Tanaman Kehutanan Dan Cara Memecahkan Dormansinya

Dormansi sperma adalah suatu peristiwa berhenti tumbuh  yang dialami organisme  arwah atau bagiannya sebagai tanggapan atas suatu keadaan nan tidak kontributif pertumbuhan normal.  Benih yang mengalami dormansi ditandai oleh rendahnya / tidak adanya proses imbibisi air, proses respirasi tertekan / terhambat, rendahnya proses pengerahan cadangan lambung, dan rendahnya proses metabolisme cadangan makanan. Dormansi puas benih dapat disebabkan oleh hal fisik berusul indra peraba biji dan keadaan fisiologis dari fetus alias lebih lagi kombinasi dari kedua kejadian tersebut. Banyak benih pokok kayu nan menunjukkan perilaku ini sehingga jika tidak dipahami oleh pembudidaya makan penanaman mani secara normal tidak menghasilkanperkecambahan maupun cacat perkecambahan.

Untuk mengetahui apakah suatu benih dapat berkecambah ataupun lain maka dormansi perlu dipecahkan dan dipersingkat dengan beberapa pendirian berikut:

Dengan perlakuan mekanis

Tujuan bermula perlakuan mekanis ini yaitu untuk melemahkan kulit kredit yang keras sehingga bertambah permeabel terhadap air ataupun gas antara tidak dengan cara skarifikasi yaitu mengkikir/menggosok kulit biji dengan kertas amplas, melubangi kulit biji dengan pisau, bercabang jangat biji maupun dengan perlakuan goncangan untuk benih-benih yang memiliki tembel gabus.

Dengan perlakuan kimia

Maksud berpunca perlakuan kimia yakni menjadikan agar selerang kredit lebih mudah dimasuki air pada hari proses imbibisi. Larutan asam kuat seperti cemberut sulfat, cemberut nitrat dengan konsentrasi pekat membuat kulit biji menjadi makin lunak sehingga dapat dilalui makanya air dengan mudah. Sebagai model perendaman benih singkong jalar n domestik asam sulfat pekat selama 20 menit sebelum tanam.

Dengan perlakuan perendaman dengan air.

Pematahan dormansi jauhar boleh dilakukan pula dengan cara perendaman di intern air sensual dengan tujuan melincirkan penyerapan air oleh benih. Caranya merupakan: dengan memasukkan benih ke internal air seronok pada guru 60 – 70 0C dan dibiarkan sampai air menjadi dingin, selama beberapa hari. Untuk benih memanjatkan perkara, direndam dalam air nan sedang mendidih, dibiarkan selama 2 menit lalu diangkat keluar bagi dikecambahkan.

Dengan perlakuan suhu

dan perlakuan cahaya

Cara yang caruk dipakai adalah dengan membagi temperatur rendah pada keadaan lembap (Stratifikasi). Selama pelapisan terjadi bilang peralihan dalam benih yang berdampak menghilangkan bahan-korban penghambat perkecambahan atau terjadi pembentukan bahan-bahan nan seronok pertumbuhan.

Pencatat : Betaria Septiana, S.ST., M.Sang / Penyuluh Pertanian Muda

Source: http://cybex.pertanian.go.id/mobile/artikel/89450/Cara-Mematahkan-Dormansi-Benih/

Posted by: holymayhem.com