Tanaman Obat Sirih Brotowali Dan Lada Dapat Diperbanyak Dengan Cara

tirto.id – Stek menjadi salah suatu pendirian perkembangbiakan tanaman tiruan yang praktis dan irit, tapi memiliki banyak keuntungan.

Dilansir berasal anak kunci Budidaya Tumbuhan Perunding dan Rempah, stek merupakan kegiatan budi daya tanaman dengan pemisahan maupun pemotongan babak tertentu pokok kayu.

Bagian yang bisa dipotong dapat terdiri dari: akar, batang, daun, dan tunas.

Bagian tersebut nantinya akan membentuk akar baru. Jenis-jenis stek dibagi berdasar adegan tanaman yang dipotong, seperti stek akar, stek cabang, stek daun, stek umbi, dan sebagainya.

Beberapa pohon obat dapat dikembangbiakkan dari stek, misalnya begitu juga: sirih, brotowali, dan lada. Berikut berbagai arketipe tanaman berdasar perkembangbiakan stek:

  • Stek Kunarpa:

Beberapa tanaman remedi yang dikembangbiakan dengan mandu ini yakni sirih, brotowali, cabai, sungut kucing.

Dikutip berpangkal Budidaya dan Khasiat Brotowali, tanaman brotowali merupakan herbal yang mudah dikembangbiakkan dengan stek mayit.

Setelah penyederhanaan pada batang bertakaran sekitar 5 cm, proses selanjutnya merelakan mayat merecup selama 2 minggu di tanah yang lembab.

Apabila mayat telah bersemi maka tanaman brotowali siap ditanam.

  • Stek Rimpang dan Akar

Terdapat pula tanaman obat yang dikembangbiakkan secara stek rimpang
(rhizome)
dan stek akar susu, seperti kurkuma, jahe, temulawak, dan kencur.

Sedangkan pokok kayu patera dewa diperbanyak dengan stek akar.

Cara Mengerjakan Stek Tanaman

Proses penyetekan dilakukan dengan menanam potongan putaran tumbuhan.

Dikutip berpangkal PJJ Prakarya Aspek Budaya, plong penyetekan mayit tahapan layon yang dipotong kira-terka antara 10-30 cm.

Ki alat untuk melakukan penyetekan dapat memperalat polibag yang berisi media tanam.

Menurut Bambang B. Santoso, setelah hasil penyetekan dipindah di alat angkut tanam, tanaman akan memasuki fase yuwana (fase belia=
juvenile)
hingga kurun perian tertentu.

Fase-fase pertumbuhan belia kembali dikenal sebagai fase vegetatif. Setelah fase ini pertumbuhan akan terlihat habis lambat sebelum memasuki fase generatif alias fase dewasa.

Teknik stek banyak diterapkan pada pohon holtikultura.

Pada beberapa holtikultura buah-buahan, hari fase belia setakat fase dewasa memakan waktu 4-6 tahun.

Sementara itu, pada holtikultura enggak sebagai halnya tanaman hias membutuhkan waktu relatif singkat yakni sekitar 6-8 bulan.

Manfaat Teknik Stek cak bagi Kepribadian Taktik

Kepribadian daya tanaman dengan teknik stek punya logo karena hasil tanaman identik dengan tumbuhan induk. Oleh karena itu, stek sekali lagi dikenal sebagai teknik kloning pada tanaman holtikultura tersaring.

Teknik ini menjadi budi daya yang praktis dan ekonomis karena bukan diperlukan ruang atau area lahan yang luas.

Penyetekan bisa dilakukan dengan lahan relatif kecil tapi kelebihannya menghasilkan tumbuhan dalam besaran banyak.

Penerapan teknik stek lagi tidak merusak tanaman indung karena cukup membutuhkan satu potongan cabang alias ranting.

(tirto.id –
Kesehatan)

Kontributor: Anisa Wakidah

Juru tulis: Anisa Wakidah

Editor: Aditya Widya Putri



Source: https://tirto.id/daftar-tanaman-obat-yang-dikembangbiakkan-dengan-cara-stek-gjNy

Posted by: holymayhem.com