Tanaman Padi Cara Berkembang Biak Jenis Makanan

Pendirian Budidaya Tanaman Pari

Antah ialah komoditas tanaman nan sudah lalu sejak berabad abad telah di budidayakan oleh kalangan petani terutama di Indonesia. Tanaman yang n kepunyaan angka ekonomi yang jenjang ini akan selamanya di butuhkan karena padi merupakan tanaman kreator beras fungsi bikin kebutuhan konsumsi rahim dan kebutuhan nutrisi bagi semua umat turunan. Untuk itu budidaya padi sekali lagi membutuhkan panduan yang teladan kerjakan mendapatkan hasil produksi nan maksimal. Berikut adalah ancang – anju dalam budidaya pari nan baik dan benar.

Syarat Tumbuh

Iklim

  • Tumbuh di daerah tropis/subtropis lega 45 derajat LU sampai 45 derajat LS dengan terang merangsang dan kelembaban tangga dengan musim hujan angin 4 bulan.
  • Rata-rata siram hujan yang baik adalah 200 mm/bulan maupun 1500-2000 mm/tahun. Padi dapat ditanam di musim kemarau atau hujan angin. Plong musim kemarau produksi meningkat asalkan air pengairan pelahap tersedia. Di musim hujan, walaupun air melimpah prduksi dapat menurun karena pembuahan kurang intensif.
  • Di dataran rendah padi memerlukan ketinggian 0-650 m dpl dengan temperatur 22-27 derajat C padahal di dataran tinggi 650-1.500 m dpl dengan master 19-23 derajat C.
  • Tanaman antah memerlukan penyinaram rawi penuh sonder naungan.
  • Angin berwibawa lega penyerbukan dan penyerbukan saja jika terlalu kencang akan merobohkan pokok kayu.

Memilih Tempat Pesemaian

  • Kancah untuk mewujudkan pesemaian yaitu syarat yang harus diperhatikan agar diperoleh ekstrak yang baik.
  • Tanahnya harus yang mewah, banyak mengandung humus, dan kenyet-kenyut.
  • Kapling itu harus persil yang terbuka, bukan terlindung maka dari itu pepohonan, sehingga seri syamsu boleh dituruti dan dipergunakan sepenuhnya.
  • Akrab dengan mata air air terutama buat pesemaian basah, sebab pesemaian banyak membutuhkan air. Sedangkan pesemaian cengkar dimaksudkan mudah mendapatkan air lakukan menyirami apabila persemaian itu mengalami kesuntukan.

Apabila areal yang akan ditanami cukup luas sebaiknya tempat pembuatan pesemaian tidak berkumpul menjadi suatu wadah tetapi dibuat memencar. Hal itu bagi menghemat biaya atau tenaga pengangkutannya.

Mengerjakan Tanah Untuk Pesemaian

Lahan pesemaian harus mulai diolah terbatas lebih 50 perian sebelum penanaman. Karena adanya dua jenis gabah, yaitu padi basah dan padi tandus, maka lahan pesemaian juga dapat dibedakan atas pesemaian basah dan pesemaian kering.

Pesemaian Basah

Dalam membentuk tanah sawah basah persemaian hendaknya benar-benar subur. Suket dan jerami yang masih harus dibersihkan terlebih dahulu. Kemudian sawah dibanjiri, tujuannya yakni agar tanah menjadi lembut, rumput akan tumbuh menjadi nyenyat, dan beraneka macam serangga yang boleh merusak esensi lengang pula.

Selain itu, jika tanah cukup lumat dan dibajak berkali bisa jadi hingga halus. Pada saat itu pula juga takhlik dan merevisi tanggul dan lingkaran sawah. Bak tindakan sumber akar persemaian luas harus dibuat sekitar 1/20 berpunca areal padi yang akan ditanam.

Jadi, ketika padi yang akan ditanam daerah 1 ha, area pembibitan nan harus dilakukan ialah 1/20 x 10 000 m² = 500 m². Benih yang dibutuhkan adalah sekitar 75 gram kredit per 1 m², atau sebanyak abnormal lebih 40 kg.

Pesemaian Kersang

Prinsip pembuatan pesemaian cengkar ekuivalen dengan pesemaian basah. Rumput-suket dan sisa-geladir jerami nan ada harus dibersihkan terlebih dahulu. Tanah dibolak-balik  dengan bajak dan digaru, atau bisa dan halus. juga memakai cangkul nan terpenting kapling menjadi gembur.

Pasca- tanah menjadi halus, diratakan dan dibuat bedengan-bedengan. Tentang ukuran bedengan umpama berikut :  Tinggi 20 cm, lebar 120 cm, tinggi 500-600 cm.Antara bedengan yang suatu dengan yang lain diberi jarak 30 cm sebagai selokan nan dapat digunakan lakukan melincirkan : Penaburan biji, pengairan, pemupukan, pemancaran wereng, penyiangan, dan pencabutan sari.

Penaburan Biji

Bagi mengidas angka-biji yang bertunas dan enggak, poin harus direndam dalam air. Ponten-biji nan bertaruk akan tenggelam sementara itu yang biji-kredit nan nihil akan terapung. Dan biji-kredit nan terapung bisa dibuang. Maksud perendaman selain memintal angka yang bertunas, biji juga agar cepat berkecambah. Lama perendaman cukup 24 jam, kemudian biji diambil dari rendaman suntuk di peram dibungkus memakai daun pisang dan karung.

Pemeraman dibiarkan sepanjang 8 jam.Apabila kredit telah berkecambah dengan strata 1 mm, maka biji disebar ditempat pesemaian. Diusahakan agar penyebaran biji merata, tidak sesak berdempetan dan tidak terlalu jarang. Apabila penyebarannya plus berhimpit akan mengakibatkan jauhar yang tumbuh boncel-boncel dan lemah, tetapi penyebaran yang plus susah umumnya menyebabkan bertaruk benih tidak merata.

Preservasi Pesemaian

Tali air

Pada pesemaian basah, serupa itu kredit ditaburkan terus digenangi air selama 24 jam, baru dikeringkan. Genangan air dimaksudkan kiranya biji yang disebar tidak berkelompok-kelompok sehingga bisa merata. Adapun pengeringan setelah penggenangan sepanjang 24 jam itu dimaksudkan agar biji tidak membusuk dan mempercepat pertumbuhan.

Pada pesemaian kering, pengairan dilakukan dengan air rembesan. Air dimasukan dalam comberan antara bedengan-bedengan, sehingga bedengan akan terus-menerus mendapatkan air dan benih akan bersemi minus mengalami kekeringan. Apabila benih sudah cukup segara, penggenangan dilakukan dengan mematamatai keadaan. Lega bedengan pesemaian bila banyak ditumbuhi jukut, perlu digenangi air. Apabila lega pesemaian tidak ditumbuhi rumput, maka penggenangan air namun kalau memerlukan hanya.

Pengendalian Hama dan penyakit

Buat menjaga prospek serangan penyakit, pesemaian terbiasa disemprot dengan Insektisida 2 mungkin, yaitu 10 hari sehabis penaburan dan sehabis pesemaian berusia 17 hari.

Pengolahan Lahan Atau Lahan Calon Tanam Antah

Cara Mengolah Lahan

Penggodokan persil lakukan reboisasi padi harus sudah disiapkan sejak dua bulan penanaman. Pelaksanaannya dapat dilakukan dengan dua variasi pendirian yaitu dengan cara tradisional dan cara modern.

  • Pengolahan lahan sawah dengan cara tradisional, yaitu perebusan petak sawah dengan gawai-alat sederhana sebagaimana sabit, cangkul, bajak dan garu yang semuaya dilakukan maka dari itu orang ataupun dibantu makanya binatang misalnya, kerbau dan sapi.
  • Penggarapan tanah sawah dengan cara modern yaitu pengolahan petak sawah yang dilakukan dengan mesin. Dengan traktor dan alat-alat pengolahan tanah yang serba dapat kerja koteng.

Penyabunan

Sebelum persil sawah dicangkul harus dibersihkan lebih dahulu berpunca jerami-jerami atau rumput-suket yang ada. Dikumpulkan di satu tempat atau dijadikan kompos. Hendaknya jangan dibakar, sebab pembakaran jerami itu akan meredakan zat nitrogen yang sangat penting bagi pertumbuhan tanaman.

Pencangkulan

Sawah yang akan dicangkul harus digenangi air malah dahulu mudah-mudahan persil menjadi sabar dan suket-rumputnya cepat membusuk. Pekerjaan pencangkulan ini dilanjutkan pula dengan perbaikan dok-pematang yang bocor.

Pembajakan

Sebelum pembajakan, sawah-sawah harus digenangi air lebih dahulu. Pembajakan dimulai bermula tepi atau dari tengah petakan sawah nan dalamnya antara 12-20 cm. tujuan pembajakan adalah mematikan dan membenamkan rumput, dan membenamkan bahan-bahan organis seperti : pupuk hijau, rabuk kandang, dan kompos sehingga bersatu dengan lahan. Selesai pembajakan sawah digenangi air juga sepanjang 5-7 hari untuk membangatkan fermentasi sisa-sisa tanaman dan melunakan bongkahan-bongkahan persil.

Penggaruan

Puas masa sawah akan digaru genangan air dikurangi. Sehingga cukup tetapi bikin membasahi bongkahan-bongkahan tanah saja. Penggaruan dilakukan berulang-ulang sehingga tahi-sisa jukut terbenam dan mengurangi perembesan air ke asal.

Pasca- penggaruan pertama selesai, sawah digenangi air lagi sepanjang 7-10 periode, selang beberapa hari diadakan pembajakan yang kedua. Tujuannya merupakan: meratakan tanah, meratakan pupuk sumber akar yang dibenamkan, dan pelumpuran mudahmudahan menjadi bertambah sempurna.

Teknik Penanaman Gabah

Penyortiran Bibit

Pekerjaan reboisasi didahului dengan pekerjaan pencabutan bibit di pesemaian. Pati yang akan dicabut adalah bibit nan telah berumur 25-40 masa (tergantung jenisnya), berdaun 5-7 helai. Sebelum pesemaian 2 atau 3 periode persil digenangi air agar petak menjadi kepala dingin dan melicinkan pencabutan.

Caranya, 5 sampai 10 batang ekstrak kita jawat menjadi satu kemudian ditarik ke arah badan kita, usahakan batangnya jangan sampai teriris. Ciri-ciri bibit yang baik antara tak :

  • Umurnya tidak bertambah berusul 40 perian
  • Tingginya kurang lebih dari 40 hari
  • Tingginya kurang bertambah 25 cm
  • Berdaun 5-7 helai
  • Batangnya osean dan langgeng
  • Bebas berpunca hama dan penyakit

Bibit yang telah dicabut lalu diikat n domestik satu ikatan segara untuk memudahkan pengangkutan. Sari yang sudah lalu dicabut harus segera ditanam, jangan sampai bermalam.

Reboisasi padi nan baik harus menggunakan larikan ke kanan dank e kiri dengan jarak 20 x 20 cm, hal ini lakukan memudahkan pemeliharaan, baik penyiangan ataupun fertilisasi dan memungkinkan setiap tanaman memperoleh cahaya matahari yang layak dan zat-zat makanan secara merata.

Dengan berjalan mundur tangan kiri memegang konsentrat, tangan kanan menanam, tiap lubang 2 atau 3 batang esensi, dalamnya kira-kira3 alias 4 cm. usahakan penanaman tegak literal jangan sampai serong.

Usahakan penanaman konsentrat enggak terlalu dalam ataupun berlebih tohor. Bibit nan ditanam berlebih dalam akan menghambat pertumbuhan akar dan anakannya sedikit.

Bibit yang ditanam terlalu dangkal akan menyebabkan mudah rubuh atau hanyut oleh aliran air. Dengan demikian jelas bahwa penghijauan bibit yang terlalu dalam maupun terlalu dangkal akan berpengaruh pada hasil produksi.

Pelestarian Tanaman Gabah

Irigasi

Air merupakan syarat mutlak bagi pertumbuhan tanaman gabah sawah. Komplikasi pengairan lakukan tanaman padi sawah yaitu riuk satu factor penting yang harus mendapat perhatian mumbung demi mendapat hasil panen yang akan datang.

Air yang dipergunakan bagi irigasi padi di sawah adalah air yang berpunca dari sungai, sebab air kali besar banyak mengandung lendut dan kotoran-kotoran nan habis berguna bakal meninggi kesuburan kapling dan tumbuhan. Air yang berasal dari mata air tekor baik untuk pengairan sawah, sebab air itu jernih, tidak mengandung lumpur dan kotoran.

Memasukan air kedalam sawah dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :

  • Air nan dimasukan ke petakan-petakan sawah adalah air nan berpokok dari saluran sekunder. Air dimasukan ke petakan sawah menerobos saluran penyerahan, dengan menghentikan lebih habis air lega terusan sekunder.
  • Cak bagi menjaga seharusnya genangan air didalam petakan sawah itu tetap, jangan lupa dibuat sekali lagi lubang pembuangan. Lubang pembayaran dan lubang pembuangan tidak boleh dibuat lurus.
  • Hal ini dimaksudkan agar cak semau pengendapan luluk dan ampas-feses yang sangat bermanfaat bikin pertumbuhan tanaman. Apabila lubang pemasukan dan lubang pembuangan itu dibuat harfiah, maka air akan terus mengalir tanpa adanya pengendapan.

Pada waktu mengairi tanaman padi di sawah, dalamnya air harus diperhatikan dan disesuaikan dengan vitalitas tanaman tersebut. Kedalaman air hendaknya diatur dengan cara umpama berikut :

  • Tanaman yang berumur 0-8 hari dalamnya air layak 5 cm.
  • Pohon yang berumur 8-45 masa dalamnya air boleh ditambah hingga 10-20 cm.
  • Tanaman pari nan mutakadim membuat bulir dan mulai masak dalamnya air dapat ditambah hingga 25 cm. setelah itu dikurangi perlahan-lahan cacat.
  • Sepuluh hari sebelum panen sawah dikeringkan terkadang. Agar pari dapat masak bersama-sama.

Penyiangan dan Penyulaman

Setelah penanaman, Apabila pokok kayu antah ada yang sunyi harus taajul diganti (disulam). Pokok kayu sulam itu dapat menyamai nan lain, apabila penggantian bibit baru jangan sampai lewat 10 hhari sesudah tanam.

Selain penyulaman yang perlu dilakukan adalah penyiangan mudahmudahan suket-rumput liar yang tumbuh di sekeliling tumbuhan pari tidak bertumbuh banyak dan cekut zat-zat kas dapur yang dibutuhkan tanaman pari. Penyiangan dilakukan dua siapa yang purwa selepas padi berusia 3 minggu dan nan kedua setelah padi berusia 6 minggu.

Pemupukan

Pemupukan bertujuan lakukan menambah zat-zat dan unsur-unsur perut yang dibutuhkan maka itu pohon di internal kapling. Untuk tanaman pari, baja yang digunakan antara lain:

  • Pupuk alam, bagaikan pupuk dasar yang diberikan 7-10 waktu sebelum tanaman dapat digunakan baja-pupuk alam, misalnya: soren, pupuk kandang, dan kompos. Banyaknya kira-asa 10 ton / ha.
  • Pupuk bikinan diberikan sesudah tanam, misalnya: ZA/Urea, DS/TS, dan ZK. Adapun kepentingan pupuk tersebut seumpama berikut:
  • ZA/Urea : menyuburkan tanah, mempercepat tumbuhnya anakan, mempercepat tumbuhnya tanaman, dan menambah besarnya gabah.
  • DS/TS : mempercepat tumbuhnya tanaman, merangsang pembungaan dan pembentukan buah, mendahulukan panen.
  • ZK : menerimakan ketabahan tanaman terhadap hama / penyakit, dan memacu pembuatan zat bibit.

Pengendalian Wereng Dan Ki kesulitan

Hama di Persemaian Basah (untuk padi sawah)

Hama masif (Nymphula depunctalis)

Gejala : membidas patera konsentrat, kehancuran nyata titik-bintik yang mengaret sejajar tulang daun, ulat memuntal patera gabah.

Pengendalian

  • Pengaturan air yang baik, penggunaan bibit sehat, mengeluarkan musuh alami, menggugurkan silinder daun;
  • Pemancaran insektisida Kiltop 50 EC atau Tomafur 3G.

Padi trip (Trips oryzae)

  • Gejala : daun menggulung dan bercat kuning sebatas kemerahan, pertumbuhan bibit tersuntuk, pada pokok kayu dewasa gabah tidak berisi.
  • Pengendalian : racun serangga Mipein 50 WP atau Dharmacin 50 WP.

Ulat tentara (Pseudaletia unipuncta, berwarna serbuk-tepung; Spodoptera litura, berwarna coklat hitam; S. exempta, bergaris kuning)

  • Gejala : ulat memakan helai daun, pokok kayu hanya tinggal lemak tulang-benak daun.
  • Pengendalian: pendirian mekanis dan racun serangga Sevin, Diazenon, Sumithion dan Agrocide.

Hama di Sawah

Hama

Wereng penyerang bangkai padi : wereng padi coklat (Nilaparvata lugens), hama antah berpunggung putih (Sogatella furcifera).

  • Merusak dengan prinsip mengisap cairan bangkai gabah. Saat ini hama wereng paling ditakuti oleh petani di Indonesia. Wereng ini bisa menularkan virus.

Gejala : pohon pari menjadi kuning dan mengering, sekelompok tnaman begitu juga terbakar, tanaman yang tak mengering menjadi mungil.

Pengendalian

  • Bertanam padi bertepatan, memperalat varitas tahan hama seperti IR 36, IR 48, IR 64, Cimanuk, Progo dsb, menerangkan mileu, melepas musuh alami sama dengan laba-laba, pijat-pijat dan kumbang sigenting.
  • Penyemportan insektisida Applaud 10 WP, Applaud 400 FW atau Applaud 100 EC.

Walang sangit (Leptocoriza acuta)

Menyerang buah padi yang masak susu.

Gejala : dan menyebabkan buah hampa ataupun berkualitas minus seperti ikal, berwarna coklat dan tidak enak; plong daun terletak bercak lulusan isapan dan buah padi berbintik-bintik hitam.

Pengendalian

  • Bertanam sekaligus, peningkatan kebersihan, mengumpulkan dan memunahkan telur, melepas musuh alami seperti jangkrik;
  • Menyemprotkan insektisida Bassa 50 EC, Dharmabas 500 EC, Dharmacin 50 WP, Kiltop 50 EC.

Kepik plonco (Nezara viridula)

Menyerang batang dan biji zakar padi.

  • Gejala : pada mayit pokok kayu terletak eks tusukan, buah padi nan diserang memiliki bercak bekas isapan dan pertumbuhan tanaman terganggu.
  • Pengendalian : mengumpulkan dan memusnahkan telurtelurnya, penyemprotan racun serangga Curacron 250 ULV, Dimilin 25 WP, Larvin 75 WP.

Hama tikus (Rattus argentiventer)

Tanaman padi akan mengalami kehancuran parah apabila terserang maka itu hama tikus dan menyebabkan penurunan produksi gabah yang cukup besar. Menyerang mayat taruna (1-2 bulan) dan buah.

  • Gejala : adanya tanaman padi nan roboh pada petak sawah dan plong serangan hebat ditengah petak tidak ada pokok kayu.
  • Pengendalian: pergiliran tanaman, sanitasi, gropyokan, melepas saingan alami sama dengan ular air dan pelir mambang, eksploitasi racun hama dengan tepat, intensif dan teratur, menerimakan umpan berbisa begitu juga seng fosfat nan dicampur dengan jagung atau beras.

Burung

Ceceh (tempua Palceus manyar, gelatik Padda aryzyvora, pipit Lonchura lencogastroides, peking L. puntulata, bondol hitam L. ferraginosa dan bondol polos L. ferramaya).

  • Mengecap padi menjelang penuaian, tangkai biji zakar kotok, ponten berserakan.
  • Pengendalian: mengusik dengan bunyi-bunyian atau orang-orangan.

Pengendalian Ki aib

Bercak daun coklat

Penyebab: jamur (Helmintosporium oryzae).

Gejala: menyerang pelepah, malai, buah yang yunior tumbuh dan bibit yang baru berkecambah. Biji berbercak-bercak coklat tetapi ki ajek berisi, antah dewasa busuk kering, angka kecambah kemungkus dan kecambah mati.

Pengendalian:

  • Merendam benih di privat air panas, pemupukan berimbang, memakamkan padi tahan penyakit ini, menaburkan serbuk air raksa dan bubuk kapur (2:15);
  • Dengan racun serangga Rabcide 50 WP.

Blast

Penyebab: jamur Pyricularia oryzae.

Gejala: mencerca daun, kancing pada malai dan ujung tangkai malai. Serbuan menyebabakn patera, gelang buku, tangkai malai dan cabang di dekat pangkal malai mereput. Proses pemasakan nafkah terhambat dan butiran padi menjadi hampa.

Pengendalian:

  • Membakar sisa jerami, menggenangi sawah, menanam varitas memenangi Sentani, Cimandirim IR 48, IR 36, pemberian pupuk N di saaat pertengahan fase vegetatif dan fase pembentukan bulir;
  • Menyemprotkan insektisida Fujiwan 400 EC, Fongorene 50 WP, Kasumin 20 AS atau Rabcide 50 WP.

Penyakit garis coklat daun (Narrow brown leaf spot,)

Penyebab: cendawan Cercospora oryzae.

Gejala: menyerang daun dan pelepah. Tampak gari-garis atau noda-noda sempit memanjang berwarna coklat selama 2-10 mm. Proses pembungaan dan pengisian skor tertahan.

Pengendalian:

  • Menanam pari tahan keburukan ini seperti Citarum, mencelupkan benih ke kerumahtanggaan larutan merkuri;
  • Menyemprotkan fungisida Benlate T 20/20 WP atau Delsene MX 200.

Tembelang pelepah daun

Penyebab: jamur Rhizoctonia sp.

Gejala: kecam patera dan pelepah daun, gejala terpandang pada tanaman yang sudah membentuk anakan dan menyebabkan jumlah dan mutu gabah menurun. Penyakit ini bukan terlalu merugikan secara ekonomi.

Pengendalian:

  • Menanam padi resistan penyakit ini;
  • Menyemprotkan fungisida pron bila pembentukan anakan seperti Monceren 25 WP dan Validacin 3 AS.

Penyakit fusarium

Penyebab: cendawan Fusarium moniliforme.

Gejala: menyerang malai dan biji muda, malai dan biji menjadi kecoklatan hingga coklat ulat, patera terkulai, akar tunjang membusuk, tanaman gabah. Kerusakan yang diderita enggak berlebih parah.

Pengendalian: mengendurkan jarak tanam, mencocol mani pada larutan merkuri.

Panen Antah

Ciri dan Umur Penuaian

Padi siap panen: 95 % butir sudah masak (33-36 hari sehabis berpangkal), bagian pangkal malai masih terdapat adv minim gabah yunior, kadar air padi 21-26 %, butir hijau rendah.

Cara Penuaian

Keringkan sawah 7-10 hari sebelum panen, gunakan sabit mencolok cak bagi menyelang pangkal batang, simpan hasil panen di suatu wadah atau medan yang dialasi.

Pengetaman dengan menunggangi mesin akan menghemat waktu, dengan instrumen Reaper binder, panen dapat dilakukan selama 15 jam bakal setiap hektar sedangkan dengan Reaper harvester panen hanya dilakukan selama 6 jam bikin 1 hektar.

Perkiraan Produksi

Dengan penanaman dan pemeliharaan yang intensif, diharapkan produksi mengaras 7 ton/ha. Waktu ini hasil yang didapat hanya 4-5 ton/ha.

Pasca Pengetaman

Perontokan. Cak bagi sesegera setelah panen, gunakan cara diinjak-injak (±60 jam insan bikin 1 hektar), dihempas/dibanting (± 16 jam orang bagi 1 hektar) dilakukan dua barangkali di dua bekas terpisah. Dengan menggunakan mesin perontok, musim boleh dihemat. Perontokan dengan perontok pedal mekanis hanya memerlukan 7,8 jam orang cak bagi 1 hektar hasil penuaian.

Pembersihan. Bersihkan gabah dengan kaidah diayak/ditapi atau dengan blower manual. Takdir kotoran tidak boleh makin dari 3 %.

Jemur gabah sepanjang 3-4 periode selama 3 jam masing-masing hari sampai bilangan airnya 14 %. Secara tradisional antah dijemur di halaman. Jika menunggangi mesin pengering, kebersihan gabah lebih terjamin daripada dijemur di halaman.

Penyimpanan. Gabah dimasukkan ke dalam karung zakiah dan jauhkan mulai sejak beras karena dapat tertulari hama beras. Padi siap dibawa ke tempat kilang beras (huller).

Source: http://cybex.pertanian.go.id/mobile/artikel/88796/BUDIDAYA-TANAMAN-PADI/

Posted by: holymayhem.com