Soal Cara Pemasaran Hasil Budidaya Tanaman Pangan Pdf

MAKALAH PEMASARAN Serentak Budi DAYA

TANAMAN HIAS

X MIPA 2

Disusun oleh :

Annisa Bintang Mahira

Nasywa Amalia

Pelita Adelia Putri M

Senja Puti Mardeva

PERUMAHAN Argo RIVARIA SEKTOR IV

SAWANGAN,DEPOK

KATA PENGANTAR

Alhamdullilah,puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa sehingga kami dapat mengamankan penyusunan makalah ini dengan sebaik-baiknya dan semaksimal boleh jadi. Doang tentunya sebagai turunan normal bukan akan luput berpunca kesalahan dan kekurangan. Semoga makalah ini dapat dipergunakan sebagai salah suatu pola,wahi atau pedoman bagi pembaca dalam pendidikan ini dibuat digunkan untuk menyelesaikan tugas yang diberikan oleh bapak Ahmad Muharrom referat ini juga bisa dibuat untuk bulan-bulanan pembelajaran dalam materi penerimaan tentang “Pemasaran langsung fiil daya Tanaman Solek”.Harapan kami seyogiannya makalah ini mendukung menaik pengetahuan dan asam garam untuk sidang pembaca ,sehingga kami boleh merevisi bentuk ataupun isi kertas kerja ini sehingga kedepannya dapat lebih baik

Depok, 23 Maret 2020

Notulis

ii

BAB I
PENDAHULUAN

1 Latar Belakang

Indonesia merupakan negara agraris yang bernas akan sendang pusat kalimantang hayati dan pertanian merupakan sektor yang memberikan kontribusi segara terhadap perekonomian Indonesia. Sektor pertanian pula mendukung privat meningkatkan Barang Domestik Bruto (PDB) sebagai sumur pendapatan dan pemuasan kebutuhan sebagian samudra masyarakat Indonesia sebesar 44 persen atau selingkung 46,7 juta spirit dari total pasukan kerja di Indonesia yang mempunyai mata pencaharian sebagai pembajak.

Sektor pertanian secara umum terdiri berusul tanaman jenggala, tanaman persawahan dantanaman hortikultura. Pohon hortikultura terdiri dari komoditi buah-buahan, sayuran, biofarmaka dan tumbuhan hias. Masing-masing komoditi mengasihkan kontribusi untuk perekonomian nasional nan ditunjukan melalui perolehan nilai Produk Domestik Bruto (PDB). Lega tahun 2008 komoditi buahbuahan berkontribusi terhadap PDB sebesar 0,7 uang jasa, sayuran 7,2 persen, biofarmaka 0,3 persen dan tanaman hias 7,1 tip. Berlandaskan nilai PDB, tumbuhan hias yang yakni salah satu komoditi hortikultura memberikan kontribusi yang sepan osean dan dapat menjadi probabilitas yang cukup menguntungkan jika dijadikan sebagai bisnis.

Kegiatan usaha tanaman hias berkembang di berbagai macam provinsi di Indonesia dan berperan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi nan sepan penting. Pada mutakhir kegiatan usaha tanaman hias dilakukan secara menggalas dengan habituasi profit yang gemuk menggerakkan industri produk dan jasa. Menurut hasil pengamatan Balai Penelitian Tanaman Hias (2008), terdapat tiga hal yang menarik dalam kronologi usaha tanaman solek, yaitu: 1) Keragaman dan keunikan dunia tumbuhan yang mempunyai peluang untuk diberdayakan perumpamaan produk dagang. 2) Peningkatan penggunaan teknologi yang memudahkan bisnis tanaman hias dalam kegiatan budidaya maupun pemasaran. 3) Supremsi trend akibat peningkatan gaya hayat masyarakat terhadap pokok kayu hias.

Keseleo satu faktor penyebab meningkatnya jumlah permintaan terhadap tumbuhan hias merupakan tingkat pengeluaran masyarakat terhadap suatu dagangan khususnya non jenggala. Pengeluaran masyarakat yang meningkat terhadap konsumsi produk non pangan menjadi kebolehjadian bagi usaha tanaman hias untuk memperoleh konsumennya. Persentase pengeluaran rata- rata masyarakat Jawa Barat terhadap produk jenggala mengalami penerjunan sebesar 0,72 persen sementara itu konsumsi masyarakat terhadap non alas mengalami peningkantan sebesar 0, uang lelah di tahun 2009.

Pengaruh pola konsumsi umum terhadap suatu produk dapat mengakibatkan terciptanya sebuah trend. Faktor trend sangat berpengaruh terhadap eskalasi atau penjatuhan konsumsi suatu produk khususnya tumbuhan rias. Tanaman hias adalah kebutuhan tersier nan pemenuhannya setelah sosok dapat memenuhi kebutuhan pokok. Kebutuhan di luar kebutuhan pokok adalah barang-barang yang memiliki sensitifitas yang pangkat. Suatu saat akan digemari dan harga akan strata karena permintaan menjadi banyak, disaat lain akan menurun tajam begitu permintaannya memendek.

1 Rumusan Masalah

Dalam penulisan makalah ini masalah nan akan dibahas adalah ibarat berikut:

  1. Bagaimana strategi pemasaran tanaman hias?
  2. Bagaimana aspek lingkungan pemasaran tanaman has?
  3. Bagaimana menentukan posisi pasar?

1 Tujuan Penulisan

  1. Bakal mengetahui dan mampu mengaplikasikan garis haluan pemasaran tanaman hias.
  2. Kerjakan mengerti dan menentukan aspek lingkungan pemasaran tanaman hias.
  3. Cak bagi mengetahui dan memafhumi serta menentukan posisi pasar.

2 Amatan Lingkungan Privat Pemasaran

Analisis lingkungan internal pemasaran ialah faktor-faktor yang terdiri bersumber variabel-lentur (kekuatan dan kelemahan) yang terserah internal pemasaran firma, tetapi bukan dalam pengendalian jangka pendek. Kekuatan merupakan faktor-faktor nan adalah tera berlomba yang dimiliki maka dari itu perusahaan di pasar sasaran ,sedangkan kelemahan yaitu faktor-faktor yang menjadi kekurangan perusahaan dibandingkan dengan pesaingnya dalam pasar (Hunger & Wheelen, 2003). Melalui analisis mileu dalam pemasaran perusahaan sekali lagi dapat mengenali STP (Segmentation, Targetting dan Positioning dan bauran pemasaran (produk, harga, bekas, promosi).

2.2. Segmentation, Targetting dan Positioning

Pasar merupakan tempat fisik dimana pengasosiasi dan penjual berkumpul bikin menjual dan membeli barang dengan beberapa perbedaan. Keinginan, kemampuan keuangan, lokasi, sikap pembelian dan praktek pembeliannya menjadi dasar nan menjadi faktor penyelaras. Dalam konsep pemasaran pemenuhan kepuasan pelanggan menjadi hal terpenting. Setiap pengguna memiliki kebutuhan dan keinginan nan berbeda, sehingga perusahaan harus berhati-hati kerumahtanggaan menerapkan politik pemasarannya karena belum tentu mampu memuaskan semua khalayak internal satu pasar. Oleh karena itu, maka bisa dilakukan penerapan segmentasi pasar, target pasar dan menetukan posisi pasar n domestik menetukan strategi pemasaran.

Intern pemasaran terarah, ada tiga langkah yang wajib diketahui perusahaan sebelum memasuki pasar yaitu segmentasi pasar, korban pasar dan menentukan posisi pasar.

A. Segmentasi Pasar (Segmentation)

Penerapan segmentasi pasar dilakukan dengan berbagai mandu. Pengelolaan dapat mengkombinasikan bilang luwes bikin memperoleh mandu yang terbaik internal segmentasi pasarnya. Segmentasi pasar dilakukan melangkaui identifikasi dan membuat profil dari kerubungan- kelompok remedi nan farik, yang kali bertambah mengesir alias menginginkan bauran dagangan dan jasa nan beragam, dengan meneliti perbedaan geografik, demografis dan psikografis.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan internal menentukan segmentasi pasar, diantaranya:

  1. Dapat diukur, artinya besar pasar dan daya beli di segmen ini dapat diukur sungguhpun ada beberapa komponen variabel nan berat diukur.

  2. Boleh dijangkau, artinya selama mana segmen ini boleh secara efektif dicapai dan dilayani, meskipun ada beberapa kelompok yang rumpil dijangkau.

  3. Ki akbar segmen yang diharapkan, artinya berapa banyak segmen nan harus dijangkau agar boleh menguntungkan.

  4. Boleh dilaksanakan, artinya sejauh mana program yang efektif boleh dilaksanakan untuk mengelola segmen ini.

B. Target Pasar (Targetting)

Tahap lebih jauh sesudah penentuan segmen-segmen pasar, perusahaan boleh melakukan evaluasi lalu memutuskan berapa segmen pasar yang akan dicangkup dan memilih segmen mana nan akan dilayani. Evaluasi dapat dilakukan dengan menelaah tiga faktor, yakni ukuran dan pertumbuhan segmen, kemenarikan segmen, serta bulan-bulanan dan sumber ki akal nan dimiliki perusahaan.

  1. Ukuran dan pertumbuhan segmen, perusahaan harus mengumpulkan dan menganalisis data penjualan terakhir, proyeksi laju pertumbuhan penjualan dan marjin laba yang diharapkan bikin berbagai segmen, lalu memilah-milah segmen yang diharapkan sesuai.

  2. Kemenarikan segmen, suatu segmen memungkinkan punya ukuran dan pertumbuhan yang sesuai dengan yang diharapkan, saja belum tentu menarik terbit sisi profitnya. Perusahaan harus mempelajari faktor-faktor sistemis yang utama yang mempengaruhi daya tarik segmen kerumahtanggaan paser tangga.

  3. Sasaran dan mata air buku, perusahaan harus ki memenungkan incaran dan mata air dayanya yang berkaitan dengan segmen pasarnya. Walaupun terdapat segmen yang bagus, belum tentu dapat masin lidah jika tidak prospektif dalam jangka tataran. Selanjutnya, walaupun segmen itu bagus dan prospektif dalam jangka janjang, namun

2.3 Barang

Salah satu kunci membangun garis haluan pemasaran adalah menawarkan komoditas nan sesuai dengan kebutuhan pelanggan. Sebagus apapun produk yang ditawarkan jika tak sesuai dengan kebutuhan pelanggan akan ditolak. Produk operasi dapat dibagi menjadi 2 bagian merupakan produk terdahulu dan produk pendukung.

Propaganda penjualan tanaman solek ini lebih baik lagi bila melakukan survey kebutuhan pelanggan malar-malar dahulu agar barang yang diberikan sesuai dengan pilihan mereka.

Semenjak hasil survey tersebut, bisa ditentukan tipe-jenis segala semata-mata yang dapat disediakan di kios tanaman hias “Taman Puspa”.

2.3 Harga

Menjadwalkan harga sebuah tumbuhan hias itu mudah, meski tidak semudah yang dibayangkan. Cak semau beberapa hal nan bisa dipertimbangkan. Riuk satunya adalah melihat harga pesaing. “Taman Puspa” harus menentukan mau harga lebih mahal alias bertambah murah dibandingkan pesaing.

Bakal menentukan harga yang lebih mahal dapat dilakukan dengan penyediaan (diletakkan di pot ubin yang bertambah mahal) sehinga harganya tentu kian mahal.

Dalam menggalas tanaman rias, terdapat politik-strategi penentuan harga yang bisa dilakukan, antara tak :

Ø Block Pricing : Bisa diartikan sebagai harga borongan. Harga ini dipatok moga pelamar bisa memilih untuk membeli borongan atau eceran. Mandu ini biasa digunakan oleh pengelana tanaman hias yang cak hendak basuh gudang. Namun, bisa pula dimanfaatkan oleh nursery yang cak memindahtangankan tanaman-pohon yang susah dijual rincih.

Ø Commodity Bundling : Bilang produk yang tidak sejenis dijual dalam satu paket harga. Misalnya, membeli sejumlah anthurium dengan suplemen beberapa pot aglaonema. Maksudnya, biar semua pohon dapat terjual Ø Price Discrimination : Diskriminasi harga artinya konsumen yang sama diberi harga berbeda karena pembelian volume berbeda. Takdirnya konsumen membeli satuan dengan harga Rp 100,- sendirisendiri pot, ia akan bernasib baik harga Rp 60,- per botol jika membeli 100 pot. Konsumen boleh diberi harga prospek. Harga yang diberikan lebih terbatas dibandingkan dengan harga resmi jika konsumen dianggap n kepunyaan prospek, ialah bisa menjual banyak dan juru membisniskan pohon kita. 2.3 Promosi Promosi merupakan faktor yang lampau penting internal pemasaran. Promosi adalah propaganda sadar untuk berbuat sosialisasi, iradiasi and takrif kepada masyarakat adapun berbagai wara-wara yang lazimnya mengenai beraneka macam produk nan ditawarkan. Aktivitas promosi melibatkan beraneka macam gambar dan variasi yang suntuk beraneka ragam.

Rencana promosi nan bisa dilakukan adalah :

Ø Open house dan Promosi pecah mulut ke mulut : Mulailah berpokok tetangga yang minimal dekat dan orang-basyar di lingkungan tempat tinggal. Satu individu menerimakan penjelasan kepada orang lain karena merasa mendapatkan manfaat yang baik bersumber tanaman solek yang dibeli. Promosi ini adv amat efektif karena kebanyakan orang makin berkepastian kepada barang apa nan dikatakan maka itu saudara ataupun teman-teman yang sudah lalu merasakan bahkan dahulu.

BAB III

Pengunci

3 Kesimpulan

Dari hasil pembahasan diatas dapat disumpulkan bahwa :

a. strategi pemasaran adalah suatu rencana nan menguraikan bagaimana sebuah usaha harus memahami pemakai kiranya bisa mengekspresikan ketatanegaraan pemasarannya bakal mencapai tujuan-intensi perusahaan, meningkatkan performa perusahaan dan menciptakan angka tambah. b. segmentasi pasar (segmentation) yaitu membagi pasar bersendikan kerumunan pelelang nan berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan, karakteristik dan tingkah kayun pemakai. c. korban pasar (targetting) yaitu mengevaluasi setiap segmen pasar dan memilih suatu maupun beberapa segmen laksana calon target dengan potensi paling besar untuk dimasuki. d. posisi pasar (positioning) yaitu menata produk puas palagan yang jelas, diinginkan dan berbeda dengan tetap mempertimbangkan produk pesaing. e. Promosi merupakan faktor nan sangat terdepan privat pemasaran. Promosi adalah usaha sadar untuk mengerjakan sosialisasi, iradiasi and makrifat kepada masyarakat adapun berbagai informasi yang biasanya mengenai bervariasi produk yang ditawarkan.

DAFTAR PUSTAKA

David FR. 2006. Managemen Politik. Edisi 10. Budi IS , penerjemah; Jakarta: Salemban Empat. Terjemahan dari: Strategic Management.

Koler P dan Keller KL. 2003. Manajemen Pemasaran. Edisi 11. Molan B, penerjemah; Jakarta: PT Penunjuk. Terjemahan dari: Marketing Management.. 2009.

Kotler P, Armstrong G. 2008. Prinsip-prinsip Pemasaran. Jakarta: Erlangga.

Tata Pemasaran. Edisi 13. Sabran B, penerjemah; Jakarta: Erlangga. Terjemahan dari: Marketing Management.

Maulani Ani. 2009. Kajian Strategi Bauran Pemasaran Tauco Nama biruang Cianjur, Jawa Barat [Skripsi]. Bogor: Fakultas Ekonomi dan Pengelolaan, Institut Pertanian Bogor.

Setiadi NJ. 2010. Perilaku Pemakai: Skandal Kontemporer Plong Motif, Intensi, dan Keinginan Konsumen. Jakarta : Prenada Media Group.

Sumarwan U, Fachrodji A, Nursal A, et al. 2010. Pemasaran Strategik Persepsi Value-Base Marketing dan Pengukuran Kinerja. Bogor: IPB Press.

Umar Husein. 2000. Studi Pemasaran dan Perilaku Pemakai. Jakarta: PT Pustaka Utama.

Source: https://www.studocu.com/id/document/universitas-surabaya/pengantar-akuntansi-biaya/makalah-pemasaran-langsung-budi-daya-tanaman-hias/8913308

Posted by: holymayhem.com