Tanaman Sayur Butuh Sinar Matahari

Kota Baubau

Daerah tingkat

Baubau.png

Julukan:

Kota Sewu Benteng

Motto:

Baubau Kota Semerbak

Lokasi Sulawesi Tenggara Kota Bau-Bau.svg

Denah

Kota Baubau di Sulawesi

Kota Baubau

Kota Baubau

Peta

Tampilkan peta Sulawesi

Kota Baubau di Indonesia

Kota Baubau

Kota Baubau

Kota Baubau (Indonesia)

Tampilkan peta Indonesia

Koordinat:



5°28′00″S
122°37′59″E


 / 

5.4667°S 122.633°E
 /
-5.4667; 122.633


Negara

 Indonesia
Provinsi Sulawesi Tenggara
Copot berdiri 21 Juni 2001
Dasar hukum UU No. 13 Tahun 2001
Hari jadi 17 Oktober 1541
Jumlah satuan pemerintahan

Daftar

  • Kecamatan: 8
  • Kelurahan: 43
Pemerintahan
 • Pengasuh Kota La Ode Ahmad Monianse
Luas
 • Total 295,07 km2
(11,393 sq mi)
Populasi

((2018)[1])

 • Total 167.519
Demografi
 • Agama Islam 96,10%
Kristen 1,93%
— Protestan 1,33%
— Katolik 0,60%
Hindu 1,90%
Buddha 0,06%
Lainnya 0,01%[1]
Zona periode UTC+08:00 (WITA)
Kode daerah telepon 0402
Kode Kemendagri 74.72

Edit the value on Wikidata
DAU Rp. 317.920.877.000,-(2011)[2]
Situs web www.baubaukota.go.id

Kota Baubau
adalah sebuah ii kabupaten di Pulau Buton, Sulawesi Tenggara, Indonesia. Baubau memperoleh status kota pada copot 21 Juni 2001 berdasarkan UU No. 13 Musim 2001. Luas kota ini 295,072 km² dengan jumlah penduduk 167.519 arwah (2018).[1]

Berdasarkan Perda No. 02 hari 2010 tentang Penetapan Hari lahir Kota Baubau dan Persilihan Penulisan Baubau, ditetapkan pada pasal 5 ayat 1 dan 2 bahwa stempel penulisan jenama Kota Bau-Bau menjadi Baubau, sesuai dengan Ejaan Nan Disempurnakan. Lega Perda tersebut pula ditetapkan bahwa ulang tahun Kota Baubau pada rontok 17 Oktober 1541. Pemilihan tahun 1541 karena masa tersebut merupakan tahun bersejarah di bumi seribu baluwarti ini. Peristiwa ini ditandai dengan terjadinya transmutasi pemerintahan Kerajaan Buton menjadi Kesultanan Buton laksana renovasi, yang ditandai dengan dilantiknya Lakilaponto ibarat Syah Buton I dengan Gelar Sinuhun Murhum Kaimuddin Khalifatul Khamis
[3]

Baubau menduduki peringkat ke-8 sebagai kota terbesar di Sulawesi berdasarkan jumlah populasi musim 2010 alias sekaan ke-2 kerjakan Provinsi Sulawesi Tenggara.[4]
Hasil registrasi pemukim sreg tutup tahun 2006 berjumlah 122.339 atma. Dari jumlah tersebut, terdapat total warga junjungan-junjungan sebanyak 57.027 jiwa (46,61%) dan perempuan 65.312 arwah (53,39%).

Beralaskan sensus penduduk waktu 2010 kuantitas penduduk Ii kabupaten Baubau sebanyak 137.118 jiwa, dengan kepadatan sebesar 1.113 per km², dan pertumbuhan sebesar 2,975% per tahun.

Skor PDRB negeri Daerah tingkat Baubau berdasarkan harga berlaku lega periode 2007 sebesar. Rp 1.254,49 miliar, sementara itu berdasarkan harga teguh sebesar Rp. 586,32 miliar.[5]

Pada terlepas 19 Februari 2005, Baubau diguncang gempa bumi berdaya 6,9 nisbah Richter.

Sejarah

[sunting
|
sunting sumber]

Pada awalnya, Baubau adalah rahasia
Kerajaan Buton (Wolio)
yang remang sreg awal abad ke-15 (1401–1499). Buton mulai dikenal dalam Memori Indonesia karena sudah tersurat kerumahtanggaan skenario Nagarakretagama karya Prapanca pada Musim 1365 Masehi dengan menyebut
Buton
atau
Butuni
sebagai Negeri (Desa) Keresian atau tempat tinggal para surat bahari di mana terbentang yojana dan didirikan lingga serta terusan air dengan rajanya bergelar
Yang Mulia Profesor.[6]
Poyang wilayah Buton kerjakan menjadi sebuah Kekaisaran purwa bisa jadi dirintis maka dari itu kelompok
Mia Patamiana
(si empat orang) adalah Sipanjonga, Simalui, Sitamanajo dan Sijawangkati yang maka dari itu sumber lisan di Buton mereka berasal semenjak Ancol Kapling Melayu puas akhir abad ke-13.[7]

Keberhasilan masa Kerajaan Buton (Wolio) sampai Sultanat Buton sejak agak gelap sreg tahun 1332 sampai dengan 1960 sudah banyak pergi warisan masa lampau yang gemilang.[6]
Sampai saat ini masih bisa disaksikan berupa peninggalan sejarah, budaya sebagaimana skenario kuno yg tersimapan pada garis zuriat Laode dan Waode di pulau buton, padahal naskah enggak masih banyak yg dibawa ke belanda oleh bangsa belanda sendiri pada saat penjajahan mereka dan arkeologi sebagaimana kuburan raja dan sultan, benteng pertahanan keraton, pintu gerbang yg disebut lawa, meriam tua bangka dan masih banyak lagi nan lainnya. Ketika ini wilayah bekas Sultanat Buton telah berdiri bilang kabupaten dan kota, ialah Kabupaten Buton, Kabupaten Muna, Kabupaten Wakatobi, Kabupaten Bombana, Kabupaten Buton Utara, Kabupaten Muna Barat, Kabupaten Buton Tengah, Kabupaten Buton Selatan, dan Ii kabupaten Baubau.[7]

Keadaan wilayah

[sunting
|
sunting mata air]

Luas distrik

[sunting
|
sunting sumber]

Ii kabupaten Baubau mempunyai wilayah daratan seluas 221,00 km², luas laut mencapai 30 km² yakni kawasan potensial buat peluasan alat angkut dan prasarana transportasi laut.[8]
[9]

Letak geografis

[sunting
|
sunting sendang]

Secara geografis terletak di bagian selatan garis khatulistiwa di antara 5.21° – 5.33° Lintang Selatan dan di antara 122.30° – 122.47° Bujur Timur atau terdapat di sebelah Kidul Provinsi Sulawesi Tenggara.

Wilayah Kota Baubau berbatasan dengan:

Topografi

[sunting
|
sunting mata air]

Kota Baubau pada biasanya memiliki satah nan bergunung, beriak dan berbukit-gunung. Di antara dolok dan bukit-bukit terbentang dataran yang ialah daerah-daerah potensial bakal mengembangkan sektor pertanian.

Hidrologis

[sunting
|
sunting mata air]

Ii kabupaten Baubau n kepunyaan pula sungai yang segara, adalah kali besar Baubau yang membatasi Wolio dan Betoambari serta membelah ibu daerah tingkat Baubau. Sungai tersebut umumnya punya potensi yang bisa dijadikan ibarat sumber tenaga, irigasi dan kebutuhan rumah tangga.

Iklim

[sunting
|
sunting sumber]

Ii kabupaten Baubau beriklim muson tropis (Am) dengan dua musim nan dipengaruhi oleh pergerakan angin muson, ialah musim hujan dan musim kemarau dengan suhu peledak berkisar 21 °C–33 °C. Hari hujan angin berlangsung cukup tangga yakni pada bulan November dan Mei, pada wulan–bulan tersebut angin barat yang bertiup berpangkal Asia dan Samudera Pasifik mengandung banyak uap air, musim kemarau terjadi mulai rembulan Juni hingga wulan Oktober, pada rembulan-bulan ini angin timur nan bertiup berpangkal Australia kurang mengandung uap air.

Data iklim Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, Indonesia
Rembulan Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des Waktu
Rata-rata tertinggi °C (°F) 30.6
(87.1)
30.3
(86.5)
29.6
(85.3)
29.3
(84.7)
29.1
(84.4)
28.5
(83.3)
28.2
(82.8)
28.7
(83.7)
29.6
(85.3)
30.6
(87.1)
31.5
(88.7)
31.1
(88)
29.76
(85.58)
Galibnya surat kabar °C (°F) 25.8
(78.4)
25.5
(77.9)
25.7
(78.3)
25.7
(78.3)
25.4
(77.7)
24.8
(76.6)
24.3
(75.7)
24.4
(75.9)
25.4
(77.7)
26.8
(80.2)
27.4
(81.3)
26.7
(80.1)
25.66
(78.18)
Rata-rata terendah °C (°F) 23.1
(73.6)
22.8
(73)
22.8
(73)
21.9
(71.4)
21.8
(71.2)
21.5
(70.7)
20.5
(68.9)
21.1
(70)
22.4
(72.3)
23.1
(73.6)
24.2
(75.6)
24.1
(75.4)
22.44
(72.39)
Presipitasi mm (inci) 278.9
(10.98)
250.6
(9.866)
243.5
(9.587)
217.4
(8.559)
186.2
(7.331)
109.3
(4.303)
92.7
(3.65)
48.1
(1.894)
48.5
(1.909)
54.6
(2.15)
157.8
(6.213)
245.4
(9.661)
1.933
(76,103)
Galibnya hari hujan
21 18 16 14 13 9 8 4 4 5 12 17 141
% humiditas 83.5 83.4 83.4 82.1 80.5 78.2 76.6 73.5 72.9 74.5 79.1 82.4 79.18
Rata-rata kirana matahari surat kabar 5.8 6.1 6.6 7.9 7.8 7.7 8.3 8.7 8.6 8.2 7.7 6.2 7.47
Perigi #1: Climate-Data.org[10]
Sumber #2: Weatherbase[11]

Tadbir

[sunting
|
sunting sumber]

Daftar Wali Kota

[sunting
|
sunting sumber]

Berikut adalah daftar
penanggung jawab daerah tingkat Baubau
berbunga perian ke masa.

No Pengasuh Ii kabupaten[12] Berangkat menyambut Akhir menjabat Prd. Ket. Konsul Wali Kota
1 Mz. Amirul Tamim 2003 2008 1 [13]
2008 2013 2 La Ode Halaka Manarfa
2 Wali Kota Bau Bau AS Tamrin.jpg Abdul Sajid Tamrin 30 Januari 2013 31 Januari 2018 3 [14] Wa Ode Maasra Manarfa
Hado Hasina 31 Januari 2018 24 September 2018
(2) Wali Kota Bau Bau AS Tamrin.jpg Abdul Sajid Tamrin
24 September 2018
13 Januari 2022
4 La Ode Ahmad Monianse
3
La Ode Ahmad Monianse
S.Pd.
14 Januari 2022
22 Mei 2022

Pelaksana Tugas
[15]

23 Mei 2022

Petahana

[16]


Kota Baubau saat ini dipimpin maka itu Wali ii kabupaten
La Ode Ahmad Monianse
(2022-berpisah), dengan pusat pemerintahan di
Kompleks Perkantoran Palagimata.

Dewan perwakilan

[sunting
|
sunting sumber]

Berikut ini adalah atak anggota DPRD Daerah tingkat Bau-Bau dalam dua periode buncit.[17]
[18]

Partai Politik Kuantitas Kursi dalam Periode
2014-2019 2019-2024
 PKB 2 Kenaikan
3
 Gerindra 2 Kenaikan
3
 PDI-P 1 Kenaikan
3
 Golkar 1 Kenaikan
4
 NasDem 2
Steady

2
 Bekerja

(yunior)


1
 PKS 1
Steady

1
 Perindo

(yunior)


1
 PPP 2 Penurunan
1
 PAN 5 Penurunan
3
 Hanura 3 Penurunan
2
 Demokrat 3 Penurunan
0
 PBB 3 Penurunan
1
Jumlah Anggota 25
Steady

25
Jumlah Partai 11 Kenaikan
12

Atak dan anggota DPRD Daerah tingkat Baubau tahun 2006 sebanyak 25 orang yang terdiri dari 5 orang berpunca Fraksi Golkar, 5 cucu adam mulai sejak Fraksi Bulan Medali, 4 makhluk mulai sejak Fraksi Publikasi Rakyat, 6 orang dari Fraksi Partai Nasional Andaka Kebebasan dan 5 khalayak bersumber Fraksi Partai Persatuan Pembangunan.

Tadbir daerah

[sunting
|
sunting sendang]

Kota Baubau terdiri terbit 8 kecamatan dan 43 kelurahan dengan luas wilayah 221,00 km² dan jumlah penghuni sebesar 154.487 roh (2017) dengan sebaran penduduk 699 jiwa/km².[19]
[20]

Daftar kecamatan dan kelurahan di Daerah tingkat Bau-Bau, yakni umpama berikut:

Kode

Kemendagri
Kecamatan Jumlah

Kelurahan
Daftar

Kelurahan
74.72.08 Batupoaro 6
  • Bonebone
  • Kaobula
  • Lanto
  • Nganganaumala
  • Tarafu
  • Wameo
74.72.01 Betoambari 5
  • Katobengke
  • Labalawa
  • Lipu
  • Sulaa
  • Waborobo
74.72.04 Bungi 5
  • Kampeonaho
  • Liabuku
  • Ngkaring Karing
  • Tampuna
  • Waliabuku
74.72.05 Kokalukuna 6
  • Kadolo
  • Kadolomoko
  • Lakologou
  • Liwuto
  • Sukanaeyo
  • Waruruma
74.72.07 Lea-Lea 5
  • Kalia-Lia
  • Kantalai
  • Kolese
  • Lowu-Lowu
  • Palabusa
74.72.06 Murhum 5
  • Baadia
  • Lamangga
  • Melai
  • Tanganapada
  • Wajo
74.72.03 Sorawolio 4
  • Bugi
  • Gonda Baru
  • Kaisabu Baru
  • Karya Yunior
74.72.02 Wolio 7
  • Bataraguru
  • Batulo
  • Jabal Wolio Indah
  • Kadolo Katapi
  • Tomba
  • Wale
  • Wangkanapi
TOTAL 43

Pemerintahan Desa

[sunting
|
sunting sumur]

Wilayah daerah Kota Baubau terdiri dari 40 desa/kelurahan. Pada tahun 2003 dengan jumlah desa 9 dan kelurahan 29, plong periode 2004 berubah menjadi 38 kelurahan, padahal pada tahun 2005 tidak ada perubahan, pada tahun 2011 berubah pun menjadi 40 kelurahan

Klasifikasi tingkat desa di Kota Baubau periode 2004 sampai dengan waktu 2005 tak cak semau perubahan di mana terdapat 14 desa swakarya dan 24 desa Swasembada. Sedangkan jumlah Kepala Kelurahan menurut variasi kelamin di Daerah tingkat Baubau adalah 35 orang Jurang laki-junjungan dan 3 anak adam Kanyon perempuan.

Demografi

[sunting
|
sunting mata air]

Kependudukan

[sunting
|
sunting perigi]

Jumlah penduduk Kota Baubau menurut hasil Sensus Penghuni (SP) tahun 1990 berjumlah 77.224 jiwa dan dasa waktu kemudian pada perian 2000 mencapai 106.092 jiwa, sehingga laju pertumbuhan penduduk per tahun sepanjang 10 tahun sebesar 3,23%. Ponten pertumbuhan ini cukup besar karena dipicu maka dari itu adanya eksodus baik dari Ambon maupun dari Timor Leste. Hasil registrasi penduduk pada tutup tahun 2006 berjumlah 122.339 kehidupan. Pecah jumlah tersebut terdapat penduduk laki-laki sebanyak 57.027 kehidupan (46,61%) dan nona 65.312 jiwa (53,39%).

Tenaga kerja

[sunting
|
sunting sumur]

Penghuni usia kerja di Kota Baubau pada tahun 2005 sebanyak 95.880 sosok, sebanyak 51.610 hamba allah atau 53,83 tip merupakan legiun kerja dan sisanya sebanyak 44.270 basyar alias 46,17 uang jasa bukan tentara kerja. Angkatan kerja tersebut terdiri terbit 40.495 anak adam (78,46 tip) ialah bekerja dan 11.115 makhluk (21,54 persen) merupakan pelacak kerja (penggangguran terbuka).

Kesehatan

[sunting
|
sunting sumber]

Sosial

[sunting
|
sunting sumber]

Pendidikan

[sunting
|
sunting sumber]

Pada tahun pelajaran 2002/2003 jumlah Sekolah Ujana Kanak-Kanak meningkat adalah 46 unit tahun pelajaran 2002/2003 menjadi 54 unit musim pelajaran 2005/2006 jumlah guru pada waktu 2002/2003 166 insan menjadi 230 insan pada musim pelajaran 2005/2006, sedangkan besaran peserta mengalami peningkatan dari 2.291 orang pada masa 2002/2003 menjadi 2.637 turunan pada tahun cak bimbingan 2005/2006 atau mendaki 15,10 tip. Rasio antara guru terhadap sekolah TK tahun tutorial 2005/2006 rata-rata 4 bani adam, rasio siswa terhadap sekolah rata-rata 49 orang dan murid terhadap guru rata-rata 11 orang.

Jumlah Sekolah Bawah plong tahun pelajaran 2002/2003 sampai dengan tahun kursus 2005 / 2006 yaitu 64 unit, plong masa pelajaran yang sama jumlah hawa meningkat berpokok 846 orang menjadi 940 sosok atau naik sebesar 11,11 uang jasa, demikian juga dengan kuantitas murid dari tahun tuntunan 2002/2003 sebesar 17,262 orang menjadi 17.127 basyar pada tahun pelajaran 2005/2006 atau turun 0,78 persen. Rasio suhu terhadap sekolah pada waktu pelajaran 2005/2006 rata-rata 15 orang guru setiap sekolah, rasio siswa terhadap sekolah 268 orang, sedangkan skala murid terhadap hawa rata-rata 18 individu.

Lega musim pelajaran 2002/2003 besaran sekolah menengah pertama (SMP) berjumlah 13 unit menjadi 19 unit pada waktu pelajaran 2005/2006 atau mendaki 46,15%. Puas tahun tutorial yang ekuivalen jumlah guru meningkat dari 489 orang menjadi 570 cucu adam atau naik 17,59%. Waktu 2002/2003 jumlah siswa 7.436 orang melandai menjadi 7.234 orang. Plong tahun tuntunan 2005/2006 atau turun 2,72%. Perimbangan antara guru terhadap sekolah tahun pelajaran 2005/2006 rata-rata 30 manusia per sekolah, perimbangan murid terhadap sekolah rata-rata 381 individu dan rasio murid terhadap guru galibnya 13 orang.

Jumlah Sekolah Menengah Atas/SMA pada tahun kursus 2002/2003 sampai dengan tahun pelajaran 2004/2005 tidak ada persilihan ialah 14 unit, saja plong musim pelajaran 2005/2006 menjadi 17 unit. Besaran guru lega masa tuntunan 2002/2003 ialah 607 cucu adam menjadi 733 cucu adam sreg musim pelajaran 2005/2006 atau naik 20,76%. Demikian pula jumlah murid menurun dari 9.033 orang tahun cak bimbingan 2002/2003 menjadi 8.697 makhluk plong tahun 2005/2006 atau turun 3,72%. Dilihat dari nisbah guru saban sekolah lega tahun 2005/2006 rata–rata 43 hamba allah dan rasio peserta terhadap sekolah rata-rata 512 turunan dan murid terhadap guru rata-rata 12 sosok.

Kuantitas Mahasiswa
Universitas Dayanu Ikhsanuddin
adalah pada semester gangsal
[saban kapan?]

sebanyak 1.406 dan semester genap sebanyak 1.408 dengan alumni sebanyak 249 orang. Sementara bagi total dosen sebanyak 165 anak adam dengan tenaga administrasi 33 orang. Pada
Universitas Islam Buton Nusantara
memiliki mahasiswa pada semester ganjil sebanyak 752 dan sreg semester genap sebanyak 807 dengan besaran dosen sebanyak 51 serta tenaga administrasi sebanyak 8 makhluk.
Sekolah tinggi Muhammadiyah
sreg tahun 2005/2006 n kepunyaan mahasiswa puas semester ganjil sebanyak 2.318 dan jumlah mahasiswa puas semester genap sebanyak … dengan jumlah dosen sebanyak 115 serta tenaga adminitrasi sebanyak 14 orang. Sedangkan untuk
STAI
pada tahun 2005/2006 n kepunyaan mahasiswa sreg semester gasal dan semester genap sendirisendiri sebanyak 583 dan 742 dengan jumlah dosen sebanyak 50 serta tenaga administrasi sebanyak 15 orang.

Institut

[sunting
|
sunting sumber]

  • Akademi Kebidanan Yayasan Kesehatan Nasional
  • Akademi Kebidanan Buton Raya
  • Sekolah Jenjang Agama Selam YPIQ Baubau
  • Sekolah Tahapan Jiwa psikiatri IST Buton
  • Sekolah tinggi Selam Buton Nusantara
  • Perguruan tinggi Dayanu Ikhsanuddin
  • Perkumpulan Muhammadiyah Buton

Kesehatan

[sunting
|
sunting mata air]

Kendaraan dan pelayanan kesegaran di Wilayah Daerah tingkat Baubau plong tahun 2005 seperti kondominium Sakit terletak 2 buah (kini 3 buah), Puskesmas 12 biji zakar, Pustu sebanyak 17 buah, Puskesmas Keliling sebanyak 9 unit. Pesiaran besaran tenaga medis dan paramedis tahun 2005, merupakan jumlah Dokter Spesialis sebanyak 12 turunan, Dokter Umum sebanyak 3 hamba allah, Apoteker 5 orang, Sarjana Kesehatan Masyarakat sebanyak 8 orang, Perawat sebanyak 170 individu, Anastesi sebanyak 4 orang dan Analisis Laboratorium Kesehatan sebanyak 6 khalayak.

Agama

[sunting
|
sunting mata air]

Lega musim 2005 kuantitas alat angkut peribadatan di Kota Baubau sebanyak 120 biji kemaluan yang terdiri semenjak langgar 73 biji pelir, mushala 32 biji kemaluan, gereja Katolik 2 buah, gereja protestan 7 buah dan jala-jala/vihara 6 buah. Berdasarkan Sensus penduduk Tahun 2010, Warga beragama Islam 95,80%, Serani 1,41%, Hindu 1,70%, Budha 0,04% dan Konghucu 0.01%. Selain itu juga total jemaah haji, di mana tahun 2001 sebanyak 160 bani adam menjadi 203 orang pada tahun 2005 alias naik 26,88 persen.

Sosial lainnya

[sunting
|
sunting sumber]

Jumlah penyandang tekor di Daerah tingkat Baubau perian 2005 sebanyak 538 orang yang terdiri dari sedikit ganda 9 manusia, tuna indra penglihatan 47 khalayak, tuna wicara/rungu 54 manusia, rendah anggota badan 269 individu, cacat mental 157 bani adam, penyenang ex. penyandang penyakit kronis 2 orang.

Sedangkan besaran situasi petaka yang terjadi di Kota Baubau pada tahun 2005 tercatat sebanyak 10 kali nan terdiri dari banjir 1 kali, kebakaran 7 barangkali dan lainnya sebanyak 2 mungkin.

Kesukuan

[sunting
|
sunting sumber]

Ii kabupaten Bau-Bau dihuni oleh etnis yang beragam seperti kaki Bugis, kaki Makassar, Arab, Eropa, Cina, dan Jepang. Kesukuan ini datang ke kota dengan harapan dan khasiat berbeda-beda. Lega umumnya kedatangannya atas dasar guna ekonomi. Turunan Jepang tinggal di Kota Baubau karena bermata pencaharian sebagai pengelola peternakan mutiara di Pulau Muna. Sedangkan orang Cina rata-rata bekerja sebagai pedagang di pusat pasar kota Bau-Bau.[21]

Ekonomi

[sunting
|
sunting mata air]

Perladangan dan pertanaman

[sunting
|
sunting perigi]

Tumbuhan padi sawah plong tahun 2005 memiliki luas panen 1.697 Ha dengan hasil produksi sebesar 8.145,2 ton nan saja terkonsentrasi pada 2 kecamatan yakni Kecamatan Sorawolio dengan luas pengetaman sebesar 18 Ha yang mencapai produksi sebesar 86,6 ton, kemudian Kecamatan Bungi dengan luas panen 1.678 Ha yang mencapai hasil produksi sebesar 8.725,6 ton. Bila dibandingkan dengan musim 2004 maka produksi gabah sawah terjjadi kenaikan sebesar 26.03% di mana pada tahun 2003 produksi pari sawah mencapai 6.463 ton.

Untuk tanaman padi ladang pula terpumpun plong 3 kecamatan yaitu Kecamatan Betoambari dengan luas panen 20 Ha nan mencecah hasil produksi sebesar 72,4 ton, kemudian Kecamatan Sorawolio dengan luas panen 405 Ha serta mencapai hasil produksi sebesar 1.470,15 ton, Kecamatan Bungi dengan luas penuaian 27 Ha yang mencapai hasil produksi sebesar 97,47 ton. Bila dibandingkan dengan tahun 2004 di mana produksi pari ladang mencapai 706,30 ton padahal tahun 2005 hingga ke 1.636,24 ton maka terjadi peningkatan produksi sebesar 131,66%.

Pada musim 2005 luas pengetaman pokok kayu jagung mencecah 373 Ha dengan hasil 818,4 ton di mana terjadi kenaikan hasil produksi sebesar 29,09% bila dibandingkan dengan hasil produksi lega masa 2004 yang mencapai 634 ton. Untuk tanaman ketela pohon dengan luas pengetaman 130 Ha hingga ke hasil produksi sebesar 1.249,3 ton di mana terjadi pula peningkatan hasil produksi tanaman singkong gawang sebesar 68,60% bila dibandingkan dengan hasil produksi tahun 2004 nan mengaras 741 ton.

Hasil produksi sayur-sayuran pada tahun 2005 masih didominasi oleh bin panjang, terong dan tomat, per dengan hasil produksi sebesar 5.875 kuintal, 238 kuintal dan 82,5 kuintal.

Hasil produksi buah-buahan yang paling menonjol adalah jantung pisang pada tahun 2005 sebesar 58,834 kuintal. Sama halnya dengan nangka dengan hasil produksi lega perian 2005 sebesar 45,090 dan berikutnya adalah buah mangga sebesar 18.559 kuintal.

Dagangan hasil perkebunan yang mengalami kenaikan hasil produksi, merupakan kemiri dengan hasil produksi 103,94 ton plong tahun 2004 menjadi 241,666 ton lega waktu 2005, enau dari 93,96 ton menjadi 13,920 ton, kapuk berasal 51,18 ton menjadi 30.044 ton dan kelapa dalam dari 56,01 ton menjadi 182,41 ton, jambu
mete
di mana plong waktu 2004 sebesar 196,19 ton menjadi 244,695 ton pada tahun 2005.

Peternakan dan Perikanan

[sunting
|
sunting sendang]

Jumlah produksi ternak besar dan kecil pada tahun 2005, yakni sapi sebanyak 1.380 ekor, jaran sebanyak 7 ekor, kambing sebanyak 940 ekor dan babi sebanyak 1.188 ekor. Padahal untuk peliharaan unggas, yakni mandung buras sebanyak 152.330 ekor, mandung ras sebanyak 105.000 ekor dan itik/bebek sebanyak 6.470 ekor.

Hasil produksi perikanan puas tahun 2005 mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun 2004, di mana bakal perikanan laut tahun 2005 menyentuh 12.779,88 ton jebluk menjadi 9,92% dibandingkan dengan waktu 2004 yang mencapai 14.188 ton. Produksi perikanan darat perian 2005 mencapai 23,6 ton maupun menurun sebesar 28,49% dibandingkan dengan tahun 2004 yang menyentuh 33,00 ton.

Industri makro

[sunting
|
sunting perigi]

Pabrik besar antara tahun 2004 dan tahun 2005 lain terjadi penambahan yakni sebanyak 1 buah dengan kuantitas tenaga kerja 280 individu, sedangkan industri menengah, industri katai dan industri flat pangkat terjadi penambahan masing-masing secara berturut semenjak 3 biji zakar menjadi 4 buah dengan kuantitas sida-sida 92 insan, dari 50 buah menjadi 59 biji kemaluan dengan jumlah sida-sida 227 anak adam, bersumber 39 buah menjadi 123 biji kemaluan dengan tenaga kerja sebanyak 384 bani adam.

Pusat terpasang listrik pada tahun 2004 sampai ke 14.313.150 kwh sedangkan pada waktu 2005 sebanyak 175.849.850 kw atau meningkat 91,86 uang. Total pelanggan tahun 2004 sebanyak 15.437 dan hari 2005 sebanyak 61.841. listrik terjual tahun 2004 sebanyak 22.248.988 kwh dan tahun 2005 sebanyak 57.677.122 kwh dan nilai penjualan listrik waktu 2004 sebanyak Rp. 13.233.889.000,- dan musim 2005 meningkat menjadi Rp. 34.311.908.000,-.
[butuh rujukan]

Jumlah pelanggan air minum tahun 2004 sebanyak 7.848 sementara itu tahun 2005 mencapai 7.958 atau terjadi pertambahan sebesar 1,38 persen. Volume air yang disalurkan ke pelanggan hari 2005 pula mengalami eskalasi sebesar 9,65 tip dari tahun sebelumnya, yaitu berbunga 2.214.473 m3 tahun 2004 menjadi 2.450.882 m3 musim 2005. Sedangkan nilai air mereguk yang disalurkan / didistribusikan tahun 2005 mencapai Rp. 3.041.168.000,- sedangkan hari 2004 sebanyak Rp. 3.262.980.000,- atau mengalami penjatuhan 7,29 persen.
[butuh rujukan]

Perdagangan

[sunting
|
sunting sumber]

Secara kuantitatif komoditi-komoditi potensial yang diperdagangkan antar pulau menerobos pangkalan Baubau antara lain adalah hasil pertanian tanaman hutan, persawahan, perikanan, peternakan, hasil hutan dan pabrik. Jumlah volume barang nan diperdagangkan lega tahun 2005 sebesar 9.470.139,4 ton, 98.000 biji, 1.207 m3 dan 10.594 biji zakar dengan nilai Rp. 78.284.641.335,- di mana dagangan perkebunan merupakan komoditas tertinggi yang diperdagangkan, merupakan sebesar 665.201 ton dengan biji sebesar Rp. 35.866.963.335,- dan barang yang terkecil adalah peternakan, yaitu sebesar 31,25 ton dengan biji sebesar Rp. 151.250.000,-.

Transpotasi dan komunikasi

[sunting
|
sunting sumber]

Aksesibilitas

[sunting
|
sunting sumber]

Kota Baubau yakni kewedanan penghubung
Connecting Distrik
antara Wilayah Barat Indonesia (KBI) dan Kawasan Timur Indonesia (KTI), selain itu bagi publik daerah
hinterland-nya, Kota Baubau dolan sebagai daerah akumulator hasil produksi dan distributor kebutuhan daerah tersebut, dengan penghubung menunggangi pelabuhan Fery ASDP, adalah Pelabuhan Batulo.

Kota Baubau dapat diakses secara langsung dengan 3 (tiga) cara, yaitu:

  • Melintasi laut dengan menggunakan kapal laut PELNI nan menyinggahi Bom Murhum sebanyak 24 kali dalam sebulan. Lamanya perjalanan semenjak Jakarta ke Baubau selama 3 hari.
  • Melintasi jalur udara berusul Jakarta melangkaui Kendari dengan menggunakan pesawat Garuda, Lion Air, dan Sriwijaya selama 3 jam selanjutnya memfokus ke Baubau dengan menggunakan
    jet foil
    (kapal cepat) sepanjang 5 jam sambil menikmati pemandangan rantau Pulau Buton dan Pulau Muna
  • Melalui jalur udara dari Makassar ke Baubau dengan menggunakan pesawat Lion Air dan Garuda.

Panjang urut-urutan

[sunting
|
sunting sumber]

Panjang kronologi tahun 2005 di Kota Baubau secara keseluruhan sepanjang 205,04 km yang terdiri dari perkembangan beraspal sepanjang 139,9 km (69%), kerikil 51,28 km (25%), tanah 9,15 km (4%) dan tak diperinci sepanjang 4,65 km (2%) berpangkal total 205,04 km. Kondisi kronologi yang semenjana sepanjang 134,20 km, sementara itu selama 55,14 km dalam kondisi tembelang dan rusak berat.

Angkutan

[sunting
|
sunting sumber]

Jenis sarana angkutan darat yang dicakup adalah kendaraan bermotor membentangi mobil penumpang sebanyak 130 buah, mobil barang sebanyak 471 biji pelir, otomobil bus sebanyak 506 biji zakar dan roda pelopor sebanyak 7.683 buah.

Total kunjungan kapal laut tahun 2005 di
Pelabuhan Murhum
tercatat sebanyak 6.818 kunjungan meningkat dibanding periode 2004 nan sekadar mencapai 5.406 lawatan (naik 26%). Kerjakan volume bongkar produk mencecah 189.302.391 ton dan muat sebanyak 79.638.571 ton.[22]
Untuk penyeberangan kapal
ferry
selama waktu 2004 terdaftar sebanyak 1.681 anjangsana dengan kuantitas penumpang yang naik mencecah 115.637 orang dan anjlok 135.870 anak adam.[23]

Ki alat dermaga mega nan ada di Kota Baubau yang dapat disinggahi kapal terbang sebagai angkutan penumpang dan produk adalah Bandar Udara Jagat Sultan Murhum Kaimuddin yang dapat menghubungkan Baubau dan Makassar perumpamaan bandara transit. Kunjungan pesawat udara yang cak bertengger melalui lapangan terbang Betoambari selama masa 2005 dengan besaran kunjungan sebanyak 52 kali dengan jumlah penumpang datang sebanyak 879 orang dan 982 orang yang berangkat. Jumlah lalu lintas barang melalui bandar udara Betoambari tahun 2005 yunior mencapai 280 kg bongkar dan 405 kg muat, sedangkan bagasi bagi bongkar mencapai 5.222 kg dan muat 4.908 kg
[kontol rujukan]
.

Pos dan Telekomunikasi

[sunting
|
sunting sumber]

Dalam penyampaian informasi dokumen tetap menjadi jalur komunikasi yang utama, karena itu dibutuhkan sarana tubuh pelayanan Pos dan Giro yang memadai. Pada tahun 2004 di Kota Baubau sudah terhidang 1 biji pelir Kantor Pos, 1 buah Kantor Pos Tambahan, 1 buah Pos Keliling Ii kabupaten, 2 buah Kondominium Pos dan 9 buah Bis Surat.

Penggunaan telpon sebagai sarana telekomunikasi di Kota Baubau mengalami eskalasi yang sangat pesat tertumbuk pandangan berpunca produksi pulsa telepon dan SLJJ tahun 2004 mencapai 55.960.443 pulsa (25,57%) dibanding tahun 2003 nan hanya 44.564.220 pulsa.
[butuh rujukan]

Produktivitas sentral telpon tahun 2004 mengalami peningkatan dibandingkan dengan perian 2003 lakukan sambungan telepon induk berpangkal 4.408 sambungan menjadi 4.592 sambungan atau naik 4,17%, padahal untuk kapasitas trik otomat tidak mengalami perubahan.

Media daring

[sunting
|
sunting sumur]

Media daring nan tersedia antara bukan:

  • Baubau Pos Diarsipkan 2018-06-05 di Wayback Machine.
  • Radar Buton Diarsipkan 2017-03-04 di Wayback Machine.
  • Buton Raya Diarsipkan 2019-12-30 di Wayback Machine.
  • Ozzonradio.com Diarsipkan 2011-11-02 di Wayback Machine.
  • Radiolawero.com Diarsipkan 2020-11-26 di Wayback Machine.
  • Radiosaw986.com Diarsipkan 2019-09-12 di Wayback Machine.
  • BMradio.16mb.com Diarsipkan 2016-03-04 di Wayback Machine.

Media cetak

[sunting
|
sunting mata air]

Awalnya di Baubau cuma terdapat satu tembusan kabar lokal, yakni harian Radar Buton. Namun mulai tanggal 1 Maret 2011, harian Baubau Pos yang sebelumnya merupakan media online, sah semenjak. Selain harian domestik, beredar kembali surat wara-wara terbit luar Daerah tingkat Baubau yakni Kendari Pos, Kendari Ekspres, dan Alat angkut Sultra, serta jurnal nasional lainnya.

Radio

[sunting
|
sunting perigi]

Beberapa radio yang suka-suka di Baubau antara enggak:

  • Radio La Wero 100,2 MHZ, Kel. Batulo
  • Radio Techno 91,1 MHZ, Kel. Bataraguru Telp. 2821459
  • L. Radio 93,50 MHZ, Kel. Tomba Telp. 2821212
  • Radio Syekh Abdul Wahid 98,60 MHZ, Kel. Bataraguru Telp. 2823052
  • Radio Keraton 91,90 MHZ Kel. Kaobula
  • Radio Suara minor Baubau 92,7 MHZ, Jl.Pahlawan KM.5 Telp. 2900326
  • Radio Ozzon 105,30 MHZ, Kel. Batulo
  • Radio Blok M 106,90 MHZ, Blok-M RT 2/RW 3
  • Radio Al-Amanah 97 MHZ, Kel. Lia Resep

1476 AM

Baubau, madya membangun stasiun radio, di antaranya :

  • Radio Rodja (akan dilaksanakan 2024)

Lokasi hotspot

[sunting
|
sunting sumber]

Daerah tingkat Baubau dalam pemanfaatan kemajuan teknologi komunikasi dan pemberitaan, telah menyediakan fasilitas layanan kepada publik berupa free area hotspot untuk mengakses internet secara gratis, yang berlokasi di sejumlah titik-titik pusat gegap-gempita kota Baubau ialah:

  • Negeri Hotspot Pantai Kamali.
  • Area Hotspot Kantor Wali kota Baubau, Palagimata.

Wisata

[sunting
|
sunting sumber]

Baubau dapat dikatakan ibarat kota wisata karena banyak bulan-bulanan tamasya ditemui di daerah ini.[7]
Kunjungan wisata di Kota Baubau boleh dibagi menjadi 2 diversifikasi lawatan terdepan, yaitu:

  • Wisata sejarah
    maujud anjangsana wisata ke peninggalan sejarah dari Sultanat Buton, berupa:

    • Benteng Puri Buton dan
      Masjid Agung Keraton
      (Masigi Ogena)
    • Masjid Kuba
      dan
      Gawang Alam
      (Kasuluna Tombi)
    • Rumah Kebiasaan
      (Malige), Badili (Meriam), Samparaja, Lawa dan Baluara.
  • Ekopariwisata
    berupa kunjungan menyibuk pemandangan alam yang luhur, berupa:

    • Pantai, ialah
      Kamali,
      Nirwana,
      Lakeba
      dan
      Kokalukuna
    • Air terjun, di antaranya
      Tirtarimba,
      Samparona
      dan
      Lagaguna
    • Gua, adalah
      Lakasa,
      Ntiti, dan
      Kaisabu
    • Pemandian alam
      Bungi
      nan melayani cegar bertingkat.
    • Perbukitan Kalampa nan terdapat di kelurahan Lipu Kecamatan Betoambari yang berjarak 7 km dari pusat kota.
    • Bukit Palatiga, tempat wisatawan melihat daerah tingkat Baubau dengan leluasa dan pemandangan laut di sekitar perairan selatan Buton.

Hubungan internasional

[sunting
|
sunting perigi]

Ii kabupaten kembar (bahasa Inggris:sister city,
twin cities,
sister cities) atau kota bersaudara yaitu konsep penggandengan dua kota yang berbeda lokasi dan administrasi garis haluan dengan harapan merajut sangkutan budaya dan rangkaian sosial antar penghuni.

Ii kabupaten kembar umumnya memiliki pertepatan keadaan demografi dan masalah-ki kesulitan yang dihadapi. Konsep kota kembar bisa diumpamakan bak sahabat pen antara dua kota. Kontak ii kabupaten kembar dulu bermanfaat bagi program pertukaran pelajar dan kerjasama di parasan budaya dan perdagangan.

Kota Baubau sudah menjalin nikah ii kabupaten kembar dengan Seoul, Korea lega tahun 2010.

Referensi

[sunting
|
sunting sumber]

  1. ^


    a




    b




    c




    “Kota baubau Kerumahtanggaan Nilai 2019”.
    www.baubaukota.bps.go.id
    . Diakses rontok
    31 Januari
    2020
    .





  2. ^


    “Perpres No. 6 Musim 2011”. 2011-02-17. Diarsipkan dari varian asli tanggal 2016-01-13. Diakses copot
    2011-05-23
    .





  3. ^


    “Perda No 02 tahun 2010 adapun Penetapan Hari Jadi Kota Baubau dan Persilihan Penulisan Bau-Bau”
    (PDF). Diarsipkan dari versi ikhlas
    (PDF)
    sungkap 2016-10-20. Diakses tanggal
    2014-11-25
    .





  4. ^


    “Indonesia: Provinces, Cities & Municipalities”.
    City Population
    . Diakses tanggal
    2010-04-28
    .





  5. ^

    “Induk kereta Pembangunan di Kawasan Timur”,
    TEMPO, No. 3746 (26 Januari-1 Februari 2009)
  6. ^


    a




    b



    Memori Kota Baubau
  7. ^


    a




    b




    c



    Zaenuddin H.M., Asal usul Kota-kota di Indonesia Tempo Doeloe. Gemblengan I: Oktober 2013. ISBN 978-602-11-3930-1. hal. 69-76

  8. ^

    Profil Daerah tingkat Baubau, Sulawesi Tenggara

  9. ^

    Profil Kabupaten Baubau, Sulawesi Tenggara

  10. ^


    “Bau-bau, Sulawesi Tenggara, Indonesia”. Climate-Data.org. Diakses tanggal
    10 Januari
    2021
    .





  11. ^


    “Baubau, Indonesia”. Weatherbase. Diakses copot
    10 Januari
    2021
    .





  12. ^


    “Wali Kota Bau Bau”.
    Pemerintah Kota Baubau. Pemerintah Kota Baubau. Diarsipkan berasal versi kudrati tanggal 2017-12-24. Diakses tanggal
    3 Januari
    2018
    .





  13. ^


    “Profil Anggota DPR RI: Mz. Amirul Tamim”.
    DPR RI. Sekretariat Jenderal DPR RI. 1 Oktober 2014. Diakses tanggal
    3 Januari
    2018
    .





  14. ^


    Muhammad, Djibril (30 Januari 2013). “14 Syah Ramaikan Pelantikan Wali Kota Baubau”.
    Republika
    . Diakses tanggal
    3 Januari
    2018
    .





  15. ^


    Neke, Defriatno (15-01-2022). Robertus Belarminus, ed. “Gubernur Sultra Tunjuk La Ode Ahmad Monianse seumpama Plt Pengasuh Kota Baubau”.
    kompas.com
    . Diakses tanggal 21-04-2022.





  16. ^


    Saputra, La Ode Muh Deden (23-05-2022). Arwan Mannaungeng, ed. “Gubernur Sultra Ali Mazi Lantik Pengasuh Kota Baubau dan Penjabat Bupati Buteng”.
    jpnn.com
    . Diakses tanggal 23-05-2022.





  17. ^

    Akuisisi Kursi DPRD Kota Bau-Bau 2014-2019

  18. ^

    Masukan Kursi DPRD Kota Bau-Bau 2019-2024

  19. ^


    “Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Tadbir”. Kementerian Internal Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari varian ceria terlepas 29 Desember 2018. Diakses copot
    3 Oktober
    2019
    .





  20. ^


    “Ordinansi Menteri Privat Provinsi Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Permendagri nomor 137 Hari 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan”. Kementerian Privat Provinsi Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi kudus
    (PDF)
    tanggal 25 Oktober 2019. Diakses tanggal
    15 Januari
    2020
    .





  21. ^


    Kaunang, I.R.B, Haliadi, dan Rabani, L.O. (2016).
    Jaringan Bahari Indonesia: Sejarah Toponim Ii kabupaten Pantai di Sulawesi
    (PDF). Jakarta: Direktorat Ki kenangan, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Peradaban. hlm. 247. ISBN 978-602-1289-43-3.





  22. ^

    Thesis Pangkalan Murhum diakses 6 Desember 2015

  23. ^

    Jurnal Bandar Murhum diakses 6 Desember 2015

Pranala luar

[sunting
|
sunting sumber]

  • (Indonesia)
    Situs web jamak Pemerintah Kota Baubau Diarsipkan 2009-07-27 di Wayback Machine.
  • (Indonesia)
    Situs web absah Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara Diarsipkan 2006-02-03 di Wayback Machine.
  • (Indonesia)
    Artikel KOMPAS mengenai Baubau
  • (Indonesia)
    Situs web resmi Jasmani Komunikasi, Informasi, dan Pengolah Data Kota Baubau
  • (Indonesia)
    Great Buton, Informasi Pariwisata Buton Raya
  • (Inggris)
    Archipelago Southeast Sulawesi Diarsipkan 2007-09-28 di Wayback Machine.



Source: https://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Baubau

Posted by: holymayhem.com