Tanaman Sayuran Tidak Dapat Menahan Air Pdf

Bersut sitrat

Zitronensäure - Citric acid.svg

Citric-acid-3D-balls.png

Zitronensäure Kristallzucht.jpg

Tera
Segel IUPAC

Asam sitrat[1]

Segel IUPAC (preferensi)

Bersut 2-hidroksipropana-1,2,3-trikarboksilat[1]

Indeks

Nomor Cas

  • 77-92-9


    Ya

    Y

Model 3D (JSmol)

  • Rencana interaktif
3DMet {{{3DMet}}}
ChEBI
  • CHEBI:30769


    Ya

    Y

ChEMBL
  • ChEMBL1261


    Ya

    Y

ChemSpider
  • 305


    Ya

    Y

DrugBank
  • DB04272


    Ya

    Y

Nomor EC

IUPHAR/BPS

  • 2478
KEGG
  • D00037


    Ya

    Y

PubChem
CID

  • 311
  • 22230 (monohydrate)
Nomor RTECS {{{value}}}
UNII
  • XF417D3PSL


    Ya

    Y

CompTox Dashboard
(EPA)

  • DTXSID3020332
    Sunting ini di Wikidata

InChI

  • InChI=1S/C6H8O7/c7-3(8)1-6(13,5(11)12)2-4(9)10/h13H,1-2H2,(H,7,8)(H,9,10)(H,11,12)
    Ya

    Y

    Key: KRKNYBCHXYNGOX-UHFFFAOYSA-N
    Ya

    Y

  • InChI=1/C6H8O7/c7-3(8)1-6(13,5(11)12)2-4(9)10/h13H,1-2H2,(H,7,8)(H,9,10)(H,11,12)

    Key: KRKNYBCHXYNGOX-UHFFFAOYAM

SMILES

  • OC(=Udara murni)CC(Ozon)(C(=Udara murni)O)CC(=O)Udara murni

Aturan

Rumus kimia

C

6

H

8

Ozon

7
Massa molar 192.123g/mol (anhidrat), 210.14g/mol (monohidrat)[2]
Penampilan Padatan putih
Bau Tidak berbau
Densitas 1.665g/cm3

(anhidrat)
1.542g/cm3

(18°C, monohidrat)
Noktah lebur 156 °C (313 °F; 429 K)
Titik didih 310 °C (590 °F; 583 K) burai sreg 175°C[3]

Kelarutan internal air

54%w/w (10°C)
59.2%w/w (20°C)
64.3%w/w (30°C)
68.6%w/w (40°C)
70.9%w/w (50°C)
73.5%w/w (60°C)
76.2%w/w (70°C)
78.8%w/w (80°C)
81.4%w/w (90°C)
84%w/w (100°C)[4]
Kelarutan Sagu belanda dalam aseton, alkohol, eter, etil asetat, DMSO
Enggak sagu belanda internal
C6H6

, CHCl3, CS2, toluena[3]
Kelarutan tepi langit lokal etanol 62g/100 g (25°C)[3]
Kelarutan dalam amil asetat 4.41g/100 g (25°C)[3]
Kelarutan dalam dietil eter 1.05g/100 g (25°C)[3]
Kelarutan dalam 1,4-Dioksana 35.9g/100 g (25°C)[3]
batang kayu P −1.64
Keasaman (pK

a)
pK

a1

= 3.13[5]

pK

a2

= 4.76[5]

pK

a3

= 6.39,[6]

6.40[7]

Indeks bias (n

D)
1.493–1.509 (20°C)[4]

1.46 (150°C)[3]

Viskositas 6.5cP (50%
aq. sol.)[4]
Struktur

Struktur intan buatan

Monoklinik
Termokimia
Produktivitas hangat api (C) 226.51J/(mol·K) (26.85°C)[8]
Entropi molar barometer (S



udara murni

)
252.1J/(mol·K)[8]
Entalpi pembentukan standar (Δf

H



udara tulus

)
−1543.8kJ/mol[4]
Farmakologi
Kode ATC A09AB04
Bahaya
Bahaya terdahulu Korosi mata dan jangat
Makao data keselamatan HMDB
Piktogram GHS The corrosion pictogram in the Globally Harmonized System of Classification and Labelling of Chemicals (GHS)

[5]
Takrif bahaya GHS {{{value}}}

Pernyataan bahaya GHS

H319

[5]

Langkah pemeliharaan GHS

P305+351+338

[5]
Titik nyala 155 °C (311 °F; 428 K)

Master
swasulut

345 °C (653 °F; 618 K)
Kuala ledakan 8%[5]
Dosis ataupun konsentrasi letal (LD,
LC):

LD

50

(dosis median)

3000mg/kg (rats, oral)

Kecuali dinyatakan bukan, data di atas berlaku pada suhu dan tekanan barometer (25 °C [77 °F], 100 kPa).

Ya

Y
tes (apa ini

Ya

Y



Horizon

 ?)
Pustaka

Asam sitrat

yaitu cemberut organik langlai dengan rumus ilmu pisah HOC(CO2H)(CH2CO2H)2

nan ditemukan puas daun dan biji zakar tumbuhan genus
Citrus

(jeruk-jerukan). Campuran ini merupakan bahan pengawet yang baik dan alami, selain digunakan bak penambah rasa masam pada kandungan dan minuman ringan. Dalam biokimia, asam sitrat dikenal bagaikan fusi antara internal siklus asam sitrat nan terjadi di privat mitokondria, nan berfaedah dalam metabolisme orang nasib. Zat ini juga dapat digunakan ibarat zat pembersih yang baik hati mileu dan bagaikan antioksidan.[9]

Asam sitrat terdapat lega beragam diversifikasi buah dan sayuran, saja ditemukan sreg pemusatan panjang, yang dapat mengaras 8% bobot gersang, pada jeruk limau dan limau (misalnya jeruk nipis dan jeruk purut).

Rumus kimia cemberut sitrat merupakan C6H8Udara murni7

(strukturnya ditunjukkan sreg grafik pengumuman di arah kanan). Struktur bersut ini tercermin plong stempel IUPAC-nya,
asam 2-hidroksi-1,2,3-propanatrikarboksilat.

Aturan fisika dan guna-guna pisah



[sunting

|
sunting perigi]



Sifat-aturan jasmaniah senderut sitrat dirangkum pada tabel di sisi kanan. Keasaman bersut sitrat didapatkan berasal tiga gugus karboksil COOH yang boleh melepas proton intern larutan. Jika situasi ini terjadi, ion yang dihasilkan merupakan
ion sitrat. Sitrat sangat baik digunakan dalam enceran penyangga buat memecahkan pH larutan.[10]

Ion sitrat bisa bereaksi dengan banyak ion besi membentuk
garam sitrat. Selain itu, sitrat boleh mengikat ion-ion ferum dengan pengkelatan, sehingga digunakan seumpama pengawet dan penghilang kesadahan air (lihat keterangan tentang kegunaan di bawah).[11]

Sreg temperatur kamar, asam sitrat berbentuk serbuk kristal bercat putih. Abuk kristal tersebut boleh kasatmata bentuk
anhydrous

(netral air), maupun bentuk monohidrat yang mengandung suatu molekul air lakukan setiap elemen asam sitrat. Bentuk
anhydrous

senderut sitrat mengeras intern air memberahikan, sementara itu lembaga monohidrat didapatkan berbunga penghabluran bersut sitrat dalam air dingin. Rancangan monohidrat tersebut boleh diubah menjadi rajah
anhydrous

dengan pemanasan di atas 74 °C.[12]

Secara ilmu pisah, cemberut sitrat bersifat perumpamaan halnya senderut karboksilat lainnya. Jikalau dipanaskan di atas 175 °C, cemberut sitrat terurai dengan memperlainkan karbon dioksida dan air.[12]

Sejarah



[sunting

|
sunting sendang]



Bersut sitrat diyakini ditemukan maka dari itu alkimiawan Arab-Yemen (kelahiran Iran) nan hidup puas abad ke-8, Jabir Ibn Hayyan. Sreg zaman pertengahan, para ilmuwan Eropa mengomongkan sifat asam sari buah lemon dan limau; hal tersebut tercatat cakrawala lokal ensiklopedia
Speculum Majus

(Cermin Agung) berpunca abad ke-13 yang dikumpulkan oleh Vincent dari Beauvais. Bersut sitrat mula-mula mana tahu diisolasi pada periode 1784 maka dari itu kimiawan Swedia, Carl Wilhelm Scheele, nan mengkristalkannya berpokok konsentrat buah lemon. Pembuatan asam sitrat nisbah industri dimulai puas tahun 1860, terutama mengandalkan produksi jeruk dari Italia.[13]

[14]

Plong hari 1893, C. Wehmer menemukan bahwa kapang
Penicillium

bisa membentuk asam sitrat terbit gula. Sahaja, pembuatan asam sitrat dengan jasad renik secara pabrik tidaklah konkret sampai Perang Manjapada I mengacaukan ekspor jeruk bersumber Italia. Sreg tahun 1917, kimiawan jenggala Amerika, James Currie menemukan bahwa galur tertentu kapang
Aspergillus niger

dapat menghasilkan cemberut sitrat secara efisien, dan perusahaan kimia Pfizer memulai produksi asam sitrat skala industri dengan cara tersebut dua masa kemudian.[15]

Pembuatan



[sunting

|
sunting perigi]



N domestik proses produksi bersut sitrat yang hingga detik ini absah digunakan, biakan kapang
Aspergillus niger

diberi sukrosa mudah-mudahan membentuk cemberut sitrat. Setelah kapang disaring berpunca larutan nan dihasilkan, asam sitrat diisolasi dengan cara mengendapkannya dengan kalsium hidroksida membentuk garam zat kapur sitrat. Asam sitrat di-regenerasi-morong dari zat kapur sitrat dengan penambahan bersut sulfat.[12]

Prinsip lain pengisolasian senderut sitrat dari hasil fermentasi merupakan dengan ekstraksi menggunakan enceran hidrokarbon senyawa basa organik trilaurilamina nan diikuti dengan re-ekstraksi berasal enceran organik tersebut dengan air.[12]

Kegunaan



[sunting

|
sunting sumber]



Limun, sitrus dan biji kemaluan-buahan semacam ini mengandung banyak asam sitrat.

Pemanfaatan utama asam sitrat detik ini merupakan laksana zat pemberi cita rasa dan pengawet tembolok dan minuman, terutama minuman ringan. Kode senderut sitrat misal zat aditif peranakan (E number

) adalah E330.[16]

Garam sitrat dengan berbagai jenis ferum digunakan kerjakan menyediakan besi tersebut (sebagai bentuk biologis) privat banyak suplemen tembolok. Rasam sitrat ibarat larutan penyangga digunakan bagaikan pengendali pH dalam hancuran pembersih t domestik flat tangga dan peminta-obatan.[17]

Kemampuan cemberut sitrat bagi meng-sepat logam menjadikannya signifikan ibarat bahan sabun colek enceran dan deterjen. Dengan meng-perat logam sreg air sadak, cemberut sitrat memungkinkan sabun bubuk dan deterjen takhlik busa dan berfungsi dengan baik tanpa penambahan zat penghilang kesadahan. Demikian kembali, asam sitrat digunakan untuk mengobati bahan pengalih ion nan digunakan lega radas penghilang kesadahan dengan menghilangkan ion-ion logam yang terakumulasi lega target penukar ion tersebut bak kompleks sitrat.[18]

Asam sitrat digunakan di internal industri bioteknologi dan obat-obatan untuk melapisi (passivate) culim mesin intern proses keotentikan tataran sebagai saling bersut nitrat, karena bersut nitrat bisa menjadi zat berbahaya setelah digunakan bakal keperluan tersebut, darurat asam sitrat lain.[19]

Senderut sitrat bisa pun ditambahkan puas es krim bikin menjaga terpisahnya ruap-gelembung gurih.

Dalam kunci makanan, senderut sitrat dapat digunakan laksana pengubah konsentrat jeruk.

Keamanan



[sunting

|
sunting sendang]



Senderut sitrat dikategorikan aman digunakan pada makanan maka itu semua bodi sensor tembolok kewarganegaraan dan internasional utama, semata-mata asam sitrat dapat menyebabkan korosi pada transmisi kalau dikonsumsi secara belebihan. Cemberut sitrat secara alami terletak lega semua jenis makhluk nasib, dan kemujaraban bersut sitrat dengan mudah dimetabolisme dan dihilangkan bermula tubuh.[20]

Cerminan terhadap senderut sitrat tandus ataupun larutan asam sitrat pekat boleh menyebabkan iritasi jangat dan netra. Pengenaan alat protektif (seperti sarung tangan atau bab perspektif pelindung) perlu dilakukan detik menangani target-bahan tersebut.[20]

[21]

[22]

Martabat suplemen



[sunting

|
sunting sumur]



  • British Pharmacopoeia[23]
  • Japanese Pharmacopoeia[24]

Lihat pula



[sunting

|
sunting sumur]



  • Siklus senderut sitrat
  • Cemberut askorbat
  • Sitrus
  • Gizi

Teks



[sunting

|
sunting perigi]



  1. ^




    a









    b









    International Union of Pure and Applied Chemistry (2014).
    Nomenclature of Organic Chemistry: IUPAC Recommendations and Preferred Names 2013. The Abur Society of Chemistry. hlm. 747. doi:10.1039/9781849733069. ISBN 978-0-85404-182-4.










  2. ^



    CID 22230 dari PubChem
  3. ^




    a









    b









    c









    d









    e









    f









    g









    “citric acid”.
    chemister.ru. Diarsipkan tiba sejak versi polos tanggal 29 November 2014. Diakses tanggal
    1 Juni

    2014
    .








  4. ^




    a









    b









    c









    d









    e









    f







    CID 311 bersumber PubChem
  5. ^




    a









    b









    c









    d









    e









    f







    Fisher Scientific, Citric acid. Retrieved on 2014-06-02.


  6. ^





    “Data for Biochemical Research”. ZirChrom Separations, Inc. Diakses terlepas
    11 Januari

    2012
    .










  7. ^





    “Ionization Constants of Organic Acids”. Michigan State University. Diakses tanggal
    11 Januari

    2012
    .








  8. ^




    a









    b









    c







    Citric acid n domestik Linstrom, P.J.; Mallard, W.G. (eds.)
    NIST Chemistry WebBook, NIST Kalimantang Reference Database Number 69. National Institute of Standards and Technology, Gaithersburg MD. http://webbook.nist.gov (diakses sungkap 2 Juni 2014)


  9. ^





    Apleblat, Alexander (2014).
    Citric acid. Springer. ISBN 978-3-319-11232-9.










  10. ^



    Maniatis, Horizon.; Fritsch, E. F.; Sambrook, J. 1982. Molecular Cloning: A Laboratory Manual. Cold Spring Harbor Laboratory, Cold Spring Harbor, NY.


  11. ^





    Matzapetakis, M.; Raptopoulou, C. P.; Tsohos, A.; Papaefthymiou, V.; Moon, S. N.; Salifoglou, A. (1998). “Synthesis, Spectroscopic and Structural Characterization of the First Mononuclear, Water Soluble Iron−Citrate Complex, (NH4)5Fe(C6H4Ozon7)2·2H2O”.
    J. Am. Chem. Soc.
    120

    (50): 13266–13267. doi:10.1021/ja9807035.








  12. ^




    a









    b









    c









    d









    Verhoff, Frank H.; Bauweleers, Hugo (2005), “Citric Acid”,
    Ullmann’s Encyclopedia of Industrial Chemistry, Weinheim: Wiley-VCH, doi:10.1002/14356007.a07_103.pub3










  13. ^





    Scheele, Carl Wilhelm (1784). “Anmärkning om Citron-saft, samt sätt at crystallisera densamma” [Note about lemon juice, as well as ways to crystallize it].
    Kungliga Vetenskaps Academiens Nya Handlingar [New Proceedings of the Royal Academy of Science]. 2nd series (privat bahasa Swedia).
    5: 105–109.










  14. ^





    Graham, Thomas (1842).
    Elements of chemistry, including the applications of the science in the arts. Hippolyte Baillière, foreign bookseller to the Royal College of Surgeons, and to the Abur Society, 219, Regent Street. hlm. 944. Diakses copot
    June 4,

    2010
    .










  15. ^





    Lotfy, Walid A.; Ghanem, Khaled M.; El-Helow, Ehab R. (2007). “Citric acid production by a novel
    Aspergillus niger

    isolate: II. Optimization of process parameters through statistical experimental designs”.
    Bioresource Technology.
    98

    (18): 3470–3477. doi:10.1016/j.biortech.2006.11.032. PMID 17317159.










  16. ^





    Greenfield, Heather; Southgate, D.A.Lengkung langit. (2003).
    Food Composition Data: Production, Management and Use. Rome: FAO. hlm. 146. ISBN 9789251049495.










  17. ^





    JOHNSON, WARREN C.; QUILL, LAURENCE L.; DANIELS, FARRINGTON (1947-09-01). “Rare Earths Separation Developed on Manhattan Project”.
    Chemical & Engineering News Archive.
    25

    (35): 2494. doi:10.1021/cen-v025n035.p2494. ISSN 0009-2347.










  18. ^





    Saleem, Muhammad Hamzah; Ali, Shafaqat; Rehman, Muzammal; Rizwan, Muhammad; Kamran, Muhammad; Mohamed, Ibrahim A.A.; Khan, Zaid; Bamagoos, Atif A.; Alharby, Hesham F.; Hakeem, Khalid Rehman; Liu, Lijun (2020-08-01). “Khusus and combined application of EDTA and citric acid assisted phytoextraction of copper using jute (Corchorus capsularis L.) seedlings”.
    Environmental Technology & Innovation

    (intern bahasa Inggris).
    19: 100895. doi:10.1016/j.eti.2020.100895. ISSN 2352-1864.










  19. ^





    “Pickling and Passivating Stainless Steel”
    (PDF). Rial-inox.org. Diarsipkan berpokok versi murni
    (PDF)

    copot 12 September 2012. Diakses copot
    1 Januari

    2013
    .








  20. ^




    a









    b









    “Citric acid”.
    International Chemical Safety Cards. NIOSH. 18 September 2018. Diarsipkan dari versi kudrati tanggal July 12, 2018. Diakses tanggal
    9 September

    2017
    .










  21. ^





    J. Zheng; F. Xiao; L. M. Qian; Z. R. Zhou (Desember 2009). “Erosion behavior of human tooth enamel in citric acid solution”.
    Tribology International.
    42

    (11–12): 1558–1564. doi:10.1016/j.triboint.2008.12.008.










  22. ^





    “Effect of Citric Acid on Tooth Enamel”.









  23. ^





    British Pharmacopoeia Commission Secretariat (2009). “Index, BP 2009”
    (PDF). Diarsipkan dari varian kalis
    (PDF)

    tanggal 11 April 2009. Diakses sungkap
    4 Februari

    2010
    .










  24. ^





    “Japanese Pharmacopoeia, Fifteenth Edition”
    (PDF). 2006. Diarsipkan semenjak varian putih
    (PDF)

    sungkap 22 Juli 2011. Diakses rontok
    4 Februari

    2010
    .








Pranala asing



[sunting

|
sunting sendang]



  • CID 311 berusul PubChem

Source: https://holymayhem.com/ec-tanaman-sayuran-daun-pdf/

Posted by: holymayhem.com