Tanam Sayur Aqua Ponik Di Sungai

BUDIDAYA SAYURAN DAN IKAN DENGAN SISTEM AQUAPONIK
Desa Mulyorejo Kec. Sukamaju Selatan

BUDIDAYA SAYURAN DAN IKAN DENGAN SISTEM AQUAPONIK

Oleh  : Mutiah Aminuddin, S.Pt

Saat ini kita dituntut untuk pelalah memenuhi gizi sebaiknya kesegaran tetap terjaga.  Salah satu hal yang boleh dilakukan untuk menernakkan gizi keluarga merupakan dengan mendekatkan pasar dengan pemanas kita.  Alias dengan pengenalan tidak memanfaatkan pekarangan dengan pertanaman sayuran.  Kejadian tersebut dapat dikombinasikan dengan preservasi lauk melalui sistem pemeliharaan yang dikenal dengan sistem aquaponik.

Aquaponik adalah sebuah alternatif menyelamatkan tanaman dan memelihara ikan internal satu ajang.  Dalam sistem akuaponik, iwak dan pokok kayu dipelihara bersama-sepadan dan akan bersimbiosis mutualisme. Pokok kayu memperoleh media dan vitamin dari air tambak dan limbah residu lauk, sedangkan ikan mendapat media roh di air yang sejati sesudah dibersihkan oleh tanaman.

Berbeda dengan sistem Hidroponik, pada sistem aquaponik menekankan sreg kolaborasi kegiatan pertanian dan perikanan, sedangkan pada sistem hidroponik hanya fokus pada dagangan pertanian.  Sehingga seandainya kita mengusahakan sistem aquaponik, maka kebutuhan gizi keluarga lebih terpenuhi dibandingkan jika namun memperniagakan sistem hidroponik.

Bilang keuntungan dari sistem pertanian akuaponik ini antara bukan:

  • Dapat diterapkan sreg petak sempit dan lahan luas
  • Lebih efektif di dalam pendayagunaan sumber daya setrum dan air
  • Menghasilkan dua varietas komoditas (sayuran dan ikan) dalam satu kali penuaian
  • Tumbuhan bukan membutuhkan tandon nutrisi berbahan kimia
  • Sayur akuaponik dianggap memiliki tingkat keorganikan yang makin bagus daripada tanaman organik yang ditanam sambil di petak atau sayuran hidroponik sekalipun
  • Bebas dari pencemaran zat-zat berbahaya seperti merkuri, timbal dan logam rumit yang lainnya
  • Lebih segar dan berbenda rasa

Akuaponik menjadi salah satu teknologi pertanian ekonomis lahan dan air nan boleh dipadukan dengan beragam tanaman sayuran. Dekat semua tipe tumbuhan, baik sayur alias buah dapat dibudidayakan dengan teknik akuaponik.

Tanaman sayuran yang bisa dibudidayakan dengan teknik ini adalah seledri, sawi hijau, kecebong, selada, bayam, tomat, cabai, melon, semangka, blewah dan sebagainya.

Tentatif varietas ikan yang dapat dipelihara mulai dari nila, gurame, lele, mujair, bawal justru ikan hias dan koi. Meski akhirnya maksimal, skala 1 : 2 harus diterapkan. Satu meter kubik kolam bagi dua meter kubik tanaman.

Pemeliharaan.  Timba diletakkan di tempat terkena matahari maksimal.  Kangkung akan terlihat bertaruk di musim ke-3.  Bila ada kutu di patera bongkok, segera buang patera ataupun batang karena bangkong akan keriting dan ranah.  Berikan pakan kepada ikan sesuai ukuran sekenyangnya dapat 2-3 kali dengan waktu tetap.  Air berubah kaprikornus hijau.  Amati nafsu makan lauk.

Penggantian Air.
Ganti Air (Penyedotan sisa di dasar timba dengan selang).  Biasanya 10-14 Tahun Sekali, penyedotan 5-8 Liter, bisa makin atau keseluruhan bila teristiadat, tukar dengan air bersih, bangkong nan membelenting burung air makin banyak, tambahkan air setinggi leher ember.

Panen.  Panen Kecebong pertama 14-21 hari sejak tanam, sisakan adegan bawah – recup kangkung untuk pertumbuhan pula.  Panen ke-2 dan selanjutnya berjarak 10-14 periode sekali, boleh bertahan 4 bulan.  Panen Ikan lele dapat dilakukan dalam 2 bulan, bila sperma bagus dan pakan baik, tingkat bersikeras hidup (survival) 40-100%. Panen bisa dilakukan dengan diserok

Source: http://cybex.pertanian.go.id/mobile/artikel/95411/BUDIDAYA-SAYURAN-DAN-IKAN-DENGAN-SISTEM-AQUAPONIK/

Posted by: holymayhem.com