Rumus Cara Menghitung Analisa Tanaman Kakao Untuk 1 Ha



Bentuk Taksiran

Rekap Buram Anggaran :

= Biaya budidaya             Rp. 18.640.000,00

= Biaya tenaga kerja       Rp.   2.290.000,00

= Biaya Rambah Angkut    Tergantung hipotesis hasil produksi. Biaya TA apabila masih privat Propinsi DIY sebesar kurang bertambah Rp. 7.000,00 tiap-tiap kuintal, menengah apabila budidaya dilakukan di luar Propinsi DIY/ jauh dari PG Madukismo terjadi peningkatan biaya TA. Intern dugaan kita ambil Rp. 10.000,00 sendirisendiri kuintal tebu giling.


ANALISA LABA/RUGI Panen I :



A.   Dugaan = produksi tebu 800 kuintal, rendemen 7,10 %, harga lelang gula Rp. 8.500,00
1.    Produksi tebu : 800 kuintal
2.    Rendemen 7,10 % = 56,8 kuintal natura, 34 % hasil cak bagi ongkos giling
3.    Hasil sukrosa     : 66% x 56,8 ku x Rp. 850.000,00 = Rp. 31.864.800,00
4.    Hasil melase    : 2.000 kg x Rp. 1.000,00 = Rp. 2.000.000,00
Jumlah         : Rp. 33.864.800,00
LABA        = (PENDAPATAN – BIAYA BUDIDAYA) – (Biaya TA = Rp. 10.000,00 x T)
= (Rp. 33.864.800,00 – Rp. 20.930.000,00) – Rp. 8.000.000,00
= Rp. 4.934.800,00

              Parameter Kelayakan Usaha :
a.    Benefit of Cost Ratio (B/C rasio)    = 33.864.800 : 28.930.000 = 1,17
b.    Return of Investment (ROI)            =   4.934.800 : 28.930.000 = 0,17

B.   Asumsi = produksi tebu 800 kuintal, rendemen 8,0 %, harga lelang gula Rp. 8.500,00
1.    Produksi tebu : 800 kuintal
2.    Rendemen 8,0 % = 64 kuintal natura, 34 % hasil cak bagi ongkos giling
3.    Hasil sukrosa     : 66% x 64 ku x Rp. 850.000,00 = Rp. 35.904.000,00
4.    Hasil ampas gula    : 2.000 kg x Rp. 1.000,00 = Rp. 2.000.000,00
Jumlah         : Rp. 37.904.000,00
LABA        = (PENDAPATAN – BIAYA BUDIDAYA) – (Biaya TA = Rp. 10.000,00 x T)
= (Rp. 37.904.000,00 – Rp. 20.930.000,00) – Rp. 8.000.000,00
= Rp. 8.974.000,00

             Parameter Kelayakan Persuasi :
a.    Benefit of Cost Ratio (B/C rasio)     = 37.904.000 : 28.930.000 = 1,31
b.    Return of Investment (ROI)             =   8.974.000 : 28.930.000 = 0,31
………………………………………………………………………………………………………………………..
ANALISA LABA/RUGI PANEN II (TUNASAN I) :

Produksi tebu biasanya meningkat. Namun seandainya asumsi produksi patuh, rendemen sepadan dan harga lelang gula di industri tegar selevel seperti Penuaian I maka besarnya pendapatan dan biaya babat angkut sama. Menengah buat biaya budidaya berkurang dalam pembelian ekstrak, kontrak traktor dan upah tenaga tanam dengan total Rp. 7.150.000,00. Misalkan dengan presumsi produksi tebu 800 kuintal, rendemen 8,0 %, harga lelang sakarosa Rp. 8.500,00, maka
LABA            = (PENDAPATAN – BIAYA BUDIDAYA) – (Biaya TA = Rp. 10.000,00 x T)
= (Rp. 37.904.000,00 – Rp. 13.780.000,00) – Rp. 8.000.000,00
= Rp. 16.124.000,00

                   Penanda Kelayakan Usaha :
a.    Benefit of Cost Ratio (B/C perimbangan)     = 37.904.000,00 : 21.780.000     = 1,74
b.    Return of Investment (ROI)             =      16.124.000 : 21.780.000     = 0,74

ANALISA LABA/RUGI Panen III (TUNASAN II Dst)



Produksi tebu biasanya menurun sekitar 10%. Kaidah menotal analisa laba/rugi seimbang sebagai halnya Tunasan I.









Source: https://rosanmubarok.blogspot.com/2010/08/analisa-usaha-budidaya-tebu-1-hektar.html

Posted by: holymayhem.com