Tanaman Sayuran Dengan Pempes Bekas

Lamongan
– Popok bayi modern bagi sebagian manusia adalah barang yang menjijikkan dan tergusur. Namun, situasi ini tak main-main cak bagi para petatar di Lamongan. Mereka memanfaatkan lampin bayi nan terbuang dan menjadi limbah tersebut menjadi peranti atau media lakukan berjumpa dengan tanam secara hidroponik.

Seperti mana pelajar di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Putra Amoi Desa Simo, Kecamatan Karanggeneng ini. Mereka memanfaatkan limbah popok bayi yang terbuang tersebut menjadi kendaraan berjumpa dengan tanam secara hidroponik.

Selain dapat mengurangi limbah, berjumpa dengan tanam secara hidroponik menggunakan lampin kanak-kanak anyir rupanya bertambah menyuburkan tanaman. Pelajar yang berbuntut memanfaatkan bedung bayi yang terusir yakni, Ahmad Bagus Wajib zakat dan Dananjaya Cikal.


Salah satu pesuluh, Dananjaya kepada juru warta mengatakan, banyaknya bedong kanak-kanak anyir nan tertendang cuma-cuma risikonya dimanfaatkan menjadi media tanam hidroponik. “Kami sering menangkap tangan banyak popok orok yang dibuang secara sembarangan dan juga do panggung sampah,” pengenalan Dananjaya kepada juru warta di sekolahnya, Rabu (1/3/2017).

Dananjaya menjelaskan, pembuatan media tanam hidroponik ini layak sederhana. Mereka menunggangi jambangan air mineral ajang yang dipotong sesuai kebutuhan. Pasca- itu popok bayi keluaran kemudian dipotong sesuai ukuran botol. “Pada tangga ini, sarana tanam hidroponik sudah terbentuk,” jelasnya.

Selepas media tanam hidroponik terjaga, kata Dananjaya, mereka menabur benih di kendaraan dari jambang dan popok bayi bekas dan diiram dengan air sesuai kebutuhan. “Setelah satu minggu, ponten mani tadi sudah berangkat tumbuh,” akunya.

Menurut guru instruktur 2 murid, Faris Budianto mengaku berbunga beberapa kali uji coba yang sudah lalu dilakukan, tanaman yang memanfaatkan ambet kanak-kanak anyir gelanggang bagaikan media tanam hidroponik lebih rani dan tidak membutuhkan rabuk. Kandungan bebat bayi bayi gelanggang, terang Faris, sudah mengandung kawul alami sesuai kebutuhan tanaman.

“Yang telah diujicobakan oleh kedua siswa ini adalah menyelamatkan kacang ijo, tomat, lombok dan sayuran,” terang Faris.

Faris mengaku membujur inovasi berbunga 2 siswa MTs Putra Dayang Simo ini, mereka berakibat menyabet juara satu dalam lomba karya ilmiah taruna tingkat tamatan karesidenan Bojonegoro nan digelar Februari lalu. “Berkat ambet bayi eks ini, 2 pesuluh kami menyabet pemenang satu,” ujarnya bangga.
(fat/fat)

Source: https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-3435124/pelajar-mts-manfaatkan-popok-bayi-bekas-jadi-media-tanam-hidroponik

Posted by: holymayhem.com