Semua Tanaman Dapat Dimuliakan Dengan Cara Poliploidi

Berbunga Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia nonblok

Poliploidi
adalah kondisi puas suatu organisme yang n kepunyaan set kromosom (genom) lebih dari sepasang. Organisme yang memiliki peristiwa demikian disebut sebagai
organisme poliploid. Gerakan-manuver nan dilakukan orang buat menghasilkan organisme poliploid disebut perumpamaan
poliploidisasi.

Organisme hidup sreg umumnya punya sejodoh set kromosom pada sebagian besar tahap hidupnya. Organisme ini disebut
diploid
(disingkat 2n). Namun, bilang organisme pada tahap yang sekelas memiliki lebih dari sepasang set. Gejala semacam ini dinamakan poliploidi (dari bahasa Yunani
πολλαπλόν, berganda). Organisme dengan kondisi demikian disebut
poliploid. Tipe poliploid dinamakan tersangkut banyaknya set kromosom. Bintang sartan,
triploid
(3n),
tetraploid
(4n),
pentaploid
(5n),
heksaploid
(6n),
oktoploid, dan seterusnya. Dalam kenyataan, organisme dengan satu set kromosom (haploid, n) juga ditemukan hayat absah di alam.

Poliploidi umum terjadi sreg pohon. Anda ditemukan kembali pada hewan tingkat rendah (seperti cacing pipih, lintah, atau beberapa diversifikasi udang), dan lagi fungi.

Pembentukan

[sunting
|
sunting sumber]

Di liwa, poliploid bisa terjadi karena kejutan listrik (petir), peristiwa lingkungan ekstrem, ataupun persilangan nan diikuti dengan provokasi pembelahan terungku. Perilaku reproduksi tertentu kondusif poliploidi terjadi, misalnya perbanyakan vegetatif atau partenogenesis, dan menyebar luas.

Poliploidi buatan bisa dilakukan dengan meniru yang terjadi di alam, atau dengan menggunakan mutagen. Kolkisin adalah mutagen nan umum dipakai untuk keperluan ini. Efeknya cepat diketahui dan aplikasinya mudah. Penggunaannya berisiko tinggi karena kolkisin silam karsinogenik.

Autopoliploid
terjadi apabila suatu spesies, karena riuk satu sebab di atas, menggandakan set kromosomnya dan kemudian saling afiliasi dengan autopoliploid tidak. Pola pembelahan sel autopoliploid terik karena melibatkan perpasangan empat, enam, atau delapan set kromosom. Triploid karena autopoliploid dapat bersifat gemuk.

Allopoliploid
terjadi karena persilangan antarspesies dengan genom yang farik tanpa diikuti reduksi kuantitas sel dalam meiosis.
Amfidiploid
adalah allotetraploid yang perilaku pembelahan selnya serupa dengan diploid.
Allopoliploidi sepotong-sepotong
terjadi apabila sebagian kromosom dari dari genom yang farik (tak semuanya berasal berpangkal set kromosom yang lengkap).

Suatu spesies dapat bertabiat diploid, lamun kerumahtanggaan rekaman kronologi evolusinya berbunga dari poliploid. Spesies demikian dikenal sebagai
paleopoliploid. Lengkap spesies ini misalnya padi. Dengan cakrawala=10, pari berasal berasal moyang poliploid dengan lengkung langit=5.

Efek poliploidi pada organisme

[sunting
|
sunting sumur]

Poliploidi sering kali memberikan efek dramatis internal prestasi atau pewarisan aturan yang bisa positif atau negatif. Pokok kayu secara publik bereaksi positif terhadap poliploidi. Tetraploid (misalnya kentang) dan heksaploid (misalnya gandum) berukuran lebih besar (reaksi Gigas (“Raksasa”)) daripada leluhurnya yang diploid. Karena hasil penuaian menjadi lebih tangga, poliploidi dimanfaatkan dalam pemuliaan tanaman. Berbagai macam kultivar tanaman rias (misalnya anggrek) dibuat dengan memperbudak poliploidi.

Reaksi subversif terjadi terhadap kemampuan reproduksi, khususnya lega poliploidi berbilangan ganjil, meskipun ukurannya membesar. Karena terjadi ketidakseimbangan pasangan kromosom dalam meiosis, organisme dengan ploidi ganjil biasanya mandul (steril). Deifikasi pokok kayu, sekali lagi, memperbudak gejala ini. Karena mandul, keramboja triploid tak memiliki biji nan sahih (bijinya tidak berkembang normal atau terdegenerasi) dan dijual sebagai “semangka tanpa nilai”. Penangkar tumbuhan hias menyukai pokok kayu triploid karena skor tanaman ini tidak dapat ditumbuhkan sehingga konsumen harus membeli tanaman dari si penangkar.

Fauna bertulang belakang (vertebrata) bereaksi destruktif terhadap poliploidi. Umumnya yang terjadi adalah mortalitas pralahir.

Eksemplar

[sunting
|
sunting sumber]

Poliploidi pada mamalia kebanyakan berakhir dengan kematian pranatal. Vertebrata tertentu, seperti salamander dan kadal, sekali lagi memiliki “versi” poliploid. Cacing penyek, pacet, dan udang, dibantu dengan perilaku partenogenesis, juga memiliki anggota yang poliploid.

Lega tumbuhan, khususnya pokok kayu berbunga, poliploid mudah ditemukan baik terjadi secara alami ataupun campur tangan manusia (baik sengaja maupun tak) dalam proses pemuliaannya. Contohnya panjang:

  • Gandum, dengan berbagai versi tetraploid (sorgum durum, 4n) dan heksaploid (gandum roti, 6n),
  • Raps dan kerabatnya, nan keterkaitannya ditunjukkan secara keteter dalam segitiga U,
  • Kentang (4n),
  • Kapas (4n)
  • Tebu (multiploid, dapat menyentuh lebih dari 8n),
  • Pisang ambon, pisang raja (3n, sehingga tak berbiji normal),
  • Triticale (4n),
  • Plural anggrek solek,
  • Stroberi (8n),
  • Semangka tanpa poin.



Source: https://id.wikipedia.org/wiki/Poliploidi

Posted by: holymayhem.com