Tanaman Dengan Cara Vegetatif Alami

Pemijahan lewat berfaedah bagi kelestarian makhluk hidup bikin mempertahankan jenis dan jumlahnya.

Ada banyak cara untuk membiakkan pohon ialah secara generatif maupun vegetatif. Pada umumnya pembiakan tumbuhan menggunakan skor yang ditanam kembali disebut dengan kaidah generatif.

Sementara pembiakan secara vegetatif dibagi menjadi dua ialah vegetatif alami (spora, pangkal pohon-umbian, geragih, semi) dan vegetatif sintetis (cangkok, okulasi, stek, mengenten).

Perkembangbiakan secara vegetatif tiruan memerlukan bantuan insan, keseleo satunya cangkok. Metode ini terdepan lakukan diketahui apabila beliau ingin menghasilkan bibit baru nan punya kesamaan dengan induknya. Cak hendak tahu lebih dalam terkait cangkok? Yuk kita simak penjelasan berikut ini!

Segala apa nan Dimaksud dengan Cangkok?

Mengenal apa itu cangkok?
Melihat lebih damping batang pokok kayu yang sedang dicangkok.

Layerage
atau menanamkan merupakan keseleo satu teknik pembiakan tanaman secara vegetatif. Teknik ini mudah diaplikasikan untuk memperbanyak bibit pohon hortikultura.

Ki memasukkan buatan stereotip dikenal sebagai
marcoteren, merupakan upaya nan dilakukan manusia lakukan mengakarkan suatu tanaman yang masih menyatu dengan induknya dengan mencacati lega bagian pokok kayu induk. Akar tunggang adventif baru diharapkan tumbuh pada babak yang mutakadim terkena luka.

Tumbuhan yang boleh dicangkok merupakan pohon ataupun tanaman dikotil dan memiliki kambium. Misalnya mangga, jambu, alpukat, rambutan, dan lainnya.

Perbedaan Cangkok dan Stek

Mencangkok merupakan salah satu cara perbanyakan vegetatif dengan membuat perakaran baru pada bagian yang dilukai (buntang, cabang, dan ranting). Eksemplar tanaman yang bisa dicangkok adalah apel, mangga, dan jambu.

Lin halnya dengan stek, teknik buat memperbanyak tanaman dengan cara menanam salah satu bagian semenjak tanaman (akar, batang, dan daun). Contoh tanaman yang dapat dilakukan penyetekan antara bukan cocor bebek, bancet, dan ketela pohon.

Baca kembali: Stek: Cara Vegetatif lakukan Memperbanyak Tanaman (2022)

Keuntungan dan Kerugian Mencangkok

Menurut Buku Pemijahan Vegetatif dalam Hortikultura (2009), cangkok diartikan sebagai salah satu cara penangkaran secara vegetatif memperalat teknik pengakaran perabot vegetatif pohon (batang/cabang/ranting) nan masih menyatu dengan induknya.

Sejumlah keuntungan mencangkok, antara lain:

  • Pergandaan beberapa ekstrak tanaman hortikultura tidak dapat dilakukan dengan mandu stek alias sambungan, misalnya rambutan jantan, mempelam, dan sawo.
  •  Mengurangi kekesalan pembentukan akar tunjang apabila menunggangi stek.
  • Pembentukan bibit baru yang seperti mana induknya.
  • Mempercepat fase generatif pohon.

 Beberapa kerugian mencangkok, antara lain:

  • Destruktif sistem percabangan pohon emak karena membutuhkan sayatan pada episode pohon induk.
  • Produksi buah pohon induk akan memendek, karena pokok kayu mengalami fase vegetatif dari awal sebelum masuk fase generatif.
  • Bahan cangkok (percabangan) pada pohon induk yang rendah.
  • Jika hasil perakaran dari cangkok berkualitas kurang baik dan tohor, maka tanaman mudah rebah.

Diversifikasi-spesies Teknik Mencangkok

Mcam-macam teknik mencangkok.
Ada plural jenis teknik mencangkok, apa saja?

Berikut penjelasan beberapa teknik mencangkok yang absah digunakan, antara tak:

1. Ground Layering

Teknik ini dikenal dengan perundukan atau pembumbunan. Pembentukan akar dari teknik ini dilakukan pada bagian yang semestinya lain menciptakan menjadikan akar. Akar susu yang bertaruk dinamakan akar tunjang adventif.Teknik
ground layering
ini dilakukan dengan cara membengkokkan cabang ke permukaan tanah dan mencupaikan hingga kedalaman tertentu. Ada lima teknik ground layering, antara lain:

A. Tip Layerage

Teknik ini dilakukan dengan cara merundukkan sebagian cabang tanaman dan membenamkannya tebak-kira 3-5 cm ke dalam lahan. Agar perakaran cepat terbentuk, dilakukan penyayatan pada sebagian cabang/ranting.

Perakaran akan muncul dalam tahun 2-3 rembulan. Acuan pohon yang menggunakan teknik ini adalah apel, delima, murbei, azalea, dan philodendron.

B. Simple Layerage

Teknik ini hampir sejajar seperti
uang jasa layerage, sekadar bagian cabang yang tenggelam lebih panjang dan dibenamkan 10-25 cm, serta membiarkan ujung cabang muncul 10-25 cm di meres lahan.

Bagian cabang yang dibenamkan dilakukan sayatan terlebih tinggal dan diberi zat pengatur bersemi tanaman. Hipotetis tanaman yang menggunakan teknik ini adalah berries, mawar sogang, delima, apel, dan rhododendron.

C. Trench Layerage

N domestik teknik
trench layerage, penanaman cabang ke dalam tanah sampai ke 10-50 cm dengan kedalaman 10 cm semenjak permukaan tanah bergantung pada jenis tanamannya.

Cabang tersebut dapat mengoptimalkan 3-5 tunas muda. Contoh tumbuhan yang memperalat teknik ini yaitu apel, mawar, azalea, ceri, dan plum.

D. Serpentine Layerage

Teknik ini cabang yang ditanam cukup panjang, cagak dibenamkan dan ditimbun dengan persil secara selang – seling, ditimbun dan muncul kembali, kemudian ditimbun lagi.

Jikalau perakaran sudah bersemi, maka akan dipotong menjadi insan-bani adam tumbuhan yang memiliki akar, batang, dan daun.

Kamil tanaman yang menggunakan teknik ini rata-rata dilakukan lega tanaman yang mempunyai cabang yg bersifat lentur misalnya anggur dan beringin.

E. Mound Layerage

Multiplikasi tanaman ini sebagaimana ratoon plong tanaman padi. Dilakukan dengan cara, memotong kunarpa utama pokok kayu induk dan ditimbun dengan lahan pada ketinggian tertentu.

Sehabis beberapa bulan tunas akan tumbuh, dan terlatih akar tumbuhan muda. Contoh pohon menggunakan teknik ini adalah mawar, apel, dan krisan.

2. Air Layering

Teknik ini umumnya dikenal dengan istilah mencangkok, teknik mencangkok nan dilakukan di atas meres petak (marcoteren / markotten).

Teknik ini dipilih karena tanaman memiliki percabangan yang layak jenjang, tidak mudah buat dilengkungkan ke dalam tanah, dan dilakukan pada tanaman yang enggak bisa menggunakan teknik vegetatif lainnya.

Suka-suka 2 macam teknik mencangkok, yaitu :

  • Cangkok sayat, dilakukan penyayatan pada indra peraba cabang dengan tingkatan 5-7 cm.
  • Ki memasukkan belah, dilakukan plong cabang yang bermatra samudra, cabang pokok kayu dikerat hingga sekeping dimensi diameter cabang, kemudian dibelah dengan tingkatan 15-20 cm.

Langkah mencangkok :

  • Pilih cabang yang bugar dan kuat.
  • Kupas kulit yang mengelilingi simpang atau membelah simpang berukuran setengah dari diameter kunarpa setakat kambium tertentang jelas.
  • Sayatan atau belahan dibiarkan 2-4 masa mudah-mudahan mengering.
  • Puas bagian nan dilukai diletakkan lahan (kompos) yang berperan sebagai media perakaran dan dibungkus dengan plastik / sabut kerambil / kaleng.
  • Periode mencangkok selingkung 1-3 rembulan.
  • Bila akar telah muncul, maka sudah siap dipisahkan dengan tumbuhan induk, dan siap bakal ditanam.

Baca lagi: Tutorial Pendek Berhuma di Rumah lakukan Pemula! (2022)

Faktor nan Memengaruhi Kejayaan Hasil Cangkokan

Faktor penentu keberhasilan cangkok.
Minimum tidak ada 7 faktor nan menentukan kemajuan cangkok.

Keberhasilan hasil cangkokan tentu saja diikuti beberapa faktor pendukung. Berikut adalah 7 faktor yang harus diperhatikan saat teknik mencangkok pada tumbuhan dilakukan.

1. Waktu

Musim hujan dinilai ibarat waktu terbaik kerjakan berbuat pencangkokan pada tanaman. Kendati demikian, mencangkok pada musim kemarau pun tidak menjadi masalah, asalkan pelahap dilakukan penyiraman secara rutin plong pohon induk dan fragmen yang dicangkok.

2. Pemilihan Jenazah maupun Cabang

Batang alias cabang yang dipilih lebih baik tidak terlalu tua, biasanya bercat coklat taruna. Bagian ini memiliki cadangan kas dapur yang cukup banyak, sehingga hasil cangkokan dapat berkualitas baik.

3. Perlindungan

Menjaga kelembapan media cangkok terbiasa diperhatikan dengan prinsip melakukan penyiraman. Penyiraman paling kecil suatu masa sekali, dapat dilakukan pada pagi hari maupun petang hari.

4. Peralatan

Alat dan objek yang digunakan sebaiknya masih dapat berfungsi dengan baik dan murni. Situasi ini agar terhindar dari ki aib nan boleh mengurangi hasil cangkokan.

5. Media

Media yang dipilih harusnya subur menyediakan kandungan unsur hara dan mempertahankan kelembapan dengan baik. Ki alat nan konvensional digunakan privat mencangkok adalah tanah soren, cendawan kandang, kompos, dan lain-enggak.

6. Pembungkus

Pembungkus sarana tanah baku menggunakan plastik. Plastik punya kemampuan mempertahankan kelembapan tanah dengan baik.

7. Proteksi Setelah Mencangkok

Orang baru hasil mencangkok boleh ditanam sinkron, belaka makin baik jika asian naungan bagi beradaptasi. Jika perlu, tanaman yunior disemaikan apalagi dahulu.

Itulah penjelasan mengenai teknik cangkok, berangkat dari pengertian, keuntungan dan kerugian, jenis-jenisnya, hingga langkah-langkahnya.
Well, selamat mencoba yaa!

Apa itu Menanamkan?

Cangkok bikinan formal dikenal sebagai
marcoteren, merupakan upaya yang dilakukan manusia cak bagi mengakarkan suatu tanaman yang masih menyatu dengan induknya dengan memusnahi plong bagian tanaman induk.

Tumbuhan atau tanaman segala yang dapat dicangkok?

Tumbuhan atau tanaman dikotil dan memiliki kambium. Misalnya mangga, jambu, alpukat, rambutan rafiah, dan lainnya.

Penulis: Ana Salsabila

Mari Berkolaborasi Bersama lakukan Membuat Dampak Khasiat bagi Jenggala dan Masyarakat Indonesia

LindungiHutan ialah
startup
nan bertujuan cak bagi mempermudah program hijau nan trasnparan dan bermanfaat secara berkelanjutan. Kami sudah dipercaya 300+ mitra bau kencur pecah UMKM, firma,
startup
dan
multinational corporations
bagaikan rekan jual beli mereka.

Source: https://lindungihutan.com/blog/mengenal-teknik-mencangkok/

Posted by: holymayhem.com