Rumurs Cara Menghitung Biomassa Tanaman

Biomassa adalah kuantitas bahan organik yang diproduksi organisme (pohon) per satuan unit area puas suatu waktu. Biomassa biasanya dinyatakan dalam ukuran elusif gersang, intern gram atau kalori, dengan unit satuan biomassa adalah gram per m2 (gr/m2) maupun kg per hektar (kg/ha) atau ton per hektar.

Brown (1997) mendefinisikan biomassa ibarat besaran angka bahan organik yang hidup di atas bidang tanah pada tumbuhan termasuk daun, ranting, simpang, dan batang terdepan yang dinyatakan dalam langka kersang oven ton saban unit daerah.

Pengumuman tentang lambung biomassa dalam suatu pohon atau hutan sangat penting intern kegiatan manajemen hutan awet karena jenggala boleh dianggap laksana sendang (source) dan sinks berpunca zat arang serta memberi manfaat jasa lingkungan.

Biomassa tersusun oleh senyawa karbohidrat yang terdiri dari partikel karbon, hidrogen, dan oksigen yang dihasilkan bersumber proses fotosintesis tana man. Nafkah biomassa pada sendirisendiri bagian pohon berlainan misalnya pada tanaman komersil umumnya terdiri dari jenazah pokok kayu (60-65%), tajuk (5%), daun dan silang (10-15%) dan akar (5%). Pada babak batang mempunyai komposisi selulosa 50%, hemiselulosa 20%dan lignin 30% (White dan Plaskett, 1981). Biomassa dalam hutan merupakan beda antara hasil respirasi dengan konsumsi untuk respirasi dan proses pemanenan (Whitten et al. 1984).

Ada 4 mandu menghitung biomassa yakni:

1. Sampling dengan pemanenan

sampling dengan pemanenan Metode ini dilaksanakan dengan memanen selurh bagian pohon tertera akarnya, mengeringkannya dan menimbang berat biomassanya. Pengukuran dengan metode ini bakal menyukat biomassa hutan boleh dilakukan dengan mengulang beberapa kewedanan cuplikan alias melakukan ekstrapolasi kerjakan kewedanan nan kian luas dengan menggunakan kemiripan alometrik. Biarpun metode ini terhitung akurat lakukan menghitung biomass pada cakupan daerah kecil, metode ini terhitung mahal dan habis memakan masa.

2. Sampling tanpa pemanenan

Metode ini merupakan prinsip sampling dengan melakukan pengkukuran tanpa elakukan pemanenan. Metode ini antara lain dilakukan dengan mengukur pangkat maupun diameter pokok kayu dan menggunakan paralelisme alometrik untuk mengekstrapolasi biomassa.

3. Pendugaan melewati penginderaan jauh.

Pendayagunaan teknologi penginderaan jauh umumnya bukan dianjurkan terutama bikin proyek-antaran dengan perbandingan kerdil. Kendala yang umumnya merupakan karena teknologi ini relatif mahal dan secara teknis membutuhkan keahlian tertentu yang mungkin tidak dimiliki maka itu pereka cipta order. Metode ini kembali kurang efektif plong daearah sirkuit bengawan, pedesaan atau wanatani (agroforestry) yang positif mosaic mulai sejak berbagai pemakaian lahan dengan petak berformat kerdil (sejumlah ha saja).

4. Pembuatan paradigma

Abstrak digunakan kerjakan menghitung estimasi biomassa dengan kekerapan dan intensitas pengamtan insitu atau penginderaan jauh nan terbatas. Umumnya, konseptual empiris ini didasarkan plong jaringan dari sample plot yang diukur repetitif, yang mempunyai rekaan biomassa yang sudah bergabung atau menerobos persamaan allometrik nan mengkonversi debit menjadi biomassa . (Australian Greenhouse Office, 1999).

Source: https://www.atobasahona.com/2016/07/pengertian-biomassa-dan-cara-menghitung.html

Posted by: holymayhem.com