Taman Inspirasi Cara Bercocok Tanam Hidroponik

Contoh Teks Cerita –
Anak kunci kompilasi dongeng, kisahan rakyat, cerpen, novel, setakat buku memori adalah kamil teks narasi yang bisa ia temukan di mana saja. Semuanya ditulis secara runtut mulai semenjak prolog sampai epilog dan uniknya, siapa pun yang membacanya akan merasa subur di intern kisah tersebut.

Ya, itulah hebatnya teks narasi. Jenis bacaan nan menurut Widjono (2007) adalah sebuah jabaran yang menceritakan tindakan, keadaan, ataupun kejadian secara berurutan mulai dari tadinya setakat akhir. “Cerita” nya sendiri bisa diambil berbunga narasi kasatmata (tekun terjadi) maupun bermula imajinasi penulisnya sendiri.

Selain membualkan suatu hal dan runut, referensi narasi kembali identik dengan konflik serta setting–tema, latar, galur, budi, serta sudut pandang–yang rinci sehingga terkesan “roh” di imajinasi pembacanya.

Secara keseluruhan, wacana kisah dimulai mulai sejak aklimatisasi, yaitu bagian yang mengenalkan inisiator dan setting kepada pembaca. Setelah itu, lanjut ke komplikasi maupun babak di mana konflik antar tokoh mulai muncul.

Nah, ketika suka-suka konflik karuan cak semau solusinya, dong. Inilah yang muncul di bagian selanjutnya, yaitu adegan resolusi. Terakhir, perumpamaan penutup terserah Koda ataupun bagian nan menguraikan akhir dari ceritanya.

Berdasarkan jabaran sumir di atas, senyatanya siapa saja boleh menulis teks narasi selama punya kejadian atau keadaan yang boleh diceritakan kembali. Sahaja ada kalanya, kesulitan lebih lagi muncul bermula segi teknik penulisan.

Lakukan Grameds nan semenjana kebingungan, berikut ini contoh teks narasi yang bisa kamu jadikan inspirasi.

Langkah-Awalan Membuat Narasi

Sebelum masuk ke bagian contoh teks cerita, sebaiknya Grameds mengetahui bagaimana langkah-persiapan takhlik teks narasi yang bersusila. Tujuannya agar tulisan kamu tidak menjadi ropak-rapik serta terpandang menarik. Adapun langkah-langkahnya adalah:

  1. Pilih tema yang menurutmu menganjur. Kalau bisa, cari tema yang memiliki embaran cak bagi disampaikan
  2. Tentukan target pembaca yang akan menikmati tulisanmu
  3. Siapkan rencana alur utama.
  4. Tuliskan keadaan alias peristiwa yang akan ditulis di penggalan awal, tengah, dan akhir.
  5. Rincikan kejadian atau kejadian tersebut sedetail siapa
  6. Buat setting dengan rinci

Membuat teks narasi tidak berlainan jauh dengan menggambar kisahan, jadi sekiranya Grameds mau berlatih cara menggambar kisah yang lengkap silakan baca muslihat Prinsip Batik Cerita nan ditulis maka itu Wahyudi Siswanto.

Contoh Teks Narasi


Contoh Teks Narasi Berdasarkan Jenisnya

Contoh Teks Narasi

unsplash.com

Sehabis mengetahui awalan-langkah dalam membentuk teks kisah, engkau sudah bisa start batik. Supaya kamu tidak terlalu nge-blank dan bingung, coba cari inspirasi terbit cermin teks kisah berikut ini:

1. Narasi ekspositoris

Narasi ekspositoris adalah teks yang bertujuan untuk membuat pikiran pembaca terpengaruh oleh cerita yang dikisahkan. Dengan pamrih sidang pembaca bisa memperluas wawasan setelah mendaras bacaan tersebut. Pola teks kisah ekspositoris yaitu ibarat berikut:



Contoh teks narasi ekspositoris 1:

Di Aachen, saya adv amat di Perkembangan Preubweg No. 123, sebuah apartemen kecil terdiri atas kamar tidur, kamar petandang, dapur kecil dan kamar mandi, di atas garasi lakukan tiga otomobil keluarga Goldman seorang pemanufaktur percetakan gerendel. Rumah tanggungan Goldman sangat sani, halaman dan kebunnya lautan dengan pemandangan yang sani pula. Distrik rumah “Villa Goldman” termasuk kaya di wilayah elit Aachen. Saya berbahagia alamat tersebut atas rekomendasi Profesor Dr. Ing. Hans Ebner sejak bulan Agustus 1960. Saya berkarya sebagai asistennya selain bak peneliti. Diambil berasal buku Habibie & Ainun (2010).

Contoh pustaka narasi ekspositoris 2:

Satu perian, kantor tempat saya bekerja, menugaskan saya untuk melakukan lawatan ke Auckland yang yaitu kota terbesar di Selandia Bau kencur. Perjalanan yang bukan bisa saya lupakan ini terjadi di rembulan Maret musim 2020. Selain kunjungan dinas, saya juga sempat berkunjung ke Queenstown.

Queenstown yakni daerah yang lokasinya mampu di antara perbukitan dan tidak terlalu memiliki kredit ekonomi. Cukup farik dengan daerah tingkat Auckland san Wlington yang ada di tepi pantai. Di Queenstown hanya ada suatu haud berbentuk “S” yang bernama Wakatipu dan sebuah tanah luas tempat masyarakat menggembala satwa ternak maupun bercocok tanam.

Pola pustaka narasi ekspositoris 3:

Lega tanggal 10 November, pertempuran Surabaya untuk membuyarkan penjajah semenjak Indonesia akhirnya meletus. Pembunuhan Brigadir Jenderal Mallaby, arahan armada Inggris, menjadi penyulut perang ini.

Laskar Inggris yang berang lantas memberikan ultimatum kepada para pejuang nan ada di Surabaya bikin menyerah. Saja rakyat Surabaya kelesa menyerah, mereka justru mewujudkan wajib militer perjuangan dan melawan angkatan Inggris yang mengancam akan melakukan penyerangan.

Tentara Inggris dan sekutunya lantas marah besar sesudah mengetahui ultimatum nya ditolak. Pada tanggal 10 November pagi, mereka menyerang rakyat Surabaya lewat darat, laut, dan udara. Lain tanggung-barang bawaan, mereka mengerahkan 30.000 infanteri, beberapa tank, pesawat terbang, hingga kapal perang.

Bantahan segara tak boleh dielakan lagi, seluruh rakyat dan pejuang di Kota Surabaya kemudian ambruk ke jalan dan melakukan perlawanan. Para pahlawan tersebut mendapatkan spirit juang yang janjang selepas mendengar syarah dari seorang pemuda yang bernama Bung Tomo.

Cak bagi mengenang peristiwa ini, tanggal 10 November kemudian ditetapkan menjadi periode pahlawan.

Contoh narasi ekspositoris lainnya bisa Grameds lihat dalam sentral Psikologi Kesepian yang ditulis makanya Zahra Erol.

Contoh Teks Narasi

2. Narasi sugestif

Cerita sugestif adalah teks yang membeningkan makna dari sebuah kejadian kepada pembacanya. N domestik teks ini, alas kata yang digunakan biasanya yakni kata konotatif agar narasi yang disampaikan terkesan imajinatif.

Paradigma teks narasi sugestif:

“Arya, sudahlah! Kasihan sahabatmu itu. Jangan kau sesali kematiannya.”

Suara lelaki itu mirip celaan sahabatku. Aku bukan melongok rendah pun. Aku konsisten terpaku sreg kenangan-kenangan sangat. Jenuh teguran lelaku itu pula membuat lengannya merangkulku.

“Barang apa yang kau sesali dari kematian sahabatmu ini, Arya?”

“Oh… Bang Dito.” Lirikku dengan wajah sendu penuh peluh semenjak pelupuk mata.

“Seandainya Abang tahu!” Bagaimana keceriaan hari kami saat mengejar mimpi. Grup band yang kami kerangka empat mata ialah jiwa yang diberikannya untukku semoga terus mengejar citaku sebagai seorang penulis. Di kerumahtanggaan band kami itu ia bosor makan memberikan peluang kepadaku untuk menggambar lirik-lirik lagu. “Seandainya Abang tahu.”

Hari-hari kami di kampus, majuh dikeluhkan alat penglihatan wanita-wanita. Mereka melirik keanggunan kami. Tapi enggak jejas kami. Kala itu kami bahagia, saling ondok durja luka karena cinta. “Seandainya Abang Tahu!” Aku selalu menangis di aribaan Dimas. “Seandainya Merah tahu itu semua.” Hanya Dimas yang adv pernah itu semua Bang.

Sudahlah! Semua itu lampau. Permakluman yang sekarang kau tatap merupakan mortalitas. Mortalitas dari sahabat karibmu, Dimas, nan kembali adikku. Abang nan sayang memakinya.” Diambil dari Cerpen berjudul “Kepergian Sahabat” catatan Irfan Firnanda intern buku Si Murai dan Orang Edan (2010)

Contoh Teks Narasi


3. Narasi Berseni

Narasi artistik ialah jenis bacaan yang menceritakan sebuah narasi dan bermaksud untuk memberikan pengalaman yang estetis kepada para pembaca. Referensi ini bisa aktual fiksi atau nonfiksi dengan bahasa yang figuratif.

Contoh bacaan narasi artistik:

Si Piggy adalah sebuah boneka kecil yang terbuat mulai sejak handuk lembut. Di dalam perutnya terwalak biji plastik katai yang berbunyi ketika dilempar-lempar. Kakinya empuk, dan ukurannya silam pas bikin menghapus air ain. Jack sang pemilik selalu tidur sambil mengisap telinga si Piggy.

Kelihatannya duga, Jack kehilangan si Piggy, mainan kesayangannya di paruh salju ketika Natal. Setelah itu Jack mendapatkan mainan baru pengganti Si Piggy. Sayangnya, Jack lain berlebih menyukai mainan barunya sebab ia masih merasa kehilangan Si Piggy.

Tanpa diduga, seluruh mainan Jack usia dan berbicara seperti khalayak saat malam Natal berangkat. Termasuk mainan barunya.

Dengan kepentingan hatinya, mainan pengganti Si Piggy lalu mengajak Jack kerjakan mencari mainan kesayangannya yang hilang. Kemudian mereka empat mata meninggalkan berpetualang bersama-sama.

Perbedaan antara Narasi Sugestif dan Artistik

Contoh Teks Narasi

unsplash.com

Sekali-kali, sebagian basyar kesulitan membedakan Kisahan Ekspositoris dengan Kisah Sugestif. Oleh karena itu, kali ini kami berikan perbedaan diantara keduanya secara ringkas:

Narasi Ekspositoris Narasi Sugestif
Memperluas wawasan pembaca Menyodorkan makna secara tersurat dan tersirat
Menyampaikan butir-butir Mencadangkan daya khayal (imajinasi)
Menunggangi kata-kata denotatif dan bahasa yang informatif Menggunakan kata-prolog asosiatif dan bahasa yang figuratif

Berbunga perbedaan ini, teks narasi kemudian dikategorikan menjadi dua bentuk, yaitu narasi fiksi dan nonfiksi. Adapun narasi fiksi umumnya gandeng dengan sastrawi seperti novel, muka, dongeng, dan cerpen. Sedangkan narasi nonfiksi kian berhubungan dengan situasi memori, memoar, serta autobiografi.

1. Pola narasi non fiksi

Transendental kisah fiksi siapa telah banyak kamu baca di koleksi buku yang terserah di rumah, lalu untuk teoretis cerita nonfiksi bisa beliau baca di bawah ini:

a. Contoh teks kisah biografi

Ir. Soekarno lahir di Blitar, Jawa Timur, 6 Juni 1901. Beliau meninggal di Jakarta sreg 21 Juni 1970 saat berusia 69 tahun. Beliau adalah Presiden permulaan Indonesia yang menjabat pada periode 1945 – 1966. Dia memainkan peranan terdahulu untuk memerdekakan bangsa Indonesia dari penjajahan Belanda. Beliau adalah penggali Pancasila. Kamu adalah Proklamator Kemerdekaan Indonesia, bersama Mohammad Hatta.

Ir. Soekarno menandatangani Surat Perintah 11 Maret 1966 (Supersemar) nan kontroversial. Isi Supersemar, berdasarkan versi Markas Raksasa Angkatan Darat, menugaskan Letnan Jenderal Soeharto untuk mengamankan dan menjaga keamanan negara dan institusi kepresidenan. Supersemar menjadi dasar Letnan Jenderal Soeharto membubarkan Partai Komunis Indonesia (PKI) dan mengganti anggota parlemen. Pasca- pertanggungjawabannya ditolak Majelis Permusyawaratan Rakyat Darurat (MPRS) plong sidang umum keempat tahun 1967, Presiden Soekarno diberhentikan dari jabatannya sebagai presiden. Pada masa yang sama Soeharto diangkat misal Presiden Republik Indonesia.

Satah Belakang dan Pendidikan

Ir. Soekarno dilahirkan dengan nama Kusno Sosrodihardjo. Ayahnya bernama Raden Soekemi Sosrodihardjo, seorang guru di Surabaya, Jawa Timur. Ibunya bernama Ida Ayu Nyoman Rai berasal dari Buleleng, Bali.

Momen kecil, Soekarno lalu bersama kakeknya di Tulungagung, Jawa Timur. Pada usia 14 waktu, seorang persekutuan dagang bapaknya yang bernama Oemar Said Tjokroaminoto mengajak Soekarno tinggal di Surabaya. Kemudian, beliau disekolahkan di Hoogere Burger School (HBS). Saat tinggal di apartemen Tjokroaminoto, beliau juga belajar mengaji.

Di Surabaya, Soekarno bertemu banyak pemimpin Sarekat Islam, organisasi yang dipimpin Tjokroaminoto. Kemudian, beliau bergabung dengan organisasi Jong Java (Pemuda Jawa). Sehabis tamat dari HBS tahun 1920, kamu melanjutkan sekolah di Technische Hoge School (sekarang ITB) di Bandung. Dia menyelesaikan pendidikan di ITB masa 1925. Saat adv amat di Bandung, ia berteman dengan Tjipto Mangunkusumo dan Dr. Douwes Dekker, saat itu yaitu arahan organisasi Nasional Indische Partij.

Buku Setahap Lebih Dempang Dengan Soekarno yang ditulis maka dari itu Adji Nugroho S.ip memuat lebih banyak fakta-fakta kehidupan Presiden Republik Indonesia Pertama, Ir. Soekarno.

Contoh Teks Narasi


b. Contoh teks narasi autobiografi

Autobiografi merupakan referensi mengenai biodata diri seseorang. Biasanya tulisan autobiografi disusun oleh penulisnya sendiri. Di dalamnya sakti lika-liku kehidupan hingga balasannya bisa meraih pencapaian yang diraih saat batik bacaan autobiografi tersebut. Dengan demikian teks autobiografi cangap menggunakan sudut pandang makhluk purwa–aku maupun saya.

Tahap demi tahap dengan memeras keringat, dorongan, rahmat belalah Ainun bersama putra kami Ilham menjelang waktu ulang tahunnya yang pertama, hasil pendalaman saya dinilai sudah memenuhi persyaratan Fakultas Fragmen Mesin RWTH-Aachen, untuk diajukan andai karya S3 privat waktu sesingkat-singkatnya.

Plong bulan September 1964 karya tesis S3 saya, lumrah saya serahkan kepada Fakultas Episode Mesin RWTH-Aachen bakal disidangkan pada sidang paripurna fakultas yang akan datang. Sebagai pendamping terdepan ataupun Referent Professor Dr.-Ing. Hans Ebner dan pendamping ataupun Co-Referent Prof.-Dr.-Ing. Wilhelm Dettmering nan merekomendasikan karya S3 saya.

Bulan April 1965, saya memufakati inskripsi keputusan Sidang lengkap Fakultas Babak Mesin RWTH-Aachen, yang menyatakan karya S3 saya dikabulkan selepas dipelajari oleh pusat tanda ristek bumi yang sedang mengadakan penelitian di bidang karya S3 saya. Saya dipersilakan memberi kuliah umum mengenai karya S3 saya pada periode Kamis, copot 15 Juli 1965. Diambil dari trik Habibie & Ainun (2010).

Jenis-Tipe Pustaka Kisahan Lainnya

Contoh Teks Narasi

pixabay.com

Gorys Keraf, dalam bukunya Argumentasi dan Narasi,
mengungkapkan beberapa jenis pustaka kisah yang tidak teragendakan ke intern narasi fiksi alias narasi nonfiksi. Teks tersebut merupakan anekdot, insiden, sketsa, dan profil. Adapun contoh pustaka narasi tersebut yaitu bagaikan berikut:

1. Contoh referensi narasi anekdot

Anekdot merupakan sebuah cerita singkat yang menganjur, lucu, serta pretensius. Umumnya kisahan ini berkaitan dengan orang-hamba allah utama atau terkenal dan lazimnya mengambil kejadian nyata sebagai dasarnya.

Anekdot juga mengandung unsur humor di dalamnya, sekadar lain harus selalu membuat pembaca atau pendengarnya tertawa keras. Awalnya, anekdot yakni cerita yang merepresentasikan peristiwa nan sungguh-sungguh terjadi. Baik dari dalang sahih saja maupun tokoh terkenal.

Namun, seiring perkembangannya, anekdot kembali boleh menjadi cerita imajinatif yang ditulis untuk memenuhi tujuan tertentu. Salah satunya yakni untuk menyampaikan suara lega seseorang alias pihak tertentu.

Cak hendak Dikutip Wahana

Satu pagi seorang pemimpin instansi geram setelah membaca berita di sebuah koran lokal. Pernyataannya sebagai narasumber sehari sebelumnya cuma dikutip invalid sekali, sedangkan materi berita makin banyak berisi opini negatif pewawancara.

“Tahu gini, malas aku diwawancarai,” gerutunya.

“Ada berita apa, Sampul?” Salah suatu personel senior di instansi tersebut yang juga dekat dengan si kepala instansi memberangsangkan diri menanya.

“Masa pernyataanku namun dikutip tekor? Padahal wawancaranya suatu jam lebih!”

“Oh, itu. Sekiranya boleh saya bisa hidayah saran, Cangkang.”

“Apa saranmu?”

“Kalau pernyataan Bapak ingin dikutip semuanya, mungkin Bapak harus mengganti tinta mereka,” kata si pegawai senior.

Sang majikan instansi itu pun mengangguk beberapa kali.

(Diambil berbunga sentral
Memanjatkan perkara Malang Memanjatkan perkara Washington & Semangka: Rujak Humor Ala Koruptor karya Eko Sugiarto)

2. Hipotetis teks narasi sketsa

Sketsa yaitu sebuah wacana pendek yang masuk ke dalam kategori garitan naratif. Unsur tindakan atau polah n domestik teks ini tak sesak jelas diungkapkan agar aspek-aspek yang dianggap penting berusul sebuah hal atau kejadian bisa bertambah menonjol.

Salah satu penyembuhan nonmedis nan tergolong aneh, unik, dan tidak dapat dinalar secara logis dilakukan maka itu Pak Warto. Pak Warto lahir pada tahun 1942 di Dusun Suru, Kelurahan Kemadang, Kecamatan Tanjungsari Gunungkidul, DIY. Sejak semula hari 1966 setakat momen ini, Cangkang Warto telah menggeluti kegiatan penyembuhan nan tidak masuk akal busuk tadi. Pengobatan tersebut dikatakan aneh karena pasien bukan dibawa di ajang praktek Pak Warto. Pengobatan cukup dilakukan di kondominium pasien masing-masing. Pasien nan diobati Buntelan Warto khusus penderita tulang, seperti tulang terpotong, sumsum retak, dan pelecok.

(Diambil dari Djoka Lodang No. 27, edisi Sabtu, 2 Desember 2007).

3. Contoh referensi cerita insiden

Jenis pustaka nan satu ini bentuknya bertambah bebas dari anekdot. Sendi tarik teks narasi insiden biasanya terletak puas ciri khas yang dijelaskan melangkahi perbuatan atau kejadian tersebut. Selain itu, sentral cerita yang disajikan sekali lagi biasanya mengasyikkan.

Hari Minggu kemarin aku dan sepupuku melanglang-jalan di mal. Suasana khasanah sangat ramai. Banyak cucu adam mengelilingi bak besar kebal pakaian. Di paruh kerumunan orang itu tampak tulisan “Sale”. Sepupuku mengajak aku menuju kerumunan orang itu. Dalam hati aku tertawa. Tak tahan menahan tawa, aku tertawa izin sebatas terpingkal-pingkal. Aku tahu bahwa sepupuku tinggal suka makan sale pisang. Dengan pelan aku pasrah tahu kepadanya.

“Ini bukan dodol pisang. Akan saja, “sale” ialah bahasa Inggris nan artinya dijual dengan diobral. Makara, yang banyak dijual itu gaun, tak sale pisang.”

Sepupuku terdiam sambil menganggukkan kepala. Sepertinya dia sudah lalu mengerti penjelasanku adapun tulisan yang dibacanya tadi.

(Diambil dari Djaka Lodang No. 27, edisi Sabtu, 2 Desember 2007).

4. Transendental teks narasi profil

Awalnya, bacaan profil tidak termasuk ke privat kategori cerita murni. Cuma seiring perkembangannya, teks profil beradab kemudian berusaha mengkombinasikan narasi, deskripsi, serta eksposisi secara selevel.

Bagian paling penting dalam wacana profil merupakan sketsa karakter nan ditulis bikin mengembangkan subjeknya. Selain itu, proses penulisan pula dilakukan secara cermat dengan menggunakan fakta-fakta tentang kehidupan serta watak subjek.

Sanggar tersebut terletak di tanah seluas sekira 7 hektar di sebelah barat Kota Boyolali. Tepatnya selingkung 7 kilometer berusul Daerah tingkat Boyolali ke barat melalui jalur Solo-Selo-Borobudur (SSB).

Puas zaman perang masa 1948 habis, bangunan kuno ini pernah dibakar oleh kompeni Belanda. Sedangkan bangunan berbentuk “U” dibagi menjadi sejumlah ruangan, yakni ruang tidur, ruang kesenian, ruang makan, taman, tebat, dan ruangan untuk Susuhunan Paku Buwana X.

(Diambil dari Sempulur No. 18, edisi Desember 2006.)

Nah Grameds, itulah penjelasan tentang contoh teks narasi yang memadai tangga namun boleh kamu jadikan inspirasi. Semoga informasi di kata sandang ini dapat membantumu menemukan teks kisah tidak yang ada di peruasan favoritmu, ya! Kamu juga boleh mendaras sendisendi tersapu di gramedia.com agar sira memiliki informasi #LerbihDenganMembaca.

Rekomendasi Buku & Artikel   Terkait

Penyalin: Gilang

BACA JUGA:

  1. Kisah adalah: Pengertian, Ciri, Struktur, Jenis, dan Pendirian Menulis
  2. Signifikasi Gugus kalimat, Jenis Paragraf (Induktif, Deduktif, Deskriptif)
  3. Teks Fantasi: Denotasi, Ciri-Ciri, Struktur, Jenis, dan Contohnya
  4. Contoh Wacana Riwayat hidup Berbagai Penggerak yang Bisa Dijadikan Referensi
  5. Ideal Report Text: Pengertian & Struktur Report Text

ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang memimpin konsep B2B. Kami hadir cak bagi memuluskan dalam mengelola bibliotek digital Beliau. Klien B2B Persuratan digital kami meliputi sekolah, perhimpunan, korporat, setakat tempat ibadah.”

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Fasilitas dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Dia
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk mengawasi embaran analisis
  • Laporan perangkaan kamil
  • Aplikasi lega dada, praktis, dan efisien

Source: https://www.gramedia.com/literasi/contoh-teks-narasi/

Posted by: holymayhem.com