Sentra Tanaman Sayuran Di Malang

Sulit rasanya menemukan lagi lahan kosong di Kota Malang, luas lahan terbangun terus bertambah sedangkan ketersediaan persil adalah setia. Perkembangan permukiman menciptakan kampung-kampung padat penduduk dengan ciri kampung perkotaan. Kampung RW 03 Kelurahan Lowokwaru layaknya seperti mana kampung pada umumnya gemuk di wilayah kunci Kota Malang. Kampung dengan sebagian besar penggunaan lahannya cak bagi permukiman ini memiliki jumlah pemukim + 790 semangat dengan trend kuantitas penduduk nan terus meningkat setiap tahunnya. Luas kampung 2,78 Ha dengan lahan didominasi permukiman bagaikan petak terbangun sebesar 2,73 Ha (98,20%) dan lahan enggak tercacak sebesar 0,05 Ha (1,80%) menunjukkan alangkah padat dan sesaknya konstruksi.

Dimulai dengan pemikiran yang kepingin membentuk perubahan di kampung, Ketua RW 3 Lowokwaru Buya Heru Gutoro menggerakkan masyarakatnya untuk menciptakan kegiatan produktif di kampungnya. Melihat suka-suka bilang tanah yang dibiarkan nol dan tidak terurus dengan tanaman-pohon semak yang mengganggu estetika lingkungan, dimulailah upaya penggunaan tanah untuk kegiatan perkebunan perkotaan. Diawali kampanye pembibitan sayuran siap tanam di RW 3 dengan memanfaatkan tanah kosong pada tahun 2012 dan melibatkan 5 pemukim dengan jumlah bibit siap tanam yang diproduksi sebesar 10.000 bibit sendirisendiri 20 hari. Respon pasar terhadap permintaan bibit sayuran patut baik, dengan permintaannya terus meningkat. Mengaram potensi yang ada, usaha sari sayuran siap tanam dikembangkan dengan melibatkan ibu-ibu dalam proses pengemasan media tanam, menyemai benih, pemeliharaan dan packing bibit bikin pengiriman. Barulah plong tahun 2014, tepatnya pada tanggal 21 April 2014 melalui akte notaris nama kelompok wanita bertanam RW 3 Lowokwaru dilegalkan bagaikan badan usaha perladangan. Tubuh usaha persawahan ini bernama LOTIGAMA singkatan bermula Lowokwaru Tiga Malang. Tujuan dibentuknya LOTIGAMA yakni mensejahterakan penghuni RW 03 Kelurahan Lowokwaru menerobos pemberdayaan mahajana khususnya ibu rumah tangga untuk meninggi penghasilan tanggungan serta pemenuhan kebutuhan sayur organik. Setelah berjalan 5 masa, LOTIGAMA waktu ini beranggotakan 30 hamba allah dengan mayoritas anggota adalah ibu-ibu RW 3. Dengan kemampuan otodidak dan camar duka di lapangan, raga usaha pertanian ini juga berbahagia pendampingan berpunca Jawatan Perkebunan Ii kabupaten Malang.

Kendala nan dihadapi dalam pengembangan persuasi perkebunan perkotaan di RW 3 yaitu terbatasnya lahan untuk pertanian perkotaan dan sumberdaya sosok nan terbatas kemampuannya internal kegiatan pertanian. Kampung ini memiliki potensi perladangan organik perkotaan, berupa operasi pembibitan sayur siap tanam, budidaya sayuran organik serta budidaya ikan lele. Konsentrat tumbuhan sayur dan budidaya sayuran organik yang dikembangkan antara tak cabe besar, cabe kecil, tomat, terong, okra, sawi putih, brongkol. Budidaya lauk lele dilakukan dengan semi intensif dengan kapasitas balong 1.250 ekor untuk sekali tebar. Usaha pembibitan sayur siap tanam yang dilakukan sejak tahun 2012 kini mampu memproduksi bibit siap tanam sebesar + 25.000 bibit per 20 hari, Jumlah ini jauh dibawah tuntutan pasar sebesar + 50.000 pati bikin memenuhi kebutuhan petani di Kota Gangguan dan Kecamatan Pujon Kabupaten Malang yang memang memprioritaskan wilayahnya sreg peluasan sektor pertanian. Selain aksi pembibitan sayur siap tanam, LOTIGAMA lagi memelihara tanaman sayuran berpunca pembibitan sampai pada proses pembesaran dengan hasil panen dipasarkan di lingkungan permukiman RW 03 Kelurahan Lowokwaru. Budidaya sayuran di kebun bibit LOTIGAMA bebas racun hama atau pupuk kimia, sehingga hasil panennya kerap ditunggu masyarakat dan harganya yang nisbi lebih murah.

Penampilan yang telah diraih LOTIGAMA diantaranya juara 1 tanding kelompok bertegal berprestasi tahun 2015, membina 2 sekolah dasar SDN 2 dan SDN 3 Lowokwaru dalam budidaya tanaman sayur di lingkungan sekolah, menjadi narasumber di Kelurahan Oro-oro Dowo n domestik perladangan perkotaan 2016. Hasil positif kegiatan urban farming di RW 3 Lowokwaru antara bukan 1) manfaat ekonomi aktual suplemen pendapatan masyarakat dari bagi hasil penjualan bibit sayur siap tanam, 2) pemenuhan kebutuhan sayur organik dan protein bakal masyarakat kampung dari hasil budidaya sayuran organik dan ikan lele, 3) guna sosial berupa eratnya gotong royong, kekeluargaan dan modal sosial internal pengembangan kampung, 4) konsep pertanian organik didukung dengan upaya penyiapan pupuk organik berupa humus dan serat cair secara mandiri memanfaatkan sampah organik berpangkal permukiman serta 5) keistimewaan jasad adalah terciptanya lingkungan RW 3 yang hijau karena pertanian perkotaan dan bersih karena pengelolaan sampah. Rekomendasi dalam optimalisasi perkebunan perkotaan di RW 3 yaitu 1) memanfaatkan lahan di selama ruas jalan kampung dengan vertikal garden sonder mengganggu persebaran kendaraan, 2) perbaikan dan penyisipan produktivitas green house di lahan eksisting, 3) kombinasi ruang cak bagi kolam budidaya lele dan pembibitan sayuran dengan model berlenggek, 4) peningkatan kemampuan SDM menerobos pelatihan teknik pembibitan sayur, budidaya sayur organik, budidaya lele dan penggodokan sampah organik menjadi pupuk, serta 5) memformulasikan konsep peluasan kampung wisata belanja sayur organik di Kota Malang. (AS)

Source: http://arissubagiyo.lecture.ub.ac.id/2021/05/kampung-bibit-rw-3-lowokwaru-kampung-berprestasi-suplai-bibit-sayuran-siap-tanam-sayuran-organik/

Posted by: holymayhem.com