Tanaman Hias Dalam Ruangan Penyerap Racun

Jakarta

Mungkin Bunda tidak bangun bahwa wadah tinggal kita penuh dengan alamat kimia bikinan, yang sebagian ki akbar beracun. Bahan ilmu pisah beracun itu berpangkal dari benda-benda yang kita konsumsi maupun pakai.

Sebanyak 95 persen mangsa-bulan-bulanan kimia itu ada di dalam parfum, deodoran, body lotion, produk pembersih, cat, asap sugi, sampo, dan lain-bukan. Terlebih sekiranya Bunda sering menunggangi pestisida seperti remedi nyamuk.

Padalah, penelitian sepanjang 2 hari, NASA nan menunjukkan metode enggak tersangka, hemat biaya, ramah mileu, adv minim energi, dan alami untuk mendetoksifikasi rumah kita. Metodenya bukan lain merupakan tumbuhan hias!

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penelitian ini dipimpin oleh Dr. Bill Wolverton, sebelumnya koteng ilmuwan pengkaji senior di Pusat Antariksa John C. Stennis NASA, Bay St. Louis, Miss.

Investigasi menunjukkan sejumlah tumbuhan dalam ruangan (indoor) mujarab sangat efisien intern menyerap racun peledak sehingga bilang dapat diluncurkan ke ruang angkasa yang terintegrasi dalam sistem pendukung kehidupan biologis di atas stasiun urat kayu angkasa.

“Penyelidikan ini menunjukkan bahwa tanaman lanskap dalam rubrik umum dapat meredakan polutan tertentu dari lingkungan n domestik rubrik. Kami merasa bahwa hasil di tahun depan akan memberikan argumen yang lebih kuat bahwa tanaman seni taman dalam ruangan masyarakat dapat menjadi fragmen yang sangat efektif dari sistem yang digunakan lakukan menyediakan rumah dan tempat kerja bebas polusi,” perkenalan awal Wolverton, dikutip dari
Softpedia News.

Kabar baiknya, tanaman rias yang berhasil pahit lidah menyerap racun ini vitalitas di daerah beriklim tropis sebagaimana Indonesia. Segala apa tetapi?

1. Sanseviera (Sansevieria trifasciata)

lidah mertua tanaman penangkal polusisanseviera/ Foto: Adelia Putri/detikHealth

Dilansir
Buzzfeed, tanaman lidah mertua publik dijumpai di rumah-rumah Indonesia. Tanaman ini ternyata dapat menghilangkan benzene, formaldehyde, trichlorethylene, xylene. Tumbuhan lidah mertua mudah tumbuh dan banyak yang sejumlah pohon ini ‘diehard’, Bunda alias tak gampang layu.

Kerjakan merawatnya, mengutip The Spruce, tanaman lidah mertua ini makin gemar berharta di tempat yang cukup teduh, di mana panah tidak sinkron membasut padanya. Namun, meski lebih suka di wadah teduh, lidah mertua dapat tahan di asal sinar matahari langsung.

Bikin media tanam, lidah mertua bersemi baik di tanah berpasir dan enggak lembap. Selanjutnya, sebelum Bunda menyiramnya, pastikan petak sudah intern kejadian kering dahulu. Bintang sartan lebih baik tidak disiram sesak rajin maupun sepekan sekali.

Bagi Bunda nan memiliki sato peliharaan seperti ketek atau kucing, jangan sampai mereka memakannya ya. Tanaman lidah mertua beripuh lakukan anjing dan kucing.

2. Palem awi (Chamaedorea seifrizii)

Areca Palm, Chrysalidocarpus lutescens, in a wicker basket, isolated in front of a white wall on a wooden floorPalem bambu/ Foto: iStock

Tanaman palem bambu ini bisa menyabarkan
benzene,
formaldehyde,
trichlorethylene, lho Bunda. Jika ditaruh di dalam rubrik, tataran palem bambu bisa mengaras 2,4 meter. Uniknya, palem bambu ini memiliki jenis kelamin, bintang sartan ada yang jantan dan betina.

Buat merawatnya, jika Bunda tidak ingin palem bambu cepat tinggi maka jangan ditaruh di palagan yang serentak terpapar kurat mentari.

Kemudian mengutip berpokok
Plant Care Today, untuk media tanam, palem awi lebih suka bersemi di tanah yang lembab, namun jangan biarkan tanah terlalu basah. Jadi, untuk penyiramannya, sesekali semata-mata dan cek caruk kondisi tanahnya sebelum menyiram. Jangan sampai plus kering ataupun basah.

Apakah palem bambu ini aman bagi kucing dan cengkok Bunda? Jawabannya iya, aman. Palem bambu ini lain beracun bakal mereka.

3. Patera bahagia (Dieffenbachia)

Ivy in a potDieffenbachia/ Foto: Getty Images/iStockphoto/chikaphotograph

Pokok kayu hias daun bahagia lagi banyak dijumpai di Indonesia. Menurut penelitian, pohon ini dapat mengademkan
toluene,xylene.  Dieffenbachia adalah tanaman yang awet dan berusia tinggi jika dirawat dengan benar.

Dalam peristiwa kesulitan dan perawatannya, Dieffenbachia merupakan salah satu tanaman rias indoor yang paling mudah nan pernah Bunda miliki. Mereka tumbuh dengan baik enggak peduli wulan maupun musim.

Dieffenbachia tumbuh dengan baik di lokasi yang teduh dan tidak membutuhkan banyak sinar matahari. Bahkan, bisa tumbuh dengan baik bila ditanam di bawah lampu pokok kayu buatan. Terlalu banyak seri syamsu akan menggiatkan daun, tetapi terlalu teduh pada varietas putih / kuning  akan menyebabkan mereka menjadi kurang bercelup.

Berapa boleh jadi sebaiknya disiram dalam sepekan? Lain ada patokan, tapi disarankan bagi melihat kekeringan tanah. Kalau tanah sudah lalu cukup kering maka lakukan penyiraman. Kenapa seperti itu? Karena jikalau sering disiram, pertumbuhannya lemah, dan batang menjadi lempem.

4. Heartleaf philodendron (Philodendron cordatum)

Ivy in a potHeartleaf philodendron/ Foto: Getty Images/iStockphoto/chikaphotograph

Tanaman hias ini Instagramable banget, lho. Ya, selain cantik, Philodendron bisa menyurutkan
formaldehida. Kerjakan perawatannya terbilang mudah, Bunda. Mengutip bersumber
Epic Gardening, tumbuhan ini bertambah suka semarak matahari tidak langsung. Bahkan daerah dengan semarak rendah dapat baik-baik saja, meskipun daunnya akan menyebar lebih banyak dan warnanya enggak akan terang alias mengkilap.

Berpunca bermula Karibia, tanaman ini menyukai lingkungan yang lembab. Di periode memberahikan, jaga kiranya persil loyal lembab sahaja bukan terlalu lembek. Bunda bisa mencipratkan daun dengan air dan menyekanya dengan kejai bakal menghilangkan debu.

Cak bagi menyiramnya, Bunda bisa melihat bila warna daun agak kekuningan maka tandanya kekurangan air. Cek media tanamnya juga apakah masih lembab maupun sudah kering.

Kemudian, lakukan media tanam, Bunda juga dapat sebaur perlit, ujana lempung nan disterilkan, ataupun pasir kasar dengan sekerat jumlah lumut gambut dan petak.

5. Chinese evergeen (Aglaonema modestum)

Ivy in a potChinese evergreen/ Foto: Getty Images/iStockphoto/chikaphotograph

Tanaman hias Chinese evergeen bisa menyurutkan
benzene, karbon monoksida,formaldehida,trikloretilen. Tanaman cantik bercelup kemerahan ini mudah dirawat. Dilansir
Gardening Know How, Bunda cukup menempatkan mereka di persil dengan campuran perlite dan pasir.

Tanaman ini  tumbuh subur dalam kondisi pendar madya hingga kurang ataupun sinar matahari enggak langsung. Di mana pun Bunda meletakkannya di rumah, Bunda harus memastikan bahwa tumbuhan mengamini master hangat dan kondisi agak lembap.

Tanaman ini tidak bersisa bisa tumbuh di suhu panas. Rata-rata suhu ruangan berkisar antara 21 – 22 derajat Celsius.

Tanaman hias yang cantik ini lebih baik lain terlalu sering disiram. Biarkan tanaman mengering beberapa ketika sesudah disiram. Terlalu rajin disiram akan menyebabkan pembusukan akar tunjang.

Simak kembali mandu praktik menanam secara hidroponik melalui video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]

(aci/som)







Source: https://www.haibunda.com/moms-life/20200724115933-76-153299/5-tanaman-hias-yang-bisa-menyerap-racun-di-rumah-apa-saja-ya-bunda

Posted by: holymayhem.com