Resensi Novel Pangeran Untuk Putri

Ulasan buku berasal dari bahasa Belandaresenti dan bahasa Latinrecensio,recensere maupun jugarevidere yang artinya mengulas kembali.Resensi adalah suatu penilaian terhadap sebuah karya.Karya yang dinilai boleh berupa buku dan karya seni filmdan drama.Batik ulasan buku terdiri mulai sejak kelebihan, kekurangan dan informasi yang diperoleh dari sendi dan disampaikan kepada mahajana.

Maslahat Resensi Taktik:

1. Bahan pertimbangan

Memberikan gambaran kepada para pembaca tentang satu karya dan mempengaruhi mereka atas karya tersebut.

2. Nilai cermat

Mendapatkan uang lelah atau honorarium serta buku-sentral yang diresensikan secara cuma-cuma dari penerbit buku apabila resensinya dimuat di koran atau majalah.

3. Sarana promosi buku

Buku yang diresensikan yakni kunci baru nan belum pergaulan diresensi.Dengan demikian, resensi merupakan media untuk mempromosikan buku baru tersebut.

4. Ekspansi Kreativitas

Semakin sering menggambar, maka semakin terasah kebiasaan menggambar bakal setiap hamba allah.Hal ini dilakukan untuk mengembangkan daya kreasi menulis.

sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Resensi

Berikut sempurna bersumber resensi buku :

ID_GPU2016MTH08PKAT_B

IDENTITAS BUKU

Judul Gerendel : Khayalan Klasik Indonesia Pangeran Bangkong

Tema Trik : Cerita rakyat Bali

Pengarang Buku : Olah takhayul dan ilustasi Studio Tumpal

Penertbit : PT Gramedia Pustaka Utama

Kota Penerbit : Jakarta

Tahun Terbit : 2005

Tebal Kunci : 60 halaman

TinggiBuku : 27,5 centimeter

ISBN : 979-22-1130-6

SINOPSIS

Buku Khayalan Klasik Indonesia Kanjeng sultan Bancet yaitu kunci karya Sanggar Tumpal. Dongeng Klasik Indonesia Sultan Katak mengobrolkan akan halnya pelawatan seorang Paduka tuan Putu Oka bermula tanah Bali yang berpunya sekadar sunan dan rakyat sekadar mementingkan diri seorang. Kemarau janjang sudah lalu melanda seluruh kawasan,kehidupan menjadi sulit. Muncul Rangda si penguasa karas hati dan siksaan dengan doyan cita mendengar daerah yang sudah tak elok lagi. Negeri akan pula berlimpah bila ada sendiri yang cak hendak mengorbankan diri tanpa pamrih. Paduka tuan Putu Oka bersedia untuk mengorbankan dirinya kemudian ia dikutuk menjadi katak yang buruk rupa oleh Rangda.

Plong suatu momen sang Katak beradu dengan Putri Putu Ayu berbunga kawasan indah di ujung utara kapling Bali yang elok rupa hanya sifatya yang sangat buruk. Si Bongkok membantu mengembalikan selendang Nona Putu Ayu yang kliyengan ke tambak teratai, Putri Putu Ayu bejanji akan mengabulkan permintaan sang bangkong. Kangkung lamar agar dayang Putu Ayu bersedia menjadi perseroan dekatnya. Sekadar Putri Ayu bukan cak hendak berkawan dengan berudu yang buruk rupa, Putri Putu Ayu menafsirkan janjinya dan menghanyutkan si katak. Kemudian katak bablas.

Permakluman buruk melanda kewedanan indah ini, kemarau melanda dan ramanda Putri Putu Ayu terserang penyakit. Semua prinsip telah dilakukan cak bagi mengobati cuma enggak ada cara nan behasil. Musibah akan berakhir, bila kodok kembali hadir. Putri Putu Ayu menangisi perbuatannya, dia memohon kepada sang Penggubah. Ketika Nona Putu Ayu merenung akan kesalahannya munculah seekor kodok buruk. Putri Ayu memohon agar katak membantunya menurunkan hujan angin ia berikrar akan memperlakukan katak baik-baik ibarat perkongsian dan tidak akan menggagalkan.

Satu malam Putri Putu Ayu menyibuk katak meloncat sembunyi-sembunyi, ia mengikuti sang katak. Putri mengintip mengendap-endap, enigmatis-samar ia mengawasi indra peraba katak terkeloyak sang katak beralih rupa menjadi seorang kanjeng sultan yang gagah dan panai. Ketika pagi buta Pangean Putu Oka bersiap cak bagi mejelma menjadi seekor bangkong sahaja ia lain menemukan kulitnya. Ternyata kulit katak tersebut telah dibakar oleh Gadis Putu Ayu. Namun tangan saktilah yang mampu mengalahkan kutukan tersebut. Kedermawanan si Putri dapat mengalahkan kutukan Rangda.

Setting :

Gelanggang

Tanah Bali, Kekaisaran di Persil Bali, Di balik sebuah alai-belai, kolam bunga teratai, Kantung tua

Hari

Menjelang musim kemarau melanda

Suasana

Tersentuh perasaan, ketika Kaisar Putu Oka dikutuk menjadi seekor katak

Tegang, ketika negeri menginjak dilanda musim kemarau, ayanhanda perawan terkena kelainan, dan katak yang idak dapat diemukan

Suka, ketika putri sudah berubah menjadi baik hati, pangeran dan gadis menjadi antitesis, kutukan katak menguap

Silsilah

Memulur, karena membualkan keadaan masa lepas di lahan Bali.

Gaya Bahasa

Kecondongan bahasa yang digunakan adalah Bahasa Indonesia yang terlambat serta mudah dipahami oleh pembaca. Akhiran prolog dengan puisi aa-bb.

Penokohan

Pageran Putu Oka

Putri Putu Ayu

Kaisar tanah Bali/ayahanda Putri Ayu

Rangda

Perawan Putri Putu Ayu

Pangeran Katak

Penduduk Tanah Bali

Butir-butir

Jadilah seseorang yang bijaksana, rela berkorban dan mementingkan kepentingan orang banyak.

Jangan jadi seseorang nan selalu arwah bermewah-makmur sampai lupa puas si Perakit

HIndari perilaku manja, sombong, dan senang mencampakkan.

Arti Buku

Buku ini memperalat bahasa indonsia yang mudah dipahami, sehingga pembaca dari berbagai lingkaran semangat dapat dengan mudah memahami isi berusul narasi tersebut. Selain itu, disertakan kembali ilustrasi rangka sehingga bisa lebih menarik untuk dibaca

Kekeringan Anak kunci

Setting tempat yang tekor dijelaskan kian mendetail

Budi dari pelopor Rangda yang invalid jelas.

untuk kamil tidak bacaan bikin membuat resesi boleh kunjungi disini

Source: https://serpihanopini.wordpress.com/2018/09/05/kumpulan-resensi-buku/