ketersediaan Bibit Tanaman

[sunting
|
sunting sumber]

Bibit tanaman dapat diperoleh secara generatif dan vegetatif;

Secara generatif
benih diambil dari biji kemaluan yang telah masak, yang ditandai dengan dandan coklat dan jatuh sendiri berasal pohon, tebak kira 1-8 waktu. Cara praktis mengetahui kualitas benih nan baik dilakukan dengan merendamnya ke dalam air. Benih nan baik akan terbenam sedangkan akan terapung jika mutakadim rusak atau dengan menjemur sejauh 1-2 hari jika, menghasilkan patra artinya sperma sudah rusak
[7]

Tahap lebih jauh ialah pengecambahan jauhar. Dapat dilakukan dengan 2 cara; di atas bendengan atau di kerumahtanggaan kantong plastik yang telah diisi campuran lahan dan air. Inkubasi selama 22-30 hari disusul dengan seleksi kecambah. Persemaian ke-2 dimulai momen menanamkan kecambah tersebut plong lubang tunggal sedalam 10 cm. Dirawat dengan menyiram air rutin setiap 2 hari sekali selama 7-10 bulan serta diberikan gambaran matahari secara bertahap. Akhirnya akan diperoleh tumbuhan kecil/bibit yang siap ditanam ke tanah lapang
[7]

Secara vegetatif
maksudnya melalui menanamkan ataupun sambungan. Cangkok dilakukan pada bagian cabang kemiri. Proses tersebut membutuhkan periode 8 wulan sebatas tumbuh akar susu baru pada calon bibit. Berlainan dengan tahap sambungan, indukan bibit berasal berasal 2 individu berbeda. Umumnya irisan pertama berbunga bagian perdua mayat hingga akar padahal potongan kedua bermula bagian tengah mayat sampai ke atas. Tujuannya bikin mempertahankan kedua sifat induk yang diinginkan[7]

Proses Penanaman di Lapangan

[sunting
|
sunting sumber]

Sebaiknya sari kenali bukan langsung ditanam ke lapangan karena persentase keberhasilannya kecil (57%), lebih baik dilakukan penyemaian terlebih dahulu. Proses penyemaian mengikutsertakan; a)persiapan lahan yang bebas dengan gulma, b) mengeset jarak tanam. Kepurusan ini disesuaikan dengan tujuan budidaya takdirnya, bertujuan menghasilkan biji makan jarak tanam 10 x 10 meter padahal untuk menghasilkan gawang, jarak tanam 4×4 meter. c)pengajiran dan pembuatan lubang bagi mencegah
acidity
mulai sejak lahan
[7]

Proses petambak dimulai dengan melepas kocek plastik “esensi” kemudian benamkan kerumahtanggaan korok petak nan telah dibuat, usahakan posisi akar menyerak dengan rata. Sesudah ini yaitu tahap pemeliharaan kemiri yang mencakup penyiangan, penyiraman, pemupukan, dan pemangkasan
[7]

Cermin Vegetasi Tumbuhan Lainnya

[sunting
|
sunting sumber]

Skor ini berlaku seandainya dalam lahan budidaya muncang digabungkan dengan vegetasi lainnya
[7]

Tahap pemanenan kemiri boleh dilakukan setelah kemiri menghasilkan buah yakni nasib pada umur 3-4 perian. Dalam suatu hari dapat dilakukan 2 – 3 kali. Buat maksud konsumsi, biji pelir dipanen sreg tingkat kemasakan 75% semata-mata untuk tujuan benih buah yang dipanen haruslah yang sudah roboh sendiri ke lahan. Jumlah penuaian tergantung spirit tanaman dan pertumbuhannya. Sebagaimana, pada spirit 6 tahun berlambak menghasilkan 25 kg skor kupasan, usia 11 -20 periode stabil menghasilkan 35–50 kg biji kupasan /pokok kayu/tahun dan umur di atas 50 waktu mampu menghasilkan 2 ton biji maupun 0,5 ton biji kupasan[7]

Terletak sejumlah strata dalam proses pengolahan kredit kemiri hingga menjadi minyak kemiri. Kredit yang masih memiliki tempurung direbus kemudian dikeringkan dan disimpan. Bilang hari selanjutnya dipisahkan berdasarkan kualitas bentuk dan ukuran skor. Proses ini akan berhasil perbedaan harga akhir barang. Lebih jauh biji dengan tempurung disangrai dan dipecahkan bagian tempurung. Hasilnya tempurung dibuang padahal daging biji dikeringkan. Setelah dikeringkan, terdapat proses sortasi kedua, yang memisahkan antara daging biji utuh, daging angka berusul dan daging poin afkir. Untuk daging angka yang utuh boleh sekalian dikemas untuk dipasarkan menjadi salah satu bahan makanan. Untuk daging kredit nan tidak utuh akan dilakukan serangkaian tahap ekstraksi dengan suhu tinggi maupun pelarut kimiawi tertentu menjadi minyak kemiri (Dagangan primer) yang selanjutnya disimpan dan dipasarkan
[7]

Produk sekunder kemiri berasal dari minyak kasarnya yang berpotensi seumpama bulan-bulanan baku biodiesel pengganti solar. Proses produksi biodesel minyak kumbik mutakadim dilakukan oleh PT Sumbuk Plonco Lestari Indonesia
[9]
dan Litbang Indonesia
[8]
dengan tahapan sreg literatur berikut [1]

Trend jalur perdanganan muncang di Indonesia patut luas. Kebanyakan penjualan/pembelian kemiri dilakukan oleh kelompok peladang atau koperasi bukan maka itu individu petambak. Sebagai transendental, terdapat beberapa produsen lautan kumbik Indonesia sebagai halnya timor leste, Aceh, Panggung, makasar dan sebagainya, sedangkan pengguna sebagaian besar berbenda di Jawa Barat.[10]

Skema Kempang Bazar bisa dicek pada sumur berikut Manap, N., Sidharta, M., & Parera, A. 2009.
Journal Of NTT Studies.
Commodity Chain Assessment: Case Of Candlenut In Transboundary Timor And Indonesia. Vol 1(2) page 147-158.[10]

Produk Primer Keminting

[sunting
|
sunting perigi]

Produk utama kemiri yakni minyak hasil ekstraksi daging biji keminting.[11]
Minyak kemiri banyak dimanfaatkan ibarat bahan pengobatan. Kejadian ini didasarkan pada karakter kimianya yang mampu memulihkan khusunya inflamasi. Kulit nan terluka akan sembuh dengan cepat jika memperalat
protectant
atau
barrier
seperti minyak kemiri yang berada mencegah infeksi berkelanjutan. Minyak dengan
polysaturated oil
seperti petro ini mampu melalukan air berasal kulit ataupun rasam transepidemal yang berbuah menginduksi proses penyembuhan. Pemanfaatan minyak muncang plong bahan kosmetik pun didasarkan sreg karakter minyak
polysaturated
yang meningkatkan kelembapan kulit[12]

Kualitas Produk Primer

[sunting
|
sunting mata air]

Barang andalan tanaman kemiri adalah minyak ekstraksi keminting. Dari 1 biji muncang boleh diperoleh petro dengan tembolok 39,3% asam lemak bukan jenuh dan kandungan nutrisi lainnya.[13]
Barang primer muncang merupakan patra kemiri yang dijadikan bahan bikin melembabkan selerang kering, normal, hingga alat peraba bayi nan sensitif serta pengusahaan untuk konsumsi[12]

Karakteristik Sumber akar Minyak Keminting
[12]
No Penunjuk Poin
Tata letak Asam Lemak (%)
1` Asam Stearat 9
2 Asam Palmitat 10
3 Cemberut Oleat 12
4 Asam Linoleat 19
5 Asam alfa-eleostearic 50
Sifat Fisiko Kimia
1. Densitas (25 °C) 0.85
2 Bilangan Iod 160
3 Bilangan Senderut 1.7
4 Bilangan Penyabunan 192-200
5 Titik Encer 2-4 °C
6 Titik Beku -6,5 °C
Kriteria Karakter Minyak Muncang Menurut Keputusan Mentri Pertanian
[8]
Sifat Fisiko-Kimia Minyak Bernafsu Kemiri Sunan Variasi_1 Kemiri Sunan Variasi_2
Rendeman minyak (%) 38.1- 42 47.21-56
Bilangan Bersut (mg KOH/g minyak) 4.6-7.79 2.40-6.30
Garis hidup Penyabunan (mg KOH/g minyak) 181.97-192.5 177.87- 202.51
Ganjaran Iod(%) 127.8- 129.09 111.45- 120.31
Viskositas (mm^2/S(cSt)) 110.17-114.11 101.23-112.61
Densitas (g/l) 0.939-0.941 0.935-0.939
Ketahanan Terhadap Hama dan Ki aib Kumbik Raja Variasi_1 Kumbik Aji Variasi_2
Hama Patera (Ulat Katung) Toleran Toleran
Masalah/Tumbuhan Pengganggu Toleran Toleran
Sistem Perbanyakan Sperma Pohon Emak Grafting Grafting
Provinsi Pengembangan Area dengan kebesaran 500-700 mdpl,

tipe iklim B

Daeran dengan ketinggian 50–400 m dpl,

tipe iklim B dan c

Produk Sekunder Kemiri

[sunting
|
sunting sumur]

Produk sekunder keminting yang tengah dikembangkan merupakan biodiesel sebagai sumber bahan korban alternatif. Biodiesel ini diperoleh dari metode eksktrasi dan pelarutan methanol khusus yang mampu merarai campuran kimiawi dengan kadar minyak di atas 10% dari produk. Hasilnya berupa patra berangasan kemiri baginda (MMKS) nan diselesaikan kembali menjadi biodiesel[13]

Kualitas Barang Sekunder

[sunting
|
sunting sumber]

Bakal mendapatkan karakter seperti biodisel, produk minyak kumbik harus mengandung methyl ester. Maka itu karena itu privat proses
transesterfication,dibutuhkan ratio etanol dan petro kemiri yang tepat. Berlandaskan penelitian ratio minimal tepat adalah 6/1 dengan pemakaian katalis positif pottasium hydroxide. Berikut ini adalah skala kulaitas biodiesel dari kemiri dan biodiesel konvensional[13]
serta neraca kualitas biodisel minyak muncang terhadap tolok baku
[8]

PHYSICAL PROPERTIES OF METHYL ESTER, DIESEL OIL, FUEL OIL AND BIODIESEL Umbul-umbul
[13]
No Properties Candlenut Ester Ester Diesel Oil Fuel Oil Biodisel Duaja
ASTM DIN SNI04
B100 B10 BPTP D6751-02 EN 14214 7182-2006
1 Density kg / m3 886.9 839.2 870 820- 870 840-920 860-900 850-890
2 Kinematic Viscosity cSt 4.819 3.785 4.8 5.8 3.6-7.2 1.9-6 3.5-5.0 2.3-6
3 Flash Point °C 160 75.556 182 >65 >65 >130 >120 >100
4 Pour Point °C 6.667 12.778 12 <18 <18
5 Water Content % 0.32 TRACE <0.05 <0.05 <0.25 <0.03 <0.05 <0.05
6 Ash Content % 0.006 0.0399 0.007 <0.01 <0.01 <0.02 <0.02 <0.01

Kajian Metabolomik Tanaman Keminting

[sunting
|
sunting sumber]

Produk primer kumbik, minyak hasil ekstraksi bagian skor mempunyai khasiat sebagai pelamar anti inflamasi. Studi sebelumnya tersapu karakter patra pada bji kemiri belum dapat menjelaskan komposisi partikular n domestik minyak tersebut. Hanya, melalui teknik amatan GLC dapat diketahui dalam 49,55% bersut lemak pada minyak kemiri terdiri dari 11 spesies sintesis asam lemak dan asam linolenic. Senyawa linolenic diketahui merupakan golongan cemberut lemak omega 3 yang terdahulu bagi pertumbuhan dan perkembangan manusia.[14]

Penelitian metabolit dilakukan dengan mengumpulkan biji muncang berusul kawasan “​Forest
Research Institute, Dehradum​”. Bagian kernel biji dipisahkan dan dihancurkan, untuk memperoleh tepung. Setiap debu diekstraksi secara berbeda menggunakan petroleum ether (600 -80 °C) melewati
soxhlet apparatus.
Pelarut dihilangkan dengan menurunkan tarikan dan kemudian dihasilkan
fatty oil.
Minyak tersebut disaponifikasi dengan 0,5N KOH sepanjang 2 jam dan campuran yang tak tersaponifikasi dipisahkan.
Fatty acid methyl esters
disiapkan dengan refluksi campuran
fatty acid
dengan 1% cemberut sulfuric (MeOH) sreg air mendidih sepanjang 4 jam, dinginkan dan akan diperoleh yield methyl esters.[14]

The fatty acid methyl esters
dianalisis menggunakan Agilent 6850 asap chromatograph yang dilengkapi dengan FID. Kolom yang digunakan berjenis
non-bound cyanosilicone coulum
SP-2330
(30 m x 25 mm, id x 0.20 mm, film thickness).Temperatur oven diprogram dari 170 – 220 °C dengan laju 5 °C/min sedangkan
carrier gas
(N2) diatur dengan laju alir 1.5ml/min. Bagian injector dan detektor dijada lega suhu 230 dan 250 °C serta wilayah pemisahan direkam plong sistem data
HP Chemstation
[14]
.

Berikut adalah atak asam lemak berlandaskan analisis metabolomik minyak biji kemiri.

Komposisi Asam Legit Hasil Analisis Metabolomik Patra Biji Kemiri[14]
Fatty Acids Composition (wt%)
C:9 2.54
C:10 2.37
C:12 1.09
C:14 1.40
C:16:O 16.42
C:17 0.75
C:18:1 6.02
C:18:3 49.55
C:20:0 16.76
C:21:0 2.35
C:22:0 0.754

Hasil identifikasi asam enak menunjukkan konstituen mayoritas pada minyak kemiri adalah
linolenic acid
(49,55%), diikuti
arachidic acid
(16,76%) dan
palmitic acid
(16,42%) sementara itu
oleic acid
(6,02%),
pelargoic acid
(2.54%),
capric acid
(2.37%) dan sebagainya adalah konstituent minoritas.[14]

Pecah informasi ini bisa diketahui secara jelas mengapa minyak kemiri dijadikan bahan terapi. Kandungan
linolenic acid
atau asam omega -3 merupakan pre-kursor eicosanoids, senyawa kerumahtanggaan regulasi inflamasi. Selain itu, asam omega -1 merupakan salah satu materi pembangun membran sel dan
building blocks
rantai tataran
omega -3 fatty acids
eicosapentaenoic aicd
atau EPA dan
docosahexaenoic acid
maupun DHA. Kandungan
arachidic acid,
palmitic acid,oleic aciddan
pelargonic acid
juga menyerahkan efek terapetic.[14]

Beberapa variasi metabolisme sekunder sudah berhasil diisolasi dan dikarakterisasi bermula beraneka rupa babak lain tanaman kemiri. Plong bagian patera dan ranting pohon kemiri ditemukan;
3,
4-seco-podocarpane-type trinorditerpenoids,moluccanic acid,moluccanic acid Methylester,
dan
6,7- dehydromoluccanic acid. Senyawa yunior golongan
phorbol diester
(13-O-myristyl-20-Ozon-acetyl-12-deoxyphorbol) ditemukan plong penggalan teras gawang pohon kumbik. Sebagai adendum, sintesis
hentriacontane, 6, 7- dimethoxycoumarin, 5, 6,
7-trimethoxycoumarin
dan

β-sitosterol
tercatat pertama kali ditemukan pada spesies ini.[14]

Isu kesegaran

[sunting
|
sunting sumber]

Biji kemiri mengandung bahan beracun dengan kekuatan ringan.[15]
Karena itu sangat tidak dipetuakan mengonsumsi ponten kumbik secara plonco. Pemanfaatan kemiri harus diawali dengan menyangrai (memanaskan sonder minyak atau air) hingga biji hangat. Pemanasan akan mengklarifikasi toksin.

Mitologi

[sunting
|
sunting perigi]

Di Hawaii, pohon kemiri adalah tanda baca penerangan, perlindungan, dan perdamaian.[16]
Muncang dianggap bagaikan susuk tubuh Kamapua’a, dewa babi. Salah satu legenda menceritakan akan halnya seorang wanita yang meskipun telah melakukan segala usahanya yang terbaik bakal menyenangkan suaminya, burung laut dipukuli. Akhirnya, suaminya itu membunuhnya hingga mati dan menguburnya di dasar tanaman
kukui. Karena sang candik adalah wanita nan baik dan adil, ia pun memperoleh kehidupannya kembali. Suaminya pun akhirnya terbunuh.

Lihat pula

[sunting
|
sunting sumber]

  • Bumbu perbaraan

Gubahan kaki

[sunting
|
sunting sumber]

  1. ^


    a




    b




    c




    d




    e




    Siemonsma, J.S.. 1999.
    Aleurites moluccana
    (L.) Willd. Diarsipkan 2015-09-24 di Wayback Machine. [Internet] Record from Proseabase. de Guzman, C.C. and Siemonsma, J.S. (Editors). PROSEA (Plant Resources of South-East Asia) Foundation, Bogor, Indonesia. Accessed from Internet: 02-Feb-2011
  2. ^


    a




    b




    c




    d




    Heyne, K.
    1987.
    Tumbuhan Berharga Indonesia, jil.
    2: 1174-1177. Yay. Sarana Rimba Jaya, Jakarta.
  3. ^


    a




    b




    Steenis, CGGJ van.
    1981.
    Flora, untuk sekolah di Indonesia. PT Pradnya Paramita, Jakarta. Kejadian. 263.

  4. ^

    Andi Arief (2008) “Kearifan Lokal dan Manajemen Rimba Keminting Rakyat di Kabupaten Maros Sulawesi Daksina” Buku harian Wana dan Publik
  5. ^


    a




    b



    ICRAF AgroforesTree Database:
    Aleurites moluccana

    [
    pranala nonaktif permanen
    ]


  6. ^


    a




    b




    Elevitch, Craig R. (2006). “Aleurites moluccana
    (kukui)”
    (PDF). The Traditional Tree Initiative: 10.




  7. ^


    a




    b




    c




    d




    e




    f




    g




    h




    i




    j



    Departemen Persawahan, Direktorat Jendral Perkebunan.(2006).
    Pedoman Budidaya
    Kemiri (Aleurites moluccana Willid)
  8. ^


    a




    b




    c




    d



    Syakir, M dan Karmawati, E. 2013. Litbang Persawahan:
    Buku Target Bakar Nabati.Muncang Prabu
    (Aleurites trisperma BLANCO).Bab. Pohon Perkebunan Produsen BBN. Keadaan 16-25

  9. ^

    PT, Bahtera Hijau Lestari Indonesia, 2011.
    Candlenut Ver. 2.2 E.
    [Online] https://www.slideshare.net/waltertonetto/candlenut-ver-22e. Diakses pada Peparu, 27 Maret 2019, pukul 22.30 WIB
  10. ^


    a




    b



    Manap, N., Sidharta, M., & Parera, A. 2009.
    Journal Of NTT Studies.
    Commodity Chain Assessment: Case Of Candlenut In Transboundary Timor And Indonesia. Vol 1(2) page 147-158

  11. ^

    Siddique, B. M., Ahmad, A., Alkarkhi, A. F. M., Ibrahim, M. H., & Omar A.K, M. (2011).
    Chemical Composition and Antioxidant Properties of Candlenut Oil Extracted by Supercritical CO2. Journal of Food Science, 76(4), C535–C542.doi:10.1111/j.1750-3841.2011.02146.x
  12. ^


    a




    b




    c



    Vossen, HAM dan B.E. Umali. 2002. Plant Resources of SouthEast Asia No 14.Prosea Foundation. Bogor, Indonesia.
  13. ^


    a




    b




    c




    d



    Sulistyo, H., Rahayu, S. S., Winoto, G., & Suardjaja, I. M. (2008). Biodiesel production from high iodine number candlenut oil.
    World Acad. Sci. Eng. Technol,48,485-488.
  14. ^


    a




    b




    c




    d




    e




    f




    g



    Rashmi, Sapna B.2015.
    Journal of natural products. Aleurites moluccana
    Seeds: A Rich source of Linolenic acid. Vol. 8 page 123-126

  15. ^


    “Salinan tembusan”. Diarsipkan dari versi ceria tanggal 2009-01-22. Diakses copot
    2008-01-16
    .





  16. ^


    “Kukui”. Canoe Plants of Ancient Hawaii. Diakses tanggal
    2009-11-15
    .




Pranala luar

[sunting
|
sunting sumber]



Source: https://id.wikipedia.org/wiki/Kemiri

Posted by: holymayhem.com