Tanam Wortel Kekurangan Air Bagaimana Caranya

Kisahan cemeti
– Spirit ini adalah sebuah siklus yang terus berputar dan kadang kita menemukan bahwa kita berada diatas maupun dibawah. Pada sebuah keadaan yang tidak kita inginkan, setiap anak adam tentunya membutuhkan ki bentakan cambuk dan energi agar jiwa yang sedang gundah dan galau tersebut bisa melanjutkan kehidupan dengan penuh spirit.

Daftar Isi

  • Kumpulan Cerita Motivasi Terbaik
    • Narasi Motivasi – Celaan Berasal Kejauhan
    • Narasi Motivasi – Lompatan Belalang
    • Cerita Cemeti – Malaikat Penjaga
    • Kisah Motivasi Kehidupan – Jalan Menuju Sukses
    • Cerita Motivasi – Rusa Yang Tahu Mengembari Fiil
    • Cerita Pecut – Air Nan Pahit
    • Kisah Inspirasi – Lima Menit Lagi
    • Cerita Tembung – Seekor Lelabi
    • Cerita Lecut – Cintai Semua Nyawa
    • Cerita Senawat – Gelang-gelang Ajaib
    • Cerita Tembung Terbaru – Cangkir Yang Cantik
    • Cerita Motivasi – Kanjeng sultan dan Laba-Laba
    • Cerita Motivasi – Momongan Katai Penjual Bunga
    • Cerita Cambuk – Siuman, Bergeraklah dan Berjaya
    • Cerita Senawat Inspirasi – Dua Ekor Singa
    • Kisah Tembung Pendek – Gangguan Besar
    • Cerita Motivasi Super – Jantung pisang Yang Hilang
    • Cerita Tembung bijak – Selimut Bakal Keselamatan
    • Cerita Senawat – Sparing Dari Sebuah Pupa
    • Kisah Inspiratif – Beradu buku tangan di Korok
    • Cerita Motivasi Semangat – Kentang, Telur, dan Biji Kopi

Kumpulan Kisah Tembung Terbaik

Berikut ini dibagikan antologi menarik cerita motivasi pendek nan dapat menjadi pengungkit cak bagi sira. Cerita motivasi ini berisi berbagai pesan tata susila, pencerahan dan petunjuk lakukan nasib serta dikemas dalam alur cerita yang menganjur.

Narasi Lecut – Suara minor Mulai sejak Kejauhan

Koteng bocah mengisi waktu luang dengan kegiatan mendaki gunung bersama ayahnya. Entah mengapa tiba-tiba si bocah tersandung akar pohon dan roboh. “”Aduh!” Jeritannya memecah keheningan suasana pegunungan. Si bocah amat terkejut ketika mendengar suara dikejauhan menirukan teriakannya persis selevel, “”Aduhh!””

Dasar anak asuh-anak, ia berteriak lagi, “”Hei, siapa anda?”” Dan jawaban yang terdengar yaitu “”Hei, mungkin ia?”” Lantaran kesal mengetahui suaranya ditirukan, si anak asuh berseru “Pengecut kamu!” Lagi-lagi anda tergegau saat suara dari sana membalasnya dengan semburan serupa. Beliau bertanya kepada sang ayah, “segala apa yang terjadi?”

cerita motivasi suara dari kejauhan

Dengan mumbung kearifan, si ayah tersenyum, “Anakku, coba perhatikan” lelaki itu berkata persisten, “”Saya kagum padamu!”” suara dikejauhan menjawab, ““Saya kagum padamu!”” Sekali pula sang ayah berteriak “”Kamu sang jago!”” Dan suara itu kembali menjawab, ““Kamu sang juara!””

Sang bocah lalu kehebatan, meski demikian ia setia tidak mengarifi. Suntuk si ayah menjelaskan, “Suara itu yaitu GEMA, cuma sesungguhnya itulah Spirit”.

“Vitalitas memberikan umpan balik atas semua congor dan tidakanmu, nak”, jelas sang ayah. “Dengan kata lain, usia kita adalah sebuah pantulan atau cerminan atas tindakan kita. Bila kamu ingin banyak mendapatkan kerap didunia ini, ya ciptakanlah cinta didalam hatimu. Bila sira menginginkan cak regu kerjamu memiliki kemampuan tinggi, ya tingkatkanlah kemampuan didalam dirimu. Semangat akan memberikan sekali lagi segala sesuatu nan telah kau berikan padanya. Sadar anakku, kehidupan tak sebuah kebetulan, doang sebuah bayangan dari dirimu sendiri”, ujar sang ayah…


Kisahan Motivasi – Lompatan Belalang

Seekor belalang telah lama terkekang n domestik sebuah boks. Suatu hari engkau berakibat keluar dari peti yang mengurungnya tersebut. Dengan gembira ia mendompakdompak menikmati kebebasannya. Di perjalanan ia berjumpa dengan seekor belalang lain. Namun ia keseraman kenapa belalang itu bisa melompat lebih tinggi dan lebih jauh darinya. Dengan penasaran ia menghampiri belalang itu, dan bertanya, “Mengapa kau bisa meloncat lebih janjang dan lebih jauh, sedangkan kita tidak jauh berlainan dariusiaataupun bentuk bodi?”

Belalang itupun menjawabnya, “Dimanakah kau selama ini suntuk? Karena semua belalang nan kehidupan dialam bebas pasti bisa melakukan seperti yang aku cak bagi”. Saat itu si belalang baru tersadar bahwa sejauh ini kotak itulah yang sejauh ini membuat lompatannya tidak sejauh dan setinggi belalang tidak yang hidup di alam objektif.

Kadang-kadang kita misal manusia tanpa siuman pernah juga mengalami situasi yang proporsional dengan belalang. Mileu yang buruk, hinaan, trauma masa lampau, kegagalan yang beruntun, ucapan saingan, alias pendapat tetangga, seolah menciptakan menjadikan kita terbelenggu internal kotak semu yang membatasi semua kepentingan kita. Lebih demap kita mempercayai mentah-mentah apapun nan mereka voniskan kepada kita tanpa relasi berpikir benarkah anda separah itu? Sampai-sampai lebih buruk lagi, kita lebih memintal bagi mempercayai mereka ketimbang mempercayai diri sendiri.

Tidakkah sira korespondensi mempersoalkan kepada hati nurani bahwa anda bisa “melompat kian tinggi dan kian jauh” jika anda kepingin menyingkirkan “boks” itu? Tidakkah sira ingin memperlainkan diri agar anda bisa mencapai sesuatu yang selama ini anda anggap diluar perenggan kemampuan anda?

Mendapat bagaikan manusia kita dibekali Tuhan kemampuan cak bagi berjuang, tidak hanya menyerah begitu namun pada barang apa nan kita alami. Karena itu bandingan, teruslah berusaha menjejak apapun nan dia kepingin jangkau. Remai memang, lelah memang, tetapi bila beliau sudah lalu sampai kepuncak, semua pengorbanan itu karuan terbayar.

Semangat anda akan kian baik kalau nyawa dengan cara hidup pilihan anda. Bukan cara hidup yang seperti mereka pilihkan lakukan anda…


Cerita Tembung – Malaikat Penjaga

Suatu hari ada seorang bayi yang akan dilahirkan ke manjapada.
Si bayi bertanya kepada Tuhan “Para Malaikat mengatakan bahwa nanti Engkau akan mengirimku ke dunia, tapi bagaimana mandu saya hidup di sana, saya begitu boncel dan lemah?”

Allah menjawab “Saya sudah lalu melembarkan satu malaikat untukmu, engkau akan menjaga dan mengasihimu.”
Si bayi bersuara “Tapi disini..,di surga…..yang saya untuk sekadar meratus dan tertawa. Ini sudah pas bagi saya untuk asian.”

Tuhan menjawab lagi “Malaikatmu akan bergamat dan tersenyum untukmu setiap hari dan kamu akan merasakan harmoni cintanya dan menjadi bertambah bahagia.”
Sang bayi bertanya lagi, “Dan bagaimana saya bisa mengerti detik basyar-hamba allah berbicara kepadaku, saya tidak mengerti bahasa mereka?”

cerita motivasi malaikat penjaga

Halikuljabbar menjawab “Malaikatmu akan mengomong kepadamu dengan bahasa yang paling indah nan pernah kamu dengar; dan penuh kesabaran dan perhatian kamu akan mengajarkan bagaimana kamu bercakap.”
“Saya mendengar di bumi banyak individu jahat, siapa nan akan melindungi saya?”
“Malaikatmu akan melindungimu,walaupun hal itu mengancam jiwanya.”
“Tentu saya akan merasa sedih karena tidak melihatMu lagi.”

“Malaikatmu akan menceritakan kepadamu adapun Aku, dan akan mengajarkan kepadamu bagaimana kau dapat lagi kepadaKu, walaupun senyatanya aku gegares berada disisimu.”
Saat itu surga serupa itu tenangnya sehingga kritik dari bumi bisa terdengar, dan sang anak menyoal perlahan kepada Tuhan, “Tuhan……jika saya harus berangkat waktu ini, bisakah Engkau memberitahu aku nama malaikat tersebut?”

Jawab Allah, “Sira akan memanggil malaikatmu….. IBU…”


Seorang anak mulai dewasa mengomong dengan gurunya. Ia bertanya, “Guru, bisakah dia tunjukkan dimana urut-urutan menuju sukses ?”

“Uhm…..,” Sang suhu terkelu sejenak. Tanpa menyabdakan sepatah pengenalan, sang guru menunjuk ke jihat sebuah urut-urutan. Momongan remaja itu segera berlari menyusuri perkembangan yang ditunjukkan sang guru. Ia tak mau
membuang-buang periode lagi kerjakan meraih keberuntungan. Sesudah sejumlah saat melangkah menginjak-tiba ia berseru, “Ha! Ini jalan buntu!” Benar, di hadapannya berdiri sebuah tembok besar yang membentangi perkembangan. Ia melekat keresahan, “Barangkali aku salah mengerti maksud sang temperatur.”

Kembali, Anak muda itu berbalik menemui si suhu bakal bertanya sekali juga, “Guru, yang manakah urut-urutan menuju sukses.”

Si guru tetap menunjuk ke jihat yang separas. Anak remaja itu lagi bepergian ke jihat itu pun. Sahaja yang ditemuinya tetap saja sebuah tembok nan menutupi. Ia berpikir, ini karuan hanya gurauan. Dan anak muda itupun merasa dipermainkan.

Emosi dan dengan munjung amarah ia menemui sang guru, “Guru, aku sudah menuruti petunjukmu. Sahaja yang aku temui adalah sebuah impase. Aku tanyakan kembali padamu, yang manakah jalan menuju sukses? Kau jangan saja menunjukkan jari sahaja, bicaralah!”

Sang suhu akhirnya merenjeng lidah, “Di situlah kronologi menuju sukses. Hanya beberapa langkah sahaja di benyot tembok itu.”

Siapa beberapa tembok yaitu maksud akhir?


Kisahan Senawat – Rusa Yang Adv pernah Membalas Fiil

Gemercik anak sungai yang bernas dihutan mengalir melewati pepohonan liar nan indah yang menambah keanggunan sebuah rumah kecil disana. Mentari bersinar dengan terangnya di gegana. Start-tiba, seekor rusa berlari cenderung halaman rumah itu dimana seorang anak sedang main-main. Rusa tersebut kemudian mengaitkan baju anak tersebut dengan tanduknya. Hal ini menyebabkan anak tersebut dahulu ketakjuban sehingga sira menjerit sekuat-kuatnya dan menyebabkan ibunya berlari keluar cak bagi mengaram barang apa nan sedang terjadi. Ibunya keluar tepat pada detik ia melihat seekor rusa berlari menuju gunung dengan membawa anaknya tersayang.

Tentu saja ibu anak asuh tersebut sangat kengerian. Dia berlari berburu kijang tersebut dan bukan lama kemudian ia menemukan anaknya duduk diatas suket dalam keadaan selamat. Melihat ibunya hinggap, momongan itu silam bahagia dan menjulurkan tangannya kepada ibunya. Si ibu kemudian menggendongnya. Ia merasa sangat bahagia sehingga bukan terasa air matanya bersirkulasi.

Dengan cepat sang ibu berorientasi rumah mereka bersama anaknya yang tersayang. Ketika dempet tiba, ia berhenti, tergegau melihat barang apa yang disaksikannya. Sebuah pohon lautan dibelakang rumah mereka rubuh dan menimpa rumah mereka pada saat ia sedang mengejar rusa yang mengangkut anaknya tersebut. Seluruh rumah tersebut rata dengan petak karena tindihan tanaman nan maha jarang tersebut. Pagu rumah mereka hancur umpama tepung. Ayam jago peliharaan mereka beserta anjing mereka mati. Jika saja ia dan anaknya berada dirumah tersebut… Jikalau saja…

cerita motivasi tentang rusa

Terlampau ibu anak tersebut teringat peristiwa setahun yang lalu pada satu masa seekor menjangan melarikan diri terbit seorang pemburu nan hendak menembaknya dan menuju rumah mereka. Ia merasa silam kasihan melihat rusa yang ketakutan tersebut, lalu ditutupinya rusa tersebut dengan beberapa helai reja. Ketika pemburu tersebut berangkat disana, ia bukan menemukan menjangan tersebut. Dipikirnya bahwa rusa tersebut telah menghindari melangkahi ki belakang rumah tersebut. Ia kemudian pergi. Setelah pemburu tersebut menyingkir jauh, ibu momongan tersebut kemudian membuka kain penutup rusa tersebut dan membiarkannya pergi menuju jenggala.

Rusa tersebut seakan-akan mengarifi bahwa ia mutakadim diselamatkan maka itu wanita tersebut, karena ketika pergi ia tidak henti-hentinya memalingkan mukanya kepada wanita tersebut seakan-akan hendak berterima rahmat.

Ibu anak tersebut tidak perhubungan menyangka bahwa rusa tersebut dapat mengingat kebaikannya. Kijang itu entah bagaimana memahami bahwa pohon osean tersebut akan runtuh menimpa mereka sehingga beliau datang kembali untuk menyelamatkan mereka.

Ketika ibu tersebut mengingat situasi tersebut, ia berfirman, “Menanam hidup makhluk lain adalah seperti mana menyelamatkan diri kita sendiri”.

Sendang: The Deer That Save Its Rescue


Cerita Pecut – Air Nan Ki getir

Ada seorang bertongkat sendok bijak didatangi seorang perjaka yang sedang menghadapi penyakit.

Sonder membuang waktu teruna itu berbarengan menceritakan semua masalahnya.

Pak lanjut umur bijak hanya mendengar dgn seksama, lalu dia menjumut segenggam serbuk ki getir dan meminta anak mulai dewasa itu mengambil segelas air.

Ditaburkanlah serbuk ki getir itu ke dlm kaca & diaduk perlahan,

”Coba menenggak ini dan katakan bagaimana rasanya?” Ujar pak berida
“Ki getir sekali…..” Jawab pemuda itu.

Pak tua bangka itu tersenyum, mengajak pemuda itu utk berjalan ke tepi danau di belakang rumahnya.

Mereka berjalan berdampingan & akhirnya sampailah mereka berdua ke siring danau yg tenang itu.

Sesampai disana, pak tua itu sekali lagi menyebarkan serbuk ki getir ke danau itu dan dgn sekepal kayu ia mengaduknya,
“Coba ambir air berpunca haud itu & minumlah”

Saat si bujang mereguk air itu, sampul tua bertanya lag, “Bagaimana rasanya…?”
“Cegak….” sahut si bujang….

” Apakah kamu merasakan ki getir di dlm air itu?” Cak bertanya kemasan renta itu
” Tidak….” Sahut pemuda itu.

Cangkang tua bangka itu tertawa berbarengan berkata

“Anak muda…”
Dengarkan baik2, pahitnya kehidupan sama sperti segenggam serbuk ki getir ini, tidak lebih bukan kurang. Jumlah dan rasa pahitnya pun sama & mmg akan tegar sama.

Tapi “Bangun..” kepahitan yg kita rasakan sangat terjemur dari palagan yg kita miliki.

* Kaprikornus saat kita merasakan keprihatinan & kemusykilan dlm hidup, doang suka-suka suatu yg kita bisa lakukan:

“Luaskan & perbesar kapasitas hatimu utk menampung setiap kepahitan itu” Lever kita yakni ajang itu.

Jgn jadikan hati kita seperti gelas, tapi buatlah hati kita seperti telaga yg ki akbar & mampu menampung setiap kepahitan itu dan merubahnya menjadi kebugaran dan kedamaian.


Cerita Inspirasi – Panca Menit Lagi

Cak semau seorang nini yg duduk di hampir seorang pria. Mereka semenjana mengamati anak dan cucunya bermain di taman kota.

“Lihatlah, gadis katai yg berbaju kuning itu cucuku,” kata sang nenek sambil menunjuk ke arah cewek kecil yg sedang dolan ayunan.

“Wah cantik sekali cucu anda,” jawab lanang itu. “Anda tatap anak maskulin yg madya bermain pasir melingkarkan jaket berwarna cokelat? Dia anakku,” ujar pria itu.

Sambil memandangi jam tangannya, pria itu memanggil anaknya dan menyuruhnya bakal segera pulang.
“Ayah, beri aku waktu lima menit pula ya. Aku belum puas bermain,” kata anaknya dengan muka memelas.
“Baiklah, lima menit pula,” jawabnya.

Sang anak lagi bermain pasir dengan riangnya. Lima menit kemudian, lanang itu berdiri dan menyapa anaknya kembali, “Nak, ayo pulang, sudah panca menit berlalu.”

Lagi-lagi anaknya memohon, “Ayah, lima menit lagi ya. Kan tetapi lima menit semata-mata. Boleh ya, ayah.”
Pria itu sekadar menggangguk menyetujui permohonan anaknya.

cerita motivasi lima menit lagi

“Wah, anda ternyata sendiri ayah yg sabar ya,” alas kata nini itu.

Pria itupun terseyum kecil lewat menjawab, “Anak sulungku terbunuh maka itu pengemudi yg berandalan saat sedang bermain di taman. Aku tidak afiliasi mempunyai masa yg patut untuk menemainya bertindak. Bagi kini ini, aku akan menyerahkan seluruh waktuku yg terserah untuk anakku walaupun hanya panca menit pula. Aku tidak ingin mengulangi kesalahan yg sama.

Mungkin bagi anakku, dia mendapat bonus hari panca menit untuk bertindak pasir, bermain buai dan bermain yg lainnya. Padahal sememangnya akulah yg bernasib baik waktu tambahan buat boleh terus melihatnya dolan, menikmati kesetiakawanan dan menyibuk canda tawanya.”

Usia ini bukanlah suatu perlombaan. Umur adalah adapun membuat proporsi prioritas. Prioritas segala yg kita miliki saat ini? Berikanlah pada seseorang yg kita kasihi, lima menit saja dari periode yg kita miliki dan kita pastilah tidak akan menyesal selamanya.


Cerita Cambuk – Seekor Penyu-Katung

Seorang nini menengah bepergian-kronologi sambil menghela cucunya di kronologi perbatasan pedesaan. Mereka menemukan seekor kambar-kura. Anak itu mengambilnya dan mengamat-amatinya. Kura-penyu itu lekas menghirup kakinya dan kepalanya masuk dibawah tempurungnya. Sang momongan mencoba membukanya secara periang.

“Cara demikian tidak akan berhasil, nak!” pengenalan nenek. “Saya akan coba mengajarimu.”

Mereka pulang. Sang nenek mencoba menempatkan limpa-penyu didekat tanur. Beberapa menit kemudian kura-kura itu membebaskan kakinya dan kepalanya sedikit demi sedikit. Engkau start merangkak bergerak memusat sang momongan.

“Janganlah mencoba menguati melakukan apa sesuatu, nak!”, nasehat nenek. “Berilah kehangatan dan keramahan, ia akan menanggapinya.”

Ingatlah selalu nasehat nenek diatas bila anda merasa mulai dijauhi oleh teman, pacar ataupun tambahan pula isteri sira!


Kisah Pecut – Cintai Semua Nyawa

“Apakah dia merasa kian baik hari ini?”” cak bertanya Fan. Ia adv pernah istrinya menderita TBC, dan tidak mudah bagi disembuhkan, belaka engkau menjaganya dengan lembut dan sepenuh lever. “Terima….belas kasih..atas…perhatianmu,” istrinya berkata terengah-engah, dengan mimik sangat kesakitan.

Fan mempersunting dokter terbaik di Chingk’ou, Chen Shihying untuk mengobati istrinya. Dokter Chen memeriksa istrinya dengan hati-hati dan menyuruh Fan buat menunggu.

“Terserah satu cara untuk mengobatinya, karena dia cukup parah,” Kata dokter tersebut. “Renggut seratus kepala penis pipit, dan bagi mereka menjadi remedi sesuai kunci ini. Kemudian pada hari ketiga dan ketujuh bersantap otak burung pipit tersebut. Itu adalah caranya. Ini ialah kancing drop-temurun dari nenek moyangku, dan tidak korespondensi gagal. Tetapi ingat, kamu harus punya seratus burung pipit. Sira bahkan tidak boleh kekurangan satu pun.”

Fan kepingin sekali menolong istrinya, sehingga beliau simultan meninggalkan membeli seratus pelir pipit. Burung-pelir itu berselingkit dalam satu sangkar yang besar. Mereka menciap-mencicip dan berlompatan habis mengharukan, sebab tempatnya berlebih sempit bagi mereka kerjakan menikmati diri mereka sendiri. Bahkan boleh jadi mereka senggang jikalau mereka akan dibunuh.

““Apa yang kau lakukan pada kalam-penis tersebut?”” cak bertanya Nyonya Fan.

““Ini adalah resep spesial dokter Chen! Kita akan membuat mereka menjadi obat dan dia akan segera sembuh,”” suaminya dengan gembira menjawab.

““Tak, jangan lakukan itu!” Nyonya Fan duduk di atas ranjangnya. “Kamu tidak boleh mengambil seratus nasib bakal menyelamatkan satu spirit saya! Saya lebih baik nyenyat daripada mengikhlaskan ia menzabah semua burung pipit itu untukku!””

Fan tidak tahu segala apa yang harus dia untuk.

““Takdirnya engkau khusyuk mencintai saya,”” istrinya melanjutkan, “”Lakukan sesuai permintaan saya. Buka sangkarnya dan lepaskan semua zakar pipit itu pergi. Lalu jika saya mati, maka saya akan meninggal dengan tentram.””

Segala yang dapat Fan bikin? Fan cekut sangkar itu dan dia bawa ke hutan kemudian dia mengasingkan semua seratus penis pipit itu. Mereka terbang ke dalam semak-samun dan tumbuhan-pokok kayu dan bernyanyi serta berciap-ciap. Mereka terlihat dan bersuara sama dengan amat senang karena bebas.

Dalam beberapa tahun, Nyonya Fan dapat siuman dari petiduran juga, walaupun kamu tak mereguk remedi barang apa pun.

Padanan-lawan dan saudara-saudaranya berdatangan untuk menyelamatinya karena kesembuhannya yang cepat dan relatif singkat dari penyakit yang menyeramkan itu. Semuanya sangat senang.

Periode berikutnya, anak bini Fan berbahagia kanak-kanak anyir laki-laki. Dia amat sehat dan lucu, tetapi nan jenaka adalah di setiap lengannya terdapat sebuah tanda lahir berbentuk seperti kontol pipit.

(Disadur bermula kiat “Mencintai Roh”)


Kisahan Cemeti – Cincin Ajaib

Seorang bapak tua yang memiliki 3 orang putra, sedang bingung. Dia merasa memiliki sebuah cincin yang dianggapnya bertuah karena sejak digunakan selalu membawa keberuntungan & kesuksesan bagi dirinya. Gelang-gelang itu rencananya ingin diwariskan kepada salah satu anaknya, tapi dia khawatir momongan yg tidak akan mrasa keki. Sebagai solusi, anda menghindari ke tukang cincin & membuat 2 gelang-gelang yang sama seperti cincin ajaib miliknya.

Keesokan harinya, ia menegur ketiga putranya, lalu berkata, “Anak2ku, cincin ini sejajar baiknya, siapa yg memakainya maka beliau akan berbintang terang”.

Tak lama berselang, sang buya tua itu meninggal bumi. Seiring berjalannya waktu, ketiga putranya tahu bahwa semata-mata suatu ring yang polos.

cerita motivasi cincin ajaib

Mereka lalu pergi ke seorang hakim yang bijaksana bakal mencari senggang mana cincin yang asli & meminang perkembangan keluar dan pembuktian.

Setelah merenung & berpikir, juri bijaksana itu berucap: “Aku tidak dapat menolong kalian, tapi aku senggang sebuah cara utk memastikan cincin yg kalis.”

Pakailah cincin kalian masing2..
Kalian yang hrs membuktikan bahwa cincin kalian putih, yaitu dengan bermain & bekerja dengan baik sehingga kalian menjadi cucu adam yang beruntung”.

Ketiganya berharap bagi membuktikan cincin mrk yg asli & bertuah.
Mereka berusaha membuktikan sreg diri koteng bahwa kejayaan & keberuntungan mrk ialah karena cincin ajaib tahir pemberian bapak mereka.

Setelah beberapa tahun berpulang, sukses demi sukses mereka ulur bersama. Akhirnya merekapun sadar & mencerna bahwa bukan gelang-gelang yang membuat mereka sukses, melainkan karena mereka sendiri.

Enggak sesuatu di luar diri Anda yg membuat Anda sukses atau mendapat. Tak cincin Kamu, busana Anda, alias apapun yg Sira kenakan.

Semata-mata yg menentukan keberuntungan adalah keuletan, Doa, bersyukur,dan Manuver diri Beliau sendiri.


Cerita Motivasi Terbaru – Cangkir Yang Cantik

Sepasang kakek dan nini memencilkan berbelanja di sebuah toko souvenir lakukan mengejar karunia untuk cucu mereka. Kemudian mata mereka tertuju kepada sebuah cangkir yang elok. “Lihat cangkir itu”, kata sang nini kepada suaminya. “Kau bermoral, inilah cangkir tercantik nan pernah aku lihat”, ujar si bibit buwit.

Saat mereka mendekati cangkir itu, tiba-tiba cangkir yang dimaksud itu berbicara, “Terimakasih kerjakan perhatiannya, perlu diketahui bahwa aku dulunya tidaklah rupawan. Sebelum menjadi cangkir yang dikagumi, aku hanyalah seonggok tanah liat nan tidak penting. Doang suatu hari suka-suka seorang pengrajin dengan tangan cemar melempar aku ke sebuah sepeda berputar.”

“Kemudian ia mulai mengebur-mutar aku hingga aku merasa pusing. Stop! Stop! Teriakku, belaka cucu adam itu berkata, Belum!, lalu ia mulai menyodokku dan meninjuku repetitif-ulang”.

“Stop! Stop! Teriakku lagi. Tapi orang ini masih belaka meninjuku, tanpa menghiraukan teriakanku. Malar-malar lebih parah lagi ia memasukkan aku ke dalam perapian.”

“Panas! Seronok! Teriakku dengan keras. Stop! Pas! Cukup! Teriakku lagi. Tapi orang ini kembali menyahut, Belum!”

Akhirnya, beliau mengangkat aku terbit jingkir itu dan membiarkan aku sampai dingin. Aku pikir selesailah penderitaanku. Tapi, ternyata belum. Setelah tawar rasa, beliau menyerahkan aku ke seorang wanita taruna dan ia mulai mencelup aku. Asapnya begitu memualkan. Stop! Stop! Aku berteriak.

cerita motivasi cangkir yg cantik

Wanita itu berkata, “Belum!”. Lalu ia memberika aku kepada seorang lelaki dan ian memasukkan aku ke pendiangan yang bertambah panas dari sebelumnya. “Tolong! Tolong! Hentikan penyiksaan ini”, sewaktu menangis aku berteriak sekuat-kuatnya. Tapi manusia ini lain peduli dengan teriakanku. Ia terus membakarku. Sehabis puas ‘menyiksaku’ sekarang dibiarkannya diriku menjadi campah.

Selepas tekun dingin, seorang wanita mengangkat dan menempatkanku didekat beling. Aku melihat diriku dan aku terkinjat sekali. Sedikit lagi aku tidak beriman, karena dihadapanku telah berdiri sebuah cangkir yang sedemikian itu rupawan. Semua kesengsaraan dan kesakitanku yang dulu menjadi sirna tatkala aku mengaram diriku sekarang ini.

Seperti itulah Sang pencipta membentuk kita. Ibarat sebuah cangkir nan cantik. Pron bila Tuhan mewujudkan kita mengarungi semangat ini, tidaklah menyenangkan, remai, munjung penderitaan, dan banyak air ain. Tetapi inilah amung prinsip Tuhan lakukan mengubah kita meski menjadi cantik dan menyorotkan keluhuran-Nya.

Anggaplah bagaikan suatu kebahagiaan, apabila dia merosot kedalam berbagai ragam cobaan, sebab anda sempat bahwa ujian terhadap kita menghasilkan arti. Biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang supaya anda menjadi sempurna dan utuh, tidak kurang suatu apapun.

Apabila anda sedang menghadapi ujian hidup, jangan berkecil lever. Karena Dia madya membuat anda. Proses pembentukannya memang menyakitkan dan menciptakan menjadikan penderitaan. Hanya, percayalah, setelah semua proses itu selesai, anda akan meluluk sungguh cantiknya Tuhan menghasilkan anda.


Cerita Motivasi – Raja dan Laba-laba

Dulu kala di negeri Skonlandia, ada seorang raja bernama Bruce. Sira sudah enam kali memandu pasukannya menuju ajang perang melawan sang penyerang berpangkal England , namun selama enam kali resistansi itu, pasukannya bosor makan penggalan belur dihajar maka itu musuh, sampai terpaksa mengalami kekalahan dan melarikan diri ke rimba.

Kesudahannya, beliau sendiri juga bersembunyi di sebuah dangau kosong di dalam hutan belantara.

Satu hari, hujan abu drop dengan derasnya, air hujan abu melalui berbunga tarup apartemen yang berak air mengenai roman Bruce, sehingga dia terbina mulai sejak tidurnya. Sesaat dia merenungi nasibnya nan malang karena tidak dapat mengalahkan saingan, walaupun dia sudah lalu mengerahkan segala sosi upaya.

Semakin dia memikirkan hal ini, hatinya semakin pedih dan hampir putus tebak.

Pada saat itu, netra Bruce menatap ke atas balok gawang nan melintang diatas kepalanya, disana ada seekor lawah-lawah menengah menangkap sarangnya.

Kamu dengan seksama mencerca gerak gerik laba-laba tersebut, dihitungnya usaha si laba-laba yang sudah enam kali berturut-turut berusaha sekuat tenaga mencoba mengaitkan keseleo satu ujung lembar ke balok gawang yang berada di seberangnya, namun akhirnya gagal juga.

“Sungguh kasihan makhluk kecil ini.”

perkenalan awal Bruce, “Hendaknya kau menyerah belaka!”

Belaka, bukan main diluar postulat Bruce, walaupun mutakadim enam barangkali sang laba-laba gagal mengaitkan ujung benangnya, dia tak lantas putus asa dan berhenti berusaha, dia coba juga untuk yang ke tujuh kalinya, dan kali ini dia berbuntut. Mengawasi ini semua, Bruce alangkah merasa kagum dan lupa puas nasib yang menjangkiti dirinya.

cerita motivasi raja dan laba laba

Bruce balasannya berdiri dan menghela napas janjang, suntuk dengan lantang dia berteriak: “Aku kembali akan bertempur lagi bagi yang ketujuh kalinya!”

Bruce akhirnya benar-benar mendapatkan semangatnya kembali, ia lekas mengumpulkan dan melatih pula cerih-sisa pasukannya, habis mengatur garis haluan dan menggempur pun benteng rival, dengan susah payah dan perjuangan yang bukan kenal menunduk, balasannya Bruce berhasil melagak armada teman dan merebut kembali petak airnya.


Cerita Pecut – Momongan Boncel Penjual Bunga

Di sebuah muslihat perbelanjaan ada seorang momongan perempuan kecil yang lego bunga mawar kepada orang-individu yang lewat. Anak itu absah berlepau di sana semenjak siang hari hingga magrib.

Suatu siang ketika melewati pokok perbelanjaan, anak katai itu mendekatiku. ‘Om mau beli bunga mawar, Mamak? Bisa bagi istri gelap atau pacarnya Om, murah kok lima ribu aja.’ kata anak itu. Kutolak dengan subtil proposisi itu karena aku terburu-buru. Senggang kulihat di keranjang anak itu masih tersisa sekitar dua puluh tangkai ros.

Sore harinya aku lewat pusat perbelanjaan itu lagi dan melihat si anak kerdil masih menawarkan bunganya. Ia menawarkan bunga lagi padaku, tampaknya lupa siang tadi telah menawarkan anak uang. Kutengok keranjangnya masih selingkung empat belas tangkai mawar.

Aku iba dengannya tapi karena aku masih memiliki urusan dan tidak membutuhkan bunga, kutolak dengan lumat lalu kuberi anak asuh itu selembar uang panca ribu. Anak itu mengambil uangku habis memberikannya pada seorang pengemis di dekat sana.

Kutanya anak asuh itu, ‘Kenapa uangnya dikasih ke pengemis? Adik nolak rezeki?’

Momongan itu menjawab, ‘Saya ke sini karena disuruh ibu jualan, nan ke sini buat harap-mohon pengemis itu. Om riuk anugerah rezeki.’


Cerita Lecut – Siuman, Bergeraklah dan Unggul

Suara letusan timah panas dari sebuah beceng, segel pertandingan dimulaipun terdengar. Tahun ini adalah hari perlombaan para kucing tupai memperebutkan sebuah piala wortel terbesar dan terlezat di kota kelinci. Sebuah alat gegana katai berhimpit di pinggang setiap pemain. Itu yaitu bom waktu, nan akan meledak kapan perian nan diberikan kepada setiap anak komidi sudah lalu adv amat. Hmm..benar-benar pertandingan yang penuh resiko.

Little rabitpun masuk internal pertandingan itu. Dia tertumbuk pandangan berlari begitu penuh spirit. Sekali-sekali sira menjeling ke arah penonton. Weh…banyak sekali kelinci yang datang. Suka-suka yang berteriak memberi dia semangat, ada nan mengejeknya, dan berusaha menjatuhkan semangatnya.”Aku pasti berjaya” katanya.

Tapi tahu-tahu : “Ups… segala ini ?” Oh..ternyata dia jatuh di dalam sebuah korok jerat yang dalam. Dia silam sedih.Mendadak dia mendengar suara minor “Ayo little rabit, bangunlah anda harus terus berlari” “Suara apa itu ?” Oh ternyata itu ialah celaan sahabatnya.” Terima belas kasih sobat,aku akan terus berlari” katanya pelan. Diapun bangun, dan berlari lagi.

Tapi tak bilang lama kemudian…Ups..ia jatuh lagi ke sebuah lubang yang lebih dalam lagi. Engkau melirik ke bom waktunya. Oh.. masih ada waktu untukku. Tapi…dilihatnya peserta-peserta lomba yang tak telah mendahuluinya. “Apakah aku akan memenangi? Ataukah semuanya sudah lalu gratis bikin diteruskan ?” “Marilah..little rabbit, jangan berhenti karena jebakan itu. Kau harus menang !” Oh..celaan itu lagi. Dia lagi bangkit dan meneruskan perlombaan.

Tapi cak bagi yang ketiga kalinya, engkau jatuh, dan mana tahu ini, dia bersusila-benar terbang arwah. Didengarnya orang-orang mulai mentertawakan sira. “Waduh..betul-betul terwelu yang tolol !” alas kata mereka. Diapun menangis, menyalahkan diri sendiri,”Tidak..aku enggak bisa lagi..aku telah kalah dan pangkalan waktu di pinggangku ini pasti akan meletuskan tubuhku dan..oh sahabatku, apakah dia pun telah pergi pergi aku, apakah dia juga ikut mengejekku seperti nan lainnya karena kebodohanku ?”.

Tapi tiba-tiba, “Hai little rabbit, aku masih di sini !!. Marilah cepat pulang ingatan, aku telah menunggu untuk memberimu selamat atas kemenanganmu. Kau harus menang. Bangkit, terus maju, dan menanglah. Jangan biarkan dirimu tertipu sekali lagi maka dari itu jalan-jalan berlubang ini. Ini jebakan yang harus kau lewati” “Ya…kau benar.Inilah yang dinamakan kejuaraan. Masalahnya tak pada lubang-lubang jelek itu, tapi masalahnya ada pada kita sendiri. Aku harus melaluinya. Peroleh rahmat sahabatku.” Nah..kali ini little rabbit melangkah dengan penuh lever-hati. Dia berlari paling awal kali sambil berhati-hati dengan lubang-terowongan jerat itu. Sira berlari…terus berlari..melangkaui yang lainnya..dan.. yes.. diapun memenangkan kejuaraan itu.

cerita motivasi dan inspirasi

Bersama-sama menjawat trofi wortel nan besar, dia berucap : “Arwah ini adalah sebuah perlombaan, dengan banyak sekali jebakan di dalamnya. Dan pada saat kau jebluk, tidak perduli untuk yang ke berapa kalinya, Ia harus bangkit, berlari terus, dan menangkan perlombaanmu.”


Cerita Ki dorongan Inspirasi – Dua Ekor Singa

Suatu senja di paruh tasik, terlihat dua sosok yang semenjana memancing. Gelagatnya, ada ayah dan anak nan sedang menghabiskan waktu mereka disana. Dengan perahu kecil, keduanya sibuk menata joran dan umpan. Air telaga berayun perlahan, membuat riak-riak air. Gelombangnya mengombak berkiblat tepian, mencecah sayap-sayap dendang laut yang semenjana berjalan beriringan. Suasana begi
tu tenang, sampai terdengar sebuah percakapan.

“Ayah.”
“Hmm..ya..” Sang ayah menjawab pelan. Matanya tunak tertuju pada ujung kailnya nan terjulur. “Bilang malam ini,” sebut si anak, “Aku bermimpi aneh. N domestik mimpiku, suka-suka dua ekor singa yang tampak semenjana berkelahi dalam hatiku. Gigi-gigi mereka, terlihat runcing dan tajam. Keduanya sibuk mencakar dan menggeram, seperti saling ingin membekam. Mereka terlihat kepingin tukar menjatuhkan.”

Anak mulai dewasa ini terkelu sesaat. Silam, mulai menyinambungkan cerita, “Raja hutan nan pertama, tertumbuk pandangan baik dan sepi. Geraknya perlahan namun pasti. Badannya pun kokoh dan bulunya teratur. Walaupun suaranya gigih, tapi terdengar merukunkan buatku.”

Ayah mulai menolehkan kepala, dan meletakkan pancingnya di pinggir haluan. “Tapi, Ayah, singa nan satu pula terbantah menakutkan buatku. Geraknya tak beraturan, sibuk menyepak kesana-kemari. Punggungnya juga kotor, dan bulu yang sobek. Suaranya parau dan menyakitkan.”

“Aku mangut, apakah maksud berusul mimpi ini. Apakah raja rimba-raja hutan itu merupakan cerminan dari aturan-rasam baik dan buruk nan aku n kepunyaan? Lewat, singa yang mana yang akan memenangkan pertarungan itu, karena sepertinya mereka sama-sederajat kuat?”

Melihat anaknya yang yunior beranjak dewasa itu bingung, si Ayah mulai angkat bicara. Dipegangnya punggung cowok berani di depannya. Serampak tersenyum, ayah berfirman, “Pemenangnya merupakan, yang minimum sering kamu pasrah makan.”

Ayah kembali tersenyum, dan mengambil pancingnya. Habis, dengan suatu hentakan kuat, di lontarkannya ujung kail itu ke paruh telaga. Tercipta kembali pusaran-ulakan air yang tampak membelenting. Gelombang riak itu kembali menerpa sayap-sayap angsa putih di tepian haud.

Begitulah. Setiap diri kita, punya dua ekor “singa” yang buruk perut bersaing. Keduanya, memang selalu saling melecun. Mereka berusaha untuk menjadi pemimpin bagi nan lainnya. Pertarungan diantara mereka, tak ikatan tuntas, karena mana tahu burung laut terjadi peralihan kampiun buat keduanya. Kalah-unggul, kerumahtanggaan persaingan macam ini, layaknya mata koin yang selalu berpalis-silih. Dan kita sering dibuat bingung, sebab kedua kekuatan baik-buruk ini tampak sama kuatnya.

Tapi, siapakah pemenangnya kini privat diri Anda? Singa yang kokoh, dengan rambut-rambut yang integral, dan operasi nan mantap serta pasti, ataukah raja hutan yang sibuk menerjang kesana kemari, dengan surai-rambut nan koyak, dan seringai yang menyeramkan? Sangat, raja rimba tipe segala yang masa ini sedang memintasi Anda, “raja hutan” nan optimis, pantang menyerah, tekun, panjang usus, damai, rendah hati, dan toleran, ataukah “raja rimba” nan pesimis, tertekan, mudah menunduk, sombong dan penuh iri?

Saya berketentuan, kita sendirilah nan menentukan kemenangan bagi kedua singa-singa itu. Jika kita sayang menjatah “bersantap” plong singa yang damai tadi, maka imbalan kebaikanlah yang akan kita dapatkan. Jika kita terbiasa buat merabuk optimis dan pantang menunduk, maka “raja rimba” keberuntungan lah yang akan kita songsong. Namun sebaliknya, seandainya setiap saat kita memendam marah, menebar prasangka dan sentimen, bergaya tak sabar dan mudah menyerah, maka, akan jelaslah “singa” macam segala apa nan jadi pemenangnya.

Biarkan “singa-singa” penuh usia hadir privat kehidupan Anda. Rawatlah raja rimba-raja hutan itu dengan keluhuran budi, dan kebersihan nurani. Susunlah bulu-bulu kedamaiannya, cermati terus rahang persahabatannya. Perkuat jejak kaki optimisnya, dan pertajam selalu kuku-kuku kesabaran miliknya. Biarkan raja hutan ini yang jadi pemenang.

cerita inspiratif tentang singa

Cuma, jangan biarkan “raja rimba-singa” pemarah menguasai pikiran Anda. Jangan pernah berikan kesempatan untuk kebencian itu untuk membesar, dan menjadi penghalang keberhasilan. Jangan biarkan rasa pesimis, jiwa nan gobar, tidak kepala dingin dan rendah diri menjadi pemimpin buat Anda.

Saya berkepastian, imbalan yang kita peroleh, ialah gambaran bermula barang apa nan kita berikan hari ini. Lalu, raja hutan mana nan akan Sira beri makan musim ini?


Kisahan Cambuk Singkat – Batu Besar

Sreg zaman silam, cak semau seorang raja yang senang pergi keluar istana dan mengamati rakyatnya. Suatu hari, ia mengemudiankan bakal menaruh sebuah batu samudra di persimpangan urut-urutan terlampau bersembunyi di samun.

Setelah beberapa jam, muncul dua cucu adam pedagang yang menaiki bendi. Mengaram bencana besar yang menghalangi jalan, mereka menghubungkan dan melembarkan jalan memutar. ‘Hah! Bagaimana sih raja ini? Terserah batu lautan sama dengan ini tidak segera dibereskan,’ ujar salah suatu musafir kesal.

Beberapa jam sesudah pelimbang itu lewat, muncul seorang petambak yang memikul sayur-sayuran. Melihat batu besar hadang jalannya, ia pun menaruh sayurannya di comberan jalan dan mulai menunda batu itu.

Berantara abnormal rayuan segara itu bisa digeser dan kronologi kembali seremonial. Pekebun itu kemudian kembali ke tempat ia meletakkan sayurannya. Kamu menemukan sekantung koin emas beserta sebuah catatan dari sri paduka, ‘Kuberikan emas ini sebagai karunia telah menjangkitkan bencana lautan itu.’


Cerita Motivasi Super – Buah Pisang Yang Hilang

Buah pisang di tipar katai kami raib diserobot pencuri. Kepada kami belaka ditinggalkan keluaran-bekasnya, ceceran kotoran lepasan cacahan di mana-mana. Semakin kami pandangi aneka feses ini semakin kami merasa terintimidasi. Mencuri ya mencuri, tetapi ya jangan sambil meledek seperti ini. Kotoran itu, sebagai halnya sengaja diacak-acak sedemikian rupa sebaiknya efek kehabisan ini lebih terasa. Maka setiap memandangi serpihan itu, nan terbayang ialah serpihan hati kami sendiri.

Doang nan disebut kami itu sebetulnya cukup diwakili makanya Bapak saya. Kebun sepetak itu adalah huma kesenangan di periode tuanya. Beliau pula yang merawat, menyayangi dan memperlakukan ladang itu sebagai antiwirawan di hari tuanya, bukan terkecuali mauz nan hilang itu. Setiap detail pertumbuhan pisang ini, tidak lepas berpunca pengamatannya. Detik engkau sudah mulai berbunga dan menongolkan jantungnya, Bapak berkabar dengan gembira. ”Mauz di huma kita mulai ada hasilnya,” katanya waktu itu.

Mauz ini melulu yang ia bicarakan setiap saya menyekar kepadanya. ”Sudah lalu mulai muncul buahnya,” alas kata Bapak. ”Kau perlu menengoknya,” tambahnya. Saya biasanya bosor makan mengiyakan dan pura-pura gembira terhadap tema ini walau perhatian saya sebetulnya mengembara ke mana-mana. Ke beberapa pencahanan yang belum usai, ke rang-rangka nan masih terbengkalai, ke target-alamat arwah nan menyempurnakan benak. Maka permasalahan pisang itu karuan menjadi tema yang menyebalkan seandainya yang berbicara tak bapak saya.

Di masa-waktu berikutnya, mauz ini lagi nan menjadi tema wajib dialog kami. ”Ia telah mengembung. Beberapa ahad pun mutakadim bisa dipotong. Tengoklah kalau suka-suka periode,” katanya. Lama-lama saya penasaran juga. Toh jarak ladang itu hanya sekelebatan dari rumah, maka bukan ada salahnya menoleh buah yang menjadi isu terpanas dalam keluarga besar kami. Woo boleh juga. Ranum, mulus, dan penuh. Biji zakar ini tumbuh sempurna dan dari pisang tipe kesukaan saya juga. Kini silih sayalah yang bersemagat bicara tentang pisang ini. ”Ini penuaian purwa sejak kebun ini jadi milik kita,” pengenalan saya kepada istri. ”Nanti serigala anak asuh-anak menengoknya,” kata istri. ”Tengok masa ini juga!” teriak anak-anak. Pisang ini, telah menjadi kegemparan di rumah kami. Sampai kemudian masa penentuan itu menginjak….

Kami sudah lalu menghitung perian. Kiai yakni pihak yang pasti amat hemat tanya ini. Berangkat dari membangun apartemen, menentukan perian ijab kabul saya, sampai masa kapan memanen buah pisang, tak interelasi lepas dari hitung-hitungan ”tahun baik” Kiai. Sahaja mungkin karena saking telitinya menghitung, Kiai malah kalah cepat dengan penjahat nan ternyata juga memiliki periode baiknya seorang. Pisang kebanggaan kami lenyap, dan yang tinggal hanya cacahan kotoran di sana-sini. Saya mengaram Bapak yang terpukul dan amat kecewa.

cerita bijak buah pisang

Saya mengerti betul kekecewaan jenis ini. Karena ada saja pagar-pagar nan kian baik dibiarkan nol, sementara itu engkau bisa dirembeti oleh tanaman anggur, cuma batal dilakukan cuma karena jika ia berbuah, kita mangut kalah cepat dengan pencuri. Terserah koteng yang memilih menebang pohon buahnya, karena tak resistan melihat betapa pohon ini tak pernah tenteram berusul batu. Ketimbang diganggu, lebih baik terkadang tidak mengebumikan. Dari plong linu hati, bertambah baik semuanya tidak makan. Begitulah kejamnya kekecewaan ini, sehingga seseorang merasa lebih bukan menanam sama sekali, dan puncaknya; makin baik sama-sama lain makan!

Saya dan Bapak saya karuan kembali enggak terlepas dari pil semacam ini. Belaka kami empat mata sekata untuk silih menyemangati, ayo tanam lagi, biarpun kesudahannya cuma bagi dicuri lagi. Karena jika jika seseorang kelesa membangun sahaja karena takut rusak, culas bersiram doang karena ngeri kotor pula, ogah bersantap cuma karena pasti lapar pula, bumi bisa berhenti berputar dan spirit akan macet.

Maka pisang yang hilang ini membuat kami bahkan menjadi semangat sekali. Belum hubungan terjadi dalam semangat kami, pencuri terlebih menyemangati kami sebagaimana ini!


Cerita Motivasi bijak – Selimut Untuk Keselamatan

Momen saya baru saja lulus dari sebuah seminari, istri saya, Kathy, dan saya pindah bersama dengan putra kami yang berumur 2 masa, Nate, ke sebuah desa katai di Alaska. Pesawat kecil berpenumpang 3 dan 4 yang kami tumpangi bagi penerbangan lanjutan kami tinggal menakutkan putra kecil kami sehingga dia mencekit selimut kesayangannya dan menutupi kepalanya setakat kami mendarat di jalur landasan kecil yang terbuat mulai sejak tanah.

Kemudian, selama rembulan-wulan penyesuaian yang panjang, ketika kami belajar bagaimana kaidah hidup di kancah yang hijau di antara bani adam-insan baru yang mempunyai kebudayaan yang farik, putra saya membawa selimut pengamannya kemanapun ia memencilkan, dan akhirnya selimut itu cepat menjadi lunak dan kumal. Ia tidak dapat tidur sebelum engkau mendapatkan selimutnya dan menyelinap ke dalam kehanggatannya.

Hari ke 2 kami berada di desa tersebut, saya berbintang terang kesempatan sebagai pembicara pelawat di sebuah konferensi misi di Seattle. Detik saya sedang berkemas untuk pengembaraan tersebut, putra saya mengikuti saya di sekeliling ruangan, bertanya ke mana saya akan pergi, dan berapa lama saya bepergian, dan mengapa saya harus berbicara kepada bani adam-orang tersebut, dan apakah terserah yang akan lampir saya?

Karena madya mempersiapkan pidato saya di privat manah saya, saya agak terganggu dan khawatir apakah boleh mengejar pesawat kerdil yang ke asing berpunca desa itu tepat plong waktunya.

Putra saya gelagatnya paling khawatir mengenai keharusan saya bakal terbang dalam semarak buruk di intern salah satu pesawat kecil nan silam ditakutinya.

Saya meyakinkan dia bahwa saya akan baik-baik saja, dan saya memintanya bakal menjaga ibunya setakat saya pulang.

Dengan sebuah rangkulan di pintu, saya menyingkir ke jalur pendaratan desa tersebut dan ke tempat konferensi.

Detik saya tiba di hotel di Seattle, saya bukan sempat mengeluarkan isi kopor sampai lilin lebah harinya, dan saya lewat keheranan saat saya menyingkapkan kopor saya dan menemukan selimut pengaman anak saya di dalamnya.

Saya membayangkan istri saya berusaha dengan susah payah untuk menemukan selimut tersebut detik ia menyiagakan putra kami bakal tidur. Saya lekas berlari ke pesawat telepon lakukan menghubungi Kathy dan memberitahukan bahwa selimut tersebut ada di kerumahtanggaan kopor saya, sehingga ia boleh meyakinkan putra kami yang senewen.

Kathy memufakati telepon itu dan hampir tidak memiliki kesempatan untuk menjawab detik saya mulai menjelaskan bahwa selimut tersebut ada di intern kopor saya dan saya tidak sempat bagaimana selimut itu bisa secara tidak sengaja timbrung terkemas. Saya sedang di paruh-tengah usaha untuk
menanyakan maaf ketika Kathy menenangkan saya dengan berita bahwa ia sudah mengetahui di mana selimut itu berkecukupan.

Sira memberitahukan saya bahwa ia mutakadim mengendong Nate dan membawanya ke dekat jendela mudah-mudahan ia dapat mengawasi saya pergi dari rumah. Ia mengusulkan agar mereka beribadat untuk “Ayah supaya mendapatkan perjalanan yang kesatuan hati.”

Sebab kami tahu bahwa putra kami paling takut dengan penerbangan memperalat pesawat kecil ke lapangan sano utama, gula-gula saya berdoa, “Tuhan yang terkasih, tolonglah sepatutnya Ayah merasa lega dada di internal pesawat kecil itu.” Detik doa tersebut selesai, putra kami Nate berbicara dan menenangkan ibunya.

“Jangan pusing, Bu, saya memberikan selimut saya kepada Ayah bagi menjaganya agar tetap selamat.”


Kisahan Motivasi – Belajar Berpangkal Sebuah Kepompong

Nyawa memanglah penuh dengan perjuangan. Jika sira ingin berbuntut dan menjadi manusia sukses maka anda pun harus melalui sebuah proses yang adakalanya menyakitkan jika dirasakan. Janganlah menjadi seperti anak manja yang selalu ingin dibantu dan dilayani maka dari itu orang tua renta kita. Karena hal itu sangatlah tidak baik kerjakan membentuk karakter dan jiwa kita dalam menghadapi kerasnya nyawa ini. Pada artikel ini saya akan mencoba menceritakan ulang tentang sebuah kisah yang sungguh sangat inspiratif bagi kita renungkan. Cerita ini berpangkal dari resep nan sangat menarik dan telah lama saya beli, belaka hijau sempat saya baca bilang tahun yang tinggal, buku tersebut berjudul,”setengah isi setengah kosong” karya parlindungan marpaung.

Berikut yakni kutipannya :

Seorang anak sedang berperan dan menemukan pupa kupu-kupu di sebuah dahan yang terbatas. Diambilnya kepompong tersebut dan tampak terserah gaung kerdil disana.

Anak itu tertegun menuding liang kecil tersebut karena terlihat terserah seekor kupu-kupu yang sedang berjuang buat keluar membebaskan diri melalui lubang tersebut. Lalu tampaklah kupu-kupu itu berhenti mencoba, ia kelihatan sudah berusaha semampunya dan nampaknya sia-sia bakal keluar menerobos lubang kecil di ujung kempompongnya.

Melihat fenomena itu, si momongan menjadi iba dan mencoket keputusan lakukan mendukung si kupu-kupu keluar berbunga kepompongnya. Dia pula mengambil gunting lalu mulai membuka tubuh pupa dengan guntingnya agar kupu-kupu bisa keluar dan galau dengan leluasa.

Seperti itu kepompong terbuka, rama-rama juga keluar dengan mudahnya. Akan sekadar, ia masih memiliki tubuh gembung dan boncel. Sayap-sayapnya nampak masih ikal. Anak itu sekali lagi berangkat mengamatinya lagi dengan seksama sambil berpretensi agar sayap kupu-kupu tersebut berkembang sehingga bisa membawa sang kupu-kupu katai kusut condong rente-bunga yang ada di yojana.

cerita motivasi terbaik

Pamrih lampau tujuan, segala yang ditunggu-tunggu si anak asuh tidak ronda tiba. Kupu-kupu tersebut terpaksa menghabiskan pungkur hidupnya dengan merangkak di sekitarnya dengan badan gembung dan sayap yang masih berkerut serta tidak berkembang dengan paradigma. Kupu-kupu itu akhirnya enggak mampu gelisah sama tua hidupnya.

Si momongan rupanya tidak mengerti bahwa kupu-kupu perlu berjuang dengan usahanya seorang lakukan mengeluarkan diri berasal kepompongnya. Liang kerdil yang perlu dilalui akan menguati enceran mulai sejak raga kupu-kupu ikut ke dalam sayap-sayapnya sehingga dia akan siap terbang dan memperoleh kemerdekaan.


Cerita Inspiratif – Berjotos di Lubang

Suatu siang, seekor benturung semenjana duduk leha-leha menikmati angin sepoi-sepoi. Tak lama kemudian, datanglah seekor rubah yang hendak memangsanya.

Musang itu pun lalu berkata, ‘Jika kamu memang kuat, kutantang kau berkelahi di n domestik lubang.’

Rubah yang merasa percaya diri enggak akan kalah menyamai luak lagi menyetujui prasaran itu. Ia berpikir, ‘Mau di gaung atau di asing sekelas cuma, aku jauh lebih kuat darinya.’

Panca menit kemudian, musang itu keluar sedarun membawa paha rubah.

Musang kembali ke tempatnya berjemur tadi. Tak lama kemudian unjuk seekor serigala yang hendak memangsanya.

Si musang pun bersuara, ‘Jikalau sira memang lestari, kutantang kau beradu buku tangan di dalam gua.’

Serigala terkekeh, ia geli dengan tingkah musang yang congkak kuat dan menyetujui usulannya. ‘Cak hendak di lubang mau di hutan, aku ki ajek lebih kuat dari luak kecil ini,’ kemam serigala.

Dua puluh menit kemudian mongsang itu keluar dengan menerbangkan pukang anjing hutan.

Sore lagi tiba dan hari semakin liar. Musang kemudian berteriak ke n domestik lubangnya, ‘Sudah dempang gelap, kita lanjutkan nanti juga.’

Sesaat kemudian muncul sesosok macan berpunca dalam terowongan. Harimau itu berucap, ‘Bagus juga idemu.’


Cerita Motivasi Hidup – Ubi benggala, Telur, dan Biji Pertinggal

Pada suatu waktu, ada seorang momongan perempuan nan menambat kepada ayahnya bahwa hidupnya sengsara dan bahwa ia tidak sempat bagaimana dia akan berhasil. Dia erak berjuang dan berjuang sejauh waktu.Tampaknya hanya salah satu semenjak masalahnya yang boleh anda selesaikan, kemudian masalah nan lainnya taajul menyusul bagi dapat tergarap.

Ayahnya yang kembali seorang koki membawanya ke dapur. Ia mengisi tiga manci dengan air dan menaruhnya di atas jago merah yang besar. Setelah tiga manci tersebut berangkat mendidih, ia memasukkan sejumlah kentang ke dalam sebuah panci, beberapa telur di panci kedua, dan beberapa skor piagam di panci ketiga.

Kemudian ia duduk dan membiarkan ketiga panci tersebut di atas kompor moga mendidih, sonder menitahkan sepatah kata apapun kepada putrinya. Putrinya menambat dan tidak panjang hati menunggu, menyoal-tanya apa yang telah ayahnya untuk.

Pasca- dua puluh menit, ia mematikan kompor tersebut. Ia mencoket kentang dari panci dan menempatkannya ke intern kobok. Sira menyanggang telur dan meletakkannya di cawan.

Kemudian engkau menyendok kopi dan meletakkannya ke dalam cangkir. Tinggal ia beralih menatap putrinya dan menyoal, “Nak, apa yang kamu tatap?”

“Kentang, telur, dan kopi,” putrinya buru-buru menjawabnya.

kisah motivasi kentang telur dan biji kopi

“Lihatlah lebih dekat, dan sentuh kentang ini”, pembukaan sang ayah. Putrinya berbuat apa yang diminta makanya ayahnya dan mencatat di n domestik otaknya bahwa kentang itu halus. Kemudian sang ayah memintanya untuk mengambil telur dan memecahkannya. Pasca- membuang kulitnya, engkau mendapatkan sebuah telur rebus. Risikonya, sang ayah memintanya untuk mencicipi surat. Aroma inskripsi yang kaya membuatnya tersenyum.

“Ayah, barang apa artinya semua ini?” Tanyanya.

Kemudian sang ayah menjelaskan bahwa kentang, telur dan biji kopi saban telah menghadapi kesulitan yang sama, merupakan air mendidih.

Namun, per menunjukkan reaksi yang farik.

Kentang itu kuat dan gentur. Sahaja ketika dimasukkan ke dalam air mendidih, ketang tersebut menjadi sabar dan teklok.

Telur nan tapuk, dengan selerang luar tipis melindungi bagian dalam telur yang hancuran sampai dimasukkan ke dalam air mendidih. Sampai jadinya adegan dalam telur menjadi keras.

Tetapi, ponten kopi lahan yang minimal khusus. Setelah nilai sahifah terkena air mendidih, biji pertinggal mengubah air dan menciptakan sesuatu yang baru.

“Kamu termaktub yang mana, nak?” soal sang ayah kepada putrinya.

“Ketika kesulitan mendatangimu, bagaimana caramu privat menghadapinya? Apakah sira adalah sebuah kentang, telur, ataupun biji kopi?”

Pesan Kesopansantunan berasal narasi ini ialah Dalam hidup ini, Banyak sesuatu yang terjadi di sekitar kita. Banyak peristiwa-hal yang terjadi lega kita. Doang satu-satunya kejadian yang benar-benar bermanfaat yakni apa yang terjadi di privat diri kita.

***

Terimakasih telah membaca cerita motivasi yang boleh dibagikan kali ini. Seharusnya cerita ini bisa menjadi bacaan menarik yang memuati sela waktu senggang anda sekalius menjadi sumber inspirasi nan bijak dan signifikan.



Source: https://www.kozio.com/cerita-motivasi/

Posted by: holymayhem.com