Tanaman Sayuran Berikut Yang Memerlukan Pemasangan Ajir Adalah

No Text Content!

Penyiraman bawang daun harus dilakukan terutama bila ditanam sreg tuarang, sementara itu apabila ditanam dimusim penghujan drainase harus diperhatikan dengan baik agar enggak terjadi lopak air di lahan. Penyiraman kubis dilakukan tiap hari sebatas kubis tumbuh normal (lilir), kemudian diulang sesuai kebutuhan. Bila ada pokok kayu nan mati, segera disulam dan penyulaman dihentikan sehabis pohon berumur 10–15 masa bersumber waktu tanam. Penyiangan dan pendangiran dilakukan bersamaan dengan waktu pemupukan mula-mula dan kedua. Pendirusan selada dilakukan tiap hari sampai bertaruk normal (lilir), kemudian diulang sesuai kebutuhan. Bila terserah tanaman yang nyenyat, segera disulam dan penyulaman dihentikan setelah tanaman berusia 10–15 hari selepas tanam. Penyiangan dan pendangiran dilakukan bersamaan dengan waktu pemupukan mula-mula dan kedua. . Silahkan Anda meminta lebih lanjut keadaan-peristiwa yang berkaitan dengan kebutuhan air bagi tanaman, teknik pengairan, fungsi air bagi pohon, kesiapan air kapling (titik layu permanen, air higroskopis, kapasitas lapang, dll), isyarat kekurangan air pada tanah dan tanaman Bakal memperoleh kompetensi religius (Borek 1), ,sebelum Anda melakukan kegiatan praktek diharapkan Anda dapat mengagungkan dan memanjatkan puji terima kasih kepada Tuhan YME atas amanah nan diberikan kepada kita seyogiannya kegiatan melaksanakan teknik pengairan pada tumbuhan sayuran dapat berjalan sesuai rencana dan Halikuljabbar meridoinya. amin. 137 Buat memperoleh kompetensi sosial (KI 2), Ia diharapkan mampu menyelami sikap teliti, ekonomis, disiplin, peduli dan kerjasamq sebelum Anda melaksanakan kegiatan mencoba penelaahan teknik irigasi plong tumbuhan sayuran. Silahkan Anda mencoba melaksanakan teknik pengairan pada tanaman sayuran dengan justru dahulu mengeti kelembaban kapling dan dilanjutkan dengan mengerjakan pengairan pada lahan tumbuhan sayuran, dengan menunggangi langkah-awalan berikut ini: Mengukur kandungan air lahan di lahan tanaman. Perkakas dan objek 1) Tensiometer 2) Lahan tanaman hortikultura 3) ATK Keselamatan kerja 1) Kenakan pakaian praktek , sepatu boot dan topi 2) Selektif sekaligus menggunakan peralatan tajam Langkah kerja 1) Lakukan do’a bersama sebelum Beliau melakukan langkah-Langkah kerja berikutnya, sesuai tajali agama nan Anda anut. 2) Siapkan instrumen dan bahan 3) Akuisisi ujung keramik tensiometer kedalam tanah yang akan diukur kelembabannya. 4) Baca dan tulis ukuran tekanan listrik pada tensiometer 5) Tentukan paparan kondisi rahim air tanah bersendikan nisbah format tegangan yang diperoleh 138 6) Tentukan langkah selanjutnya tindakan segala nan mesti dilakukan setelah mencerna paparan kelembaban tanah/rahim air petak (Baca buku petunjuk pengoperasian alat tensiometer tanah) 7) Kerjakan semua langkah kerja di atas (1-5) dengan teliti, ekonomis, kepatuhan, peduli dan kerjasama. Melakukan tali air pada lahan tanaman sayuran Perangkat dan bahan 1) Pohon di lahan 2) Air 3) Gayung 4) Petuah 5) Beledi Keselamatan kerja : 1). Kenakan baju praktek , sepatu boot dan kopiah turki 2). Hati-hati sewaktu menggunakan peralatan tajam Langkah kerja 1) Lakukan do’a bersama sebelum Anda berbuat langkah-Awalan kerja berikutnya, sesuai ajaran agama yang Anda anut. 2) Siapkan instrumen dan bahan yang dibutuhkan 3) Lakukan penyiraman sesuai dengan kebutuhan tumbuhan 4) Indentifikasi presisi kebutuhan air 5) Bikin semua awalan kerja di atas {1)-8)} dengan teliti, gemi, disiplin, peduli dan kerjasama. Silahkan Anda menganalisis dan menyimpulkan hasil pengamatan dari mendaras informasi adapun teknik tali air pokok kayu sayuran, hasil diskusi dan hasil mengepas teknik merendam tumbuhan sayuran. Apakah ada keadaan-hal yang proporsional ataupun berbeda alias terbiasa pengembanga1n3, 9 semuanya itu terbiasa Anda catat ibarat bahan laporan hasil penelaahan ini. Silahkan Ia membuat laporan hasil pengamatan, urun rembuk dan hasil mencoba teknik mengairi tanaman sayuran, dengan demikian Ia dapat mengkomunikasikan laporan tersebut dengan mempresentasikannya di depan kelas. 3. Refleksi a. Deskripsikan kejadian-kejadian nan telah Anda pelajari/temukan selama pengajian pengkajian Melaksanakan pengairan tumbuhan sayuran. b. Rencanakan pengembangan pecah materi pembelajaran tersebut baik sikap, pengetahuan maupun keterampilannya. c. Berdasarkan informasi yang diperoleh berikan input terhadap pembelajaran berikutnya secara lisan dalam diskusi keramaian di papan bawah dan n domestik siaran. 4. Tugas Secara keramaian lakukan pengamatan lega hasil irigasi sreg pohon sayuran buat pertanyaan-pertanyaan intern diskusi kelompok, kumpulkan informasi maupun Ia dapat mencoba berbuat pengairan pada tanaman sayuran, Anda boleh menggunakan lawai kerja yang ada. Buat penali mulai sejak barang apa yang telah Anda amati, diskusikan dan coba, kemudian presentasikan hasil kesimpulan Anda. 140 5. Testimoni Formatif a. Kebutuhan air tanaman didefinisikan sebagai apa, jelaskan! b. Keberadaan air kerumahtanggaan persil tergantung pada apa, jelaskan! c. Jelaskan pengertian air tersuguh bagi tanaman! d. Jelaskan 6 fungsi air untuk tanaman! e. Jelaskan faktor apa saja yang mempengaruhi kebutuhan air tumbuhan (KAT)! f. Ketersediaan air akan mempengaruhi hal segala hanya, jelaskan! C. Penilaian 1. Sikap Selama pembelajaran, sikap Anda akan dinilai, penilaian sikap meliputi; sikap dalam melakukan pengamatan, sikap kerumahtanggaan urun pendapat, sikap kerumahtanggaan melakukan eksperimen/mencoba, dan sikap dalam berbuat presentasi. Penilaian akan dilakukan maka itu dua observer/tester yaitu Kiai/ibu guru dan Anda atau padanan Dia. Sira dapat menggunakan Rubrik penilaian sikap yang pintar Ruangan penilaian urun rembuk dan rubrik penyajian seperti yang tersaji lega penilaian kegiatan pembelajaran 1. 2. Keterangan Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan singkat dan jelas ! a. Jelaskan hal apa saja nan mempengaruhi jumlah air di dalam tanah! b. Keberadaan air kerumahtanggaan persil tergantung pada apa, jelaskan! 141 c. Apabila air jebah dalam tanah akan mengganggu pertumbuhan tanaman, jelaskan cak kenapa demikian!. d. Air yang suka-suka di dalam tanah boleh berkurang karena kejadian apa saja jelaskan! e. Apabila dalam jangka masa tertentu tidak ada penyisipan air oleh hujan atau maka dari itu irigasi maka hal barang apa yang akan terjadi, jelaskan! f. Jelaskan bagaimana pendirusan bawang patera harus dilakukan! g. Jelaskan bagaimana pendirusan kol dilakukan! h. Jelaskan bagaimana penyiraman selada dilakukan! 3. Kecekatan Berilah keunggulan Check list ( √) pada ruangan “ya” alias “tidak” sesuai jawaban Sira. No Kompetensi/Kegiatan Kriteria Ya Bukan a Mengukuran  Pengemasan Perabot dan kelembaban tanah dengan tensiometer bahan sesuai kebutuhan.  Memasukkan ujung keramik tensiometer kedalam tanah yang akan diukur kelembabannya.  Membaca dan mencatat ukuran tegangan puas tensiometer.  Menentukan cerminan kondisi kandungan air tanah berdasarkan skala dimensi tegangan yang diperoleh.  Menentukan persiapan lebih jauh tindakan apa yang terlazim dilakukan pasca- mengerti gambaran kelembaban petak/makanan air kapling (Baca kancing 142 Menotal kebutuhan wahi air bakal tanaman pengoperasian alat tensiometer kapling).  Rekaan sesuai jenis tanaman  Perhitungan menggunakan rumus yang tepat No Kompetensi/Kegiatan Patokan Ya Bukan c Melaksanakan teknik  Jumlah anugerah air pemberian air sesuai jenis tanaman  Pemberian sesuai kondisi tanaman  Pemberian sesuai kondisi waktu Apabila ada riuk satu jawaban “Tak” pada pelecok satu kriteria di atas, maka ulangilah kegiatan melaksanakan irigasi tanaman sayuran sebatas sesuai kriteria. Apabila jawabannnya. “Ya” pada semua kriteria, maka kamu sudah berkompetensi dalam melaksanakan irigasi tanaman sayuran. 143 Kegiatan Pembelajaran 9. Pengajiran Tanaman Sayuran. A. Deskripsi Kegiatan pembelajaran pengajiran tanaman sayuran berisikan jabaran resep materi; Variasi & bahan ajir, pengertian, faktor-faktor yang mempengaruhi pengajiran, rang & teknik pengajiran, dan pemasangan ajir. B. Kegiatan Belajar 1. Tujuan Pembelajaran Setelah menyelesaikan kegiatan pembelajaran 9 diharapkan petatar didik mampu; melaksanakan pengajiran tanaman sayuran. 2. Uraian Materi a. Mengamati jenis dan objek ajir 1). Korban yang berasal berpangkal silang kayu : Bahan ini bisa didapat bermula cabang- cabang tumbuhan penghasil tiang sebagai hasil samping berasal 144 pemangkasan silang yang tak penting ataupun tidak produktif. Kelemahan dari bahan ini mudah diserang semut putih dan persediaannya kurang. Buram 32. Cabang pohon sasaran ajir 2). Incaran yang berasal mulai sejak kaso : Bahan ini bersumber berpunca tumbuhan kaso dan biasanya tumbuh di pinggir-pinggir kali, batangnya beruas-ruas mirip tumbuhan tebu hanya diameter batangnya relatif mungil-kecil. Umumnya ajir ini cerbak digunakan oleh penanam cak bagi tanaman bin strata yang punya bahara taksir ringan. Kelemahan berusul mangsa ini mudah terputus dan lain abadi menyanggupi beban yang berat sehingga mudah tembelang dan hanya dapat dipergunakan satu musim saja pada tumbuhan yang berumur tidak lebih dari tiga bulan. 3). Bahan yang mulai sejak berbunga bambu : Beberapa jenis bambu yang yang semuanya bisa dipergunakan bagaikan bahan ajir, di antaranya :  Aur kuning biasanya banyak orang dipelihara di pekarangan- pekarangan rumah alias di taman-yojana sebagai pokok kayu solek, karena warna asfar sehingga indah di pandang. Pohon nan sudah tua bangka bisa dibelah-belah dan dipotong untuk ajir.  Bambu aur; banyak tumbuh dipematang-guri sawah dan tanah daratan dipinggiran pegunungan. Bambu ini punya ciri jarak antar bukunya relatif lebih pendek dan tanamannya tumbuh relatif lebih pendek. Awi diversifikasi ini seremonial rebungnya banyak dimakan orang dibuat sayur lodeh. Bambu jenis ini runyam dipergunakan untuk ajir, kecuali untuk tumbuhan yang diusahakan dalam sekala kerdil dan dekat dengan persil tanaman yang dibudidayakan. 145  Awi lembar; Bambu jenis ini boleh banyak orang dimanfaat buat tali sehingga jarang dipergunakan kerjakan ajir karena dagingnya nisbi tipis juga dibuat tali lebih menguntungkan. Dan awi ini pun banyak dipergunakan untuk objek gedung di pedesaan.  Buluh gombong: jenis Gambar 33. Bambu gombong bambu ini selain diameternya lebih besar dan dagingnya lebih tebal tanamannya lebih tinggi/ hierarki sehingga banyak dipergunakan orang untuk bahan konstruksi dan sangat cocok untuk bulan-bulanan pembuatan ajir. Bentuk dan teknik pengajiran Pengajiran bertujuan sepatutnya tanaman mendapatkan sinar mentari secara maksimal dengan cara menopang tanaman sedemikian rupa sehingga memperoleh kilauan matahari yang cukup buat pertumbuhannya. Hampir semua pokok kayu sayuran daun n kepunyaan postur bodi mayat yang rendah sehingga enggak terlazim diajir. Hanya terserah beberapa tanaman yang teradat diajir sebagai halnya tanaman melinjo pada saat penanamannya hendaknya dapat seram verbatim juga katuk dan tanaman jipang yang diambil pucuk daunnya. Ajir harus dipasang sedini boleh jadi yaitu dimulai pada saat tanam, pemasangan ajir nan terlambat akan mengakibatkan akar tunggang tumbuhan kemungkus, ajir dipasang 4 cm dimuka tajuk pohon terluar. Sistem pencantuman ajir bisa dilakukan dengan dua cara, yaitu sistem ajir miring dan sistem ajir tegak. 146 1). Sistem ajir serong Sistem ajir balik sesuai dengan namanya, pada sistem ini tanaman tanaman ditopang dengan ajir nan ditancapkan perot. Ajir benyot ini dipasang satu ajir bakal 1 pohon. Kemiringan ajir membentuk sudut 45 dengan jenazah tanaman. Ajir dimasukkan ke perdua-perdua percabangan, pertama, kemudian diikat dengan makao rafia atau tali lain. Ukuran ajir yakni pangkat 1,25-1,5 m lebar 4 cm, dan lebat 2,5 cm. Sisi ajir perlu dihaluskan bakal mengurangi kebinasaan mekanis akibat gesekan antara tanaman dengan ajir. Puas ujung ajir yang memusat keluar dibuat lekukan mungil. Kelukan ini cak bagi menyambat ajir dengan irisan karet yang mengikat ajir satu dengan ajir lainnya. Kelemahan berbunga sistem ajir bengot ialah diperlukan ajir kecil terlebih lalu pada saat tanaman masih muda. Plonco sehabis pokok kayu memiliki cabang utama, ajir miring dipasang. 2). Sistem ajir tegak Sistem ajir tegak boleh dilakukan dengan dua cara. Pengepakan ajir bisa dilakukan pada setiap mayat bangkai tumbuhan atau setiap 3 tanaman, dengan ukuran ajir yang sedikit farik. Lakukan setiap tumbuhan diperlukan ajir dengan matra tangga 1,25 m lebar 3 cm, dan tebal 1,5 cm, tergantung keberagaman tanamannya. Pada umumnya dengan alasan kesangkilan, sistem ajir berdiri menerapkan abstrak pemasangan satu ajir dengan satu tanaman. Ajir dipasang diantara tanaman intern satu baris.(tidak disetar tanaman). Cak bagi keperluan ini diperlukan ajir yang berukuran lebih tataran 1.25-1,5 m, lebar 4 cm, dan rimbun 2,5 cm. Antara ajir dihubungkan dengan gelagar berformat panjang minimal 6 m (tergantung keperluan), rata gigi 3 cm dan rimbun 2 cm. 147 Bila tak menunggangi gelagar maka dapat diganti dengan rayon rafia. Jarak gelagar dengan permukaaan bedengan antara 30-35 cm, persis diantara batang utama dengan percabangan pertama. Bangkai tanaman diikatkan pada ajir alias benang rafia ataupun lungsin lain. Antara ajir dan gelagar diikat dengan benang rafia alias benang kawat kecil. Plong kondisi pohon yang subur diperlukan gelagar tambahan bakal menopang percabangan, pencantuman gelagar ini jangan setakat merusak pokok kayu. Pengikatan ajir dengan tanaman Pengikatan ajir pada pokok kayu dilakukan dengan sistem angka delapan sehingga akan lebih kuat dan tidak subversif jenazah atau cabang tanaman . Pengikatan bisa diikatkan terbit ajirnya langsung pada kunarpa tumbuhan dan cabangnya dikatkan pada ajir atau lagernya. b. Faktor-faktor yang mempengaruhi pengajiran Faktor-faktor yang mempengaruhi pengajiran, diantaranya merupakan:  Jenis tanaman, hampir semua tumbuhan sayuran patera bertubuh kurang sehingga tidak memerlukan ajir.  Varietas bahan ajir, makin keras mangsa ajir semakin awet menopang tumbuhan  Cara pengajiran, cara pengajiran yang tepat akan mengurangi kerusakan tumbuhan. c. Pengisian ajir Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pengajiran: 1). Ajir (lanjaran) terbuat dari bambu atau kayu dengan panjang antara 100-175 cm. 148 2). Pengisian ajir dilakukan sedini mungkin, momen pohon masih katai akar masih sumir, sehingga akar susu tidak putus kesisipan ajir. Akar nan jejas akan menggampangkan tanaman terserang penyakit nan timbrung lewat luka. Jarak ajir dengan jenazah tanaman ± 10-20 cm. 3). Mandu memasang ajir bermacam-diversifikasi, misalnya ajir dibuat takut verbatim atau ujung kedua ajir diikat sehingga membentuk segitiga sama. Kiranya bukan dimakan rayap, ajir diolesi dengan ter atau minyak tanah. 4). Tanaman peluru nan sudah sampai ke izzah 10-15 cm harus segera diikat pada ajir. Pengikatan jangan berlebih rapat persaudaraan yang terdepan tanaman boleh berdiri. Silahkan Anda menanyakan lebih lanjut peristiwa-hal yang berkaitan dengan jenis dan bahan ajir, bentuk dan teknik pengajiran, pencantuman ajir kepada temperatur. Cak bagi memperoleh kompetensi religius (KI 1), sebelum Dia melakukan kegiatan praktek diharapkan Anda boleh mengagungkan dan menaikkan puji syukur kepada Tuhan YME atas amanah nan diberikan kepada kita seyogiannya kegiatan pembelajaran pengajiran pada tanaman sayuran dapat berjalan sesuai rencana dan Yang mahakuasa meridoinya. amin. Untuk memperoleh kompetensi sosial (Ki 2), Sira diharapkan mampu menyelami sikap teliti, cermat, disiplin, peduli dan kerjasama sebelum Anda mengepas pembelajaran pengajiran. pada tanaman sayuran 149 Silahkan Anda mencoba melaksanakan pengajiran plong pokok kayu sayuran menerobos penyaringan varietas dan mangsa ajir bersendikan diversifikasi pokok kayu sayuran yang dibudidayakan dengan: Melaksanakan pengajiran ( tumbuhan melinjo ataupun katuk). Perlengkapan dan mangsa 1) Target ajir dari batang bambu yang cukup bertongkat sendok 2) Parang 3) Gergaji 4) Pisau 5) Tanaman melinjo/katuk 6) Untai rafia Keselamatan kerja 1) Kenakan baju praktek , sepatu boot dan topi 2) Ketat bertepatan menunggangi peralatan mencolok Anju kerja 1) Lakukan do’a bersama sebelum Anda mengamalkan langkah-Langkah kerja berikutnya, sesuai visiun agama nan Ia anut. 2) Siapkan alat dan alamat 3) Hunjam kunarpa bambu sepanjang 1,5 meter 4) Belah irisan bamboo tersebut menjadi 5 bagian 5) Haluskan perbatasan belahan bambu-awi tersebut dengan parang/pisau sehingga tidak tajam lagi. 6) Tajamkan salah satu ujung belahan bamboo tersebut 7) Tancapkan pecahan bamboo tersebut takut lurus pada sisi tanaman ki pelor meninjau yang mutakadim menyentuh ketinggian 10-15 cm. 150 8) Ikatkan belahan aur pada pohon melinjo dengan kenur rafia. 9) Untuk pengajiran plong tanaman katuk seperti pada kerangka. 10) Lakukan semua langkah kerja di atas {1)-8)} dengan teliti, cermat, disiplin, peduli dan kerjasama. Silahkan Anda menganalisis dan menyimpulkan hasil pengamatan dari mendaras informasi adapun teknik pengajiran dengan hasil diskusi dan hasil mencoba melaksanakan pengajiran pokok kayu sayuran. Apakah terserah hal-situasi nan sepadan maupun farik alias perlu pengembangan, semuanya itu perlu Engkau tulis sebagai target amanat hasil pengajian pengkajian ini. Silahkan Anda mewujudkan siaran hasil pengamatan, diskusi dan hasil mencoba melaksanakan pengajiran tanaman sayuran, dengan demikian Beliau dapat mengkomunikasikan kabar tersebut dengan mempresentasikannya di depan kelas. 3. Refleksi a. Deskripsikan hal-hal yang telah Anda pelajari/temukan sepanjang pembelajaran Melaksanakan pengajiraan tumbuhan sayuran. b. Rencanakan peluasan semenjak materi penataran tersebut baik sikap, pengetahuan ataupun keterampilannya. c. Beralaskan informasi yang diperoleh berikan input terhadap pembelajaran berikutnya secara verbal kerumahtanggaan diskusi kerubungan di papan bawah dan dalam makrifat. 4. Tugas 151 Secara gerombolan cak bagi pengamatan pada hasil pengajiran pada pokok kayu sayuran buat pertanyaan-cak bertanya kerumahtanggaan sumbang saran kelompok, kumpulkan informasi atau Anda bisa mencoba melakukan pengajiran pada tanaman sayuran, Kamu dapat menggunakan lembar kerja yang ada. Buat kesimpulan berasal apa nan telah Ia amati, diskusikan dan coba, kemudian presentasikan hasil kesimpulan Anda. 5. Tes Formatif a. Pemasangan ajir dimaksudkan untuk barang apa jelaskan! b. Jelaskan jenis-tipe incaran yang bisa digunakan sebagai ajir! c. Jelaskan apa belaka harapan dari plong pengajiran! d. Sekadar ada beberapa tanaman sayuran patera yang perlu diajir, jelaskan segala apa semata-mata tumbuhan tersebut! e. Ajir harus dipasang sedini bisa jadi yaitu dimulai pada saat tanam atau maksimal 1 bulan pasca- penanaman, jelas mengapa demikian! f. Pengepakan ajir dapat dilakukan intern dua macam kontruksi/bentuk, jelaskan kedua gedung/bentuk tersebut! C. Penilaian 1. Sikap Selama penataran, sikap Anda akan dinilai, penilaian sikap meliputi; sikap kerumahtanggaan mengerjakan pengamatan, sikap dalam diskusi, sikap dalam melakukan eksperimen/menyedang, dan sikap dalam melakukan presentasi. Penilaian akan dilakukan makanya dua observer/penilai merupakan bapak/ibu guru dan Anda maupun teman Sira. 152 Anda bisa menunggangi rubrik penilaian sikap yang berisi rubrik penilaian diskusi dan rubrik pengajuan seperti yang tersaji pada penilaian kegiatan pembelajaran 1. 2. Pesiaran Jawablah soal di bawah ini dengan sumir dan jelas ! a. Pengepakan ajir dimaksudkan lakukan apa jelaskan! b. Jelaskan kelemahan berpangkal bahan kayu sebagai bahan ajir! c. Jelaskan kelemahan dari bulan-bulanan kaso bagaikan bahan ajir! d. Jelaskan kelebihan bambu gombong sebagai bahan ajir! e. Kapan musim yang tepat untuk pemasangan ajir, jelaskan! f. Bagaimana akibat keterlambatan pencantuman ajir pada tumbuhan, jelaskan! g. Jelaskan kelebihan dan kelemahan dari sistem ajir bengot! h. Jelaskan bagaimana prinsip pengikatan ajir pada pokok kayu dilakukan! i. Jelaskan faktor-faktor nan mempengaruhi pengajiran. 3. Kelincahan Berilah tanda Check list ( √) pada ruangan “ya” maupun “tak” sesuai jawaban Sira. No Kompetensi/Kegiatan Standar Ya Enggak a Mengidas bahan ajir Alamat nan dipilih sesuai tipe b Melaksanakan tanaman pengajiran tanaman  Pengisian ajir dilakukan sedini mana tahu, ketika tanaman masih kecil akar 153 masih pendek.  Akar tidak putus garu ajir  Jarak ajir dengan batang pohon ± 10-20 cm. Apabila suka-suka salah satu jawaban “Enggak” sreg salah satu kriteria di atas, maka ulangilah kegiatan melaksanakan pengajiran tanaman sayuran sampai sesuai kriteria. Apabila jawabannnya. “Ya” pada semua kriteria, maka anda mutakadim berkompetensi dalam melaksanakan pengajiran tanaman sayuran. Kegiatan Penelaahan 10. Pemangkasan pada Tanaman Sayuran. A. Deskripsi Kegiatan pembelajaran pemangkasan tanaman sayuran berisikan uraian pokok materi; Neko-neko pemangkasan, babak pokok kayu yang perlu dipangkas, definisi pemangkasan pada tanaman sayuran, faktor-faktor yang mempengaruhi pemangkasan, dan pelaksanaan pemangkasan. B. Kegiatan Membiasakan 1. Maksud Pembelajaran Setelah menyelesaikan kegiatan pembelajaran 10 diharapkan pesuluh didik mampu; melaksanakan pemangkasan pada tanaman sayuran sesuai standar teknik pemangkasan puas tanaman. 2. Uraian Materi a. Macam-macam pemangkasan 154 Makrifat segala hanya yang boleh Anda peroleh bila mengamati proses pemangkasan? Lakukan menjawab peristiwa itu Anda perlu mempelajari materi berikut ini: Pemangkasan nan dikenal dewasa ini dapat dibedakan atas 3 sistem pemangkasan yakni: 1) Pemangkasan bentuk 2) Pemangkasan pemeliharaan 3) Pemangkasan produksi Pelaksanaan pemangkasan ini, nantinya akan menentukan penggalan- fragmen mana yang tumbuhnya bukan dikehendaki, sehingga akan mempermudah dalam pembuangan atau pemangkasan. Bagian pokok kayu nan teradat dipangkas Pemangkasan maupun pembuangan bagian tanaman yang tumbuhnya lain dikehendaki, boleh dilakukan selepas batang, cabang, ranting atau daun ditentukan terlebih terlampau. Bakal dapat memahami atau menentukan bagian yang akan dipotong tersebut maka, kita harus memafhumi jenis pemangkasan. Pemangkasan beralaskan jenis dan tujuannya masing – masing tersebut diantaranya sebagai berikut : 1). Pemangkasan bentuk Pemangkasan ini dilakukan bakal menciptakan menjadikan pohon tersebut mempunyai kerangka (frame) pokok kayu yang tidak terlalu tinggi, mendapatkan percabangan yang kuat serta merata kesegala sisi, terbentuknya tanjuk yang ideal dan dapat pula mempercepat pokok kayu tersebut berdampak. Hendaknya tanaman tidak tumbuh begitu tinggi, maka terbiasa adanya pemangkasan pucuk (pemenggalan), guna menghentikan pertumbuhan ke atas dan memberikan kesempatan cabang-cabang primer (samping), boleh mundur. 155 Penggunaan cara tersebut lega tumbuhan ki pelor akan diperoleh pertumbuhan yang bertambah luas dan melebar. 2). Pemangkasan pemeliharaan Pemangkasan pemeliharaan merupakan pemangkasan yang bermaksud kerjakan mengurangi rimbunya pohon atau tumnbuhnya cagak – cabang plonco yang tidak dikehendaki, dengan demikian sinar matahari dapat timbrung serta boleh diterima dengan cukup, hal ini sangat berpengaruh terhadap pokok kayu, karena tumbuhan tersebut bisa terhindar dari tumbuhnya serat dan jamur yang dapat negatif pertumbuhan tanaman. Pemangkasan pemeliharaan ditujukan bagi mempertahankan habitus pohon yang sudah dibentuk, agar bentuk pokok kayu tetap baik dengan percabangan nan seimbang, sehingga arus patera setia merata. Pemangkasan pemeliharaan dilakukan pada tanaman non bakir, yaitu sehabis tanaman mengalami pemangkasan rencana. 3) Pemangkasan produksi Pemangkasan produksi, dilakukan untuk membuang cabang- cabang pokok kayu nan tidak produktif (seperti : cabang yang tumbuhnya ke arah dalam/ menggantung, cabang sangar, cabang yang terserang wereng dan masalah, simpang yang pertumbuhannya saling melintang/ tindih yang membentuk tajuk pohon bersisa rimbun), dengan pemangkasan produksi, diharapkan produksi tanaman meningkat karena cabang-cabang yang bukan produktif berkurang, sehingga mengurangi kelembaban dan menambah intensitas sinar matahari bagi daun. Pemangkasan Pokok kayu Melinjo 156  Dilakukan kiranya tidak bersemi plus tataran, memudahkan privat memungut hasil.  Mempermudah pengontrolan wereng dan kelainan.  Cabang akan semakin banyak sehingga anak uang juga semakin banyak.  Kesamarataan berat tanaman terpelajar sehingga tanaman berasal dari menyuntikkan atau stek yang perakarannya tohor tidak mudah anjlok. Pemangkasan peremajaan Pemangkasan pembaharuan adalah penggalan pemangkasan yang bertujuan bikin memperlakukan tumbuhan yang telah tua dan tumbuhan yang tidak berproduktif menjadi muda sonder mengamalkan reboisasi kembali. Pemangkasan ini dilakukan dengan mandu memangkas dahan tumbuhan tersebut, serta pemotongan pada batang pokok tanaman, dengan kondisi keadaan tanaman tersebut sudah tak memenuhi syarat bikin dipertahankan. Pada prinsipnya peremajaan dengan rujuk dahan ataupun batang pokok ini, tidak hanya bikin membuat pokok kayu tersebut menjadi muda sekali lagi, akan tetapi tujuan nan terdahulu merupakan memperbaiki sifat – sifat pohon yang invalid baik. Pembaruan ini dilakukan dengan cara mengeluh atau mengokulasi tunas – taruk nan tumbuh setelah pemangkasan dengan entres/ain recup yang bersal dari tanaman sejenis nan kian baik sifatnya. Pelaksanaan pemangkasan secara masyarakat Pemangkasan nan akan dilakukan, baik itu pada pemangkasan susuk, pemangkasan pemeliharaan alias pemangkasan peremajaan 157 agar dilakukan dengan baik dan ter-hormat menurut tujuannya masing – masing, sehingga mendapatkan tanaman nan ideal dan sesuai dengan nan diharapkan. Agar mendapatakan pangkasan yang baik semoga diketahui bagian – fragmen pohon yang akan dipangkas/dipotong. Menerangkan lahan setelah pemangkasan Sasaran sisa pemangkasan dibuang dari areal tumbuhan sesuai prosedur perusahaan. Korban cerih pemangkasan dikumpulkan dan dibuang atau dibuat kompos. Situasi ini untuk menjaga kebersihan lahan. Mengontrol iradiasi Tindakan pengontrolan yang dilakukan menurut petunjuk penanggung jawabnya. Hasil pengontrolan dicatat dan digunakan sebagai pedoman pelaksanaan pemangkasan. Faktor-faktor yang mempengaruhi pemangkasan Silahkan Anda cari informasi tentang factor-faktor yang mempengaruhi pemangkasan, diskusikan dengan padanan Anda ataupun Engkau dapat menanyakan hal tersebut kepada guru. Silahkan Ia meminang lebih lanjut peristiwa-hal nan berkaitan dengan kriteria episode tanaman yang mesti dipangkas dan cara pemangkasan kepada guru. Untuk memperoleh kompetensi religius (Ki 1), sebelum Beliau melakukan kegiatan praktek diharapkan Engkau dapat mengagungkan dan menaikkan puji syukur kepada Tuhan YME atas amanah nan diberikan kepada kita sebaiknya kegiatan penelaahan pemangkasan pemeliharaaan puas tanama1n58 sayuran dapat berjalan sesuai rencana dan Tuhan meridoinya. amin. Lakukan memperoleh kompetensi sosial (Bopeng 2), Anda diharapkan gemuk menghayati sikap teliti, hemat, disiplin, peduli dan kerjasama sebelum Anda mengepas penataran pemangkasan perawatan pada tanaman sayuran. Silahkan Anda mencoba melaksanakan pemangkasan pemeliharaaan pada tanaman sayuran dengan menggunakan: Alat dan objek 1) Gunting stek 2) Gergaji 3) Pisau 4) Tanaman peluru/katuk Keselamatan kerja 1) Kenakan rok praktek , sepatu boot dan topi 2) Lever-hati sewaktu menggunakan peralatan radikal Langkah kerja 1) Lakukan do’a bersama sebelum Beliau melakukan langkah-Langkah kerja berikutnya, sesuai ajaran agama yang Anda anut. 2) Siapkan organ dan bahan 159 3) Lakukan pemotongan dengan gergaji/parang pada ceranggah berikut ini:  Cabang nan rimbun dikurangi kerimbunannya dengan membuang fragmen cabang nan tumbuh ke dalam, cabang ini boleh dipotong lampau atau kira-kira tersisa 1 cm dari pangkal cabang.  Cabang lindu tapi masih cukup produktif tidak dipotong silam, saja disisakan sedikit kian 15 cm berpunca pangkal cabang ini dimaksudkan biar nantinya masih dapat menciptakan menjadikan simpang bau kencur kembali.  Cabang tua yang produktif pula tidak dipotong habis, karena terbit medan potongan ini diharapkan boleh tumbuh cagak baru lagi.  Simpang yang merecup bertindihan, cabang pesong, cabang palsu dan tunas air mesti dipotong habis.  Lakukan semua langkah kerja di atas dengan teliti, cermat, kepatuhan, peduli dan kerjasama. Silahkan Anda menganalisis dan memendekkan hasil pengamatan dari membaca pengetahuan tentang neko-neko pemangkasan, rajah dan teknik pemangkasan, pelaksanaan pemangkasan pada pohon sayuran dengan hasil menanya dan hasil mencoba pelaksanaan pemangkasan tanaman sayuran. Apakah terserah situasi-kejadian yang sama atau berbeda alias perlu peluasan, semuanya itu perlu Ia catat bak alamat laporan hasil pembelajaran ini. Silahkan Anda membuat deklarasi hasil pengamatan, sawala dan hasil mencoba melaksanakan pemangkasan berlandaskan jenis pohon sayuran, dan kriteria episode tumbuhan yang perlu dipangkas, sehingga Ia dapat mengkomunikasi-kan butir-butir tersebut dengan mempresentasikannya di depan kelas. 3. Refleksi 160 a. Deskripsikan hal-hal nan telah Anda pelajari/temukan selama pembelajaran Melaksanakan pemangkasan tumbuhan sayuran. b. Rencanakan pengembangan berusul materi penerimaan tersebut baik sikap, pengetahuan atau keterampilannya. c. Berdasarkan informasi yang diperoleh berikan input terhadap penelaahan berikutnya secara lisan dalam urun pendapat kelompok di kelas dan dalam deklarasi. 4. Tugas Secara kerubungan lakukan pengamatan pada hasil memangkasan tanaman sayuran, cak bagi pertanyaan-pertanyaan dalam diskusi kerubungan, kumpulkan mualamat ataupun Anda bisa menyedang mengerjakan pemangkasan puas tanaman sayuran, Beliau dapat menggunakan lembar kerja yang suka-suka. Cak bagi kesimpulan pecah apa nan mutakadim Anda amati, diskusikan dan coba kemudian presentasikan hasil kesimpulan Anda. 5. Tes Formatif a. Pemangkasan bentuk dilakukan untuk apa? jelaskan! b. Pada detik pron bila pemangkasan bentuk dilakukan? jelaskan! c. Jelaskan bagaimana pemangkasan rancangan dilakukan! d. Pemangkasan perlindungan dilakukan buat apa, jelaskan! e. Bilamana pron bila pemangkasan pemeliharaan dilakukan? f. Pemangkasan peremajaan dilakukan bakal apa, jelaskan! 161 C. Penilaian 1. Sikap Selama pengajian pengkajian, sikap Ia akan dinilai, penilaian sikap meliputi; sikap dalam mengamalkan pengamatan, sikap dalam sumbang saran, sikap internal melakukan eksperimen/mencoba, dan sikap dalam melakukan presentasi. Penilaian akan dilakukan makanya dua observer/penilai merupakan kiai/ibu hawa dan Anda atau rival Anda. 2. Butir-butir Jawablah tanya di sumber akar ini dengan pendek dan jelas ! a. Pemangkasan pemeliharaan adalah pemangkasan nan bertujuan untuk apa? jelaskan! b. Pemangkasan pemeliharaan dilakukan lega saat kapan? jelaskan! c. Pada tanaman yang bagaimana dilakukan pemangkasan perawatan! d. Jelaskan cara pemangkasan percabanagan ini dilakukan! e. Kapan kapan pangkasan rumpil dilakukan? f. Jelaskan pendirian pemangkasan ringan atau pewiwilan dilakukan! g. Jelaskan tujuan pemangkasan akar! h. Pemangkasan peremajaan ialah babak pemangkasan yang bertujuan bakal segala? jelaskan i. Jelaskan cara mengerjakan pemangkasan peremajaan! 3. Keterampilan Berilah tanda Check list ( √) pada kolom “ya” ataupun “tidak” sesuai jawaban Kamu. 162 No Kompetensi/Kegiat Patokan Ya Tidak 163 an a Melaksanakan  Dilakukan pada tumbuhan Pemangkasan nan masih taruna bentuk  Pangkasan diawali dipangkal cabang (primer)  Pemangkasan pada cabang sekunder, sama seperti pemangkasan silang primer  Hasil pangkasan merecup banyak tunas baru  Tunas baru dibiarkan bertunas sampai usianya sekitar setahun  Dipilih lagi tunas yang baik, yang tumbuhnya menyebar, abadi dan tak minus, kemudian disesuaikan dengan pola diinginkan  Menyuruti simpang- simpang yang lain inginkan. b Melaksanakan  Dilakukan terhadap pemang-kasan semi air, cabang primer pemeliharaan dan yang telah jompo dan tidak produktif congah, cabang primer yang terserang hama ki aib, cagak serong, silang liar, cabang yang kering dan daun – daun.  Simpang yang rimbun dikurangi kerimbunannya dengan membuang bagian cabang yang tumbuh ke kerumahtanggaan, cabang ini dipotong silam atau kira-kira tersisa 1 cm dari pangkal silang.  Cabang guncangan tapi masih patut produktif tidak dipotong silam, tetapi disisakan terbatas lebih 15 cm dari pangkal cabang  Silang tua yang produktif juga tidak dipotong lewat,  Silang yang tumbuh tumpang tindih, cabang miring, cabang gelap dan semi air dipotong habis.  Bahan tahi pemangkasan dikumpulkan dan dibuang atau dibuat bunga tanah  Dilakukan pengontrolan penyinaran Apabila ada pelecok satu jawaban “Tidak” pada salah suatu kriteria di atas, maka ulangilah kegiatan melaksanakan pemangkasan tumbuhan sayuran hingga sesuai tolok. Apabila jawabannnya. “Ya” pada semua patokan, maka anda sudah berkompetensi privat melaksanakan pemangkasan tanaman sayuran 164 Kegiatan Pembelajaran 11. Pengendalian Organisme Pengganggu Pohon (OPT) Pokok kayu Sayuran A. Deskripsi Kegiatan pembelajaran pengendalian organisme pengganggu tumbuhan sayuran berisikan jabaran ki akal materi; Jenis OPT pada pohon sayuran, Perlengkapan & bahan pengendali OPT, definisi organisme pengganggu tanaman (OPT), dan pelaksanaan metode pengendalian OPT. B. Kegiatan Belajar 1. Tujuan Penelaahan Setelah menyelesaikan kegiatan pembelajaran 11 diharapkan peserta didik bernas; menerapkan teknik pengendalian organisme pengganggu pokok kayu (OPT) tanaman sayuran. 2. Uraian Materi a. Menuduh jenis OPT pada tanaman sayuran Terserah beberapa kaidah nan boleh digunakan untuk pengamatan/ pemantauan/monitoring hama dan penyakit tanaman, seperti; pengamatan secara koheren dengan menentukan sejumlah tumbuhan pola seumpama obyek pengamatan yang mewakili tanaman lainnya, ataupun secara acak dimana pokok kayu contoh lain ditentukan doang diambil secara sewenangwenang. 165 Penentuan tanaman contoh untuk Rang 34. Skema pengambilan diamati, bisa dilakukan tanaman contoh, diantaranya secara diagonal, yakni secara sistematis tanaman yang diamati kaya rancangan diagonal intim pada garis diagonal didalam petak/blok pengamatan nan telah terlebih adv amat ditentukan. (tulangtulangan 34) Ada banyak keberagaman golongan hama yang mengganggu pokok kayu yang terdiri dari dua golongan besar yakni; vertebrata (fauna bertulang belakang) dan Invertebrata (sato tidak bertulang pinggul). Hama dari gerombolan vertebrata yang sering kecam tanaman sayuran antara lain merupakan; gajah, ciling, tikus, kera, tupai, kelinci dan sebagainya, sementara itu dari keramaian invertebrata diantaranya merupakan; bernga, kepik, kutu patera, kumbang, tungau dll. Bilang jenis wereng yang sering mengganggu tanaman sayuran patera antara lain; Thrips, Aphis, Tungau Bagan 35. Beberapa contoh hama tanaman sayuran (Thrips, Aphis, Tungau) 166 Buram kehancuran oleh sebab hama Berdasarkan bentuk kerusakannya pada suatu pokok kayu, dapat diketahui wereng apa yang melakukan kebinasaan sreg suatu tanaman, karena setiap hama akan meninggalkan lepasan aktifitasnya di suatu tanaman. Hama dari gerombolan fauna vertebrata, seperti mana gajah, kartu ceki hutan, tikus dan sebagainya akan meninggalkan jejak alias bentuk kebinasaan yang jelas berlandaskan kebiasaan dabat tersebut negatif, misalnya gajah akan meninggalkan jejak atau bagan kerusakan kasatmata injakannya, tumburan badannya, atau kebinasaan oleh belalainya. Wereng dari keramaian in-vertebrata, utamanya serangga akan menghindari bentuk kerusakan sesuai dengan type perkataan berpunca pada insek nan berbuat gempuran. Cak semau beberapa type mulut serangga nan tiap-tiap type menyebabkan fasad dengan bentuk yang berbeda-tikai. Berdasarkan type congor ini dapat diketahui jenis pokok kayu yang melakukan serangan. Pada dasarnya organ mulut serangga bisa digolongkan menjadi tiga tipe penting, yaitu; a) Mandibulate untuk memotong/menggigit dan mengunyah bahan kas dapur padat, b) Haustelate untuk mengambil mangsa cair atau korban peranakan nan terlarut. c) Kombinasi, untuk mencuil bahan lambung padat atau cairan Kemudian ketiga tipe tersebut dapat dikembangkan lagi menjadi beberapa tipe, sebagai halnya plong Tabulasi berikut; 167 Tabel 1. Empat Contoh Type Ucapan Serangga Hama No Tipe Mulut Lembaga Kerusakan Kelompok serangga 1 Menggigit- hama Adanya kancah gigitan mengunyah nan dimulai berusul Lepidoptera, Coleoptera, pinggir daun, dan Orthoptera. Contoh ; 2 Menusuk- ataupun adanya kancah Spodoptera sp., Agrotis mengisap gigitan puas bagian sp., Heliothis sp., Oryctes sp 3 Meraut- perdua daun Hemiptera, contoh: mengisap Bercak Kepik; Cenangau 4 Menggerek abang/coklat/ Thysanoptera, acuan; Thrip sp hitam panggung Diptera (belatung) hisapan pada daun, Coleoptera buah, atau mayit pokok kayu alias adanya patek/bintil pada daun atau buah Adanya calit- calit putih plong daun dan daun menjadi riuk bentuk Adanya bekas gerekan pada patera (terlayang oleh jangat luar patera/epidermis), gerekan pada ranting, cabang maupun bangkai tanaman Kerangka kerusakan oleh sebab penyakit Bentuk kerusakan oleh sebab penyakit dapat diuraikan sebagai berikut: a) Hiperplasia Hiperplasia yakni pertumbuhan luar resmi oleh ekstensi ataupun pembengkakan pengasingan-hotel prodeo, dinamakan juga hipertropi yang menunjukkan pertumbuhan yang asing biasa dari satu organ tumbuhan dari segi 168 ukuran, seperti keriting (curl), kudis(scab), Puru-patek(gall), bintil- bintit (knots). b) Hipoplasia Hipoplasia adalah pertumbuhan yang mengecil berusul bagian pokok kayu dengan kekurangan sel-bui, seperti kecil, pokok kayu bukan dapat mencapai ukuran yang normal, disebabkan maka dari itu, infeksi kuman, virus. c) Kekeringan alias layu Ciri problem layu ialah gugurnya daun-daun yang diikuti keringnya batang dan matinya taruk-tunas kadang akar tidak berfungsi kembali, keadaan ini dapat disebabkan bakteri, jamur, nematoda, larva Coleoptera, larva Diptera, larva Lepidoptera, alias oleh rayap. Misalnya ofensif bakteri Pseudomonas sp , mencerca pembuluh pengangkut sreg tanaman sehingga pembuluh tsb munjung bakteri, perkembangan air tertunda tidak bisa menjejak patera, akhirnya daun menjadi layu. Tumbuhan layu oleh sebab pathogen ini, apabila batangnya dipoto ng melintang akan kelihatan penampang melintang berwarna coklat apabila kita pijat akan keluar lendir nan berwarna putih yang merupakan massa jutaan patogen, sedangkan tanaman yang layu makanya sebab kawul tidak mengecualikan gelema. d) Nekrosa Merupakan matinya beberapa jaringan tanaman maka dari itu karena jamur, bibit penyakit, virus, defisiensi unsur hara atau oleh sebab insek. Beberapa acuan nekrosa, antara lain adalah; 169 1) Bercak-calit daun (leaf spot), adalah bercak nekrosa yang mempuyai batas-batas tegas, disebabkan oleh kawul, merupakan hasil inpeksi lokal, dimana pertumbuhan cendawan terhalang maka itu jaringan pemisah, misalnya infeksi oleh Cercospora sp sreg tanaman kacang-kodian dsb. 2) Holonecrosa nyata garis (streak) dan jalur (stripe), 3) Busuk gersang (dry rot) busuk basah (wet rot) 4) Busuk basah, merupakan nekrosa ingusan dan basah. Eksemplar bermula bakteri Erwinia carotovora, tanaman yang terserang daunnya bercak berair kemudian warnanya berubah menjadi kecokklatan, busuk lunak berlendir, bakteri ini banyak menyerang pokok kayu sayuran, dan yunior menyerang apabila ada bagian pohon yang jejas. Memperhatikan gejala kerusakan pada tanaman berdasarkan transisi warna dan kenampakan permukaannya Terjadinya perubahan dandan fragmen tumbuhan, dapat berupa; a) Patera menguning; karena serangan jamur, bakteri, virus, kekurangan air, atau karena defisiensi anasir hara. b) Calit kuning karena infeksi virus daun menjadi mozaik., karena defisiensi molekul hara, dsb. c) Bercak coklat karena infeksi cendawan Mencocokkan gejala kerusakan nan sudah diamati dengan sentral deskripsi . Untuk mencocokkan gejala kerusakan yang sudah lalu diamati dengan taktik deskripsi, terlebih lalu perlu diketahui cerminan hasil pengamatan dari rancangan kerusakan , perubahan warna dan kenampakan permukaannya tersebut. Karena itu terlazim digambar dan dideskripsikan secara jelas bentuk kerusakan, perubahan warna dan kenampakan 170 permukaannya tersebut sesuai dengan fakta yang cak semau kemudian dicocokkan dengan taktik deskripsi alias teks yang terserah. Kegiatan identifikasi tersebut dapat menggunakan tabel sbb: Diagram 2. Identifikasi Gejala Kehancuran Tumbuhan. Nama Bentuk Fasad Perubahan Warna Kecocokan Pohon dan Kenampakan dengan kunci deskripsi atau * Contoh Gambar Deskripsi Gambar Deskripsi pustaka yang Selada Ciri-ciri Ciri-ciri cak semau Noda- Noda Terserah kecocokan noda coklat dengan daun ditengah penyakit yang dikeliling bercak daun mempuyai i maka dari itu oleh jamur perenggan- warna batas kuning tegas Mengamati dan mencocokkan hama yang mengaibkan dengan buku deskripsi hama Mudah-mudahan dapat dicocokkan dengan kunci deskripsi atau sentral determinasi maka wereng nan diamati perlu digambar dan dideskripsikan terlebih dulu ciri-cirinya. Untuk kegiatan tersebut dapat digunakan tabel seperti berikut: Tabel 3. Pengamatan dan Pencocokan Wereng nan Mengecap dengan Kunci Deskripsi Hama 171 Logo Rangka Deskripsi Ciri-ciri Kecocokan dengan Tanaman Hama Hama kunci deskripsi ataupun wacana yang terserah * contoh Lembaga Aphis sp Kerangka seperti biji pelir Cak semau kecocokan Selada alpokat/pear, dengan kutu daun berukuran 4-8 mm, bertubuh sabar, banyak yang berwarna hijau dan ujung abdomen/perut runcing, ada nan bersayap suka-suka yang tidak, membedakan embun istri muda Menentukan varietas hama dan penyakit nan diketemukan Menentukan jenis wereng yang mengecap tanaman berdasarkan jenis hama dan gejala serangan yang sudah lalu dicocokkan dengan “Trik Deskripsi”. Bakal menentukan variasi hama yang menghakimi pokok kayu, wajib diketahui bagaimana gambaran dan deskripsi; hama serta tanaman yang terserang oleh hama tersebut. Bagi kegiatan ini bisa digunakan tabel begitu juga berikut: Tabel 4. Penentuan Jenis Wereng yang Menyerang Tanaman Berdasarkan Varietas Wereng dan Gejala Serangan 172 Keunggulan Tanaman Rangka dan Deskripsi Tipe Wereng Jenis wereng Gejala serbuan Contoh *Selada Bentuk Gambar tanaman Aphis sp Aphis sp cabe terserang Aphis Menentukan diversifikasi penyakit nan menyerang beralaskan hasil pengamatan terhadap gejala kerusakan Bikin menentukan jenis ki aib yang menyerang tumbuhan terlazim diketahui bagaimana paparan dan deskripsi tanaman yang terserang maka dari itu kebobrokan tersebut kemudian gambaran dan deskripsi tersebut dicocokkan dengan taktik deskripsi alias dengan wacana nan dapat dipertanggung jawabkan. Untuk kegiatan ini dapat digunakan diagram seperti berikut. Tabel 5. Penentuan Tipe Penyakit yang Kecam Pokok kayu Nama Bagan dan Deskripsi Gejala Keberagaman Penyakit Tanaman Kehancuran pohon makanya Penyakit *Konseptual Bercak patera makanya Gambar pokok kayu Kc.tanah Cercospora sp Selada terserang Cercospora Varietas hama nan sering menyerang tumbuhan bayam diantaranya ulat daun, kutu patera, pengorok patera dan belalang. Sekiranya terdesak harus 173 menggunakan insektisida, gunakan variasi insektisida nan aman dan mudah terurai seperti insektisida ilmu hayat, insektisida nabati atau insektisida piretroid sintetik. Sedangkan penyakit biasanya tekor mudarat tanaman bayam terutama jika lingkungan sekeliling pertanaman terpelihara, sama dengan drainase baik, cahaya matahari maksimum dan pemupukan tidak terlalu banyak. Penyakit nan gegares dijumpai yaitu rebah kecambah (Rhizoctonia solani) dan penyakit karat putih (Albugo sp.) OPT penting yang mengamati tanaman Caisim/Caisin adalah ulat patera kubis (Plutella xylostella). Hama yang mengamati tumbuhan Kodok antara tak belatung grayak (Spodoptera litura F), kutu daun (Myzus persicae Sulz) dan Aphis gossypii. Sedangkan penyakit yang dapat menuding batang tanaman Kangkung antara lain masalah karat ceria yang disebabkan oleh Albugo ipomoea reptans. Gejala ki kesulitan ini berupa pustul–pustul (bintik berwarna putih) di jihat daun arah bawah mayat. Wereng dan keburukan yang sahih menyerang budidaya Selada keriting adalah andai berikut:  Jangel (Bradybaena similaris ferussac ), bentuknya seperti kerang berukuran 2 cm. Hama ini mencacat pohon di segala umur. Biasa bersembunyi pada pangkal patera bagian internal. Terjangan hama ini takhlik daun berlubang.  Tangek (Parmalion pupilaris humb), bentuknya mirip dengan jangel namun lain n kepunyaan siput. Akibat serangannya sejajar membuat gorong-gorong pada daun. Hama ini lebih banyak mengamati di musim kemarau dibanding musim hujan.  Busuk lunak (soft rot ), penyebabnya mikroba Erwinia Carot ovora. Kebobrokan ini mengupas adegan daun. Terjangan dimulai dari riol daun, dandan daun menjadi coklat kemudian layu. Selain boleh 174 mengupas tumbuhan yang masih ditanam, penyakit ini juga bisa menyerang Selada yang siap diangkut ke pasar.  Busuk pangkal daun, penyebabnya Felicularia Filamentosa. Ki kesulitan ini menyerang pangkal daun, ofensif konvensional terjadi menjelang panen. Hama yang banyak ditemukan di pertanaman bawang daun antara tak yakni ulat lahan Agrotis sp. (menyebabkan layon terpotong dan putus sehingga pohon mati), Spodoptera exigua (ulat mago bawang yang meratah daun bawang daun), dan Thrips tabaci (menghisap cairan daun). Penyakit yang menyerang tanaman bawang daun merupakan Erwinia carotovora dengan gejala nyata kemungkus lunak, basah dan mengeluarkan bau yang tak enak, selain itu kembali terjangan Alternaria porri (bercak ungu) yang mencaci patera. OPT utama yang menyerang tanaman katuk antara lain ulat daun, kutu daun, tembelang akar susu dan layu bibit penyakit. Pengendalian OPT dilakukan tergantung pada jenis OPT yang memperhatikan. Kaidah pengendalian dilakukan antara tidak dengan cara sanitasi lahan, pergiliran tanaman dan penggunaan racun hama secara selektif sesuai rekomendasi yang dianjurkan. Penggunaan racun hama tersebut harus dilakukan dengan benar baik pemilihan keberagaman, dosis, volume semprot, pendirian permohonan, jeda dan waktu aplikasinya. OPT penting yang mengkritik tumbuhan selada antara lain kutu daun (Myzus persicae) dan kelainan busuk akar tunjang karena Rhizoctonia sp. Pengendalian OPT dilakukan tergantung lega OPT yang menyerang. Apabila diperlukan pestisida, gunakan racun hama yang aman sesuai kebutuhan dengan memaki ketepatan pemilahan 175 jenis, dosis, volume suntikan, waktu, pause aplikasi dan mandu permohonan. OPT terdahulu yang mencela tumbuhan kubis antara tak ulat daun kubis, ulat krop kol, bengkak akar, busuk hitam, busuk lunak, calit daun, penyakit embun debu, dsb. Gambar 36. Wereng Plutella xylostella lega pohon kubis (Foto : Tonny K. Moekasan) Gulma harus segera ditangani pada seledri yang ditanam dengan cara jauhar langsung karena pertumbuhan kecambahnya lalu lambat, sehingga kadang pertumbuhan awalnya tidak berharta bersilaju dengan gulma. OPT yang menyerang tanaman seledri antara tak laler pengorok daun, noda daun basil, busuk lunak bakteri, ki aib fusarium, penyakit endemi serkospora, rebah kecambah, busuk akar, dan beraneka macam spesies virus. Pengendalian OPT dilakukan tergantung pada OPT yang menyerang. Apabila diperlukan pestisida, gunakan pestisida yang lega dada sesuai kebutuhan dengan dosis yang sesuai petunjuk. 176 b. Metode pengendalian dan pelaksanaan pengendalian OPT 1) Pengendalian secara kultur teknis Pengendalian secara peradaban teknis yakni kegiatan budidaya/bersua dengan tanaman apapun yang dilakukan dengan tujuan hendaknya populasi HPT tak menyebabkan terjadinya serangan yang merugikan secara ekonomi. Pengendalian OPT secara kebudayaan teknik, mencakup;  Penggunaan/pemilihan jauhar/esensi yang sehat  Penggodokan tanah  Sanitasi  Fertilisasi  Irigasi  Tanam serempak  Rotasi/pergiliran tumbuhan dan tumpang sari  Penanaman tanaman jerat, cover crop dll Berlatih pengendalian OPT secara berdapat tanam dapat merubah paradigma pengendalian OPT. Merencanakan agroekosistem dengan baik dan ter-hormat n domestik hamparan budididaya sayuran penting:  Menciptakan agroekosistem yang mapan dan rani mengendalikan populasi OPT di asal ambang ekonomi  Secara “otomatis” mengimpitkan populasi OPT “sonder melakukan” pengendaian OPT. 2) Pengendalian hama dan keburukan secara fisik Pengendalian hama dan penyakit secara fisik umumnya dilakukan makhluk dengan cara mengambil langsung hama atau bagian tanaman nan terserang hama atau terkena penyakit. Mencoket atau menangkap hama dapat dilakukan dengan bermacam rupa mandu misalnya dengan menggunakan kisa serangga, atau 177 perangkap, sama dengan perangkap warna kuning dari lembaran plastik kerjakan menggelandang insekta di lahan pembibitan, sehingga serangga kecil dapat tertuju dan mati. Gambar 37. Penggunaan perangkap kuning (yellow trap) 3). Metode pengendalikan hama secara alami Penggunaan repellent berupa tumbuhan penolak wereng Tanaman pencegah hama ialah pokok kayu yang lain disukai makanya beberapa hama oleh karena bau-bauan nan dikeluarkan tanaman tersebut, rencana dan warna patera/bunga yang khas yang tidak disukai hama. Sehingga sekiranya tanaman penangkis hama/ repellent tersebut ditanam di sekitar tanaman utama maka wereng akan menjarang berpangkal tanaman utama. 178 Tanaman yang dapat menjadi penangkis hama/ repellent antara lain: Kenikir, Dasun patera, Kemangi, Serai, Tomat, Seledri dan sebagainya. Gambar 38. Tanaman selada dengan repellent kenikir Contoh tanaman yang boleh digunakan bak repellent adalah; Kenikir, Tomat, Kemangi, Seledri dsb Gambar 39. Beraneka macam jenis tanaman kenikir (Tagetes sp) Pemakaian pestisida nabati Ada banyak sasaran nabati nan dapat digunakan sebagai pestisida, sebagai halnya:  Air rebusan pungkur-geladir mole (250 gram per 4 liter air direbus selama 20 menit) ditambah 30 gram sabun cuci boleh mengendalikan penggerek batang jagung, ulat tanah, tuma daun, ulat daun kubis, hama gudang dan tungau.  Berambang nirmala (Allium sativum L) 179 Metode pembuatan : Tabel 6. Metode pembuatan pestisida nabati berusul Bawang putih Bahan dan Organ Prinsip Prinsip OPT Pembuatan Penggunaan Sasaran (1) Sari bawang putih Campurkan Campurkan Ulat, hama Bawang jati enceran dengan pengisap,  85 gram Bawang dengan minyak air dengan nematoda, putih sayur. Biarkan neraca 1 : bakteri, selama 24 19 atau 50 ml rabuk  50 ml patra sayur jam. larutan antraknos,  10 ml Tambahkan dengan 950 ml nyamur air dan sabun cair. air. Kocok tepung deterjen/sabun cuci Aduk hingga sebelum  950 ml air rata. Simpan digunakan.  Gawai penyaring dalam botol Semprotkan ke  Botol. paling kecil lama 3 seluruh putaran periode tanaman nan terserang OPT lega pagi waktu. (2)Konsentrat kucai Hancurkan Tambahkan Baja putih kucai salih, hancuran dengan berkubang dalam air dengan  2 siung Bawang air selama 24 perbandingan 1 putih jam. : 9. Kocok Tambahkan sebelum  deterjen/ sabun 4 air digunakan. cangkir air dan sabun. Semprotkan ke Lampai. seluruh babak  anak gobek/blender Masukkan tanaman yang  Radas tapis dalam jambang terserang plong  Botol pagi hari.  Bandotan (Ageratum conyzoides Linn.) wedusan (Jawa), babadotan, (Sunda) 180 Bentuk 40. Bandotan (Ageratum conyzoides Linn.) Tabel 7. Metode pembuatan pestisida nabati dari Babadotan Target dan Alat Cara Pendirian OPT Pembuatan Penggunaan Objek  Ekstrak daun Meracik daun Semprotkan Hama secara babadotan babadotan, keseluruh bagian masyarakat/ rendam dalam 1 pohon yang Banyak wereng  1 liter air liter air sepanjang 24 terserang pada  1 gram jam. Saring. pagi dan tunggang hari Tambahkan deterjen/ deterjen. Aduk  Sabun hingga rata 8). Metode mengendalikan hama dengan penghalang (Barrier) Penggunakan pokok kayu penolak/pemecah angin (windbreaker) berupa pepohonan yang ditanam lega selokan lahan.  Pemakaian paranet pada tenggat-batas tanah tanaman dapat hadang serangan wereng-hama yang terbang ke pembibitanan Lakukan menguasai wereng dan penyakit pada tanaman kangkung apabila diperlukan penggunaan pestisida, sebaiknya digunakan pestisida yang benar–benar tenang dan tenteram dan cepat tercerai sama dengan pestisida ilmu hayat, pestisida nabati ataupun insektisida piretroid sintetik. Penggunaan 181 racun hama tersebut harus dilakukan dengan moralistis baik pemilihan jenis, dosis, volume semprot, cara aplikasi, interval dan masa aplikasinya. Sejauh budidaya selada keriting organik, bukan diperbolehkan menggraver hama dan penyakit dengan pestisida sintetis. Pengendalian hama dan penyakit dilakukan dengan mengamati perabukan, kebersihan kebun, rotasi tumbuhan dan seandainya terpaksa lakukan penyemprotan dengan pestisida nabati. Penyiraman teratur dan pemupukan yang tepat terbukti efektif menyelesaikan hama. Saja, pengendalian hama yang paling efektif adalah dengan mengamalkan budidaya pokok kayu cegak, mengatur kebersihan lingkungan seperti menjaga irigasi dan drainase serta menjamin kecukupan nustrisi bagi tanaman terutama bagi keimunan tubuh tanaman itu seorang seperti unsur potasium. Atom potasium boleh didapatkan dengan menambahkan bahan-bahan patera awi plong detik pembuatan kompos. Pengendalian bernga bawang secara mekanis bisa dilakukan dengan mengumpulkan kelompok telur dan memusnahkannya. Pengendalian dengan pestisida harus dilakukan dengan benar baik seleksi jenis, dosis, volume injeksi, cara petisi, interval ataupun waktu aplikasinya. Pengendalian penyakit lega pokok kayu bawang daun boleh dilakukan dengan pergiliran pohon bakal memutus siklus hidup masalah dan sanitasi huma sebaiknya tidak lembab. Kondisi kebun yang kotor dan lembab menyebabkan penyakit dapat berkembang dengan cepat. Pengendalian OPT kubis dilakukan tergantung pada OPT nan mengamati. Sejumlah cara yang dapat dilakukan, antara lain adalah : 182 1) Bila terdapat gempuran akar nyonyor pada tanaman muda, tanaman dicabut dan dimusnahkan 2) Pemanfaatan musuh alami (parasitoid Diadegma semiclausum) – Tumpangsari kubis– tomat 3) Penggunaan pestisida kimia sesuai kebutuhan dengan dosis yang sesuai visiun. Pengendalian ulat daun kubis (Plutella xylostella). bisa dilakukan dengan prinsip pengusahaan Diadegma semiclausum laksana parasitoid hama Plutella xylostella, penggunaan pestisida nabati, biopestisida, dan juga pestisida kimia. Pengendalian dengan pestisida harus dilakukan dengan bermartabat baik pemilihan jenis, dosis, volume semprot, cara permintaan, pause maupun waktu aplikasinya. Menyiapkan dan mempergunakan peralatan pengendalian secara kimia Peralatan yang digunakan berkaitan langsung dengan bentuk bahan kimia atau pestisida nan digunakan (granula, cairan, tepung, fumigan), untuk penyebaran pestisida butiran lain memerlukan peralatan khusus, patut menggunakan baldi atau wadah lain yang bisa menabok pestisida. Bagi pestisida enceran galibnya digunakan penyemprot (sprayer), ada penyemprot panggul (knapsack sprayer) nan dilengkapi dengan pompa tangan, ada pula yang menggunakan mesin pompa khusus yang disebut “power sprayer”. Pada prinsipnya yang dikehendaki berusul racun hama rangka cair adalah bentuk percikannya, maka perangkat nan digunakan meliputi pengabut dan pengembus (blower and duster). Mengidentifikasi metoda pengendalian yang akan diterapkan bersendikan potensi yang ada 183 Beberapa faktor dan potensi yang perlu diperhatian dan mendasari penentuan metoda pengendalian yang akan diterapkan diantaranya, yaitu; o Jenis pohon sayuran yang terserang o Umur pohon o Luas pertanaman o Spesies hama o Kondisi lingkungan kapling tanaman. udara murni Pegawai yang ada o Peralatan pengendalian yang ada ozon Biaya. Setelah faktor-faktor tersebut diketahui maka metoda pengendalian dapat ditentukan. Hal tersebut boleh dituangkan ke internal Tabulasi dengan contohnya ibarat berikut; c. Alat dan objek pengendali OPT 1) Pengoperasian peralatan pengendali OPT Operasionalisasi handsprayer (alat penyemprot) pertanian Pestisida yang dipakai dalam budidaya tanaman umumnya berbentuk cairan dan ada pun yang berbentuk tepung, digunakan untuk tanggulang gulma, wereng dan problem tanaman. Untuk mengaplikasikannya pestisida cair digunakan perabot penyemprot nan disebut sprayer, padahal cak bagi racun hama berbentuk debu digunakan perabot nan disebut duster. Internal penggunaannya sehari- musim penanam rajin menemukan problem seperti teknik eksploitasi, serta perbaikan dan pemeliharaannya. 184 Hal seperti mana ini pada akhirnya akan menentukan tingkat efisiensi dan efektivitas dalam penggunaanya. Berlandaskan tenaga yang digunakannya peranti penyemprot dibedakan menjadi: alat penyemprot dengan tenaga tangan (hand Gambar 41. Knapsack sprayer sprayer dan knapsack sprayer), dan alat penyemprot dengan pompa tekanan tinggi. Prinsip kerja handsprayer (alat penyemprot) Kaidah kerja alat penyemprot handsprayer adalah memecah enceran menjadi butiran molekul lembut yang menyerupai kabut, dengan rangka dan ukuran yang lembut ini maka penggunaan pestisida akan efektif dan merata ke seluruh permukaan daun ataupun judul tanaman. Cak bagi memperoleh butiran halus, biasanya dilakukan dengan menggunakan proses pembentukan molekul dengan menggunakan tekanan (hydraulic atomization), yakni enceran di dalam tangki dipompa sehingga n kepunyaan impitan yang panjang, dan hasilnya bersirkulasi melalui ujar-ujar kejai memfokus ke perangkat pengabut. Larutan dengan tekanan tinggi dan mengalir melintasi jeruji nan sempit dari organ pengabut, sehingga cairan akan semenjak menjadi elemen-partikel yang sangat halus. Spesifikasi handsprayer 185 Secara umum perincisan instrumen penyemprot membentangi data teknis mengenai hal-hal berikut:  Volume tangki : 10 – 20 L  Produktivitas tangki : 8 – 16 L  Kekuatan tangki : 10 – 15 kg / cm2 ( 140 – 200 psi)  Bahan gedung : plat logam anti karat Kelengkapan alat yang diperlukan lakukan mengoperasikan perkakas penyemprot ini antara tidak : 1) Masker, alat komplemen bakal menudungi mulut dan hidung agar kabut yang mengandung pestisida tidak masuk ke intern respirasi. 2) Pakaian lengan panjang hendaknya menutupi permukaan kulit bagian tangan, sarung tangan, serta gelas alat penglihatan pelindung. 3) Ember, kaca ukur, dan corong plastik untuk , mencampur, dan mengucurkan larutan racun hama yang diaplikasikan ke dalam tangki. Bagian-episode semenjak handsprayer (alat penyemprot) dan fungsinya Berdasarkan prinsip kerjanya, maka alat penyemprot tipe gendong ini n kepunyaan fragmen penting yang terdiri : 1) Tangki berusul objek plat tahan karat, cak bagi menimbuk cairan 2) Unit pompa, yang terdiri berpunca silinder pompa, piston dari kulit 3) Tangkai pompa, cak bagi memompa larutan 4) Saluran penyemprot, terdiri dari kran, selang karet, angkup-angkup serta gudu-gudu yang bagian ujungnya dilengkapi nosel 5) Manometer, bagi menimbang tekanan udara di privat tangki 6) Kendit penggendong 7) Selang cemping 8) Piston pompa 9) Klep pengatur aliran cair keluar berpangkal tangki 186

Source: https://sepuluhteratas.com/diantara-tanaman-sayuran-berikut-yang-memerlukan-pemasangan-ajir-adalah

Posted by: holymayhem.com