Tanaman Sayur Yang Cocok Untuk Green Hause

Anggota Keramaian Wanita Berbendang (KWT) Teratai menanam bibit sayur sawi dengan metode hidroponik di rumah kaca Green House, Sunter Estuari, Jakarta. Sebanyak sapta orang anggota KWT Teratai binaan semenjak bertelur mengembangkan sayuran hidroponik seperti sawi hijau, tomat, kangkung, cabe malah buah melon untuk menjaga ketahanan pangan keluarga di hari wabah COVID-19. (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)


Editor: Tanti Malasari

– Senin, 31 Januari 2022 | 20:00 WIB

Sariagri – Mendengar nama green house atau kondominium kaca karuan sudah lalu tidak asing kembali untuk banyak basyar, terutama bikin mereka yang memiliki hobi berkebun ataupun berdapat tanam. Lega dasarnya rumah kaca ini adalah sebuah teknologi pertanian nan cukup mengalami jalan yang pesat.

Apartemen kaca ini menjadi bangunan nan dibentuk untuk meninggalkan dan merawat pokok kayu terhadap plural macam cuaca. Hal ini menggampangkan untuk penanaman jenis pokok kayu yang bukan sesuai dengan iklim lokal.

Dengan menggunakan sitem kondominium kaca, maka tumbuhan tersebut dapat dibudidayakan melalui pengendalian iklim yang diatur sedemikian rupa, sebagai bentuk pengendalian suhu udara, pengaturan tingkat kelembaban dan selang antara antar waktu penyiraman dapat disesuaikan dengan mudah.

Perincisan green house

Flat kaca rata-rata dibuat berasal kaca kaca atau boleh diganti dengan plastik fiber yang bening. Hal ini digunakan misal perantara kerjakan hadang dan menganyam energi bersumber panas matahari nan dipancarkan sehingga energi merangsang tetap rani di intern konstruksi flat kaca tersebut.

Dengan panas ini pokok kayu akan mendapatkan energi panas lebih intensif sehingga dalam metabolismenya bisa berjalan dengan lancar.

Flat ini bekerja dengan menangkap radiasi elektromagnetik berasal kilap syamsu dan mencegah terjadinya konveksi. Namun, sejauh ini beredar informasi buruk bahwa rumah beling menghasilkan greenhouse effect nan menyebarkan sejumlah gas dari pemanasan mendunia.

Ideal-ideal greenhouse

1. Greenhouse Tunnel
2. Greenhouse Aur
3. Greenhouse dinding
4. Greenhouse Serat ringan

Tanaman nan bisa memperalat green house

Beberapa paradigma pohon yang bernilai ekonomi tinggi namun sulit dibudidayakan di kapling terbuka di Indonesia, yaitu bak berikut :

1. Anthurium
2. Aglaonema.
3. Dieffenbachia/Daun Bahagia
4. Calathea
5. Monstera.
6. Krisan.
7. Anak uang Azalea.

Kelebihan green house

Ada beberapa guna dan kelebihan nan di dapatkan terbit teknologi kondominium kaca ini, diantaranya adalah misal berikut ini :

1. Melakukan pembibitan tanaman

Faktor iklim dan kurat yang tidak menentu akan membentuk tanaman mudah repas, Maka dari itu karena itu dengan dibuatnya rumah gelas ini bisa dijadikan perumpamaan sarana yang baik untuk mengamalkan pembibitan tanaman.

2. Mengerjakan karantina pokok kayu

Selain itu, flat kaca ini bisa dimanfaatkan lakukan karantina pokok kayu yang keburukan seperti terkena hama, kelainan tanaman, dan lain sebagainya. Maka dari itu jikalau diletakkan di privat rumah kaca ini dinilai akan aman sehingga tidak akan terkena masalah lainnya yang ada di luar sana.

3. Menernakkan tanaman tertentu

Tercatat ada beberapa tanaman nan doang bisa merecup seandainya dirawat di tempat-tempat tertentu seperti buah-buahan, sayur, bunga, pohon herbal, dan tanaman solek. Dengan tempat ini maka sinar matahari, master, kandungan air, dan lain sebagainya dapat terjaga.

Baca Juga:
Mengenal Green House, Teknologi Pertanian nan Subur Tingkatkan Kualitas Tumbuhan
Mengenal Senderut Kandis, Bumbu Dapur yang Bisa Sulap Masakan Jadi Lemak

4. Ki alat agro wisata

Rumah kaca juga bisa dimanfaatkan sebagai sarana agro wisata seperti mana balung buah, dan studi tour.

5. Sarana agromat ataupun agroshop

Kondominium kaca juga boleh dijadikan umpama salah satu usaha yang menguntungkan. Remedi dapat melihat sendiri tanaman yang mau dibeli dan membeli langsung di ajang.

Hadirnya teknologi green house menciptakan inovasi baru bernama Smart Green House (SGH). Sistem ini berfungsi untuk budidaya hortikultura dengan system hidroponik dalam green house terkontrol dengan maksud daya produksi optimal.

Penerapan SGH ini memanfaatkan Iot (Internet of Thing), yang dikendalikan dengan menggunakan smartphone berbasis android. Inovasi ini dipercaya dapat menghasilkan produk jenggala dengan hasil yang berkualitas lakukan ketersediaan pangan dan peningkatan ekspor.

Video Tersapu

Source: https://hortikultura.sariagri.id/87497/mengenal-green-house-teknologi-pertanian-yang-mampu-tingkatkan-kualitas-tanaman

Posted by: holymayhem.com