Tanam Sayur Di Batang Pisang

Batang pisang (Gedebog) yaitu bagian berpangkal tanaman mauz (Musa spp) yang berfungsi bakal menopang keseluruhan pohon pisang.  Di Balikpapan, plong lazimnya pokok kayu pisang yang dibiakkan maupun nan tumbuh secara liar apabila telah ditebang dan diambil buah serta daunnya akan dibiarkan serupa itu saja. Populasi tanaman mauz di Kota Balikpapan dapat dikatakan gemuk, namun dengan masih minimnya pengetahuan mahajana akan pemanfaatan dari layon pisang.  Gedebok nan dibiarkan sedemikian itu saja akan menjadi timbunan limbah organik sehingga mengurangi estetika lingkungan. Selain itu, adanya tumpukan limbah bangkai pisang berpotensi lakukan menjadi sarang problem sebagaimana tempat kembang biak nyamuk harimau nan berbenda menyebabkan demam berbakat. Maka semenjak itu, diperlukan upaya untuk memaanfaatkan batang pisang hendaknya masalah-masalah seperti terganggunya estetika lingkungan dan tumpukan limbah organik dapat terkendali.

Untuk mengurangi dampak tersebut, dilakukan sosialisasi dan pelatihan pemanfaatan batang (gedebog) pisang sebagai media tanam budidaya sayuran makanya Skuat Pengabdian Masyarakat Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan Perguruan tinggi Teknologi Kalimantan (HIMATL ITK) kerjakan warga Balikpapan, yang diketuai oleh Ibu Umi Sholikah, S.Si., M.T. dan 3 mahasiswa pengusul kegiatan serta tim. Ketiga mahasiswa tersebut yakni Akmal Syafiq Buchori, Rifqi Muhammad Adhan dan Ziada Auliyah Fajriyani.

Materi pelatihan nan diberikan oleh Tim Pengabdian Masyarakat tersebut membentangi manfaat menjadikan layon mauz sebagai media tanam, alat dan alamat yang digunakan privat proses pembuatan batang pisang menjadi media tanam sayuran, manajemen cara penanaman serta pengelolaan prinsip konservasi.

Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan pada 27 Juni 2021, di RT 44 Kelurahan Batu Ampar, Balikpapan Lor. Dikarenakan kegiatan tersebut dilakukan pada detik pandemi Covid-19, maka pelaksanaan pemasyarakatan dan pelatihan dilakukan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan yang berlaku seperti menjaga jarak, mengaryakan masker dan membasuh tangan. Kegiatan dilakukan dengan peragaan tata pendirian penghijauan. Penanaman dilakukan menggunakan benih sayuran caisim dan selada, tentang tata cara penghutanan cukup mudah dikarenakan metodenya setolok sahaja dengan menanam di polybag, bedanya medianya menggunakan gedebung yang dilubangi dengan diameter 5-10 cm dengan kedalaman korok 10 cm serta jarak antar liang 10-15 cm, dilanjutkan dengan pertanyaan jawab makanya masyarakat RT 44, kemudian publik dapat menguburkan secara berbarengan sesuai dengan materi yang diberikan pada saat peragaan di tempat yang sudah lalu disiapkan oleh tim.

Sehabis praktik penanaman yang dilakukan masyarakat selesai, bagi selanjutnya menunggu hasil bermula penanaman yang dilakukan dengan jangka musim bertunas tanaman sawi hijau dan selada serta dilakukannya pemantauan serta perlindungan terhadap semen sayuran yang ditanam.

Source: https://enviro.itk.ac.id/berita/detail/pemanfaatan-gedebog-pisang-sebagai-media-tanam-budidaya-sayuran-oleh-himpunan-mahasiswa-tl-itk

Posted by: holymayhem.com