Tanaman Kaktus Ciri Khusus Dan Cara Adaptasinya

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia nonblok

Kaktus

Perian

35–0jtyl

PreЄ

Є

O

S

D

C

P

T

J

K

Pg

N

Eosen Penutup – Waktu ini

Cactaceae

Edit the value on Wikidata

Ferocactus pilosus1.jpg

Ferocactus pilosus
(en)
Terjemahkan

Edit the value on Wikidata

Taksonomi
Divisi Tracheophyta
Subdivisi Spermatophytes
Klad Angiosperms
Klad mesangiosperms
Klad eudicots
Klad core eudicots
Ordo Caryophyllales
Famili
Cactaceae

Edit the value on Wikidata




Juss., 1789
Macam taksonomi Cactus

Edit the value on Wikidata
Manajemen cap
Status nomenklatur nomen conservandum

Edit the value on Wikidata
Marga
Lihat [(Lepo)]
Arus

Cactaceae distrib kz.jpg



Edit the value on Wikidata


Kaktus dapat bersemi pada waktu yang lama tanpa air.[1]
Kaktus biasa ditemukan di area-daerah yang gersang (sahara).[1]
Pengenalan jamak untuk kaktus adalah
kakti.[2]
Kaktus memiliki akar tunjang nan panjang bakal mengejar air dan memperlebar penyerapan air kerumahtanggaan tanah.[1]
Air yang diserap kaktus disimpan dalam urat kayu di batangnya.[1]
Kaktus juga memiliki daun yang berubah bentuk menjadi duri sehingga dapat mengurangi penguapan air lewat daun.{[3]
Maka dari itu sebab itu, kaktus dapat bersemi plong waktu yang lama tanpa air.[3]

Sejarah

[sunting
|
sunting perigi]

Penemuan akan halnya kaktus dipercayai telah dimulai lama sebelum nasion Eropa menemukan Marcapada Baru.[4]
Saja, beraneka macam informasi tentang tanaman tersebut hilang detik terjadi kolonialisme oleh Spanyol.[4]
Referensi pertama mengenai tanaman kaktus ditemukan pada abad ke-16 di dalam bab 16 dari buku
Historia general y natural de las Indias
(1535).[4]
Penulis rahasia tersebut, Hernandez de Oviedo y Valdez mendeskripsikan kaktus andai tanaman yang memiliki duri yang partikular dan buah yang khusus.[4]
Sebagian besar spesies kaktus berasal berasal Amerika Utara, Selatan, dan Tengah.[4]
Genus kaktus pertama nan diimpor ke Eropa ialah
Melocactus.[4]
Sendiri botaniawan asal Swedia, Carl Linnaeus, memberikan jenama kaktus yang diambil dari bahasa Yunani Κακτος kaktos.[4]
Dalam bahasa Yunani klasik, kata tersebut memiliki makna pokok kayu liar berduri.[4]

Ajang beradaptasi

[sunting
|
sunting mata air]

Hanya seperempat dari keseluruhan spesies kaktus yang roh di daerah sahara.[5]
Sisanya hidup pada daerah taruk-gurun, padang rumput kering, hutan meranggas, atau padang suket.[5]
Umumnya, tumbuhan ini hidup di daerah beriklim tropis dan subtropis.[5]

Morfologi

[sunting
|
sunting sumber]

Kaktus teragendakan ke intern golongan pohon sukulen karena mampu menyimpan persediaan air di batangnya.[5]
Kunarpa pohon ini fertil menampung volume air yang besar dan punya rangka yang bervariasi.[5]
Cak bagi dapat bersikukuh di kawasan gurun yang gersang, kaktus punya metabolisme tertentu.[5]
Tumbuhan ini kuak stomatanya di lilin batik masa ketika cuaca lebih cahang dibandingkan siang hari yang terik.[5]
Plong malam hari, kaktus juga mengambil COh2
berbunga lingkungan dan menyimpannya di vakuola kerjakan digunakan ketika fotosintesis berlangsung (terutama pada siang hari).[5]
Banyak keberagaman mulai sejak kaktus yang memiliki duri yang jenjang serta radikal.[5]
Duri tersebut merupakan modifikasi dari daun dan dimanfaatkan misal perawatan terhadap herbivora.[5]
Bunga kaktus yang berfungsi n domestik reproduksi tumbuh terbit bagian ketiak maupun areola dan melekat puas pokok kayu serta tidak punya tangkai bunga.[5]

Kaktus dengan duri nan hierarki serta ekstrem.

Hama dan ki kesulitan

[sunting
|
sunting sumber]

Keburukan nan kebanyakan menyerang kaktus disebabkan oleh kuman dan pupuk.[6]
Infeksi akibat bakteri dan cendawan dapat memencar dengan cepat sehingga perlu dilakukan pembuangan penggalan nan terinfeksi kemudian dilakukan transplantasi.[6]
Wereng yang sering menyerang kaktus merupakan tungau (Tetranychus urticae) dan tungau nan menghisap larutan kaktus.[6]
Kerusakan bagian tertentu berasal kaktus pula bisa disebabkan terbakarnya jaringan akibat sinar syamsu.[6]
Apabila kaktus yang biasa diletakkan di tempat teduh secara mulai-tiba dipindahkan ke lokasi yang terkena sinar matahari secara langsung maka akan ketimbul perubahan corak menjadi putih atau coklat pada bagian yang terekspos oleh sinar matahari.[6]

Kegunaan kaktus bagi orang

[sunting
|
sunting mata air]

Berbagai jenis kaktus telah lama dimanfaatkan manusia umpama sendang rimba, keseleo satunya adalah
Opuntia.[7]
Spesies ini banyak dikultivasi bakal diambil biji pelir dan batang mudanya.[7]
Buah
Opuntia
banyak diolah menjadi selai yang disebut
queso de tuna
[7]
Darurat itu, mayit muda
Opuntia
nan dikenal sebagai
nopalitos
akan dikuliti dan digoreng, dikukus, atau diolah menjadi acar dalam cuka asam-manis. Kini ini,
Opuntia
pun masih dimanfaatkan sebagai pakan piaraan, kosmetik, dan obat-obatan.[8]
Dulunya, macam kaktus
Carnegiea gigantean
dimanfaatkan bagaikan korban radiks tepung cak bagi pembuatan roti.[5]
Namun tepung ini sudah lalu tidak sekali lagi dimanfaatkan karena masyarakat bertambah mengesir debu dari jagung.[5]
Fragmen akar susu dari
Echinocactus platycanthus
pula diolah dalam cairan gula untuk dijadikan permen.[5]
Bagian akar berkayu ataupun pembuluh vaskular yang mengandung lignin pecah kaktus juga dimanfaatkan misal bahan bangunan. Acanthocereus tetragonus, Wijaya Kusuma, Cereus jamacaru dan bilang spesies lainnya dijadikan misal pohon Hias baik Tumbuhan hias dalam ruangan maupun luar kolom.

Saat ini, bermacam ragam spesies kaktus terancam punah karena adanya perusakan habitat alaminya dan eksplorasi berlebihan yang dilakukan manusia.[9]
Dulunya, kaktus diimpor kerumahtanggaan total besar ke Amerika Serikat, Eropa, Australia, dan Jepang karena tercantum barang nan menguntungkan.[9]
Sekadar, perdagangan kaktus tersebut start dihentikan sebelum Perang Dunia II.[9]
Momen ini, kaktus termuat di dalam daftar Lampiran I dan II Convention on Internasional Trade in Endangered Species (CITES) nan memberikan proteksi kepada pokok kayu ini.[9]
CITES juga menggalakkan usaha propagasi buatan untuk melestarikan kaktus.[9]
Tanaman hasil propagasi atau perbanyakan buatan adalah tanaman nan mulai sejak dari nilai, propagula, atau stek yang ditanam pada lingkungan terkontrol.[9]
Sejumlah negara pun melarang dengan keras perbelanjaan kaktus, terutama ke luar kawasan.[9]
Beberapa usaha konservasi kaktus juga sudah dilakukan, di antaranya merupakan pelestarian
ex situ
di privat tanaman ilmu tumbuh-tumbuhan.[9]

Referensi

[sunting
|
sunting sumber]

  1. ^


    a




    b




    c




    d




    (Inggris)
    Nobel, Park S. (2002).
    Cacti: Biology and uses. University of California Press. ISBN 978-0-520-23157-3.



    Hal.68-70

  2. ^


    (Inggris)
    B.J. Nicol (2007).
    Life as a Cactus. Xulon Press. ISBN 978-1-60266-265-0.



    Situasi.1
  3. ^


    a




    b



    {en}}Nobel, Park S. (2002).
    Cacti: Biology and uses. University of California Press. ISBN 978-0-520-23157-3.



    Hal.23-24
  4. ^


    a




    b




    c




    d




    e




    f




    g




    h




    (Inggris)
    Anderson, Edward F. (2001).
    The Cactus Family. Timber Press, Incorporated. ISBN 0-88192-498-9.




  5. ^


    a




    b




    c




    d




    e




    f




    g




    h




    i




    j




    k




    l




    m




    lengkung langit




    (Inggris)
    Subik R, Kunte L (2003).
    The Complete Encyclopedia of Cacti. Rebo Publisher. ISBN 90-366-1494-5.




  6. ^


    a




    b




    c




    d




    e



    {{en}Kelly J, Olsen M (2008). [cals.arizona.edu/pubs/garden/az1399.pdf “Problems and Pests of Agave, Aloe, Cactus and Yucca”]
    (PDF).
    College of Agriculture and Life Sciences, The University of Arizona.




  7. ^


    a




    b




    c




    (Inggris)
    Candelario Mondragón-Jacobo, Salvador Pérez-González, (2002).
    Cactus (Opuntia spp.) as forage. Food & Agriculture Organization of the United Nations. ISBN 978-92-5-104705-7.





  8. ^


    (Inggris)
    VIGUERAS GAL, Ortillo LP (2001). “USES OF OPUNTIA SPECIES AND THE POTENTIAL IMPACT OF CACTOBLASTIS CACTORUM (LEPIDOPTERA: PYRALIDAE) IN MEXICO”
    (PDF).
    Florida Entomologist.
    84
    (4): 493–8. Diarsipkan dari varian asli
    (PDF)
    tanggal 2010-05-27.




  9. ^


    a




    b




    c




    d




    e




    f




    g




    h




    (Inggris)
    Nobel, Park S. (2002).
    Cacti: Biology and uses. University of California Press. ISBN 978-0-520-23157-3.




  • Cactipests



Source: https://id.wikipedia.org/wiki/Kaktus

Posted by: holymayhem.com