Tanaman Padi Reproduksi Secara Umum Dengan Cara Reproduksi

Terbit Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Padi yang merentang masa panen

Lahan padi di California, Amerika

Mesin pekebun padi di Jepang

Pari
(bahasa Latin:

Oryza sativa
) merupakan salah satu tanaman budidaya terpenting kerumahtanggaan peradaban. Kendatipun terutama mengacu pada jenis tanaman budidaya, pari juga digunakan bikin mengacu pada beberapa macam berpangkal marga (genus) nan sekelas, nan sahih disebut sebagai padi liar. Pari diduga bersumber berasal India atau Indocina dan masuk ke Indonesia dibawa oleh leluhur yang migrasi dari daratan Asia seputar 1500 SM.[1]

Hasil dari pengolahan padi dinamakan
beras.

Ciri-ciri

[sunting
|
sunting mata air]

Gabah termaktub dalam suku padi-padian ataupun
poaceae. Terna semusim, bersalur serabut, mayit sangat pendek, struktur serupa batang terjaga bersumber rangkaian pelepah daun yang saling menopang daun teoretis dengan petiolus agak gelap, daun berbentuk lanset,warna baru muda hingga mentah tua, berurat daun setara, tertutupi maka itu rambut yang singkat dan rumpil, bagian bunga tersusun majemuk, spesies malai bercabang, eceran anak uang disebut
floret
yang terdapat pada suatu spikelet yang duduk sreg panikula, tipe buah bulir atau kariopsis yang tidak bisa dibedakan mana biji zakar dan bijinya, bentuknya hampir bulat hingga lonjong, matra 3 mm setakat 15 mm, terlayang makanya palea dan lemma yang dalam bahasa sehari-masa disebut sekam, struktur dominan padi yang formal dikonsumsi yaitu jenis
enduspermium.

Reproduksi

[sunting
|
sunting perigi]

Setiap rente padi memiliki enam superior sari (anther) dan penasihat putik (stigma) bersangkak dua berbentuk sikat botol. Kedua instrumen seksual ini umumnya siap bereproduksi intern periode nan bersamaan. Superior sari kadang-kadang keluar dari palea dan lemma sekiranya sudah lalu menguning. Dari segi reproduksi, padi merupakan tumbuhan berpenyerbukan seorang, karena 95% atau lebih serbuk bunga membuntingi sel telur tanaman yang sama. Setelah pembuahan terjadi, zigot dan inti polar nan telah dibuahi buru-buru membelah diri. Zigot berkembang membentuk bakal anak dan inti polar menjadi endosperm. Pada akhir perkembangan, sebagian raksasa bulir padi mengadung pati dibagian endosperm. Bagi tanaman muda,pati dimanfaatkan laksana perigi gizi.

Genetika dan pemuliaan

[sunting
|
sunting sumber]

Satu set genom padi terdiri atas 12 kromosom. Karena padi adalah tanaman diploid, maka setiap sengkeran padi memiliki 12 pasang kromosom (kecuali sel seksual).

Padi merupakan organisme paradigma dalam kajian genetika tanaman karena dua alasan: kepentingannya bikin umat manusia dan dimensi kromosom yang relatif kecil, yaitu 1.6~2.3 × 108
tara basa (base pairs, bp).[2]
Sebagai pokok kayu model, genom padi sudah lalu disekuensing, seperti mana juga genom turunan.

Perombakan genetik padi sudah berlangsung sejak makhluk membudidayakan padi. Pecah hasil tindakan ini orang mengenal berbagai jenis ras lokal, seperti ‘Rajalele’ dari Klaten atau ‘Pandanwangi’ semenjak Cianjur di Indonesia ataupun ‘Basmati’ dari India utara. Orang pun berhasil mengembangkan padi persil cengkar (padi gogo) yang tak memerlukan penggenangan atau
gabah rawa
yang rani beradaptasi terhadap kedalaman air pandau yang berubah-ubah. Di negara tak dikembangkan pula bermacam-macam variasi pari.

Pemuliaan antah secara berstruktur baru dilakukan sejak didirikannya IRRI di Filipina ibarat penggalan dari usaha modernisasi pertanian bumi nan dijuluki sebagai Revolusi Yunior. Sejak saat itu muncullah berbagai macam kultivar gabah dengan kancing hasil janjang buat menyempurnakan kebutuhan pangan dunia. Dua kultivar pari modern purwa adalah ‘IR5’ dan ‘IR8’ (di Indonesia diadaptasi menjadi ‘PB5’ dan ‘PB8’). Walaupun alhasil tinggi tetapi banyak pekebun menolak karena rasanya tidak enak (kersai). Selain itu, terjadi hawar wereng wereng coklat lega tahun 1970-an.

Ribuan persilangan kemudian dirancang untuk menghasilkan kultivar dengan potensi hasil tinggi dan tahan terhadap berbagai hama dan penyakit padi. Sreg periode 1984 pemerintah Indonesia pernah meraih pujian semenjak PBB (FAO) karena berhasil meningkatkan produksi padi hingga dalam waktu 20 tahun dapat berubah dari pengimpor padi terbesar dunia menjadi negara swasembada beras. Prestasi ini lain dapat dilanjutkan dan yunior sekali lagi pulih sejak tahun 2007.

Hadirnya bioteknologi dan persekongkolan genetika pada tahun 1980-an memungkinkan perbaikan kualitas nasi. Sejumlah cak regu pemeriksa di Swiss mengembangkan padi transgenik nan mampu memproduksi toksin bagi hama predator bulir padi dengan harapan menurunkan penggunaan pestisida. IRRI, berkomplot dengan bilang kerangka tak, merakit “Padi emas” (Golden Rice) yang boleh menghasilkan provitamin A pada berasnya, nan diarahkan kerjakan pengentasan defisiensi vitamin A di bermacam ragam negara berkembang. Suatu tim penyelidik pecah Jepang juga meluaskan antah nan menghasilkan toksin untuk bibit penyakit kolera.[3]
Diharapkan beras yang dihasilkan padi ini bisa menjadi alternatif imunisasi kolera, terutama di negara-negara berkembang.

Sejak periode 1970-an telah diusahakan ekspansi padi hibrida, yang memiliki potensi hasil lebih panjang. Karena biaya pembuatannya tinggi, kultivar keberagaman ini dijual dengan harga kian mahal daripada kultivar padi yang dirakit dengan metode lain.

Selain pembaruan potensi hasil, alamat pemuliaan gabah mencangam pun tanaman nan lebih tahan terhadap berbagai organisme pengganggu tanaman (OPT) dan impitan (stres) abiotik (sebagaimana kehilangan, salinitas, dan tanah masam). Pemuliaan nan diarahkan lega eskalasi kualitas nasi lagi dilakukan, misalnya dengan perancangan kultivar mengandung karoten (provitamin A).

Keanekaragaman genetik

[sunting
|
sunting sumber]

Hingga kini ada dua jenis padi nan dibudidayakan manusia secara massal:
Oryza sativa
yang bersumber dari Asia dan
Ozon. glaberrima
nan berasal berpunca Afrika Barat.

Pada mulanya mulanya
Oryza sativa
dianggap terdiri dari dua subspesies,
indica
dan
japonica
(sinonim
sinica). Antah
japonica
galibnya berumur panjang, postur tinggi namun mudah rebah, lemmanya memiliki “ekor” atau “bulu” (Ing.
awn), bijinya cenderung membulat, dan nasinya lengket. Antah
indica, sebaliknya, berumur lebih pendek, postur lebih kecil, lemmanya lain ber-“bulu” atau sekadar pendek cuma, dan bulir mendekati oval sampai bujur telur. Biarpun kedua anggota subspesies ini dapat saling membuahi, persentase keberhasilannya bukan tinggi. Contoh terkenal dari hasil persilangan ini yaitu kultivar ‘IR8’, nan merupakan hasil pemilahan berpokok persimpangan
japonica
(kultivar ‘Deegeowoogen’ dari Formosa) dengan
indica
(kultivar ‘Denah’ dari Indonesia). Selain kedua keberagaman ini, dikenal macam minor
javanica
yang memiliki sifat antara dari kedua varietas utama di atas. Tipe
javanica
semata-mata ditemukan di Pulau Jawa.

Kajian dengan bantuan teknik biologi molekular masa ini menunjukkan bahwa selain dua subspesies
Ozon. sativa
yang terdepan,
indica
dan
japonica, terletak juga subspesies minor tetapi bersifat adaptif domestik, seperti mana
aus
(pari gogo berasal Bangladesh),
royada
(gabah pasang-surut/rawa terbit Bangladesh),
ashina
(pari pasang-surut bersumber India), dan
aromatic
(gabah wangi terbit Asia Selatan dan Iran, teragendakan padi basmati yang populer). Pengelompokan ini dilakukan menggunakan penanda RFLP dibantu dengan isozim.[4]
Kajian menggunakan penunjuk genetik SSR terhadap genom inti sel dan dua lokus pada genom kloroplas menunjukkan bahwa pembedaan
indica
dan
japonica
adalah mantap, doang
japonica
ternyata terbagi menjadi tiga kelompok distingtif:
temperate japonica
(“japonica
daerah sejuk” berpangkal Cina, Korea, dan Jepang),
tropical japonica
(“japonica
wilayah tropika” dari Nusantara), dan
aromatic. Subspesies
aus
merupakan kelompok yang terpisah.[5]

Beralaskan bukti-bukti evolusi molekular diperkirakan keramaian samudra
indica
dan
japonica
terpisah sejak ~440.000 tahun nan lewat dari satu populasi spesies moyang
Ozon. rufipogon.[5]
Domestikasi pari terjadi di noktah tempat yang berbeda terhadap dua kelompok nan sudah terpisah ini. Beralaskan bukti ilmu purbakala padi berangkat dibudidayakan (didomestikasi) 10.000 sebatas 5.000 perian sebelum masehi.[6]

Multiplisitas budidaya

[sunting
|
sunting mata air]

Padi gogo

[sunting
|
sunting sumber]

Di beberapa daerah tadah hujan angin orang melebarkan padi gogo, satu tipe padi lahan kering yang relatif toleran sonder penggenangan sama dengan di sawah. Di Lombok dikembangkan sistem antah gogo rancah, yang memberikan penggenangan n domestik nasihat musim tertentu sehingga hasil padi meningkat.Umumnya di daerah nan hanya bisa bercocok tanam antah gogo menggunakan model Tumpang Sari. Sistem Tumpang bibit yaitu dalam sekali tanam enggak namun menanam gabah, akan tetapi juga tanaman lain dalam suatu persil. Pari gogo kebanyakan di tumpang sari dengan jagung atau Ketela Tumbuhan.

Gabah pandau

[sunting
|
sunting sumur]

Padi rawa ataupun padi pasang surut merecup bawah tangan atau dibudidayakan di area rawa-rawa. Selain di Kalimantan, antah tipe ini ditemukan di lembah Bengawan Gangga. Antah pandau fertil membentuk kunarpa nan tinggi sehingga bisa mengikuti perubahan kedalaman air nan ekstrem musiman.


Keanekaragaman tipe beras/nasi

[sunting
|
sunting sumur]

Antah pera

[sunting
|
sunting perigi]

Padi kersai yaitu padi dengan bilangan amilosa pada pati lebih berpokok 20% pada berasnya. Butiran nasinya jika ditanak tak saling tertuju. Lawan dari antah pera adalah padi pulen. Sebagian besar orang Indonesia menyukai nasi jenis ini dan bineka varietas beras yang dijual di pasar Indonesia tergolong padi pulen. Penjenisan ini terutama dilihat terbit kepadatan nasinya.

Ketan

[sunting
|
sunting sumber]

Ketan (sticky rice), baik yang masif atau merah/hitam, mutakadim dikenal sejak dulu. Padi ketan punya kadar amilosa di asal 1% pada pati berasnya. Patinya didominasi oleh amilopektin, sehingga jika ditanak sangat lekat.

Pari wangi

[sunting
|
sunting sendang]

Gabah wangi atau harum (aromatic rice) dikembangkan makhluk di sejumlah wadah di Asia, yang terkenal adalah ras ‘Cianjur Pandanwangi’ (waktu ini telah menjadi kultivar berjaya) dan ‘rajalele’. Kedua kultivar ini adalah keberagaman
javanica
nan berumur panjang.

Di asing negeri orang mengenal antah biji strata (long grain), padi biji singkat (short grain),
risotto, pari susu umumnya menggunakan metode silsilah. Salah satu tahap terpenting internal pemuliaan padi adalah dirilisnya kultivar ‘IR5’ dan ‘IR8’, yang merupakan padi mula-mula yang berusia pendek belaka berpotensi hasil tinggi. Ini yakni awal revolusi hijau kerumahtanggaan budidaya gabah. Bermacam rupa kultivar gabah berikutnya umumnya memiliki ‘darah’ kedua kultivar perambah tadi. tes

Aspek budidaya

[sunting
|
sunting sumber]

Teknik budidaya padi telah dikenal oleh turunan sejak ribuan tahun yang lalu. Beberapa sistem budidaya diterapkan untuk padi.

  • Budidaya gabah sawah (Ing.
    paddy
    atau
    paddy field), diduga dimulai bersumber kawasan lembah Kali besar Yangtse di Tiongkok.
  • Budidaya pari lahan tandus, dikenal sosok kian suntuk daripada budidaya padi sawah.
  • Budidaya antah lahan rawa, dilakukan di beberapa tempat di Pulau Kalimantan.
  • Budidaya
    gogo rancah
    atau disingkat
    gora, yang merupakan modifikasi dari budidaya persil kering. Sistem ini sukses diterapkan di Pulau Lombok, yang hanya punya periode hujan angin sumir.

Setiap sistem budidaya memerlukan kultivar yang adaptif untuk per sistem. Kelompok kultivar antah yang seia untuk kapling gersang dikenal dengan jenama padi gogo.

Secara pendek, bercocok tanam padi mencakup persemaian, pemindahan atau penanaman, pemeliharaan (termuat irigasi, penyiangan, perlindungan pohon, serta pemupukan), dan panen. Aspek lain yang penting hanya tidak termasuk dalam afiliasi bercocok tanam pari adalah pemilihan kultivar, pemrosesan biji dan penyimpanan nilai.

Hama dan penyakit

[sunting
|
sunting sendang]

Hama-hama berjasa
  • Pelubang batang antah putih (“sundep”,
    Scirpophaga innotata)
  • Penggerek mayat padi kuning (S. incertulas)
  • Wereng layon punggung putih (Sogatella furcifera)
  • Wereng coklat (Nilaparvata lugens)
  • Tungro (Nephotettix impicticeps)
  • Tembiang hijau (Nezara viridula)
  • Pianggang (Leptocorisa oratorius)
  • Ganjur (Pachydiplosis oryzae)
  • Lalat bibit (Arterigona exigua)
  • Ulat tentara/Ulat mago grayak (Spodoptera litura
    dan
    S. exigua)
  • Tikus sawah (Rattus argentiventer)
Problem-penyakit terdahulu
  • blas (Pyricularia oryzae,
    P. grisea)
  • wabah daun bakteri (“kresek”,
    Xanthomonas oryzae
    pv.
    oryzae)

Pengolahan antah menjadi nasi

[sunting
|
sunting sendang]

Sehabis padi dipanen, bulir padi atau padi dipisahkan berpunca jerami padi. Pemisahan dilakukan dengan memukulkan seikat padi sehingga gabah copot alias dengan bantuan mesin pemisah gabah.

Gabah yang rontok lampau dikumpulkan dan dijemur. Pada zaman lampau, gabah tak dipisahkan lebih silam dari jerami, dan dijemur bersama dengan merangnya. Penjemuran biasanya gado waktu tiga sampai tujuh masa, tergantung kecerahan penyinaran matahari. Penggunaan mesin pengering rumit dilakukan. Istilah “Gabah Kering Giling” (GKG) mengacu plong antah nan telah dikeringkan dan siap buat digiling. (Lihat pranala luar). Gabah ialah tulang beragangan penjualan barang antah untuk keperluan ekspor atau penggalasan partai besar.

Antah nan telah kering disimpan atau sederum ditumbuk/digiling, sehingga beras terpisah berusul sekam (kulit gabah). Beras merupakan susuk olahan yang dijual lega tingkat konsumen. Hasil sampingan yang diperoleh pecah pemisahan ini adalah:

  • sekam, yang dapat digunakan bak bahan bakar,
  • merang, nanyan padi tandus; digunakan sebagai Jerami atau target kerajinan,
  • bekatul, yakni debu kulit ari beras; digunakan laksana bulan-bulanan rahim tambahan nan subur akan zat makanan B, dan
  • dedak, campuran belukut garang dengan sisa-sisa sekam yang kecil-kecil; buat makanan ternak.

Beras bisa dikukus atau ditim semoga menjadi nasi yang siap dimakan. Beras alias ketan yang ditim dengan air berlebih akan menjadi bubur. Pengukusan beras bisa juga dilakukan dengan pembungkus, misalnya dengan anyaman daun kelapa muda menjadi ketupat, dengan daun pisang menjadi lontong, atau dengan tabung bambu yang disebut lemang (rata-rata dengan santan). Beras juga bisa diolah menjadi minuman penyegar (beras kencur) atau pemohon burat buat mengurangi rasa pegal (param).

Produksi padi dan perdagangan dunia

[sunting
|
sunting perigi]

Putaran ini memerlukan aktualisasi

Negara produsen pari terkemuka adalah Republik Rakyat Tiongkok (28% mulai sejak total produksi manjapada), India (21%), dan Indonesia (9%). Namun namun sebagian kecil produksi padi bumi yang diperdagangkan antar negara (hanya 5%-6% dari jumlah produksi mayapada). Thailand yakni pengekspor padi terdepan (26% semenjak kuantitas pari yang diperdagangkan di dunia) diikuti Vietnam (15%) dan Amerika Maskapai (11%). Indonesia merupakan importir antah terbesar mayapada (14% terbit padi yang diperdagangkan di dunia) diikuti Bangladesh (4%), dan Brasil (3%).Produksi padi Indonesia plong 2006 yakni 54 juta ton, kemudian perian 2007 yaitu 57 juta ton (kredit nubuat III), meleset pecah mangsa sediakala nan 60 miliun ton akibat terjadinya kekeringan yang disebabkan gejala ENSO.

Pembuat pari terbesar — 2011
(juta metrik ton)

Republik Rakyat Tiongkok
201

India
158

Indonesia
66

Bangladesh
51

Vietnam
42

Thailand
35

Myanmar
29

Filipina
17

Brasil
13

Pakistan
9
Besaran Dunia 723

Sumur:

Organisasi Jenggala dan Pertanian (FAO)
[http://faostat.fao.org/site/339/default.aspx

Aspek budaya dan bahasa

[sunting
|
sunting sumber]

Padi yakni penggalan terdepan intern budaya mahajana Asia Tenggara dan Asia Timur. Masyarakat setempat mengenal filosofi
ilmu padi. Sejumlah pepatah juga melibatkan padi, misalnya

  • Padi ditanam tumbuh lalang
  • Padi masak, milu mengupih
  • Bagai ayam mati di lumbung pari

Lihat pula

[sunting
|
sunting sumur]

  • Gabah
  • Beras
  • Nasi
  • Berjumpa dengan tanam padi

    Referensi

    [sunting
    |
    sunting sumber]


    1. ^

      Shadily, Hassan. Ensiklopedi Indonesia. Ichtiar Baru-Van Hoeve dan Elsevier Publishing Projects. Jakarta, 1984. Situasi. 2503

    2. ^

      situs Gramene.org

    3. ^

      Focus 25, 2007

    4. ^

      Glaszmann, J.C. 1987. Isozymes and classification of asian rice varieties.
      Theor. Appl. Genet.
      74:21—30.
    5. ^


      a




      b




      Garris, A.J. (2004). “Genetic structure and diversity in
      Oryza sativa
      L”.
      Genetics.
      169: 1631–1638. doi:10.1534/genetics.104.035642.





    6. ^

      Zohary D., Hopf, M. 2000.
      Domestication of plants in the old world. Oxford University Press, Oxford.

    Pranala luar

    [sunting
    |
    sunting sendang]

    • Rajah Pengkajian Padi Sejagat (IRRI)
    • Tembusan pendukung artikel ini
    • Arketipe otoritas harga padi di Indonesia Diarsipkan 2006-03-09 di Wayback Machine.
    • International Rice Genome Sequencing Project,
      The map-based sequence of the rice genome.
      Nature 436, 793-800 (11 August 2005) (Onlinetext)
    • (Inggris)
      The Rice Annotation Project Database (RAP-DB): hub for Oryza sativa ssp. japonica genome information.
    • (Inggris)
      The map-based sequence of the rice genome.



Source: https://id.wikipedia.org/wiki/Padi

Posted by: holymayhem.com