Sudharto Hama Tanaman Kelapa Sawit Dan Cara Pengendalian

PENGENDALIAN HAMA TANAMAN KELAPA SAWIT
https://www.google.com/imgres?imgurl=http%3A%2F%2Fmitalom.com%2Fwp-content%2Fuploads%2F2016%2F05%2FGambar-Ulat-Jago merah-hama-sawit.jpg&imgrefurl=https%3A%2F%2Fmitalom.com%2Fcara-mengendalikan-hama-pada-tan

PENGENDALIAN Hama TANAMAN Kelambir SAWIT

Hama & Penyakit – Kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) bagaikan pokok kayu penghasil minyak sawit dan inti sawit merupakan pelecok satu primadona pokok kayu perkebunan nan menjadi perigi penggubah devisa non migas bagi Indonesia. Cerahnya prospek komoditi minyak sawit n domestik bazar petro nabati dunia telah memurukkan Pemerintah Indonesia bikin memacu pengembangan ekspor minyak kelapa sawit. Semata-mata kendala yang majuh terjadi dilapangan adalah produksi kelapa sawit yang tidak stabil, jongkat-jangkit. Penurunan produksi kelapa sawit disebabkan maka dari itu bilang faktor, diantaranya adalah faktor musim, pasokan air dan serangan wereng tanaman. Bidasan hama kelapa sawit merupakan problem yang minimum sering dihadapi oleh para petani sawit. Hama pokok kayu boleh menyebabkan penerjunan produksi kerambil sawit secara signifikan, sampai-sampai bisa menyebabkan kematian tumbuhan kerambil sawit.

Pengembangan perkebunan kelambir sawit lazimnya dibangun di Kalimantan, Sumatera, Sulawesi dan Irian Jaya. Komoditi kelapa sawit dengan produk primer Petro Sawit Kasar (Crude Palem Oil/CPO) dan Petro Inti Sawit (Kernel Palm Oil/KPO) berperan penting terhadap perekonomian kewarganegaraan, kontribusi pemerolehan Produk Domestik Bruto (PDRB) mencapai sekitar 20 triliun ringgit setiap tahun dan cenderung terus meningkat dari waktu ke tahun. Selain itu komoditi nyiur sawit menyumbang lapangan kerja yang tidak sedikit, serta berperan penting internal menolak pertumbuhan sentra-sentra ekonomi plonco di negeri-wilayah pengembangan.

Jalan kapasitas nyiur sawit di Indonesia selama tahun 2000-2011 menunjukkan lengkap nan cukup berfluktuasi. Produktivitas kelapa sawit tertinggi terjadi pada tahun 2007 sebesar 3.619 kg/ha, namun tahun berikutnya melandai kembali. Periode 2011 kapasitas kelapa sawit sebesar 3.450 kg/ha.

Sejalan dengan meningkatnya peluasan dan perluasan areal reboisasi maka para penanam saban-saban menghadapi beragam ofensif hama maupun ki kesulitan yang mencaci tanaman kelambir sawit. Serbuan hama dan ki aib tersebut tampak melalui gejala-gejala fisik yang timbul pada tanaman, sekiranya tidak segera dikendalikan maka dapat mengakibatkan rendahnya perkembangan dan produktivitas kerambil sawit. Pada perladangan kelapa sawit terdapat hama nan menghakimi pohon sawit diantaranya yaitu tungau, bernga setora, nematoda, kumbang Oryctes rhinoceros dan penggerek tandan biji pelir.

Berikut ini jenis-variasi hama nan dijumpai sreg tanaman Kelambir SAWIT serta cara pengendaliannya ;

1. Tuma

Tungau yang mengamati tanaman nyiur sawit adalah tungau merah (Oligonychus). Bagian diserang adalah daun. Tungau ini berukuran 0,5 mm, hidup di sepanjang tulang momongan daun sambil mengisap larutan patera sehingga warna daun berubah menjadi mengkilat berwarna kecoklatan. Hama ini berkembang pesat dan membahayakan dalam situasi pendar kering pada musim kemarau. Gangguan tungau pada persemaian dapat mengakibatkan rusaknya bibit.

Pengendalian terhadap kutu merah ini dapat dilakukan dengan pemancaran dengan akarisida yang berbahan aktif tetradion 75,2 gr/lt (Tedion 75 EC) disemprotkan dengan konsentrasi 0,1-0,2%.

2. Ulat mago Api
(Setora nitens)

Telur diletakkan berderet 3-4 lajur sepadan dengan latar daun sebelah bawah, biasanya pada pelepah patera ke 16 – 17. Seekor ngengat betina selama hidupnya berlimpah menghasilkan telur 300 – 400 butir. Telur menetas setelah 4 – 7 masa. Telur pipih dan bercat kuning cukup umur. Larva S. nitens bercat yunior kekuningan, panjangnya mencapai 40 mm, punya 2 rumpun bulu bergairah di kepala dan dua rumpun di fragmen ekor.

Kepompong berada di dalam kokon yang terbuat dari air liur ulat, berbentuk buntar telur dan bercelup coklat ilegal, terletak di permukaan tanah sekeliling piringan alias di bawah pangkal batang kelapa sawit. Stadia kepompong berkisar antara 17 – 27 perian. Ngengat nekat berukuran 35 mm dan nan betina adv minim lebih besar. Sayap depan berwarna coklat dengan garis-garis nan berwarna lebih gelap. Ngengat aktif pada senja dan malam hari, sedangkan puas siang hari hinggap di pelepah-pelepah sepuh atau pada tumpukan daun yang mutakadim dibuang dengan posisi terbalik.

Ulat taruna umumnya bergerombol di sekitar tempat peletakkan telur dan kerik daun mulai dari permukaan bawah muda busung sawit serta meninggalkan epidermis daun adegan atas. Lepasan serangan terlihat jelas seperti jendela-jendela memanjang pada helaian patera, sehingga akhirnya patera yang terserang berat akan hening kersang seperti bekas gosong. Mulai instar ke 3 galibnya belatung memakan semua helaian daun dan meninggalkan lidinya saja dan sering disebut gejala melidi. Gejala ini dimulai dari patera babak dasar. Dalam kondisi nan parah tanaman akan kehilangan daun sekitar 90%. Pada periode mula-mula setelah serangan boleh menurunkan produksi seputar 69% dan sekitar 27% lega tahun kedua.Ambang ekonomi dari wereng ulat jago merah kerjakan S. asigna dan S. nitens puas tanaman kelapa sawit rata-rata 5 – 10 ekor perpelepah buat tanaman yang berumur sapta tahun ke atas dan lima ekor larva bagi tumbuhan nan kian cukup umur.

a. Pengendalian secara mekanik, yakni pemungutan ulat alias kepompong di lapangan kemudian dimusnahkan

b. Pengendalian secara hayati, dilakukan dengan :
> penggunaan parasitoid larva seperti Trichogramma sp dan pemakan berwujud Eocanthecona sp
> Penggunaan virus seperti Granulosis Baculoviruses, MNPV (Multiple Nucleo Polyhedro Virus)
> Penggunaan jamur Bacillus thuringiensis

c. Pemanfaatan insektisida, dilakukan dengan:
> Penyemburan (spraying) dilakukan puas tanaman yang berusia 2,5 tahun dengan menggunakan pemancaran tangan, sedangkan tumbuhan yang berumur lebih berpunca 5 tahun penyemprotan dilakukan dengan mesin penyemprot
> Penyemprotan udara dilakukan apabila privat satu keadaan tertentu luas areal nan terserang sudah menjalar nan meliputi daerah dengan berbagai topografi

3. Nematoda Rhadinaphelenchus cocophilus

Wereng ini menyerang akar tanaman nyiur sawit. Serangan nematoda Rhadinaphelenchus cocopilus menimbulkan gejala berwujud daun-patera muda nan akan mengungkapkan menjadi tergulung dan tumbuh berdiri. Seterusnya daun berubah warna menjadi asfar dan mengering. Tandan bunga membusuk dan tidak membuka, sehingga bukan menghasilkan biji kemaluan.
Pengendalian yang boleh dilakukan yaitu dengan pendirian tanaman yang terserang diracun dengan natrium arsenit. Cak bagi memberantas sumber infeksi, setelah tanaman sirep atau tandus dibongkar terlampau dibakar.

4. Naning Oryctes rhinoceros

Serangan hama ini cukup membahayakan jika terjadi pada pohon muda, sebab jika sebatas mengenai bintik tumbuhnya
menyebabkan ki kesulitan rusak dan mengakibatkan kematian.

Pengendalian madukara ini dilakukan dengan cara menjaga kebersihan kebun, terutama di seputar tanaman. Sampah-sampah dan pokok kayu yang sepi dibakar, hendaknya larva hama nyenyat. Pengendalian secara ilmu hayat dengan memperalat rabuk
Metharrizium anisopliae
dan
virus Baculovirus oryctes.

5. Pusut Tandan Biji zakar

Hama pelubang tandan buah adalah ngengat Tirathaba mundella. Hama ini meletakkan telurnya pada tandan biji zakar, dan setelah menetas larvanya (ulat) akan mengebor buah kelapa sawit. Tirathaba mundella banyak memaki tanaman kerambil sawit muda berusia 3-4 tahunan, tetapi puas kondisi tertentu juga ditemui lega tanaman wreda. Gejala serangannya berupa eks gerekan nan ditemukan pada permukaan buah dan bunga. Lepasan gerekan tersebut berupa faeces dan serat tanaman.

Larva
Tirathaba mundella
bisa gado bunga kesatria ataupun bunga betina. Belatung menggerek bunga betina, berangkat dari anakan yang seludangnya baru mengekspos sampai dengan buah matang. Bunga yang terserang akan ranggas dan apabila larva menggerek buah kerambil sawit yang baru terjaga sampai ke babak inti maka biji kemaluan tersebut akan copot (aborsi) maupun berkembang tanpa inti.

Alhasil fruitset buah sangat rendah akibat hama ini. Buah muda dan buah matang lazimnya digerek pada bagian luarnya sehingga akan menjauhi adv minim sampai biji pelir dipanen atau juga menggerek sampai inti buahnya. Sisa gerekan dan kotoran yang terekat oleh benang-benang liur larva akan menempel pada permukaan tandan buah sehingga kelihatan kusam. Lega serbuan yunior, keluaran gerekan masih bercat merah taruna dan larva masih aktif di dalamnya. Sedangkan pada serangan lama, tamatan gerek berwarna kehitaman dan larva mutakadim tidak aktif karena larva telah berubah menjadi kepompong. Serangan hama ini dapat menyebabkan biji pelir aborsi.

Pengendalian boleh dilakukan dengan cara:

a. Sanitasi biji zakar rusak dan terserang

b. Biji kemaluan tembelang dikumpulkan pada satu korok yang diaplikasi racun serangga Fipronil dan ditutup dengan tanah

c. Permohonan dengan insektisida sistemik yaitu Fipronil dengan konsentrasi 7,5 ml/ 15 liter, dengan volume semprot 370-400 liter / ha supaya buah benar-sopan basah tersemprot insektisida. Karena stadia yang ada berbagai rupa maka perlu aplikasi susulan yaitu 2 ahad pasca- petisi pertama. Aplikasi bungsu maupun ketiga dilakukan puas 1 bulan setelah aplikasi. Hal ini dilakukan karena daur hidup hama ini sekitar 1 bulan. Aplikasi suntikan diusahakan jangan bersamaan puas semua huma diatur biar tidak ikut mati dan menurun populasinya.

d. Menurunkan kelembaban dengan pengendalian gulma

e. Monitoring serangan hama gegares dilakukan. Monitoring populasi dilakukan dengan mengamati kuantitas dan intensitas serbuan pada tandan biji kemaluan kelapa sawit, pohon sendirisendiri tanaman, setiap sebulan sekali. Pada pohon kelapa sawit tua dipetuakan untuk digunakan keker. Apabila 30% mulai sejak tanaman kelapa sawit dapat dijumpai paling enggak suatu tandan biji zakar terserang wereng ini hingga 50% (pada tanaman akil balig) atau 60% (puas pokok kayu tua bangka), maka terbiasa dilakukan tindakan pengendalian.

Source: http://cybex.pertanian.go.id/mobile/artikel/78356/PENGENDALIAN-HAMA-TANAMAN-KELAPA-SAWIT/

Posted by: holymayhem.com