Tanaman Jeruk Dan Cara Budi Dayanya

BUDIDAYA Pohon Sitrus

[Year]

[Pick the date]

Aula PENYULUH PERTANIAN

Pulang ingatan PURBA KABUPATEN ROKAN HULU

PENDAHULUAN

Pohon jeruk merupakan tanaman buah tahunan yang pecah bersumber Asia. Cina dipercaya sebagai tempat mula-mula kali jeruk merecup. Sejak ratusan tahun yang lalu, jeruk sudah merecup di Indonesia baik secara alami ataupun dibudidayakan. Tanaman jeruk yang ada di Indonesia adalah peninggalan hamba allah Belanda nan mendatangkan jeruk manis dan keprok dari Amerika dan Italia. Sentra penanaman jeruk di Indonesia tersebar di Garut (Jawa Barat), Tawangmangu (Jawa Paruh), Batu (Jawa Timur), Tejakula (Bali), Selayar (Sulawesi Selatan), Pontianak (Kalimantan Barat) dan Medan (Sumatera Utara).

Buah sitrus terlampau berharga ibarat nafkah buah segar atau makanan olahan karena n kepunyaan rezeki zat makanan C yang tinggi, di beberapa negara sudah lalu diproduksi minyak dari jangat dan skor jeruk, sakarosa ceng, alkohol dan pektin berasal buah jeruk yang terbuang.

Prospek agribisnis sitrus di Indonesia layak bagus karena potensi lahan produksi nan luas dan permintaan pasar yang semakin meningkat. Tetapi produksi tanaman sitrus di Indonesia belum bisa memenuhi permintaan pasar di karenakan produktivitas pokok kayu jeruk di Indonesi masih abnormal. Hal ini dikarenakan adanya gempuran virus CVPD (Citrus Vein Phloem Degeneration), bilang sentra penghutanan mengalami penerjunan produksi. Teknik budidaya yang dilakukan para pekebun jeruk masih tradisional karena terbentur oleh ki aib keterbatasan modal nan dimiliki.

Untuk mengatasi permasalahan di atas, wajib dilakukan kerjasama antara pemerintah, pihak swasta ataupun para penanam sitrus seperti misalnya diadakan program kenaikan kualitas sumberdaya pembajak sitrus sehingga dapat menerapkan teknik budidaya jeruk secara baik dan adanya programa pembiayaan skor denga bunga yang kecil sehingga para petani dapat meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi jeruk dengan tetap menjaga ketetapan dan keramahan mileu, sehingga target pelampiasan permohonan pasar nantinya akan dapat tercurahkan.

SYARAT TUMBUH

Iklim

  • Sitrus tidak baik ditanam di distrik dengan kecepatan angin yang lebih dari 40 – 48%, karena akan meluruhkan anakan dan
  • Untuk daerah nan intensitas dan kelancaran anginnya tinggi tanaman penahan angin lebih baik ditanam berjejer tegak lurus dengan arah
  • Jeruk memerlukan 5 – 9 wulan basah (tahun hujan). Wulan basah ini diperlukan untuk perkembangan anak uang dan buah seyogiannya tanahnya tetap lembab. Di Indonesia, jeruk tinggal memerlukan air yang memadai terutama puas rembulan Juli – Agustus.
  • Temperatur optimal antara 25 – 30º C namun ada nan masih boleh tumbuh protokoler pada 20º C dan 38º
  • Jeruk tidak menyukai tempat yang terlindung dari pendar matahari.
  • Kelembaban optimum lakukan pertumbuhan tanaman ini sekitar 70-80%.

Wahana Tanam

  • Tanah yang baik bikin tanaman jeruk adalah lempung sampai lempung berpasir dengan fraksi liat 7 – 27%, serbuk 25 – 50% dan pasir < 50%, cukup soren, tata air dan peledak baik.
  • Cocok ditanam di persil Andosol dan
  • pH tanah berkisar antara 5,5 – 6,5 dengan pH optimum
  • Air petak yang optimal berada pada kedalaman 150 – 200 cm di bawah permukaan tanah. Pada musim kemarau 150 cm dan plong musim hujan 50 cm. Jeruk menyukai air yang mengandung garam sekeliling 10%.
  • Pokok kayu sitrus dapat bertaruk dengan baik di daerah nan memiliki kemiringan sekitar 30º.

Kemuliaan Tempat

Jeruk dapat dibudidayakan sreg ketinggian 1 – 1.200 m dpl dan spesifikasinya bervariasi tergantung pada diversifikasi jeruk itu sendiri, yaitu :

  • Tipe Keprok Madura, Keprok Tejakula: 1 – 900 m
  • Varietas Keprok Gangguan 55, Keprok Garut: 700 – 1.200 m
  • Jenis Manis Punten, Waturejo, WNO, VLO: 300 – 800 m
  • Spesies Siem: 1 – 700 m
  • Jenis Osean Nambangan-Madiun, Bali, Gulung: 1 – 700 m dpl.
  • Spesies Jepun Kasturi, Kumkuat: 1 – 1.000 m
  • Diversifikasi Purut: 1 – 400 m

TEKNIK B
UDIDAYA

Pembibitan

  1. Persyaratan Bibit

Sari jeruk boleh dari berpangkal perbanyakan vegetatif ataupun secara generatif, namun sari yang resmi ditanam bersumber dari perbanyakan secara vegetatif faktual pelanjutan semi pucuk. Persyaratan pati yang baik adalah sebagai berikut :

  • Bebas ki aib
  • Mirip dengan rasam-sifat induknya (true to type)
  • Congah, berdiameter bangkai 2 – 3 cm, satah batang halus, akar cendawan banyak, akar tunjang berukuran sedang
  • Memiliki sertifikasi penangkaran
  1. Teknik Penyemaian Konsentrat
  1. Cara generatif (biji):
  • Angka diambil dari biji pelir dengan kaidah memeras buah yang sudah dipotong.
  • Ponten dikeringanginkan di gelanggang yang tak disinari selama 2 – 3 hari hingga lendirnya
  • Areal persemaian memiliki tanah nan berharta. Tanah terjamah sedalam 30-40 cm dan dibuat petakan persemaian berdimensi 1,15-1,20 m membujur berusul utara ke daksina. Jarak petakan 0,5-1
  • Sebelum ditanami, tambahkan pupuk kandang 1 kg/m2.
  • Biji ditanam dalam alur dengan jarak tanam 1 – 1,5 x 2 cm dan langsung disiram. Sesudah tanam, persemaian diberi tarup.
  • Bibit dipindahkan ke intern polibag 15 x 35 cm setelah tingginya 20 cm pada umur 3-5 wulan.
  • Sarana tumbuh dalam polibag yakni fusi kawul kandang dan sekam (2:1) atau pupuk kandang, sekam, pasir (1 : 1 : 1).
  1. Cara Vegetatif

Metode multiplikasi secara vegetatif yang baku dilakukan yakni okulasi, dengan tahapan-tahapan sebagai berikut :

  • Batang radiks (understem/rootstock) yang dipilih dari spesies jeruk dengan perakaran kuat dan luas, adaptabilitas lingkungan tinggi, resistan kesuntukan, resistan/toleran terhadap penyakit virus, kemungkus akar dan
  • Keberagaman batang bawah nan biasa digunakan maka dari itu penangkar adalah Japanese citroen, Rough lemon, Cleopatra, Troyer Citrange dan Carizzo citrange.
  • Varietas batang atas yang digunakan harus mempunyai kualitas dan produksi biji kemaluan yang baik, yang biasa digunakan adalah varietas jeruk keprok
  • Tahapan pelaksanaan okulasi adalah: menyayat kulit batang pangkal, mericis alat penglihatan tempel, meletuskan mata tempel ke sayatan kunarpa bawah, mengikat tempelan hasil
  • Hasil okulasi ditempatkan nan teduh (ternaungi) agar bukan serentak kena sinar
  • Setelah vitalitas 3-4 ahad dilaksanakan pelepasan ikatan
  • Kesuksesan di tandai dengan munculnya calon tunas yang berwarna hijau
  1. Varietas Menang
  1. Diversifikasi Siam Pontianak

Deskripsi:

Umur mulai berbuah

:

3 – 4 musim

Jumlah buah per tandan

:

3 – 4 buah

Bentuk buah

:

Bulat,dengan ujung buah tumpul bawah

Rona alat peraba buah masak

:

Hijau kekuningan

Ukuran biji pelir

:

Panjang 7,1 cm, diameter 7,6 cm

Jumlah juring per buah

:

10 – 12 juring

Rasa

:

Manis

Wewangian buah

:

Agak harum

Tekstur daging buah

:

Subtil

Berat per biji zakar

:

113,08 gram

Produksi

:

100–200 buah (35 kg)/phn/ thn

(semangat 3–4 thn)

  1. Keberagaman Crifta 01

Deskripsi:

Bentuk daun

:

bulat telur

Total bunga

:

3-5 nona per dompol

Bagan buah

:

Bulat/oval

Ukuran biji pelir

:

7,2 x 8,6 cm

Jumlah juring masing-masing biji zakar

:

12

Warna daging biji kemaluan

:

orange

Rasa daging buah

:

Manis segar

Tekstur daging buah

:

renik

Kadar gula

:

10,3 °brix

Kadar asam

:

0,58%

Berat per biji pelir

:

238,5 g

Hasil per pohon

:

30 kg/tanaman

Teknik Penanaman

Bibit sitrus sebaiknya ditanam diawal musim hujan ataupun pada musim kemarau juga bisa dilakukan penanaman takdirnya tersedia air kerjakan menyirami.

Keadaan – keadaan nan terlazim di lakukan sebelum penanaman adalah:

  • Pengurangan patera dan cabang yang
  • Pengurangan
  • Kontrol posisi akar seyogiannya jangan ada nan terlipat. Setelah bibit ditanam, beberapa hal yang harus diperhatikan,

yaitu :

  • Curah secukupnya dan diberi mulsa jerami, patera kelambir ataupun daun-daun nan adil komplikasi di
  • Letakkan mulsa sedemikian rupa agar bukan menyentuh batang untuk menghindari kebusukan
  • Sebelum tanaman berproduksi dan tajuknya belum tukar menaungi, dapat ditanam tanaman sekedup baik kacang- kacangan/sayuran.
  • Sesudah tajuk saling meliputi, tanaman sela diganti oleh rumput/pokok kayu legum intiha tanah yang sekaligus berfungsi seumpama penambah nitrogen bagi tanaman

Pemeliharaan Tanaman

  1. Penyulaman, dilakukan puas tanaman nan tidak merecup dengan menunggangi esensi nan berumur setolok dengan tanaman yang
  2. Pengendalian Gulma
    • Pengendalian gulma dilakukan sedikitnya tiga mungkin dalam setahun atau bila kerapatan gulma di areal pertanaman mutakadim
    • Kegiatan ini dapat dilakukan secara kimiawi (dengan herbisida sistemik), maupun secara manual dengan menunggangi
    • Gulma nan telah dibabat/tebas dapat dibenamkan atau dibuang ke ajang lain agar lain tumbuh
    • Penyiangan juga dapat dilakukan bersamaan dengan fertilisasi.
  3. Pembubunan Tanah
    • Biasanya dilakukan pada provinsi tanah
    • Penyisipan tanah teradat dilakukan jika pangkal akar sudah berangkat
  4. Pemangkasan Tanaman
    • Bertujuan untuk     membentuk    titel     tanaman     dan menghilangkan cabang nan sakit, cengkar dan bukan produktif

/ tidak diinginkan.

  • Tunas – tunas awal yang tumbuh biarkan 3 – 4 tunas lega jarak seragam yang kelak akan membentuk titel
  • Lega pertumbuhan selanjutnya, setiap cabang punya 3 – 4 ranting ataupun
  • Bekas luka pangkasan ditutup dengan fungisida atau lilin kerjakan mencegah
  • Mudahmudahan celupkan dulu gunting pangkas ke intern Klorox / Alkohol, sebelum
  • Ranting yang gempa bumi dibakar atau dikubur intern
  1. Pemupukan

Pemberian jenis dan dosis pemupukan setelah penghutanan disajikan pada Tabel 1.

Diagram 1. Dosis Fertilisasi berlandaskan Atma Tumbuhan Jeruk

Usia Tanaman

Urea

ZA

TSP

ZK

Dolomit

P.Kandang

(gr/tan)

(gr/tan)

(gr/tan)

(gr/tan)

(gr/tan)

(kg/tan)

1 bln

100

200

25

100

20

20

2 bln

200

400

50

200

40

40

3 bln

300

600

75

300

60

60

4 bln

400

800

100

400

80

80

5 bln

500

1000

125

500

100

100

6 bln

600

1200

150

600

120

120

7 bln

700

1400

175

700

140

140

8 bln

800

1600

200

800

160

160

> 8 bln

1000

2000

200

800

200

200

  1. Pengairan dan Penyiraman
    • Pendirusan jangan menggenangi batang
    • Tanaman diairi sekurang-kurangnya suatu barangkali dalam seminggu pada musim
    • Jika air adv minim tersedia, tanah di sekitar tumbuhan digemburkan dan ditutup
  2. Penjarangan Biji kemaluan
    • Dilakukan kendati pohon mampu mendukung pertumbuhan dan bobot buah serta kualitas buah
    • Buah yang dibuang meliputi buah yang guncangan, yang tak terkena terang mentari (di dalam kerimbunan daun) dan keistimewaan buah di dalam satu
    • Hilangkan biji pelir di ujung kelompok buah kerumahtanggaan suatu tangkai terdepan terdapat dan sisakan hanya 2 – 3

PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT TANAMAN JERUK

Hama Terdahulu Pokok kayu Jeruk

  1. Kutu loncat (Diaphorina citri.) Gejala:
    • Bagian yang diserang yaitu gandar cangkul, kuncup daun, tunas, daun
    • Tunas keriting, tanaman

Pengendalian:

  • Penyemprotan menggunakan insektisida berbahan aktif dimethoate (Roxion 40 EC, Rogor 40 EC), Monocrotophos (Azodrin 60 WSC) dan endosulfan (Thiodan 3G, 35 EC dan Dekasulfan 350 EC).
  • Penyemburan dilakukan menjelang dan saat tumbuh, Selain itu buang episode yang
  1. Tungau (Tenuipalsus , Eriophyes sheldoni Tetranychus sp) Gejala :
    • Bagian nan diserang adalah tangkai, daun dan
    • Terwalak bercak keperak perakan atau coklat sreg buah dan calit kuning atau coklat pada

Pengendalian :

  • Pemancaran menggunakan insektisida Propargite (Omite), Cyhexation (Plictran), Dicofol (Kelthane), Oxythioquimox (Morestan 25 WP, Dicarbam 50 WP).
  1. Penggerek buah (Citripestis sagittiferella.) Gejala :
    • Adegan yang diserang merupakan biji pelir, terdapat korok yang mengeluarkan

Pengendalian :

  • Gelambir buah yang terserang
  • Penyemburan menggunakan insektisida Methomyl (Lannate

25 WP, Nudrin 24 WSC), Methidathion (Supracide 40 EC) yang disemprotkan pada buah berumur 2-5 minggu.

  1. Tuma penghisap patera (Helopeltis antonii.) Gejala :
    • Bercak coklat kehitaman dengan resep berwarna bertambah sorot pada tunas dan biji zakar muda,
    • Bercak disertai keluarnya cairan buah yang menjadi nekrosis. Pengendalian :
    • Penyemprotan menggunakan insektisida Fenitrotionmothion (Sumicidine 50 EC), Fenithion (Lebaycid), Metamidofos (Tamaron), Methomil (Lannate 25 WP).
  1. Ulat mago penggerek bunga dan puru buah (Prays sp.) Gejala:
    • Bagian yang diserang adalah kuncup anakan sitrus
    • Mantan lubang-gaung bergaris tengah 0,3 – 0,5 cm, bunga mudah sungkap, buah muda luruh sebelum

Pengendalian :

  • Pemancaran menggunakan racun serangga dengan incaran aktif Methomyl (Lannate 25 WP) dan Methidathion (Supracide 40 EC).
  • Kemudian buang bagian nan

PANEN

Ciri dan Umur Pengetaman

Buah jeruk dipanen sreg saat masak optimal, biasanya berusia antara 28 – 36 minggu, tergantung terbit jenis /varietasnya.

Cara Pengetaman

  • Buah dipetik berbarengan dengan tangan maupun dengan menggunakan pisau tajam dan ditampung pada keranjang penampung
  • Pada saat pemetikan, biji pelir jangan hingga terpenggal, tercongkel atau jatuh sebatas

Perkiraan Produksi

  • Rata-rata tiap pohon bisa menghasilkan 300 – 400 buah tiap-tiap perian, sama sekali sampai 500 buah tiap-tiap
  • Produksi jeruk di Indonesia sekitar 5,1 ton/ha masih di bawah produksi di negara subtropis yang dapat hingga ke 40 ton/ha.

PASCAPANEN

Penumpukan

Di huma, buah dikumpulkan di tempat yang teduh dan zakiah. Pisahkan biji pelir yang mutunya rendah, bonyok dan lempar biji zakar nan rusak.

Penyortiran dan Pengelompokan

  • Pasca- biji kemaluan dipetik dan dikumpulkan, selanjutnya biji kemaluan disortasi/dipisahkan berasal buah yang
  • Kemudian biji kemaluan jeruk digolongkan sesuai dengan ukuran dan jenisnya.

Penyimpanan

Buat menggudangkan biji kemaluan jeruk, gunakan tempat yang sehat dan zakiah dengan temperatur ruangan 8-10 °C.

Pengemasan

  • Sebelum pengapalan, biji kemaluan dikemas di kerumahtanggaan keranjang bambu/kayu tebal yang tidak terlalu berat untuk kebutuhan lokal dan karton buat
  • Pengepakan jangan terlalu padat agar buah tidak
  • Buah disusun sedemikian rupa sehingga di antara buah jeruk ada ruang gegana bebas sekadar buah tidak dapat
  • Arena buat mengemas jeruk berkekuatan 50-60

Daftar bacaan

Inkognito.  2007.   Teknik   Budidaya  :    Budidaya  Jeruk.   http:

//www.teknis-budidaya.blogspot.com/2007/../budidaya- jeruk.html.28 Mei 2010.

Anonim.     2007.   Teknik  Budidaya :    Budidaya Jeruk.   http:

//www.teknis-budidaya.blogspot.com/2007/../budidaya- jeruk.html. 28 Mei 2010.

Badan      Litbang      Pertanian.      2010.       Tipe      Unggul. http://www.litbang.deptan.go.id/hasil/. 28 Mei 2010

BAPPENAS.             2000.                  Budidaya                Jeruk. http://infopekalongan.com/content/view/631.                    28                                                 Mei

2010.

Madani, Budi. 2010. Teknologi Budidaya Jeruk (Citrus spp.). http://www.distanhut-kotabatu.org/…/92-teknologi- budidaya-jeruk–citrus-spp-. 28 Mei 2010.

Prabowo, A. Y. 2007. Budidaya Jeruk. http://www.teknis- budidaya.blogspot.com/2007/10/budidaya-jeruk.html. 28 Mei 2010.

Wongtani.                           2009.               Budidaya   Jeruk.       http/www.

Source: http://cybex.pertanian.go.id/mobile/artikel/80433/BUDIDAYA-JERUK-MANIS/

Posted by: holymayhem.com