Tanaman Sayuran Di Tanam Dengan Topografi Datar

Gorontalo

Hulontalo

Provinsi

Transkripsi Regional
 • Jawi غارانتالي
 • Gorontalo Hulontalo
Patung B.J. Habibie di Gorontalo

Arca B.J. Habibie di Gorontalo

Bendera Gorontalo

Lambang resmi Gorontalo

Julukan:

“Bumi Serambi Madinah” dan “Wilayah Karawo”

Motto:

Aadati hula-hula’a to Sara’a, Sara’a hula-hula’a to Kuru’ani
Adat beralaskan Syara’, Syara’ bersendikan Al-Quran


(Gorontalo)
Apa ulah maupun pekerjaan mudah-mudahan buruk perut menghafaz resan rasam dan al-quran, jangan hendaknya berlawanan antara satu dengan yang lainnya

Peta

Negara
Indonesia
Sumber akar hukum pendirian UU No. 38 Tahun 2000
Ulang tahun 5 Desember 2000; 22 musim silam
 (2000-12-05)
[1]
Ibu kota Daerah tingkat Gorontalo
Jumlah runcitruncit pemerintahan

Daftar

  • Kabupaten: 5
  • Daerah tingkat: 1
  • Kecamatan: 77
  • Kelurahan: 735
Pemerintahan
 • Gubernur Hamka Hendra Noer (Penjawat)
 • Sekretaris Wilayah Syukri J. Botutihe (Penjabat)
 • Ketua DPRD Paris Jusuf
Luas

[2]

 • Besaran 12.435 km2
(4,801 sq misoa)
Populasi

(2021)

 • Besaran 1.198.765
 • Kepejalan 88/km2
(230/sq mi)
Ilmu kependudukan
 • Agama Islam 97,38%
Masehi 2,16%
— Protestan 1,94%
— Katolik 0,22%
Hindu 0,37%
Buddha 0,08%
Konghucu 0,01%[3]
 • Bahasa Indonesia (resmi)
Gorontalo (dominan)
Atinggola
Mongondow
Suwawa
 • IPM Kenaikan
69,00 (2021)
sedang
[4]
Zona waktu UTC+08:00 (WITA)
Kode pos

96xxx

Kode daerah telepon

Daftar

  • 0435 – Gorontalo, Limboto
  • 0443 – Marisa
Kode ISO 3166 ID-GO
Pelo kendaraan DM
Kode Kemendagri 75

Edit the value on Wikidata
APBD Rp 1.822.869.959,00[5]
(2018)
PAD Rp 370.394.296.000,00[5]
DAU Rp 1.043.126.752,00
(2019)
[6]
DAK Rp413.822.549.000,00
(2018)
[5]
Lagu daerah Hulontalo Lipu’u
Rumah kebiasaan Bandayo Poboide
Senjata tradisional Bitu’o, Sabele
Dunia tumbuhan biasa Gofasa
Fauna resmi Bulalao
Situs web gorontaloprov.go.id

Gorontalo
(Melayu: غارانتالي) adalah sebuah Negeri di Indonesia yang terwalak di bagian paksina Pulau Sulawesi. Distrik Gorontalo kemudian lahir pada tanggal 5 Desember 2000 berdasarkan Undang-Undang Nomor 38 tahun 2000.[7]

Ii kabupaten Gorontalo kemudian ditetapkan laksana ibukota Provinsi Gorontalo, sekaligus menjadi muslihat pemerintahan, pusat ekonomi dan perbisnisan terbesar di Kewedanan Teluk Tomini. Akan halnya kuantitas penduduk Provinsi Gorontalo sebanyak 1.171.681 jiwa (Sensus BPS, 2020), dengan lampias pertumbuhan penduduk sebesar 1.16% setiap tahunnya.

Mayoritas pemukim di daerah ini merupakan Kaki Gorontalo, serempak menjadi suku dengan populasi terbanyak di distrik tanjung utara Pulau Sulawesi, diikuti oleh Suku Minahasa di urutan kedua. Suku Gorontalo kembali adalah suku pedagang nan populasinya banyak dijumpai di Sulawesi Utara, Sulawesi Perdua, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, Jawa dan Papua.

Sreg semula kedaulatan, wilayah Gorontalo masuk dalam Kabupaten Sulawesi Utara yang luas wilayahnya meliputi Buol, Gorontalo, dan Bolaang Mongondow. Puas masa itu, Gorontalo ditetapkan menjadi ibukota Kabupaten Sulawesi Utara berlandaskan Undang-Undang Nomor 1 tahun 1945 dan Undang-Undang Nomor 22 tahun hari 1948.[8]

Dalam catatan sejarah Indonesia, satu-satunya Presiden Republik Indonesia yang terbit dari percampuran Tungkai Gorontalo dan Suku Jawa yakni Presiden Republik Indonesia ke-3, Prof. Dr. Ing. B.J. Habibie,[9]
berpokok garis keturunan ayahnya, Alwi Jalil Habibie,[10]
dengan marga Habibie.[11]

Sejarah

Pangkal Mula Pengusulan Gorontalo

Menurut karangan hikayat memori para kamitua kebiasaan, wilayah Gorontalo dulunya merupakan sebuah pulau kecil dengan dikelilingi oleh lautan. Lama-kelamaan, air laut di sekitar pulau itu pun surut dan kemudian diikuti dengan munculnya tiga biji kemaluan argo ke parasan.[12]

Dari sejumlah sumber, berikut ini merupakan asal usul penganjuran Gorontalo yang paling banyak diceritakan secara turun temurun, merupakan:

  • Alas kata Gorontalo berbunga dari kata
    Hulontalangi, yang penting “Lembah Mulia” Hulontalangi berasal berpunca dua kaki perkenalan awal, yaitu “Huluntu” yang penting “Lembah” dan “Langi” yang berarti “Mulia”.[13]
  • Makna kata

    “Hulontalangi”

    yang lain merupakan “Daratan nan Tergenang” Introduksi “Hulontalangi” dalam penerjemahan tidak berasal berpangkal dua tungkai kata, yaitu “Huntu” nan bermakna “Onggokan Tanah” ataupun “Daratan”, dan “Langi-Langi” yang berarti “Tergenang”. Boleh diartikan menjadi “Daratan yang Tenggelam Air” sesuai dengan kisahan turun temurun masyarakat Gorontalo.[14]
  • Berpangkal berusul kata
    Huidu Totolu
    atau
    Goenong Tello, nan signifikan “Tiga Jabal“. Jika ditelusuri sejarahnya, terdapat tiga ancala purba di semenanjung Gorontalo yaitu Gunung Malenggalila, Gunung Tilonggabila (berubah menjadi Tilongkabila) dan satu Gunung juga yang tidak bernama.[15]
    Adapun sebuah lembah di jihat selatan Gunung Tilongkabila tersebut dikenal dengan stempel “Hulontalangi” atau “Hulontalo”
    yang juga merupakan cikal kerjakan wilayah Kota Gorontalo.[16]
    Dalam banyak literatur Portugis alias Belanda (dan juga pada bilang gambar peta), alas kata Goenong-Tello[17]
    pula makin banyak digunakan untuk menggambarkan wilayah ini.
  • Introduksi Gorontalo berusul pula dari introduksi “
    Pogulatalo
    “, yang berfaedah “Gelanggang Menunggu“. Kata “Pogulatalo” lambat laun berubah dalam ucapan awam menjadi “Hulatalo[18]
  • Kata Gorontalo kembali berasal semenjak kata “
    Hulontalo
    ” maupun “
    Holontalo
    ” Pembukaan Gorontalo ditengarai yaitu adaptasi dari logo Kerajaan Hulontalo di masa lalu. Keunggulan Gorontalo sendiri diberikan makanya para penjelajah sama dengan Portugis ataupun Belanda yang koneksi datang ke Gorontalo. Pembukaan Gorontalo sendiri diserap dari introduksi Holontalo alias Hulontalo.

Masa Prasejarah

Berdasarkan pendalaman Badan Arkeologi Manado, Sulawesi Utara, ditemukan bahwa Gorontalo n kepunyaan situs peradaban masa prasejarah yang berada di provinsi daksina Gorontalo.[19]
Tempat penelitian tersebut kemudian diberi nama “Situs Oluhuta”, yang merupakan sebuah situs prasejarah dengan perkiraan usia kian dari 2000 tahun.[20]

Tentang investigasi selanjutnya masih terus berlangsung untuk mengetahui kehidupan peninggalan benda-benda periode prasejarah yang suka-suka serta beberapa makam prasejarah yang berada di dalamnya.[21]

Masa Kerajaan

Menurut catatan ki kenangan, Tanjung Semenanjung Gorontalo (Gorontalo Peninsula) terpelajar kurang lebih 1300 hari terlampau, di mana Imperium Suwawa sudah ditemukan mengalir perlahan-lahan pada selingkung hari 700 Masehi atau lega abad ke-8 Masehi.[22]

Kekaisaran Suwawa tentu menjadi Kerajaan tertua di semenanjung Gorontalo. Berdasarkan literatur masyarakat sifat setempat, imperium Suwawa pun mutakadim dikenal luas oleh bilang kerajaan di Sulawesi yang kemudian menjalin hubungan kekerabatan alias perdagangan dengan kerqajaan tersebut.

Bukti keberadaan imperium ini dengan ditemukannya peristirahatan terakhir para Raja di tepian hulu bengawan Bulawa. Lain hanya itu, makam Tuanku Suwawa lainnya dapat kita temukan di hulu bengawan Bone, yaitu kuburan Yang dipertuan Moluadu (salah seorang Raja di Kerajaan Suwawa) bersama dengan kuburan istrinya dan anaknya.

Pada awalnya, daerah Gorontalo berbentuk kerajaan-kerajaan yang diatur menurut hukum resan ketatanegaraan Gorontalo. Kerajaan-kerajaan itu tergabung dalam satu ikatan pernah yang disebut “Pohala’a”. Menurut Haga (1931) daerah Gorontalo ada lima pohala’a:

  • Pohala’a Gorontalo
  • Pohala’a Limboto
  • Pohala’a Suwawa
  • Pohala’a Bolango kemudian menjadi Pohala’a Boalemo
  • Pohala’a Atinggola

Sistem Tadbir Rasam Kerajaan

Pemerintahan di daerah Gorontalo sreg musim jalan imperium-imperium adalah bersifat monarki konstitusional, yang pada awal mula pembentukan kerajaan-kekaisaran tersebut berakar pada dominasi rakyat yang menjelmakan diri dalam pengaturan Linula, yang sesungguhnya menurutkan asas demokrasi. Organisasi pemerintahan internal kerajaan terbagi atas tiga fragmen dalam suasana kerjasama nan disebut “Buatula Totolu“, yaitu:

  • Buatula Bantayo; dikepalai oleh Bate yang bertugas menciptakan peraturan-statuta dan garis-garis besar tujuan kekaisaran.
  • Buatula Bubato; dikepalai makanya Raja (Olongia) dan bertugas melaksanakan regulasi serta berusaha mensejahterakan mahajana.
  • Buatula Laskar; yang pada mulanya dikepalai makanya Pulubala, bertugas dalam latar pertahanan dan keamanan.

Olongia Lo Lipu (Raja alias Sultan) adalah kepala pemerintahan tertinggi dalam kerajaan tetapi tidak berwajib mutlak. Seorang Raja atau Sultan dipilih makanya Bantayo Poboide dan dapat diberhentikan makanya Bantayo Poboide. Tahun jabatannya lain ditentukan, tergantung berasal penilaian Bantayo Poboide. Situasi ini membuktikan bahwa dominasi tertinggi internal kerajaan kreatif sreg Bantayo Poboide misal penjelmaan dari kekuasaan rakyat.

Terdapat pula jabatan tinggi lainnya merupakan:

  • Patila” (Mangku Bumi) lebih jauh disebut
    Jogugu.
  • Wulea Lo Lipu”
    (Marsaoleh) setingkat dengan camat.
  • “Bate”, yakni pemimpin dari Raga Musyawarah Rakyat (Bantayo Poboide). Setiap kerajaan mempunyai suatu Bantayo Poboide yang berarti pangsa bekas bermusyawarah. Di dalam ulas inilah diselesaikan dan dirumuskan berbagai persoalan kawasan. Akan halnya tugas mulai sejak Bantayo Poboide adalah sebagai berikut:
  1. Menetapkan adat dan hukum aturan.
  2. Mendampingi serta mengawasi pemerintah.
  3. Menggugat Raja.
  4. Memilih dan menobatkan Raja dan pengarah-kepala lainnya.

Bantayo Poboide dalam menetapkan sesuatu, menganut pembicaraan dan mufakat untuk memaui suatu kebulatan kritik dan serta merta bertanggung jawab atas setiap keputusan bersama. Demikianlah gambaran pendek akan halnya rekaman dan rezim pada kerajaan-kekaisaran di Provinsi Gorontalo nan berlandaskan kekuasaan rakyat atau demokrasi.

Pusat Bazar (Niaga)

Gorontalo yakni keseleo suatu wilayah tertua di Pulau Sulawesi selain Kota Makassar dan Manado. Lokasi nan strategis Gorontalo nan bernas di jalur pelayaran dan perdagangan antara wilayah Utara dan Selatan, serta dengan diapit oleh dua perairan (Laut Sulawesi dan Teluk Tomini), menjadikan Gorontalo memiliki peran besar umpama ki akal penggalasan hasil bumi dan laut di wilayah tersebut.

Denah Administrasi Provinsi Gorontalo

Gorontalo perumpamaan sebuah ii kabupaten tertua di lengan Utara Sulawesi juga memiliki peran strategis kerumahtanggaan jaringan pelayaran jual beli karena letak geografisnya di distrik Teluk Tomini yang mengikat Ternate dan Makassar. Selain itu, tersedianya emas, budak, rotan, dan kopra merupakan dagangan yang menarik kedatangan para pedagang. Gorontalo kerumahtanggaan konteks pelayaran niaga menjadi faktor penyelenggara struktur sosial dan politik Kerajaan Gorontalo, sehingga mempengaruhi perkembangan atma masyarakatnya. Sebagai sebuah daerah maritim di bagian utara Sulawesi dengan dinamika sejarah yang memiliki hubungan dengan imperium-kekaisaran dan komunitas-komunitas di sekitarnya, serta kekuasaan kolonial, posisi Gorontalo menjadi sendi cak bagi poros perbelanjaan dan penyebaran agama Islam di Kawasan Timur Indonesia.

Para saudagar berpunca berbagai nasion dan agama di Gorontalo disambut dengan terbuka maka dari itu olongia (raja). Kegiatan pelayaran niaga dikuasai maka dari itu olongia melalui syahbandalie (komendur) seumpama penghubung fungsi olongia dengan para pedagang, sebagaimana mengeset fiskal masuk dan keluar dermaga, serta menyibuk dan melindungi bazar. Bagi para pedagang mendapatkan hak istimewa pecah olongia caranya dengan menerapkan bazar nonblok (Lapian, 1997:144).

Bawah penggalasan bebas dan peraturan prerogatif para pendatang dimaksudkan apabila olongia lampau membatasi kebebasan para pengelana, maka mereka akan bergerai di kerajaan lain. Berlangsungnya sistem perdagangan terbuka dan bebas telah memungkinkan terjadinya peningkatan peradaban untuk penghuni karena memufakati unsur-molekul baru dari luar.

Kejayaan perdagangan Gorontalo pula menyedot Vereenigde Oost-Indische Compagnie (VOC) bikin menguasainya. Pada 27 September 1677, Gubernur Maluku, Robertus Padtbrugge melakukan lawatan permulaan di Gorontalo, dan mengerjakan pertemuan dengan olongia dan pembesar Kerajaan Gorontalo. Padtbrugge didampingi pembesar Ternate menekan Olongia Gorontalo melalui kesepakatan Perjanjian Bungaya (Hasanuddin dan Amin, 57-59), bahwa Sultan Gowa mengakui hak-milik Ternate atas semua daerah Sulawesi yang letaknya antara Pulau Selayar dan Manado, serta semua tanah yang terpancang sampai Mandar (Pasal 17).

Raja Gorontalo tidak lagi mengamini Kaisar Ternate ibarat penguasanya, semata-mata tunduk kepada Gubernur Maluku di Ternate. Kemudian disepakati perjanjian yang memuat 8 pasal antara lain dalam Pasal 1 disebutkan Batang air Gorontalo harus dibuka bakal pelayaran kapal VOC (Juwono dan Hutagalung, 2005:74-75). Kesatuan hati perjanjian itu adalah awal pengaturan VOC buat mengatur kepentingan strategi dan ekonominya di Gorontalo.

Sebuah kapal berlayar di Teluk Gorontalo (1870)

Pusat Penyiaran Agama Selam

Gorontalo merupakan pelecok suatu pusat penyebaran agama Selam di Indonesia Timur, selain Ternate, Gowa dan Bone. Penyebaran Islam ke Gorontalo kemungkinan cak semau sejak abad ke-14 ditandai dengan adanya pelecok satu gembong penyebaran agama Islam di Gorontalo yakni Sutan Amai, kemudian diteruskan oleh raja–yamtuan Gorontalo sreg abad ke-15. Menurut Mahaguru Ibrahim Polontalo, proses mulanya masuknya Islam ke Gorontalo terdiri pecah beberapa jongkong, salah satunya melalui ijab nikah antara raja (olongia) Gorontalo, Amai dengan puteri sultan Ogomanjolo, Palasa-Tomini yang bernama Owutango pada masa 1525.

Tidak hanya itu, berdasarkan pendalaman yang masih berlangsung, Gorontalo sebagai kempang pelayaran terdahulu yang menghubungkan Ternate dan Makassar mutakadim sejak lama menjadi tempat persinggahan berpokok para Cerdik pandai Hadramaut (Yaman), serta berusul ancol Arab lainnya. Bahkan jika merujuk pada proses pendakyahan agama Selam di wilayah lain di Sulawesi, ada kemungkinan jikalau Islam pun turut disebarkan makanya para Jamhur dari tanah Minangkabau. Oleh sebab itu, Gorontalo turut berperan dalam proses pendakyahan Islam sebatas ke kawasan “Tomini-Bocht” sama dengan Bolaang Mongondow di Sulawesi Utara, Buol, Luwuk, Banggai, dan Donggala di Sulawesi Tengah, bahkan sampai ke Sulawesi Tenggara.

Gubernur Jenderal De Graeff nan berparade di jalan-urut-urutan Gorontalo (1926)

Perian Penjajahan (Kolonial)

Pada tahun 1824 daerah Limo Lo Pohalaa sudah lalu berada dibawah kekuasaan seorang tangan kanan Residen disamping Pemerintahan tradisonal. Lega periode 1889 sistem pemerintahan kerajaan dialihkan ke pemerintahan bertepatan yang dikenal dengan istilah “Rechtatreeks Bestur”. Pada masa 1911 terjadi lagi persilihan kerumahtanggaan struktur tadbir Kewedanan Limo Lo Pohalaa dibagi atas tiga Onder Afdeling adalah:

  • Onder Afdeling Kwandang
  • Onder Afdeling Boalemo
  • Onder Afdeling Gorontalo

Selanjutnya pada periode 1920 berubah sekali lagi menjadi lima distrik yaitu:

  • Distrik Kwandang
  • Distrik Limboto
  • Area Bone
  • Distrik Gorontalo
  • Distrik Boalemo

Pada tahun 1922 Gorontalo ditetapkan menjadi tiga Afdeling yaitu:

  • Afdeling Gorontalo
  • Afdeling Boalemo
  • Afdeling Buol

Wara-wara Gorontalo (23 Januari 1942)

Puas dasarnya masyarakat Gorontalo mempunyai spirit nasionalisme yang janjang. Indikatornya dapat dibuktikan yaitu pada detik “Masa Kemerdekaan Gorontalo” yaitu 23 Januari 1942 dikibarkan bendera ahmar putih dan dinyanyikan lagu Indonesia Raya. Sementara itu ketika itu Negara Indonesia sendiri masih yaitu mimpi kaum chauvinis hanya rakyat Gorontalo telah menyatakan kemerdekaan dan menjadi bagian dari Indonesia.

Rakyat Gorontalo dipelopori maka dari itu Bpk H. Nani Wartabone berjuang dan merdeka pada copot 23 Januari 1942. Sejauh kurang lebih dua tahun adalah setakat perian 1944 daerah Gorontalo berdaulat dengan pemerintahan sendiri. Resistansi patriotik ini menjadi tonggak kemerdekaan bangsa Indonesia dan memberi imbas dan inspirasi bagi wilayah seputar malar-malar secara nasional. Makanya karena itu Bapak H. Nani Wartabone dikukuhkan oleh Pemerintah RI laksana pahlawan perintis independensi.

Persangkalan Balasan Terhadap Pemberontak

Selain itu sreg saat pergolakan PRRI Permesta di Sulawesi Utara, masyarakat area Gorontalo dan sekitarnya memilih untuk berjuang bersama tadbir Nasional di Jakarta dan teguh menyatu dengan Negara Republik Indonesia dengan semboyan “Sekali ke Djogdja patuh ke Djogdja”. Semboyan ini digaungkan pertama kali oleh Bapak Ayuba Wartabone di Parlemen momen Gorontalo menjadi babak dari Negara Indonesia Timur.

Pembentukan Distrik Gorontalo

Terinspirasi maka dari itu sukma Waktu Patriotik 23 Januari 1942, maka pada tanggal dan rembulan yang setolok pada masa 2000, rakyat Gorontalo nan diwakili maka dari itu Dr. Ir. Nelson Pomalingo ditemani oleh Natsir Mooduto sebagai ketua Panitia Anju Pembentukan Provinsi Gorontalo Tomini Raya (P4GTR) serta sejumlah aktivis, atas nama seluruh rakyat Gorontalo mendeklarasikan berdirinya Kawasan Gorontalo nan terdiri dari Kabupaten Gorontalo dan Daerah tingkat Gorontalo terlepas bermula Sulawesi Utara. Sebagaimana teragendakan dalam Undang-Undang No. 10 hari 1964 yang isinya adalah bahwa Kabupaten Gorontalo dan Kota Gorontalo adalah wilayah administrasi pecah Kewedanan Sulawesi Utara. Beberapa rembulan setelahnya tepatnya tanggal 16 Februari 2001, Tursandi Alwi sebagai Penjabat Gubernur Gorontalo dilantik.

Provinsi Gorontalo secara lazim disahkan pemerintah pada tanggal 22 Desember tahun 2000 sehabis melangkaui penetapan sidang lengkap DPR RI pada tanggal 5 Desember 2000. Namun sejak awal dibentuk sampai hari 2015, peringatan Hari lahir Provinsi Gorontalo diperingati setiap tanggal 16 Februari, ditandai dengan dilantiknya Tursandi Alwi sebagai penjabat Gubernur pertama pada tanggal 16 Februari tahun 2001.[23]
Balasannya pasca- melalui perdebatan tingkatan, Pemerintah Provinsi Gorontalo konvensional mengubah Hari Ulang Tahun Provinsi bersumber sebelumnya tanggal 16 Februari menjadi tanggal 5 Desember sesudah disetujui oleh DPRD Wilayah Gorontalo plong sidang paripurna rontok 19 Agustus 2015.[1]

Falsafah Roh

Selain menjadi salah suatu suku tertua di Nusantara, Suku Gorontalo pula menjadi salah satu dari 19 daerah adat di Nusantara. Makanya hasilnya, karuan punya kearifan lokal yang luhur. Sebagai halnya peradaban lainnya, Masyarakat Gorontalo memiliki falsafah hidup nan di pegang dempang dan diyakini tetap internal vitalitas sampai kini, di antaranya yaitu:

  • Aadati hula-hula to Sara’, Sara’ hula-hula to Kuru’ani (Aturan bersendikan Syara’, Syara’ bersendikan Al-Quran)[24]
  • Mohuyula (Bahu memikul ataupun Bergotong royong)[25]
  • Mopotuwawu Kalibi, Kauli, wawu Pi’ili (Menyatukan Hati, Mulut, dan Ulah)[26]
  • Batanga Pomaya, Atma Podungalo, Harata Potombulu (Jasad membela petak air, Semangat dipertaruhkan, Harta cak bagi kemaslahatan orang banyak)[27]
  • Lo Iya Lo Ta Uwa, Ta Uwa Loloiya, Bo’odila Polusia Hilawo (Majikan itu mumbung dengan Perbawa, Maka tidaklah dirinya Sewenang-wenang)[28]

Lambang Negeri

Lambang Provinsi Gorontalo

  1. Lambang Wilayah Provinsi Gorontalo pada eksterior berbentuk jantung yang memberi makna kesetiaan umpama pelindung vitalitas rakyat Gorontalo.
  2. Lambang Daerah Negeri Gorontalo sreg fragmen privat berbentuk bulat lonjong atau elips nan menjatah makna adanya gagasan, ide atau cita-cita yang mulia, yang kelak menetas menjadi sesuatu kesejahteraan hidup rakyat Gorontalo.
  3. Lambang Daerah Provinsi Gorontalo dengan bentuk intern nan menampakkan keharmonisan formasi gambar nan terdiri dari corak putih di paruh dan diikuti oleh posisi padi-bintang, kapas-kalung membagi makna adanya keteraturan adat, agama, syariat dalam semua teoretis semangat umum.
  4. Lambang Daerah Provinsi Gorontalo n kepunyaan nuansa Global:
    • Warna biru keunguan adalah warna nan memberi makna tenang, setia dan selalu ingin mempertahankan validitas dan harapan masa depan yang cerah.
    • Model pohon kelapa yang membusur memberi makna gerak dinamis dan tidak diam sekadar besar perut berbuat untuk masa depan.
    • Sayap maleo yang mengembang membagi makna dinamika siap untuk tinggal landas dan siap bersaing.
    • Muslihat yang terbuka melambangkan keinginan masyarakat untuk siap meraih pengejawantahan internal Guna-guna Proklamasi dan Teknologi serta Iman dan Taqwa secara terus menerus.
    • Tanda jasa mengandung makna global sekiranya dikaitkan dengan cita-cita yang janjang yaitu “Gantungkan cita-cita sekufu tanda jasa di langit”
    • Tali tap mempunyai makna keinginan masyarakat Gorontalo lakukan menyerap, merekam dan memiliki hobatan embaran dan teknologi.
  5. Lambang Daerah Gorontalo n kepunyaan nuansa Nasional:
    • Padi dan Kapas yang mengandung makna kemakmuran dan kedamaian seperti pada Pancasila.
    • Rantai punya makna adanya pengakuan persatuan dan keekaan kerumahtanggaan kerangka Bhineka Istimewa Ika.
  6. Lambang daerah Gorontalo memiliki nuansa Tempatan:
    • Bintang yakni lambang keagamaan, sehingga selaras dengan filosofi “Adat bersendikan syara, syara beralaskan Kitabullah”.
    • Benteng berarti umum Gorontalo teguh dan konstan mempertahankan Status, Martabat, Adat, Agama dan Negara
    • Rantai n kepunyaan makna adanya persaksian persatuan dan kesatuan privat bentuk Bhineka Tunggal Ika.
  7. Pemaknaan dandan dan huruf angka simbol lainnya dalam lambang
    • Simbol rantai yang memberi makna pada keadaan patriotik:
      1. Kalung yang berjumlah 23 butir melambangkan tanggal 23 Januari
      2. Kapas nan berjumlah 19 buah dan gabah berjumlah 42 butir menyimbolkan tahun 1942
    • Sayap maleo yang berjumlah 16 helai menandakan lahirnya Provinsi Gorontalo sreg tanggal 16 Februari 2000
    • Warna:
      1. Hijau mempunyai makna kesuburan
      2. Kuning Mempunyai makna ketinggian dan Keluhuran
      3. Putih berfaedah Kesucian dan Ketinggian
      4. Bangkang mempunyai makna keberanian dan pertempuran

Geografi dan Iklim

Letak Geografis

Distrik Provinsi Gorontalo nan puas zaman kolonial Belanda dikenal dengan sebutan “Semenanjung Gorontalo” (Gorontalo Peninsula) terletak pada bagian lor Pulau Sulawesi, tepatnya sreg 0° 19′ 00”–1° 57′ 00” LU (Lintang Lor) dan 121° 23′ 00”–125° 14′ 00” BT (Bujur Timur).

Letak Provinsi Gorontalo sangatlah taktis, karena diapit oleh dua perairan, yaitu Teluk Gorontalo atau nan lebih dikenal dengan nama Teluk Tomini di sebelah Selatan dan Laut Sulawesi di sebelah Lor. Dalam catatan sejarah maritim Nusantara, Laut Sulawesi menjadi penting karena yaitu jalur pelayaran dari pulau Sulawesi menentang Filipina yang kembali melalui sagur area perairan Kesultanan Sulu di jihat Timur dari Negara Malaysia.

Sedangkan Teluk Gorontalo ataupun Teluk Tomini sejak dahulu rekata menjadi sendang nyawa penduduk Kerajaan-Imperium nan bermukim di sekitarnya. Teluk ini lagi sejak sangat ramai oleh celam-celum pelayaran dan perdagangan, karena menjadi palagan bertemunya Kerajaan yang berpunya di negeri “Tomini-Bocht” (wilayah daerah Teluk Tomini), Ternate, Buton, bahkan menjadi jalur masuknya musafir dari Hokkian (Tiongkok) serta dari Jazirah Arab.

Luas Provinsi

Luas wilayah Provinsi Gorontalo secara keseluruhan adalah 12.435 km². Jika dibandingkan dengan kewedanan Indonesia, luas wilayah provinsi ini sekadar sebesar 0,67 persen.

Topografi

Permukaan lahan di Provinsi Gorontalo sebagian besar adalah perbukitan. Oleh risikonya daerah ini mempunyai banyak jabal dengan ketinggian yang berbeda-cedera. Gunung Tabongo yang terwalak di Kabupaten Boalemo merupakan gunung yang tertinggi sedangkan Jabal Litu-Litu yang terdapat di Kabupaten Gorontalo yaitu yang terendah.

Di samping punya banyak gunung, Area Gorontalo juga dilintasi oleh banyak sungai. Sungai terpanjang adalah Kali besar Paguyaman yang terletak di Kabupaten Boelemo dengan panjang aliran 99,3 km. Sedangkan sungai terpendek merupakan Sungai Bolontio dengan janjang aliran 5,3 km yang terdapat di Kabupaten Gorontalo Utara.

Iklim

Dengan kondisi provinsi Provinsi Gorontalo nan terdapat di dekat garis khatulistiwa, menjadikan daerah ini punya guru peledak yang layak merangsang. Master minimum terjadi di bulan September yaitu 22,8 °C. Sedangkan suhu maksimum terjadi di rembulan Oktober dengan suhu 33,5 °C. Lega musim 2013 suhu rata-rata berkisar antara 26,2 °C sampai dengan 27,6 °C.[2]

Wilayah Gorontalo mempunyai kelembaban udara yang nisbi tinggi, kebanyakan kelembaban puas waktu 2013 mencapai 86,5% uang lelah. Sedangkan bakal guyur hujan angin tertinggi terjadi pada bulan Mei merupakan 307,9mm tetapi jumlah musim hujan terbanyak cak semau plong wulan Juli dan Desember yaitu sebanyak 24 hari.[2]

Pemerintahan

Gubernur

Kantor Gubernur Gorontalo

Gubernur adalah jabatan terala di provinsi di Indonesia. Gubernur Gorontalo bertanggungjawab atas kawasan provinsi Gorontalo. Kini, gubernur alias kepala daerah nan menjawat di provinsi Gorontalo ialah, dengan wakil gubernur. Mereka ulung pada merupakan gubernur Gorontalo, sejak daerah ini dibentuk, dan puas pilkada yaitu sebagai gubernur dan wakil gubernur di Gorontalo dilantik maka dari itu presiden Republik Indonesia, di Istana Negara Jakarta, cak bagi masa jabatan .[29]

Berikut merupakan
Daftar Gubernur Gorontalo
dari masa ke masa.


No

Foto

Gubernur

Start Jabatan

Akhir Jabatan

Prd.

Ket.

Konsul Gubernur
1 Fadel Muhammad, Gubernur Gorontalo (Periode II).jpg Fadel Muhammad 10 Desember 2001 17 Januari 2007 1 [ket. 1]

[30]
Gusnar Ismail
(2001—2009)
17 Januari 2007 21 Oktober 2009 2
2 Gusnar Ismail, Gubernur Gorontalo.png Gusnar Ismail 26 Oktober 2009 16 Januari 2012 [ket. 2] Tonny Uloli
(2010—2012)
3 Gubernur Rusli Habibie (2014).jpg Rusli Habibie 16 Januari 2012 16 Januari 2017 3 Idris Rahim
(2012—2022)
12 Mei 2017
12 Mei 2022
4

DPRD Daerah

DPRD Provinsi Gorontalo beranggotakan 45 orang yang dipilih melampaui seleksi umum setiap lima tahun sekali. Pimpinan DPRD Provinsi Gorontalo terdiri dari 1 Ketua dan 3 Ketua muda nan berasal dari organisasi politik kebijakan pemilik jumlah kursi dan suara miring terbanyak. Anggota DPRD Provinsi Gorontalo yang semenjana menjawat detik ini adalah hasil Pemilu 2019 yang dilantik pada 9 September 2019 oleh Ketua Perdata Tangga Gorontalo, Sudiyanto, S.H., M.H., di Ruang Sidang Bangunan DPRD Provinsi Gorontalo. Komposisi anggota DPRD Distrik Gorontalo hari 2019-2024 terdiri dari 10 puak politik dimana Partai Golkar adalah partai politik pemilik takhta terbanyak yaitu 10 kursi.[31]
[32]
[33]
[34]
[35]
Berikut ini merupakan komposisi anggota DPRD Provinsi Gorontalo dalam dua waktu terakhir.[36]
[37]
[38]
[39]

Puak Ketatanegaraan Jumlah Kedudukan dalam Hari
2014-2019 2019-2024
 PKB 1
Steady

1
 Gerindra 1 Kenaikan
4
 PDI-P 6 Kenaikan
7
 Golkar 12 Penurunan
10
 NasDem 0 Kenaikan
6
 PKS 5 Penurunan
4
 PPP 4 Kenaikan
5
 PAN 7 Penurunan
3
 Hanura 5 Penurunan
2
 Demokrat 4 Kenaikan
3
Jumlah Anggota 45
Steady

45
Jumlah Partai 9 Kenaikan
10

Distrik Administrasi

Provinsi Gorontalo terbagi menjadi lima kabupaten dan satu kota. Sendirisendiri wilayah administrasi tersebut terbagi lagi menjadi beberapa wilayah administrasi di bawahnya, yaitu kecamatan, desa/kelurahan. Puas waktu 2013, Provinsi Gorontalo terdiri terbit 77 kecamatan dan 735 desa/kelurahan.

Kabupaten dan Ii kabupaten

Pada tadinya berdirinya Wilayah Gorontalo, daerah swatantra ini sekadar terdiri dari 2 kabupaten dan 1 kota. Hanya, setelah adanya pemekaran, maka Provinsi Gorontalo saat ini terdiri bermula 5 kabupaten dan 1 kota, yaitu umpama berikut:

Kabupaten/Kota Ibu kota Asal Hukum Luas (km2) Persentase
Kabupaten Boalemo[40] Tilamuta UU No.50 Tahun 1999 1.736,61 13,97%
Kabupaten Bone Bolango[41] Suwawa UU No.6 Tahun 2003 1.891,49 15,21%
Kabupaten Gorontalo[40] Limboto UU No.29 Tahun 1959 2.143,48 17,24%
Kabupaten Gorontalo Paksina[41] Kwandang UU No.11 Masa 2007 2.141,86 17,22%
Kabupaten Pohuwato[42] Marisa UU No.6 Tahun 2003 4.455,60 35,83%
Kota Gorontalo[40] Gorontalo UU No.38 Tahun 2000 65,96 0,53%


Kecamatan dan Desa/Kelurahan

Area Gorontalo terdiri bermula 5 kabupaten, 1 kotamadya, 77 kecamatan, 72 kelurahan dan 657 desa. Pada tahun 2017, jumlah penduduknya diperkirakan hingga ke 1.157.325 jiwa dengan total luas kawasan 11.257,07 km².[43]
[44]

No. Kode

Kemendagri
Kabupaten/Kota Luas Wilayah

(km2)
Penghuni

(jiwa)
2017
Kecamatan Kelurahan Desa
1 75.02 Kab. Boalemo 1.521,88 143.689 7 82
2 75.03 Kab. Bone Bolango 1.984,31 160.154 18 5 160
3 75.01 Kab. Gorontalo 1.750,83 391.944 19 14 191
4 75.05 Kab. Gorontalo Lor 1.676,15 124.202 11 123
5 75.04 Kab. Pohuwato 4.244,31 141.281 13 3 101
6 75.71 Kota Gorontalo 79,59 196.055 9 50
Jumlah 11.257,07 1.157.325 77 72 657

Badal di DPR RI dan DPD RI

Berdasarkan hasil Pemilu 2014, Wilayah Gorontalo memiliki tiga insan perwakilan di DPR dan catur anak adam di DPD. Ke tiga orang perwakilan di DPR tersebut ialah Fadel Muhammad dan Roem Kono dari Partai Golkar serta Elnino M Husein Mohi dari Partai Gerindra. Sedangkan perwaikilan di DPD adalah Hanah Hasanah Fadel Muhammad, Rahmijati Jahja, Abdurahman Abubakar Bahmid dan Bidadari Sartika Hemeto.[45]

Bersendikan hasil Pemilu 2019, Distrik Gorontalo mempunyai tiga manusia agen di DPR dan empat anak adam di DPD. Ke tiga orang kantor cabang di DPR tersebut yakni Rachmad Gobel bersumber Partai Nasdem Wakil Superior DPR RI, Idah Syaidah Rusli Habibie dari Organisasi politik Golkar serta Elnino M Husein Mohi dari Partai Gerindra. Sedangkan perwaikilan di DPD ialah Fadel Muhammad Wakil Komandan MPR RI, Rahmijati Jahja, Abdurahman Abubakar Bahmid dan Dewi Sartika Hemeto.

Demografi

Kependudukan

Kuantitas penduduk di Provinsi Gorontalo puas tahun 2013 sebesar 1.097.990 jiwa yang terdiri atas 550.004 jiwa maskulin dan 547.986 arwah putri. Lancar pertumbuhan warga di Provinsi Gorontalo tahun 2011–2013 mencapai 1,67 uang lelah/tahun.[2]
Pada tahun 2021, total penghuni negeri Gorontalo berjumlah 1.198.765 arwah, dengan total terbanyak gemuk di daerah Kabupaten Gorontalo sebanyak 404.835 jiwa, sedangkan jumlah warga terkecil kaya di Kabupaten Gorontalo Paksina sebanyak 125.715 jiwa.

Tahun 1971 1980 1990 2000 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2013 2021
Jumlah penduduk Green Arrow Up.svg
490.521
Green Arrow Up.svg
600.323
Green Arrow Up.svg
715.508
Green Arrow Up.svg
830.184
Green Arrow Up.svg
855.057
Green Arrow Up.svg
881.057
Green Arrow Up.svg
896.004
Green Arrow Up.svg
909.083
Green Arrow Up.svg
941.444
Green Arrow Up.svg
960.335
Green Arrow Up.svg
972.208
Green Arrow Up.svg
983.952
Green Arrow Up.svg
1.040.164
Green Arrow Up.svg
1.062.561
Green Arrow Up.svg
1.097.990
Green Arrow Up.svg
1.198.765
Kependudukan Kawasan Gorontalo

Sumur:

[2]
[46]
[47]
[48]

Tungkai bangsa

Dibanding dengan umumnya kewedanan lainnya di Sulawesi Indonesia, suku di provinsi Gorontalo lebih homogen, yang lazimnya yaitu suku Gorontalo atau semenjak dari Sulawesi. Berdasarkan data Sensus penduduk Indonesia 2010, suku Gorontalo adalah suku terbanyak di provinsi Gorontalo. Suku Jawa yakni suku terbanyak kedua, kemudian disusul dengab tungkai Minahasa.[49]
[50]
Suku Gorontalo
(Suku Hulontalo)
adalah mahajana zakiah yang meninggali wilayah paksina pulau Sulawesi dan mayoritas suku ini memeluk agama Selam. Tidak hanya di Sulawesi, penyebaran Suku Gorontalo nan paling banyak berada di Distrik Sulawesi Paksina, Sulawesi Perdua, dan Kalimantan Timur.[51]

Berikut ini komposisi kesukuan ataupun kabilah di negeri Gorontalo waktu 2010:[49]

No Suku Jumlah 2010 %
1 Gorontalo 925.626 89,05%
2 Sulawesi lainnya 46.395 4,46%
3 Jawa 35.289 3,40%
4 Minahasa 9.238 0,89%
5 Bugis 8.824 0,85%
6 Bali 3.702 0,35%
7 Asal Jawa lainnya 1.739 0,17%
8 Sumber akar Sumatra 1.224 0,12%
9 Lainnya 7.393 0,71%
10 Provinsi Gorontalo 1.039.430 100%

Pohala’a (Keluarga, Kekerabatan, atau Kerajaan)

Provinsi Gorontalo dihuni maka itu perbuatan etnis nan membuat atau terasuh menjadi Pohala’a (yang bermanfaat Tanggungan atau Imperium) yang tercabut secara teritoris dan genealogis.[52]
N domestik tulisan sejarah, terdapat sebuah “Persekutuan/Universitas Kerajaan” terbit 5 Kerajaan (Limo Lo Pohala’a) nan memiliki ikatan kontak yang erat, di antaranya:

  • Pohala’a Gorontalo (Etnis Hulontalo, Imperium Hulontalo),
  • Pohala’a Suwawa (Etnis Suwawa/Tuwawa, Imperium Suwawa),
  • Pohala’a Limboto (Etnis Limutu, Kerajaan Limboto),
  • Pohala’a Bolango (Etnis Bulango/Bolango, Kerajaan Bulango), dan
  • Pohala’a Atinggola (Kesukuan Atinggola/Andagile, Kerajaan Atinggola)

Dalam perkembangannya, Kerajaan Gorontalo dan Limboto kemudian semakin dominan dan karenanya penyebutan
Limo Lo Pohala’a
berubah menjadi
U Duluwo Limo Lo Pohala’a
(diterjemahkan menjadi 2 kerajaan kembar/penting kerumahtanggaan 5 Kerajaan Persekutuan/Perserikatan). Seiring dengan perkembangan zaman, seluruh Etnis atau
Pohala’a
(Kekeluargaan) tersebut kemudian dikategorikan laksana putaran berpokok identitas suku Gorontalo ataupun Suku Hulontalo.

Bahasa

Bahasa resmi instansi pemerintahan di Gorontalo adalah bahasa Indonesia. Hingga 2019, Tubuh Bahasa mencatat ada 3 bahasa kewedanan di Gorontalo.[53]
Ketiga bahasa tersebut adalah:

  • Bahasa Gorontalo,
  • Bahasa Suwawa
  • Bahasa Atinggola

Sementara itu bagi bahasa daerah lainnya nan lagi digunakan maka itu kerumunan publik tertentu di wilayah Provinsi Gorontalo adalah Bahasa Bajo dan Bahasa Minahasa.[54]

Kesehatan

Flat gempa bumi

No. Kode RS Tanda Rumah Sakit Keberagaman RS Kelas bawah RS Pemilik Total Ranjang
1 7501044 RS Daerah Kelas D Pratama RSU D Pemkab 50
2 7571023 RS Multazam RSU D Swasta 114
3 7502034 RS Umum Kawasan dr. Hasri Ainun Habibie RSU C Pemprop 117
4 7505002 RS Mahajana Kawasan dr. Zainal Umar Sidiki RSU C Pemkab 96
5 7571022 RS Ibu dan Anak Siti Khadidjah RSIA C Organisasi Islam 60
6 7571021 RS Bunda RSU D Firma 111
7 7504012 RS Umum Provinsi Tombulilato RSU D Pemkab 84
8 7502021 RS Selam RSU D Organisasi Sosial 53
9 7502032 RS Awam Daerah Otanaha RSU D Pemkot 90
10 7571010 RS Umum Daerah Prof Dr. H. Aloei Saboe RSU B Pemkot 313
11 7503045 RS Umum Daerah Mayapada Panua RSU C Pemkab 97
12 7501043 RS Mahajana Daerah Berkebun dan Nelayan RSU C Pemkab 125
13 7504032 RS Masyarakat Kawasan Toto Kabila RSU C Pemkab 185
14 7502033 RS Awam Provinsi dr. M. Mohammad Dunda RSU B Pemkab 172

Ekonomi

Jazirah Gorontalo yaitu salah suatu kolek perbisnisan di Indonesia sejak zaman dahulu.

Gorontalo sudah menjadi salah satu wilayah yang menjadi jalur perdagangan di Indonesia sejak masa lepas. Potret aktivitas ekspor impor di pelabuhan Kawasan Gorontalo lega zaman dulu.

Pelabuhan Gorontalo yang selalu gempita sejak dahulu

Perekonomian di Kewedanan Gorontalo sekarang ini menjadi salah satu perekonomian yang paling pesat perkembangannya di Indonesia. Sektor persawahan, perikanan dan jasa ialah sektor yang di andalkan di Provinsi ini karena memiliki kontribusi yang ki akbar lakukan pendapatan polos daerah.

Dalam tulangtulangan membuat Kewedanan Gorontalo misal Provinsi Agropolitan, maka bermacam ragam upaya terus dilakukan. Pemerintah Daerah berbuat berbagai rupa macam program pembangunan, di antaranya melintasi perbaikan infrastruktur misal pilar pemacu pembangunan, pengemasan sarana produksi pertanian, penyediaan dana pengidap, peningkatan SDM pertanian, memperlancar pemasaran dengan jaminan harga dasar dan tak enggak, serta dengan menyusun berbagai program, seperti:

  1. Ekspansi tanaman jenggala, di versifikasi rimba dan ketahanan pangan provinsi;
  2. Ekspansi agropolitan mendatangi satu jutaan ton jagung;
  3. Ekspansi agro bisnis;
  4. Kenaikan peran dan fungsi kelembagaan pembajak menerobos pembedayaan masyarakat pertanian.

Intern mengembangkan potensi dan keanekaragaman mata air daya umbul-umbul di Provinsi Gorontalo, terdapat beberapa kemungkinan investasi buat dikembangkan, seperti mana: pemodalan di parasan agro kulak (pertanian dan perkebunan), tersurat pun agro industri (nata de coco, minyak kerambil dan Dubuk santan) serta di bidang pertambangan (emas, granit, dll.).

Prerogatif ekspansi selama panca tahun ke depan diproyeksikan pada komoditas milu dengan luas areal produksi jagung tahun 2004 seluas 35.692,450 ha, dengan jumlah produksi sebanyak 323,065 ton dan kerjakan milu louning sendiri sudah berhasil di ekspor sebesar 9.148 ton. Dari luas distrik Distrik Gorontalo seluas 1.221.544 ha, bagi areal potensial pertanian seluas 463.649,09 ha alias 37,95%, hanya yang hijau di manfaatkan seluas 148.312,78 ha (32%) ataupun masih terwalak peluang ekspansi tanah 315.336,31 ha.

Wilayah Provinsi Gorontalo merupakan negeri agraris dengan keadaan topografi membosankan, berbukit-bukit sampai dengan bergunung sehingga berbagai rupa spesies tanaman hutan dapat tumbuh dengan baik di negeri ini. Luas lahan sangar adalah 215.845,00 ha. Sedangkan rawa-rawa (tegalan) seluas 1.580,00 ha, Luas areal produksi gabah pada tahun 2006 yaitu 45.027 ha dengan total produksi tahun 2006 sebanyak 197.600,94 ton dan mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan periode 2005 yang mempunyai luas areal 37.831 ha dengan jumlah produksi sebanyak 164.168 ton.

Luas areal produksi kedelai pada periode 2006 merupakan 5.217 ha dengan jumlah produksi 6.767,21 ton, mengalami peningkatan jika dibandingkan sreg tahun 2005 yang mempunyai luas areal produksi 2.677 ha dengan jumlah produksi 3.738 ton. Luas areal produksi kacang cina pada musim 2006 adalah 2.825 ha dengan jumlah produksi 3.316,79 ton meningkat takdirnya dibandingkan sreg masa 2005 nan mempunyai luas areal 4.335 ha dengan jumlah produksi mencapai 5.371 ton. Luas areal produksi ubi tiang lega tahun 2006 adalah seluas 853 ha dengan kuantitas produksi mencapai 9.742,0 ton. Luas areal produksi Ubi kayu dan umbi-umbian seluas 894,70 dengan kuantitas produksi sebanyak 10.041 ton. Luas areal produksi sayur-sayuran lega tahun 2006 adalah 3.674 ha dengan jumlah produksi menjejak 74,44 ton/ha.

Jika dilihat pecah data luas provinsi jenggala Kawasan Gorontalo puas tahun 2004 beralaskan TGHK (Tata Manfaat Rimba Kerukunan), maka luas area jenggala Provinsi Garontalo seluas 826.378,12 ha, yang terdiri berpangkal: hutan lingdsing seluas 165.488,67 ha, hutan penjagaan seluas 20.135,60 ha, hutan produksi rendah seluas 342.449,55 ha, dan jenggala produksi seluas 100.684,45 ha. Berpokok seluruh luas hutan tersebut hasil kayu nan di dapat menjejak total 14.808.000 m³.

Negeri laut di Provinsi Gorontalo, terutama di Teluk Gorontalo ataupun Teluk Tomini, menyimpan banyak potensi alam karena merupakan satu satu teluk yang dilalui garis khatulistiwa. Perikanan dan kelautan merupakan sektor unggulan lakukan Area Gorontalo yang memiliki garis tepi laut yang cukup hierarki. Garis pantai kewedanan Utara dan Selatan masing masing memiliki panjang sekeliling 270 kilometer dan 320 kilometer. Potensi sendang trik perikanan di Provinsi Gorontalo mewah di tiga perairan, yakni Teluk Tomini (Teluk Gorontalo), Laut Sulawesi, dan Zone Ekonomi Distingtif (ZEE) Laut Sulawesi. Sayangnya, tingkat pemanfaatan perikanan tangkap yunior 24,05% ataupun 19.771 ton per tahun.

Potensi kelautan lainnya yang menjadi unggulan, ialah khuluk daya rumput laut yang didukung program Gerakan Memakamkan Rumput Laut (Gemar Laut), sementara pemakaian lahannya baru mencapai sekeliling 850 ha dengan produksi 4.250 ton/ha/tahun.

Area Gorontalo memiliki letak geografi yang taktis buat perekonomian nasional, kerana memiliki jalur perdagangan nan bertepatan tatap muka dengan negara-negara tetangga seperti Filipina, Malaysia, Brunei Darussalam, Hongkong, Taiwan, Jepang, dan Korea Selatan. Selain itu Daerah Gorontalo juga yaitu salah satu daerah yang menjadi pintu timbrung jalur perbelanjaan dari benua Amerika ke negara–negara di Asia Pasifik, seperti mana Brunei Darussalam, Singapura, dan Malaysia. Tidaklah berlebihan jika Pemerintah Pokok menilai bahwa Kawasan Gorontalo menjadi salah satu sumsum jejak kaki otak roda ekonomi, pendidikan dan kebudayaan di Kawasan Timur Indonesia.

Pakaian Adat

(Artikel utama yang membahas ini terdapat dalam artikel Pakaian adat Suku Gorontalo)

  • Bili’u
  • Paluwala
  • Payunga
  • Madipungu
  • Wolimomo

Kebudayaan

Silat Gorontalo

Sebagai daerah Adat, Gorontalo pun memiliki Seni bela diri tradisional yang bernama “Langga” atau bisa disebut pula dengan nama Kuntau Gorontalo. Sreg dasarnya Langga merupakan seni bela diri sejenis Silat nan dikenal sebagai keseleo satu kekayaan budaya Gorontalo. Langga merupakan seni bela diri nan mengandalkan kubu serta kekuatan tangan dan kaki.[55]

Pendekar “Langga” atau yang dikenal pula dengan nama Silat Gorontalo

Simbol Daerah

Seperti halnya daerah bukan di Nusantara, Provinsi Gorontalo pun mempunyai tanda baca pemaknaan harkat dan prestise, baik itu melalui Hewan ataupun Pokok kayu. Mengenai Simbol alias Lambang Distingtif daerah Gorontalo adalah:

  • Sayap Burung Maleo
  • Relief Bambu berkepala Bingkatak
  • Pohon Pinang

Arsitektur

Ciri unik Suku Gorontalo (Hulontalo) dapat diidentifikasi melalui desain arsitektur nan masih bisa kita jumpai melampaui dekorasi atap rumah maupun ukiran spesial sebagai halnya di area lain di Indonesia. kita dapat mengidentifikasi karakter/lambang khas arsitektur Gorontalo melangkahi:

  • Rancangan Atap menyerupai “Pelana”, di mana ciri tunggal dari Rumah Gorontalo (Bele) ialah atap segitiga bersusun dua. Pada atap episode pertama (bagian atas) lebih kecil daripada atap kedua (di radiks dari atap pertama). Atap yang paling atas merepresentasi keteguhan Hamba allah Gorontalo terhadap keekaan Tuhan dan mengedrop agama di atas segalanya. Sedangkan atap kedua, melambangkan keteguhan Individu Gorontalo terhadap Adat istiadat serta Budaya nan mengalir deras di dalam talenta dan kesehariannya.
  • Bentuk Apartemen Panggung (Bele), Kondominium orang Gorontalo lega dasarnya sama dengan daerah lain di pulau Sulawesi yaitu berbentuk Rumah Panggung. Filosofi berasal Rumah Tempat Orang Gorontalo dianalogikan begitu juga bentuk bodi manusia yang terdiri berbunga komandan, badan dan kaki. Jumlah Kamar biasanya hanya terdiri dari Kamar Anak Suami-laki yang berada di paling depan, Kamar Penting berada di tengah Rumah dan kamar anak pemudi berada di belakang. Dalam menyepakati pelawat lagi bila tamu suami-laki yang enggak mahramnya tetapi diperbolehkan bertamu di berencik/teras rumah, sedangkan bila tamu perempuan yang bukan mahramnya harus diterima di dalam ruang pada ruang anak bini yang berada di tengah Rumah. Kejadian ini dimaksudkan bakal menghindari fitnah dari perjumpaan laki-junjungan dan perempuan yang enggak mahramnya.
  • Kayu Pelaminan yang memiliki geluk kelapa bersusun-susun, kayu ini sangat identik dengan suku Gorontalo karena bentuknya nan unik dan mudah diingat. Bila melihatnya kita dapat berbarengan mengasosiasikannya dengan Aturan Pernikahan Suku Gorontalo. Kayu khas Gorontalo ini sekarang dapat kita jumpai di bundaran Tugu Bandar Gegana Djalaludin, Bundaran Selamat Datang (Hulontalo Luhur) tambahan pula adapula yang menggunakannya seumpama ornamen cerocok rumah dan pagar gedung instansi pemerintah.
  • Gapura Gorontalo (Alikusu), Pintu Gorontalo atau dalam bahasa daerah disebut Alikusu yaitu keseleo satu arsitektur spesial Gorontalo yang dapat kita jumpai di gerbang timbrung dinas instansi pemerintah maupun swasta. di pintu timbrung rumah ibadah (Musala), Rumah Dinas Pemerintah serta di gerbang turut jalan raya. Bentuknya yang khas dulunya dibuat bersumber bambu, namun seiring perkembangan zaman “Alikusu” (Gapura Gorontalo) telah dibuat dari bahan baku besi alias alumunium moga tahan lama dan dapat digunakan setiap hari.

Lambang/identitas/karakter Suku Gorontalo yang tercermin dari gaya arsitektur lokal menjadi angka budaya yang lampau tingkatan dan luhur buat dilestarikan. Adanya mode arsitektural yang khas ini akan jauh makin baik bila diserap kedalam perencanaan tata bangunan instansi pemerintah atau pengelolaan bangunan masyarakat mudah-mudahan tidak punah ditelan derasnya gaya arsitektur minimalis dewasa ini.

Rumah aturan

  • Dulohupa

Rumah kebiasaan Dulohupa merupakan sebuah Rumah Rasam Gorontalo yang berbentuk palagan dengan bagan tarup yang artistik dan pilar-pilar gawang andai hiasannya. kedua tangganya terletak di arah kiri dan kanan yakni cerminan hierarki rasam di tutur totihu. Di mana Rumah Adat ini berfungsi sebagai Aula Musyawarah Sifat Bandayo Dulohupa. Merek Dulohupa signifikan mufakat kerjakan memprogramkan rencana pembangunan daerah dan menguasai setiap persoalan. Di kerumahtanggaan Rumah Adat ini digelar radas upacara resan perkawinan berupa pelaminan, busana resan raja sehari dan paesan lainnya.

  • Bantayo Po Boide

Rumah Kebiasaan Gorontalo ini terletak di sendi sub-wilayah Limboto, Gorontalo. Secara harafiah “Bantayo” berarti bangunan dan “Poboide” berarti tempat persuaan. Bantayo Poboide diambil selain sebagai budaya Gorontalo yang juga berfungsi sebagai medan untuk kegiatan seni dan budaya Gorontalo. Bantayo Poboide memiliki banyak ruangan dan setiap ruangan memiliki kelebihan yang berbeda. Ornamen yang di dinding merepresentasi setiap segi aktivitas penghuninya. J

  • Kondominium Aturan Kerajaan Bolango–Gobel

Rumah adat Kekaisaran Bolango atau lebih dikenal dengan Apartemen Adat Gobel merupakan salah satu apartemen sifat tersendiri Gorontalo nan berlokasi di Tapa, Bone Bolango.

Kerajinan Tangan

Setiap kewedanan karuan n kepunyaan ciri khasnya sendirisendiri. begitu pun dengan tanjung semenanjung Gorontalo. Publik Gorontalo n kepunyaan ciri khas “syal” atau baju bersama aksesori nan melengkapinya. Adapun kerajinan tangan khas masyarakat Gorontalo yaitu:

  1. Upiya Karanji atau Songkok Gorontalo,
    peci ini terbuat berpokok anyaman rotan dan sangat nyaman digunakan karena memiliki sirkuit udara yang sangat baik. Kepala negara RI ke-4, Bapak Abdurrahman Wahid alias nan lebih dikenal dengan Gusdur pun setia menggunakan Peci Gorontalo ini.
  2. Sulaman Karawo atau Kerancang Bordir,
    Sulaman khas Gorontalo ini menjadi perbendaharaan budaya istimewa dan bernilai seni tinggi. Saat ini sulaman Karawo tidak doang diminati di dalam negeri namun juga di luar negeri.
  3. Batik Gorontalo,
    Batik Gorontalo pada dasarnya seperti Batik pada umumnya, yang membedakannya sekadar pada motif atau rona nan dimuat pada karet batik itu sendiri.

Senjata tradisional

  • Wamilo
  • Bitu’o (sebangsa Keris)
  • Sabele (sejenis Parang maupun Lilang)
  • Travalla

Perabot Irama Tradisional

  • Polopalo
  • Gambusi

Tradisi

  • Walima / Dikili
  • Lilin lebah Tumbilotohe (Malam Pasang Bola lampu di 3 hari anak bungsu bulan Ramadan)
  • Berpenyakitan’raji /Isra’-Bihun’raj

Tarian Adat

  • Tari Dana–dana
  • Tari Saronde
  • Tari Langga
  • Tari Tulude
  • Tari Elengge
  • Tari Tanam Padi
  • Tari Sabe
  • Tari Mopohuloo / Modepito

Pariwisata

(Artikel utama yang meributkan ini terdapat dalam artikel Tamasya di Gorontalo)

Provinsi Gorontalo sebagian besar terdiri dari provinsi pegunungan yang membentang pecah utara ke selatan area ini. Panorama Gunung-gunung Gorontalo adv amat menakjubkan. Gunung-gunung dan rimba adalah kondominium-apartemen bagi flora dan fauna unik. Anoa, Tarsius, Maleo senkawor, dan Babirusa adalah salah satu diversifikasi langka nan dapat Ia ditemukan di sini. Maleo, misalnya, merupakan spesies burung yang telurnya lebih besar berpokok tubuhnya koteng. Provisional Tarsius merupakan primata terkecil di manjapada, tetapi punya janjang sekeliling 10 cm. Di hutan Gorontalo terdapat Pohon Eboni, Pokok kayu lingua, nantu, meranti, dan Rotan. Di fragmen kidul laut Gorontalo, ialah di Teluk Tomini, ada beberapa pulau katai nan tersebar. Pulau-pulau belum berpenghuni dan pasir tahir sangat indah mengelilingi. Teluk Tomini dilintasi oleh garis khatulistiwa dan secara alami ditinggali oleh beragam spesies hewan laut. Karena itu, Teluk Tomini adalah surga bagi para penyelam. Berikut adalah beberapa obejek wisata kenamaan yang ada di Distrik Gorontalo:

Pulo Cinta

Wisata Internasional andalan Indonesia di Kewedanan Gorontalo nan terletak di Kabupaten Boalemo. Pulau yang bentuknya menyerupai hati ini dilengkapi dengan beberapa resort terapung yang sangat ekslusif, serta tentunya memperlihatkan eksotisme osean bening yang menawan. Pulo Cinta Gorontalo sudah mahsyur di telinga para traveler mancanegara, hingga sering dijuluki “Maldives van Gorontalo”.[56]

Pulau Saronde

Pulau Saronde kembali merupakan Wisata Alam semesta andalan Indonesia di Area Gorontalo yang terletak di kecamatan Ponelo, Kwandang, Kabupaten Gorontalo Utara. Pulau Saronde tenar dengan ketampanan rantau pasir putihnya, air yang sangat jernih serta keayuan terumbu karang di sekitarnya. Setiap periode, pulau ini menjadi tempat persinggahan kapal pesiar dan yachts dari seluruh dunia. Selain Saronde, terwalak 3 pulau enggak yang berdekatan, yaitu pulau Bogisa, Mohinggito, dan pulau Bohlam.[57]

Monumen Nani Wartabone di Pelan Cukup umur Taruna, Pusat kota Gorontalo

Taman Laut Olele

Ujana Laut Olele yaitu salah satu Suraloka Bawah Laut Internasional favorit para juru selam mancanegara nan suka-suka Kabupaten Bone Bolango, Indonesia. Taman laut ini bahkan sudah sangat mahsyur di telinga para penyelam Eropa. Taman Laut Olele naik daun karena keunikan Salvador Dali Sponge, sebuah bunga karang kehidupan yang tidak dimiliki maka dari itu taman laut lainnya di dunia, bahkan taman laut di Pulau Bunaken pula tidak memiliki jenis sponge yang suatu ini. Bunga karang ini diberi nama Salvador Dali karena bentuk tampilan fisiknya yang mirip sebuah lukisan karya pelukis ternama Salvador Dalí.[58]

Kubu Otanaha

Pada musim terlampau ini riil peninggalan bekas kolonialisme portugis. Benteng Otanaha, digunakan para Yang dipertuan Gorontalo ini misal panggung proteksi dan baluwarti. Keunikan baluwarti terlihat adalah material yang digunakan bakal membangun benteng paduan batu halus, lepa, dan putih telur Maleo. Pemandangan Danau Limboto bisa dilihat jelas bermula sini, karena letaknya di atas dataran tinggi. Tepatnya, di Dembe I, Kota Barat, sekitar 8 km berasal pusat kota Gorontalo. Cak semau dua pertahanan lagi yang terletak di daerah yang proporsional, yaitu Otahiya dan Istana Ulupahu. Pengunjung harus melewati 345 anak asuh tangga untuk mencapainya.

Wisata Hiu Paus

Tepi laut Botu Barani di Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo menjadi dahulu tersohor di galangan wisatawan lokal dan mancanegara karena keberadaan sekolompok Hiu paus di pesisir pantai. Bukan hanya wisatawan lokal, namun kerelaan Hiu jinak tersebut berbuah menyedot pikiran Wisatawan Internasional.[59]

Monumen Nani Wartabone

Monumen Nani Wartabone. Ini adalah monumen sejarah pahlawan lokal Gorontalo, bernama Nani Wartabone. Ia main-main bermakna kerumahtanggaan perjuangan rakyat Gorontalo. Monumen ini terletak di tengah Yojana Taruna Remaja Gorontalo.

Zawiat Hunto Raja Amai

Masjid Hunto Sunan Amai adalah riuk satu masjid tertua di Gorontalo (300 tahun). Masjid ini terletak di desa Siendeng di daerah tingkat Gorontalo. Di masjid ini, cak semau sumur dan beduk nan punya jiwa sama seperti Langgar itu sendiri.

Pasir Putih Leato

Pasir Putih Leato punya pesisir berpasir jati yang akan menerimakan kesan meyegarkan lakukan Ia. Di sini Anda pun dapat melihat langsung proses pembaruan arombai kayu dengan cara tradisional. Spirit dasar air di tempat ini patut menghela. Karang-karang yang indah, dan kapal ikan nan partikular sudah menjadi kiat tarik cak bagi para penyelam. Pantai ini terwalak di Leato Utara, sekitar 12 km dari jantung kota.

Danau Limboto

Tasik Limboto. Desa bernama Iluta, bercerai 10 km dari trik kota, menandai jalan masuk ke lagi ini. Karakteristik distingtif haud ini terletak karena mempunyai bermacam ragam diversifikasi iwak air tawar nan hanya dapat ditemukan di danau ini. Selain itu, di haud ini suka-suka sebuah lapangan pendaratan pesawat amfibi bernama Katelina, sangat membawa Presiden Pertama Republik Indonesia, Bung Karno.

Menara Pakaya Limboto

Menara Pakaya Limboto merupakan sebuah para-para dengan ketinggian 60 meter. Pada penggalan atas menara ini terwalak teleskop untuk gunakan menjelajahi pemandangan yang indah dari Situ Limboto. Di dalam menara ini Anda dapat melihat banyak cendera mata yang ditampilkan dan beberapa kedai minum. Menara Pakaya Limboto dijuluki pula dengan tera “Panggar Eiffel van Gorontalo”.[60]

Pemandian Air Panas Alami Lombongo

Pemandian Air Memberahikan Alam Lombongo terdapat di desa Lombongo, Suwawa, seputar 20 km dari siasat daerah tingkat. Memiliki pemandian air panas alami, panggung bermain, dan panggung bagi pertunjukan seni. Mata air panas mengandung welirang yang dapat menyembuhkan kebobrokan alat peraba.

Tingkatan 2000 dan Bekas kaki Lahilote

Di korban wisata Tangga 2000 dan Jejak Lahilote ini. Anda akan menikmati ketampanan Teluk Tomini. Di lokasi cak semau fasilitas toko dan tempat rekreasi. Pohon-pohon kelapa rindang memberikan suasana dingin di malam hari. Melihat sebuah batu ki akbar yang terlihat sama dengan punggung manusia, “Lahilote”, terwalak di Pantai Indah Pohe, Ii kabupaten Selatan. Secara historis, Lahilote adalah jejak tungkai bersumber seorang laki-laki yang menikah dengan sendiri malaikat nan runtuh ke mayapada.

Air Ki angkat Ayuhulalo

Serasah Ayuhulalo ini terdapat di desa Ayuhulalo (Ayuhulalo berarti alas bulan), Tilamuta. Berada sekitar 5 km pecah Kabupaten Boalemo. Lingkungannya sehat karena terwalak alas mentah yang teduh dengan air segar disekitarnya.

Pantai Mulia Boalemo

Pantai Indah Boalemo memiliki rantau ramal tahir dengan air yang tenang dan jernih. Di sini Kamu dapat merasa nyaman dan rileks, berenang, berperahu, alias menyelam. Di sepanjang pesisir, terletak kelambir dan pohon pinus. Selain itu, panati ini memiliki beberapa resort fertil.

Taman Laut Bitila

Taman Laut Bitila n kepunyaan beberapa tempat menyelam dengan pemandangan dasar laut nan asing sah sani. Ajang ini semata-mata 15 menit dari Pesisir Boalemo Indah.

Pantai Bolihutuo

Sebagian ki akbar Pantai Bolihutuo ditumbuhi pohon pinus raksasa, tanaman ini menciptakan suasana yang sejuk dan senyap di sekitar tepi laut. Pasir putihnya yang tersebar di sekeliling pantai membuat keindahan pantai bertambah lengkap. Tersaji juga beberapa cottage di sini.

Desa Tungkai Bajo

Desa Kaki Bajo (Tilamuta, Torosiaje, Popayato) di huni maka dari itu suku Bajo yang adv amat berkelompok dan punya budaya dan tradisi nan tunggal. Mereka selalu membuat kerajinan di atas kapal dan bekerja seumpama pengail. Suku Bajo yang masih lewat di sekoci disebut “Bangau”, mereka pergi dari satu pulau ke pulau enggak sreg akibatnya sekali lagi ke Pulau Pantai Toro bagi budidaya mutiara dan rumput laut.

Pusat Karawo

Kabupaten Gorontalo merupakan riuk satu pusat industri cemping tenun tradisional spesial Gorontalo nan bernama Karawo. Kerancang Karawo adalah kerajinan menghias berbagai keberagaman kain dengan berjenis-jenis motif sulaman menggunakan tali polos alias pernak-pernik. Proses pembuatan sulaman karawo yaitu dengan kaidah mengiris dan mencabut tali berpangkal serat kain yang sudah lalu jadi kemudian disulam dengan beraneka macam lawai sesuai rangka motif yang diinginkan secara manual. Kerajinan karawo merupakan kerajinan khas Gorontalo yang sudah berkembang sejak lama sejak abad ke-16.[61]

Pemakaman Ceria Ju Panggola

Pemakaman suci Ju Panggola dibangun abad ke-14 terwalak di Kecamatan Dembe I, 8 km bersumber pusat kota Barat di kota Gorontalo. Orang Gorontalo yang lampau di selingkung peristirahatan terakhir menganggap pemakaman ini sebagai ajang suci karena memiliki karakteristik yang idiosinkratis, tersapu dengan budaya Selam. Oleh karena itu, tidak mengganjilkan untuk mengetahui bahwa banyak pengunjung melakukan meditasi di sekeliling daerah pekuburan.

Objek wisata lainnya

  • Taman Kebangsaan Bogani Nani Wartabone
  • Kewedanan Taman nasional Panua / Burung Maleo
  • Kawasan Wana Lindung Mangrove
  • Kawasan Jenggala Lindung Nantu
  • Negeri Suaka alam Otangale
  • Air terjun Taludaa
  • Panorama Tunggul Sungai Bone / Jembatan Talumolo II
  • Panorama Alam Sirat Soeharto Tilamuta, Boalemo
  • Panorama Liwa Ardi Tilongkabila
  • Kawasan Cagar Tunggul Pulau Mas, Pulau Popaya dan Pulau Pangeran
  • Kubu Oranye Kwandang (pusaka Portugis)
  • Danau Perambah
  • Serasah Lombongo
  • Pantai Nyiur Dua dan Tumbuhan Cinta
  • Masjid Jami’ Baiturrahim
  • Pentadio Resort
  • Lokasi Pendaratan Presiden Permulaan Soekarno
  • Pacuan Karapan Sapi dan Alun-alun Golf Yosonegoro
  • Pantai Monano Kwandang
  • Pulau Huha
  • Pantai Logpon
  • Torosiaje / Perdusunan Taktik Bajo
  • Pantai Molotabu
  • Pantai Botutonuo
  • Taman Laut Olele
  • Puncak Botu
  • Puncak Meranti
  • Taman bahagia Auliya Male Ta’ Illayabe
  • Pemandian Bengawan Tupa
  • Serasah “Bontula” Asparaga Kab. Gorontalo
  • “Pulau Lahe” Marisa Pohuwato

Makanan Khas

  • Binte Biluhuta/Milu Curah
  • Ayam Yloni
  • Milu Tongkol dan Gogu
  • Nike / Perkedel
  • Tili’aya
  • Yilabulo
  • Yilepa’o

Fasilitas Olah tubuh

  • Lapangan Remaja Remaja
  • Gelanggang Cukup umur / Stadion Merdeka Nani Wartabone
  • Panggung Olahraga 23 Januari Tasik
  • Stadion Pemuda Boalemo
  • Olah tubuh Center / GOR David-Tonny Kabupaten Gorontalo
  • Stadion Pohuwato

Daftar Kota Wreda Gorontalo

Meskipun terbilang muda perihal pemekaran distrik, sememangnya Provinsi Gorontalo telah lebih dahulu dikenal sejak zaman kolonial Belanda dengan kota-kota tua yang dimilikinya selain Kota Gorontalo (Hulontalo), antara lain:

  • Suwawa (bawah alas kata Tuwawa)
  • Limboto (asal kata Limutu)
  • Tapa
  • Tilamuta
  • Kwandang
  • Paguat
  • Marisa
  • Popayato
  • Atinggola

Plong tahun 2013, Wilayah Gorontalo secara keseluruhan memiliki 77 kecamatan serta 735 Desa/Kelurahan.[2]
Data ini akan terus mengalami persilihan seiring dengan adanya rencana pemekaran wilayah otonom hijau (DOB) di Provinsi Gorontalo yang diprediksi akan selesai pada tahun 2020 mendatang.

Lihat Pun

  • Suku Gorontalo
  • Marga Gorontalo
  • Resan istiadat Gorontalo
  • Tradisi lisan Gorontalo
  • Masakan Gorontalo
  • Pariwisata di Gorontalo
  • Pakaian adat kaki Gorontalo
  • Waktu Patriotik 23 Januari 1942
  • Kesultanan Gorontalo
  • Kesultanan Bolango
  • Bahasa Gorontalo
  • Daftar Tokoh Gorontalo
  • Formalitas adat Molalunga (pemakaman)
  • Tolobalango (formalitas adat peminangan maupun lamaran)

Galeri

Teks

  1. ^


    a




    b




    Paat, Hence. “HUT Provinsi Gorontalo Ditetapkan 5 Desember”.
    ANTARA News
    . Diakses rontok
    26 Okt
    2022
    .




  2. ^


    a




    b




    c




    d




    e




    f



    Gorontalo Dalam Ponten 2014
    [
    pranala nonaktif permanen
    ]



  3. ^


    “Gorontalo Dalam Ponten 2016“. Diarsipkan dari varian steril tanggal 2017-08-08. Diakses rontok
    2018-10-15
    .





  4. ^


    “Penanda Pembangunan Manusia Menurut Provinsi 2019-2021”.
    www.bps.go.id
    . Diakses tanggal
    26 November
    2021
    .




  5. ^


    a




    b




    c



    Lampiran I Peraturan Distrik Provinsi Gorontalo Nomor 15 Tahun 2014

  6. ^


    “DAU 2019”
    (PDF)
    . Diakses rontok
    2019-12-21
    .





  7. ^


    Administrator. “5 Desember Pises Provinsi Gorontalo – Website Legal Pemerintah Area Gorontalo”. Diarsipkan dari versi suci terlepas 2016-12-02. Diakses tanggal
    2016-12-11
    .





  8. ^

    Hercahyani, D. (2008). Sejarah pembentukan Gorontalo mulai sejak Kabupaten menjadi propinsi 1953-2000

  9. ^

    Habibie, B.J., 2010.
    Habibie & Ainun. THC Mandiri.

  10. ^

    Elson, R.E., 2009.
    The idea of Indonesia. Penerbit Serambi.

  11. ^


    “BJ Habibie Dalam Ingatan Bani adam Gorontalo”.
    detikcom
    . Diakses terlepas
    26 Okt
    2022
    .





  12. ^

    Permana, A. P., & Eraku, S. S. (2020). Analisis kedalaman laut purba gangguan gamping Gorontalo berdasarkan makanan fosil foraminifera bentonik.
    Bioeksperimen: Jurnal Eksplorasi Biologi,
    6(1), 17-23.

  13. ^

    Mustakimah, M. (2014). AKULTURASI ISLAM DENGAN BUDAYA Domestik Internal Leluri MOLONTHALO DI GORONTALO.
    Jurnal Diskursus Selam,
    2(2), 289-307.

  14. ^

    Idham, I. (2011). POHUTU MO LA LINGO (Sinergitas Adat dan Hukum Dalam Penyelenggaraan Program Adat Pemakaman di Pohala’a Gorontalo, Indonesia) POHUTU MOLALUNGO (Synergism between Tradition and Islamic Shari’a of Narrative Tradition of Burial Ceremony at Pohalaa Gor.
    Al-Mopit,
    17(2), 240-250.

  15. ^

    Badudu, J. S. MORFOLOGI BAHASA GORONTALO, 1982, XII+ 207 hal.
    Penerbit Djambatan.

  16. ^

    Badudu, Y., 1982.
    Morfologi Bahasa Gorontalo. Djambatan

  17. ^

    Leupe, P. A. (1866). Inhouds-Opgaven van de Tijdschriften Toegewijd aan het Zeewezen.
    Bijdragen tot de Taal-, Land-en Volkenkunde van Nederlandsch-Indië, 536-562.

  18. ^

    Tangahu, S. (2018). NILAI-Angka PENDIDIKAN Privat Leluri MO Berpenyakitan’RAJI (Penggalian ETONOGRAFI DI GORONTALO).
    Madani: Jurnal Pengabdian Ilmiah,
    1(1), 83-109.

  19. ^


    “Ditemukan, Lembaga Manusia Berumur 700 Tahun di Gorontalo – National Geographic”.
    nationalgeographic.grid.id
    . Diakses terlepas
    26 Okt
    2022
    .





  20. ^


    “iHeritage.id”.
    www.iheritage.id
    . Diakses tanggal
    2022-04-08
    .





  21. ^


    “Tindasan arsip”. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2014-05-22. Diakses tanggal
    2014-05-22
    .





  22. ^


    N. S. Bisht; Tepi langit. S. Bankoti (2004-03).
    Encyclopaedia of the South East Asian Ethnography. Global Vision. hlm. 235–. ISBN 978-81-87746-96-6.





  23. ^


    Bouty, Sarah. “LEGAL DRAFTING Naskah Akademik”. Diakses tanggal
    26 Okt
    2022

    – via www.academia.edu.





  24. ^

    SOFYAN, N. (2015). Dayango dalam Pandangan Hukum Adat Gorontalo di Kabupaten Gorontalo.
    Skripsi,
    1(271411204).

  25. ^

    INAKU, A. (2021). DEGRASI BUDAYA MOHUYULA DI KALANGAN Mulai dewasa (Studi Adapun Budaya Angkat Royong di Gorontalo).
    Skripsi,
    1(231414079).

  26. ^

    Trumansyahjaya, K. Filsafat Air Pada Langga Perumpamaan Arsitektur Gorontalo.

  27. ^

    AZIS, R. P. (2018). Mengutui ETIKA AKUNTAN Melintasi BATANGA POMAYA, HARATA POTUMBULO, NYAWA PODUNGALO Berasal REALITAS KOMUNITAS ADAT GORONTALO.
    Skripsi,
    1(921414094).

  28. ^

    Baruadi, M. K. (2012). Anak kunci Rasam DAN EKSISTENSI SASTRA: Pengaruh Islam dalam Nuansa Budaya Lokal Gorontalo.
    El-HARAKAH (TERAKREDITASI),
    14(2), 293-311.

  29. ^


    Nadlir, Moh. (12 Mei 2017). Galih, Bayu, ed. “Istana Gelar Pelantikan Lima Gubernur Jumat Ini”.
    Kompas.com
    . Diakses tanggal
    7 Februari
    2022
    .





  30. ^


    Hari (Februari 2008). “Wawansabda Gubernur Gorontalo Fadel Muhammad: Ide Brilian Yayasan Damandiri”
    (PDF).
    Gemari. Gorontalo: Gemari. Diakses tanggal
    8 Maret
    2016
    .





    [
    pranala nonaktif permanen
    ]



  31. ^


    Anwar (09-09-2019). “45 Anggota DPRD Provinsi Gorontalo Dilantik”. Rakyat Gorontalo Online. Diakses tanggal 22-09-2019.




    [
    pranala bebas tugas permanen
    ]



  32. ^


    Humas (09-09-2019). “45 Anggota DPRD Wilayah Gorontalo Dilantik”. Pemprov Gorontalo. Diakses terlepas 22-09-2019.




    [
    pranala bebas tugas permanen
    ]



  33. ^


    Sarjan Lahai (09-09-2019). Bahar, ed. “Ini Nama-nama 45 Anggota DPRD Provinsi Gorontalo Dilantik Hari Ini”.
    kronologi.id
    . Diakses tanggal 22-09-2019.





  34. ^


    “Gubernur Puji Komposisi Anggota DPRD Provinsi Gorontalo Periode 2019-2024”. REPUBLIKPOS. 10-09-2019. Diakses copot 22-09-2019.




  35. ^


    Andi Arifuddin (09-09-2019). “Anggota DPRD Kewedanan Gorontalo Resmi Dilantik, Ini Daftarnya”.
    gopos.id
    . Diakses tanggal 22-09-2019.





  36. ^


    Hasanuddin Djadin (10-08-2019). “Setia Didominasi Golkar, Ini Anggota DPRD Provinsi Gorontalo 2019—2024”.
    gopos.id
    . Diakses tanggal 22-09-2019.





  37. ^


    “Daftar Nomine Terpilih Anggota DPRD Provinsi Gorontalo Pemilu 2019”.
    kpu.go.id. KPU Provinsi Gorontalo. 15-08-2019. Diarsipkan berpangkal versi jati rontok 2019-09-22. Diakses copot 22-09-2019.





  38. ^


    “45 Anggota DPRD Area Gorontalo Dilantik”.
    gorontaloprov.go.id. Pemprov Gorontalo. 08-09-2014. Diakses sungkap 22-09-2019.





    [
    pranala nonaktif permanen
    ]



  39. ^


    Paat, Hence (08-09-2014). Hence Paat, ed. “45 Anggota DPRD Provinsi Gorontalo Dilantik”.
    ANTARA News. ANTARA GORONTALO. Diakses tanggal 22-09-2019.




  40. ^


    a




    b




    c



    Kabupaten Induk
  41. ^


    a




    b



    Pemekaran Kabupaten Gorontalo

  42. ^

    Pemekaran Kabupaten Boalemo

  43. ^


    “Peraturan Menteri Dalam Distrik Nomor 137 Musim 2017 mengenai Kode dan Data Daerah Administrasi Pemerintahan”. Kementerian Dalam Distrik Republik Indonesia. Diarsipkan bersumber varian asli sungkap 29 Desember 2018. Diakses tanggal
    3 Oktober
    2019
    .





  44. ^


    “Qanun Menteri Privat Negeri Nomor 72 Tahun 2019 mengenai Perubahan atas Permendagri nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan”. Kementerian Dalam Wilayah Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi kudus
    (PDF)
    tanggal 25 Oktober 2019. Diakses tanggal
    15 Januari
    2020
    .





  45. ^


    “Fadel, Roem Kono, dan Elnino wakil rakyat Gorontalo di DPR RI–Caleg Terpilih Pemilu 2014 (11) – SIMOMOT”. 3 Mei 2014. Diakses tanggal
    26 Okt
    2022
    .





  46. ^

    [gorontalo.bps.go.id Total Pemukim Gorontalo Diarsipkan 2013-05-30 di Wayback Machine.

  47. ^


    “Gorontalo Kerumahtanggaan Biji”. Diarsipkan mulai sejak versi nirmala tanggal 19 Jun 2013. Diakses terlepas
    26 Okt
    2022
    .





  48. ^

    http://www.bi.go.id Diarsipkan 2020-12-11 di Wayback Machine. Kependudukan Kawasan Gorontalo Tahun 2005
  49. ^


    a




    b




    “Kewarganegaraan Suku Bangsa, Agama, Bahasa 2010”
    (PDF).
    demografi.bps.go.id. Jasmani Ki akal Statistik. 2010. hlm. 23, 36–41. Diarsipkan bersumber versi murni
    (PDF)
    tanggal 2017-07-12. Diakses terlepas
    18 Oktober
    2021
    .





  50. ^

    Statistik, B.P., 2015. Hasil Sensus Warga 2014.

  51. ^

    Statistik, B.P., 2010. Hasil sensus penduduk 2010.
    Data agregat per provinsi. Jakarta: Badan Pusat Statistika Indonesia,
    16.

  52. ^

    Amin, B., 2012. Islam, Budaya Dan Lokalitas Gorontalo.
    Kerumahtanggaan Jurnal Rekaman dan Budaya (KURE). Manado. Auditorium Pelestarian Nilai Budaya Manado.

  53. ^


    “Penyebaran Bahasa di Indonesia”.
    Bahasa dan Peta Bahasa di Indonesia
    . Diakses tanggal
    25 Mei
    2020
    .





  54. ^


    “Bahasa di Provinsi Gorontalo”.
    Bahasa dan Peta Bahasa di Indonesia
    . Diakses rontok
    25 Mei
    2020
    .





  55. ^


    Gorontalo, KNPI Daerah tingkat. “Olah raga bela diri tradisional”.
    KNPI Kota Gorontalo. Diarsipkan pecah versi ceria tanggal 2016-12-20. Diakses terlepas
    2016-12-11
    .





  56. ^


    “PuloCinta”.
    www.pulocinta.com
    . Diakses tanggal
    2016-12-11
    .





  57. ^


    “Pulau Saronde”.
    Pulau Saronde
    . Diakses tanggal
    2016-12-11
    .





  58. ^


    “Dive Gorontalo, Sulawesi, Indonesia with Miguel’s Diving”.
    Sulawesi Diving with Miguel’s Diving in Gorontalo, Indonesia’s hidden paradise
    (internal bahasa Inggris). Diakses rontok
    2016-12-11
    .





  59. ^


    “Pelancongan Hiu Paus Jadi Daya Tarik Pelancongan Gorontalo”.
    BALIPOST.com
    . Diakses tanggal
    2016-12-11
    .





    [
    pranala nonaktif permanen
    ]



  60. ^


    deliknews (2013-11-23). “Menara Keagungan Limboto Bakal Tukar Nama “Pakaya Tower“.
    deliknews.com. Diarsipkan berasal varian kalis tanggal 2016-12-21. Diakses tanggal
    2016-12-11
    .





  61. ^


    “Industri Gemuk Kain Karawo | Badan Investasi dan PTSP”.
    bpmptsp.gorontaloprov.go.id. Diarsipkan berbunga varian asli tanggal 2016-12-20. Diakses rontok
    2016-12-11
    .




Catatan


  1. ^


    Dagi Ir. Fadel Muhammad dan Ir. Gusnar Ismail MM yaitu rival Gubernur-Wakil Gubernur periode 2001-2006

  2. ^

    Diangkat menjadi gubernur karena Fadel Muhammad diangkat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan RI

Pranala asing

  • (Indonesia)
    Situs legal pemerintah provinsi
  • (Indonesia)
    Proklamasi Contoh Seputar Gorontalo Diarsipkan 2012-03-09 di Wayback Machine.
  • (Indonesia)
    Biografi Demografi Gorontalo
  • (Indonesia)
    Profil Ekonomi Gorontalo
  • (Indonesia)
    Profil Wisata Gorontalo
  • (Indonesia)
    Ekonomi Regional Gorontalo
  • (Indonesia)
    Statistik Regional Gorontalo


Koordinat:



0°41′N
122°21′E


 / 

0.683°N 122.350°E
 /
0.683; 122.350






Source: https://id.wikipedia.org/wiki/Gorontalo

Posted by: holymayhem.com