Seksi Pelayanan Teknis Balitsa Balai Penelitian Tanaman Sayuran

Profil Parasan PETERNAKAN DAN KESWAN
Peternakan1

Peristiwa Awam

Keadaan Awam


Permukaan PETERNAKAN DAN Kesehatan Fauna



DINAS Perkebunan



KOTA MALANG

Bidang Peternakan dan Kesegaran Hewan Dinas Persawahan Kota Malang merupakan salah satu meres bagian dari Dinas Pertanian Kota Malang yang berlokasi di Jl. Kolonel Sugiono 176 Malang, Kelurahan Ciptomulyo, Kecamatan Sukun.


Meres Peternakan dan Kesehatan Hewan menempati 2 bangunan yang terdiri dari gedung terdahulu berupa ruangan jawatan, laboratorium kesehatan awam veteriner dan kolom keurmaster serta suatu bangunan yang enggak ialah gedung taktik kesegaran binatang (puskeswan).



Sesuai tugas siasat dan fungsinya (tupoksi) Bidang Peternakan dan Kebugaran Hewan Kota Malang melaksanakan kegiatan pembinaan budidaya peternakan di seluruh area Kota Malang. Laboratorium Kesmavet digunakan untuk kegiatan pemeriksaan bulan-bulanan pangan radiks satwa (payudara dan daging) untuk dapat menciptakan keamanan pangan radiks dabat yang Bimbing (Aman, Cegak, Utuh dan Halal). Pelayanan kesehatan fauna kesayangan dilaksanakan di puskeswan.

Album Sumir

Sejarah Pendek

Bidang Peternakan dan Kesehatan Sato


Dinas Perladangan Kota Malang

Sejarah rataan Peternakan dan Kesegaran Hewan Kantor Pertanian Kota Malang diawali dengan berdirinya Dinas Kehewanan Ii kabupaten Malang puas tahun 1930 sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat n domestik latar peternakan secara menyeluruh dengan dipimpin oleh seorang ketua jawatan yaitu drh. R. SLAMET sebatas dengan tahun Juni 1958.
Lega Tahun 1962 Jawatan Kehewanan berubah menjadi Jawatan Peternakan sampai dengan periode 2002. Pada era Kebebasan Wilayah Dinas Peternakan Ii kabupaten Malang terkumpul kerumahtanggaan Dinas Pertanian Kota Malang menjadi Sub Dinas Peternakan. Pada tahun 2004 Sub Dinas Peternakan berubah menjadi Satah Peternakan dan Kesehatan Hewan sampai dengan sekarang.
Logo-Nama Pimpinan Bidang Peternakan dan Kesehatan Fauna Kota Malang:

September 1930–Juni 1958 : drh. R. SLAMET
Maret 1958 – Juli 1972 : drh. PRATOMO
Juli 1972 – Oktober 1981 : drh. SOETARDJO
Oktober 1981 – Oktober 1986 : drh. WASIDJO
Oktober 1986 – Nopember 1992 :drh. SIDIK MULYO M
Periode 1992 – 1999 : Ir. SOENARI
Periode 1999 – 2005 : drh. WARSITO WIBOWO
Musim 2005 – 2010 : drh. SUSETYORINI
Musim 2010 – 2012 : drh. YUDI BROTO,M.H.
Periode 2013 : drh. R. GHAZALI LUQMAN
2013-saat ini : drh. ANTON PRAMUJIONO

Data Populasi Hewan Ternak di Kota Malang

TUPOKSI Bidang Peternakan dan KesWan

Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan melaksanakan tugas pokok pembinaan pengembangan peternakan dan kesehatan hewan.
Bagi melaksanakan tugas pokok tersebut Rataan Peternakan dan Kebugaran Hewan memiliki arti :
:

  1. formulasi dan pelaksanaan kebijakan teknis Parasan Peternakan dan Kesehatan Sato;
  2. pengumpulan dan pengolahan data dalam rangka perencanaan teknis Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan;
  3. penyusunan perencanaan dan pelaksanaan program di meres Peternakan dan Kesehatan Sato;
  4. penyusunan program  pengembangan peternakan dan kesehatan hewan;
  5. pelaksanaan pembinaan pengembangan teknologi produksi;
  6. pelaksanaan penyebaran, ekspansi dan redistribusi ternak;
  7. pelaksanaan pembinaan dan pengembangan kemitraan budidaya ternak;
  8. pelaksanaan pengendalian penyakit dan pelayanan kebugaran binatang;
  9. pelaksanaan pemantauan dan penapisan penerapan patokan teknis Apartemen Remai Sato/Klinik Hewan, Pos Kesehatan Fauna, Rumah Runjam Hewan, perwakilan susu dan kios daging;
  10. pelaksanaan penapisan peredaran, penyimpanan dan penggunaan sarana dan prasarana produksi peternakan dan kebugaran binatang;
  11. pelaksanaan pemeriksaan dan pemeriksaan hewan runjam, hygiene bahan-bahan asal  hewan dan produk ikutannya serta sanitasi lingkungan;
  12. pelaksanaan pengendalian penyederhanaan hewan osean betina nan bertanduk;
  13. pemberian pertimbangan teknis perijinan usaha di permukaan peternakan dan kesehatan fauna;
  14. pelaksanaan Barometer  Peladenan Minimal (SPM) bidang peternakan dan kebugaran hewan;
  15. penyiapan mangsa dalam bagan pemeriksaan dan tindak lanjut Hasil Pemeriksaan;
  16. pelaksanaan Dokumen Pelaksanaan Ancangan (DPA) dan Dokumen Perubahan Pelaksanaan Prediksi (DPPA);
  17. pelaksanaan Kriteria Pelayanan Umum (SPP) dan Patokan Operasional dan Prosedur (SOP);
  18. Pelaksanaan Sistem Pengendalian N domestik (SPI);
  19. pelaksanaan Standar Pelayanan Minimal (SPM);
  20. pengevaluasian dan pelaporan pelaksanaan tugas kancing dan kurnia; dan
  21. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan maka dari itu Kepala Jawatan sesuai dengan tugas terpangkal.

Bidang Peternakan dan Kesegaran Hewan, terdiri berpunca :
1)        Semok Bina Produksi Peternakan;
2)        Sensual Kesehatan Hewan;
3)        Seronok Kebugaran Masyarakat Veteriner.

Saban Seksi dipimpin oleh Atasan Sensual yang dalam mengerjakan tugas kunci dan fungsinya berpunya di bawah dan bertanggung jawab kepada Atasan Rataan.

1)        Erotis Bina Produksi Peternakan;
Merangsang Bina Produksi Peternakan melaksanakan tugas pokok pendataan, perencanaan dan pembinaan ekspansi teknologi produksi peternakan.
Lakukan melaksanakan tugas resep tersebut Panas Bina Produksi Peternakan n kepunyaan fungsi :

  1. penyiapan target formulasi dan pelaksanaan kebijakan teknis bidang Bina Produksi Peternakan;
  2. penyiapan bulan-bulanan penyusunan perencanaan dan pelaksanaan acara di bidang Bina Produksi Peternakan;
  3. penyusunan rencana pengembangan produksi peternakan;
  4. pelaksanaan pembinaan pertambahan teknologi produksi peternakan;
  5. penyiapan penyebaran, pengembangan dan redistribusi ternak pemerintah;
  6. pelaksanaan pembinaan sistem pemasaran peliharaan dan hasil ternak;
  7. penyiapan pelaksanaan pengawasan mutu dan penggunaan pakan serta bahan baku pakan ternak;
  8. pelaksanaan kaji terap teknologi peternakan;
  9. penyiapan objek hidayah pertimbangan teknis perijinan manuver produksi peternakan;
  10. pelaksanaan Sertifikat Pelaksanaan Anggaran (DPA) dan Dokumen Persilihan Pelaksanaan Anggaran (DPPA);
  11. pelaksanaan Barometer Peladenan Publik (SPP) dan Standar Operasional dan Prosedur (SOP);
  12. Pelaksanaan Sistem Pengendalian Intern (SPI);
  13. pelaksanaan Standar Peladenan Minimum (SPM);
  14. pengevaluasian dan pelaporan pelaksanaan tugas sendi dan kemujaraban; dan
  15. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan makanya Kepala Bidang sesuai dengan tugas modalnya.

2)        Erotis Kesegaran Hewan;
Seksi Kesehatan Satwa  melaksanakan tugas pokok pengawasan dan pembinaan kesehatan publik veteriner dan perlindungan binatang.
Untuk melaksanakan tugas pokok tersebut Seksi Kesehatan Hewan mempunyai fungsi :

  1. penyiapan bulan-bulanan perumusan dan pelaksanaan politik teknis parasan kebugaran sato dan perlindungan hewan;
  2. penyiapan target penyusunan perencanaan dan pelaksanaan programa di bidang kesehatan hewan dan pemeliharaan binatang;
  3. pelaksanaan pembinaan eskalasi kesehatan binatang;
  4. pelaksanaan  pengendalian kelainan anthropozoonosa;
  5. pelaksanaan preventif, pengamatan dan penghancuran penyakit hewan;
  6. pelaksanaan pemeriksaan dan pemeriksaan kesegaran hewan di pasar sato, kolangkaling dabat dan di masyarakat;
  7. pelaksanaan pemantauan dan sensor penerapan patokan teknis rumah ngilu sato/balai kesehatan satwa, pos kesehatan hewan, rumah potong hewan, agen payudara dan kios daging;
  8. pelaksanaan pengawasan rotasi, penyimpanan dan penggunaan obat-obatan sato;
  9. pelaksanaan penyiapan rekomendasi teknis perijinan usaha kesegaran hewan;
  10. pelaksanaan Dokumen Pelaksanaan Perincian (DPA) dan Dokumen Perlintasan Pelaksanaan Anggaran (DPPA);
  11. pelaksanaan Barometer Pelayanan Umum (SPP) dan Standar Operasional dan Prosedur (SOP);
  12. pelaksanaan Sistem Pengendalian Intern (SPI);
  13. pelaksanaan Standar Pelayanan Minimal (SPM);
  14. pengevaluasian dan pelaporan pelaksanaan tugas kancing dan fungsi; dan
  15. pelaksanaan kemustajaban tak nan diberikan oleh Kepala Bidang sesuai dengan tugas modalnya.

3)        Seksi Kesehatan Awam Veteriner;
Seksi Kesehatan Masyarakat Veteriner melaksanakan tugas pokok pengembangan, pembinaan, dan pengawasan di bidang kesehatan masyarakat veteriner.
Kerjakan melaksanakan tugas rahasia  tersebut Seksi Kesehatan Masyarakat Veteriner n kepunyaan fungsi :

  1. penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan teknis latar Kebugaran Masyarakat Veteriner;
  2. penyiapan objek penyusunan perencanaan dan pelaksanaan program di bidang Kesehatan Umum Veteriner;
  3. pelaksanaan pembinaan peningkatan teknologi tata dan pengolahan bulan-bulanan radiks hewan;
  4. pelaksanaan pengawasan dan sensor korban-bahan dasar hewan;
  5. pelaksanaan pembinaan sistem pemasaran bahan-incaran dasar hewan;
  6. pelaksanaan pengendalian pemotongan dabat ki akbar betina yang bertanduk;
  7. pelaksanaan kaji terap teknologi pengelolaan bahan asal dabat;
  8. pelaksanaan pemantauan dan penapisan penerapan standar teknis manajemen alamat-bahan sumber akar sato;
  9. pelaksanaan pengawasan, peredaran, penyimpanan dan pemakaian bahan-bahan asal hewan;
  10. pelaksanaan pengawasan dan pemeriksaan kesehatan pada hewan sebelum dan sesudah dipotong,
    hygiene
    bahan pangkal hewan dan dagangan ikutannya serta sanitasi lingkungan;
  11. pelaksanaan penyiapan rekomendasi teknis perijinan propaganda kesegaran masyarakat veteriner;
  12. pelaksanaan Dokumen Pelaksanaan Estimasi (DPA) dan Surat Perlintasan Pelaksanaan Anggaran (DPPA);
  13. pelaksanaan Standar Peladenan Masyarakat (SPP) dan Barometer Operasional dan Prosedur (SOP);
  14. pelaksanaan Sistem Pengendalian Intern (SPI);
  15. pelaksanaan Standar Peladenan Minimal (SPM);
  16. pengevaluasian dan pelaporan pelaksanaan tugas pokok dan kemustajaban; dan

pelaksanaan keefektifan tak yang diberikan oleh Ketua Bidang sesuai dengan tugas pokoknya.

Peternakan4

[Dinas Perladangan Kota Malang Bidang Peternakan dan KesWan]

Source: https://dispangtan.malangkota.go.id/profil/tupoksi/bidang-peternakan-dan-kesehatan-hewan/

Posted by: holymayhem.com