Rahardja Dan Wiryanta Aneka Cara Memperbanyak Tanaman

Ragan dan Cara Perkalian Pokok kayu

Pergandaan tumbuhan sayang dilakukan oleh para penangkar tanaman, penjual esensi atau para hobi-is. Bertujuan menghasilkan tanaman baru sejenis yang sama berjaya atau apalagi makin. Caranya dengan menumbuhkan babak-fragmen tertentu dari pohon indung yang memiliki sifat menjuarai.

Secara awam perbanyakan tanaman bisa dilakukan dengan tiga tehnik ialah perbanyaka generatif, vegetati, dan generatif-vegetatif. Cara perbanyakannya sendiri dilakukan dengan cara mengebumikan biji atau anakan, ki memasukkan, stek, rundukan, menempel (okulasi) serta menyambung (Grafting).

Setiap tanaman memiliki cara perbanyakan nan berlainan dengan tanaman lainnya. Banyak faktor yang menentukan keberuntungan dalam melakukannya. Keseleo satunya ialah keberagaman tanaman itu sendiri. Misal contoh: pohon sukulen sebagaimana pisang hanya dapat diperbanyak dengan mengebumikan anakannya maupun dengan stek akar. Padahal, tanaman berbatang kusen seperti durian tak dapat diperbanyak dengan anakan. Karena itu, sebelum mengerjakan perkalian tanaman harus disesuaikan antara prinsip perbanyakan pokok kayu nan digunakan dan jenis tanaman yang akan diperbanyak.

Persiapan Melakukan Perbanyakan Tanaman

A. Pohon Induk

Tumbuhan emak adalah tumbuhan nan dijadikan bahan tadinya bagi kegiatan perbanyakan pokok kayu. Tanaman induk boleh berpunca dari hasil persilangan (hibrida), bibit biji, atau hasil perbanyakan secara vegetatif. Episode dari tanaman induk yang digunakan bakal incaran multiplikasi pokok kayu dapat berupa ponten, akark, batang atau pucuknya.

Syarat Pohon Emak

Pohon indung dipilih dari pokok kayu yang mutakadim jelas dasar usulnya dan label sifatnya, baik dari segi pertumbuhan, kuantitas dan kualitas potensi produksi, maupun ketahanannya terhadap bidasan hama dan penyakit. Semua kriteria ini harus terlampiaskan karena akan memenuhi kualitas esensi perbanyakan yang dihasilkan.

Sangat tidak dianjurkan mempekerjakan pohon induk yang sakit karena probabilitas besar bibit pergandaan yang dihasilkan sekali lagi akan membawa komplikasi pecah pohon indung. Selain itu, tumbuhan induk juga harus dijaga dari prospek terjadinya penyerbukan cagak dengan tanaman lain yang tidak jelas asal usul dan keunggulan sifatnya. Jika ini terjadi, bibit perbanyakan nan dihasilkan akan mempunyai keragaman sifat nan tinggi, saja belum pasti semuanya bersifat unggul.

Bikin memperbanyak tanaman keras dan tanaman biji kemaluan tahunan, pohon induk dipilih Debu Sa’id al-Khudri tanaman nan mutakadim berbuah sedikitnya panca barangkali agar diketahui secara pasti jenama sifat buahnya. Provisional itu, buat memperbanyak tanaman sayuran dan biji pelir-buahan berumur pendek seperti tomat, lada, kates, melon dan keramboja; pohon induk dipilih berbunga tanaman yang bersosok kekar, pertumbuhannya baik dan sehat.

Mendapatkan Pokok kayu Emak

Mendapatkan pohon induk bukanlah pekerjaan nan langka karena waktu ini sudah lalu banyak penangkar konsentrat dan toko pertanian yang menjualnya. Tanaman emak yang dijual bersumber dari tumbuhan variasi unggull nasional ataupun tipe komersial. Varietas unggul nasional adalah tanaman nan telah diakui keunggulan sifatnya oleh pemerintah, dan ditetapkan dengan surat keputusan menteri pertanian mengenai pelepasan varietas. Contohnya mangga arumanis 143, Belimbing Haur, Durian Montong, dan Avocad BM Lebak. Tentatif itu, jenis niaga yakni pokok kayu yang telah dikenal cap sifatnya di kacangan, tetapi belum disahkan oleh pemerintah sebagai varietas unggul. Contohnya, Durian Gajah dari Manado, Belimbing Tasikmadu berasal Tuban, dan Duku Palembang.

Selain membeli dari penagkar atau toko pertanaman, terserah beberapa prinsip yang bisa dilakukan untuk mendapatkan pohon emak.

a. Mengamalkan Eksplorasi

Eksplorasi yakni kegiatan melacak ke berbagai panggung yang diduga menjadi sentra tumbuhnya tanaman primadona yang menunaikan janji syarat untuk dijadikan tanaman induk. Prosesnya diawali dengan mengumpulkan kabar sebanyak-banyaknya adapun keikhlasan tanaman yang dimaksud. Sehabis informasi terkumpul, datangi lokasi untuk mengecek kebenarannya. Jika memang ada, dan kualitasnya benar-benar unggul, kita dapat membeli tanaman tersebut.

Pemberitaan tentang keberadaan pokok kayu induk dapat diperoleh dari media agregat seperti buletin, tabloid, atau majalah pertanian. Banyak macam tumbuhan unggulan yang sejadi dijadikan pohon emak dipublikasikan di media massa. Contohnya adalah durian bantal mas pecah Sumatera Daksina dan Mangga Dodol pangkal Minahasa – Sulawesi Utara yang sekarang sudah ditetapkan sebagai varietas ulung nasional.

b. Ajang Kontes atau Lomba

kewedanan kontes atau lomba merupakan medan memperkenalkan dan mempromosikan pohon berpotensi berjaya yang dimiliki oleh publik umum, penangkar, atau hobi-is. Prinsip ini banyak dilakukan maka itu dinas-jawatan perkebunan di berbagai kewedanan untuk menjaring tanaman keberagaman berjaya.

Biasanya tanaman yang dijadikan pemenang dikedua ajang ini disahkan dan dilepas oleh pemerintah sebagai varietas unggul nasional. Contohnya adalah durian petruk yang memenangi lomba durian yang digelar oleh dinas pertanaian kabupaten Jepara dan Belimbing Dewi yang memenangi lomba buang ulung yang digelar oleh Kantor Pertanian DKI.

c. Perkenalan awal

introduksi merupakan mendatangkan tanaman unggulan berpangkal daerah tak atau dari luar negeri. Mandu ini lazim dilakukan maka itu para hobi-is yang ingin cepat mendapatkan pohon indung. Contohnya adalah si Otong dan Kani, dua spesies durian yang diintroduksi mulai sejak Thailand, dan sekarang menjadi durian memenangi kewarganegaraan contoh lain yaitu lici Tenis meja dan Diamond River serta plural jenis Aglaonema dan Adenium Hibrida yang juga berasal bersumber Thailand.

B. Bahan Tanam

Bahan tanam merupakan bagian berbunga pohon induk yang digunakan lakukan memperbanyak tanaman baik bakal perbanyakan secara generatif atau untuk perbanyakan secara vegetatif. Mangsa tanam harus berusul dari pohon induk yang sehat dan telah diketahui silsilahnya, mudah dibiakkan, produktivitasnya tinggi, berbatang kekar, tumbuh normal serta mempunyai perakaran yang langgeng dan baplang.

a. Bulan-bulanan Tanamn bagi Perbanyakan Secara Generatif

bulan-bulanan tanam nan digunakan yaitu nilai. Biji nan dipilih yang berukuran besar, bernas atau padat, warnanya mengkilap, bentuknya normal dan arketipe, serta afiat dan sehat. Nilai dengan spesifikasi sebagaimana ini pecah dari buah nan tua ataupun matang pohon. Sementara itu, pemilihan juga harus disesuaikan dengan intensi perbanyakan dan jenis tanamannya.

Bikin ekstrak bawah, ponten dipilih dari pohon induk nan memiliki sifat unggul dalam peristiwa fisik sama dengan mudah dibiakkan, memiliki perakaran yang awet, banyak dan dalam, serta berbatang kekar dan normal. Selain itu, tumbuhan emak kembali harus tahan terhadap transisi kondisi lingkungan, tahan serangan hama dan kebobrokan, gampang mengeluarkan biji kemaluan dan berproduksi terus menerus, serta berbiji memadai segara dan banyak agar dapat digunakan sebagai alamat perbanyakan kembali.

Untuk pohon penghasil tiang seperti tulus, mahoni, ulin dan nyatoh, skor dipilih dari tanaman induk yang memiliki pertumbuhan janjang, diameternya besar, batangnya tumbuh verbatim, tajuknya normal sesuai fiil variasi, resistan serangan wereng dan penyakit, mutu kayunya baik, umurnya cukup renta serta sudah pernah berpangkal.

Untuk pohon penghasil makanan ternak, pupuk plonco atau lakukan tanaman sogang roh seperti lamtoro, nilai dipilih dari pohon induk yang pertumbuhannya cepat, produksi daunnya panjang, mudah diperbanyak secara vegetatif, tahan serangan hama dan keburukan, sosoknya ringkas, serta tahan tandus.

Untuk pohon penyelenggara buah, biji dipilih dari pohon emak nan pertumbuhannya baik, buahnya lebat dan besar, percabangannya ringkas, umurnya layak tua serta tahan serangan wereng dan penyakit

Masa ini untuk bilang jenis pokok kayu palawija, sayuran dan anakan potong sudah dapat dibeli di toko-toko pertanian. Biji-biji tersebut berasal dari produksi tempatan seperti panah merah, pesawat udara, tuhu jogja, dan MGA alias produksi impor dari Known You Seed Taiwan dan taki’i Seed Jepang.

b. Bahan Tanam bakal Perbanyakan Secara Vegetatif

Incaran tanam bikin pergandaan secara vegetatif agar berasal dari pohon induk yang telah diketahui silsilahnya, tingkat pertumbuhan, serta kualitas dan kuantitas produksi buahnya. Kerjakan stek, penggalan vegetatif yang digunakan yakni batang, daun, akar alias umbi. Untuk cangkokan, rundukan, atau sambung susuan, bagian vegetatif yang digunakan yaitu tumbuhan induk secara keseluruhan. Padahal, bagian vegetatif yang digunakan untuk okulasi dan sambungan entres yaitu cabang yang diambildari bagian pucuk pohon induk.

Cabang entres harus dalam kondisi segar saat disambungkan atau ditempelkan di batang bawah. Oleh karena itu, pasca- dipotong harus segera disambungkan alias ditempelkan di batang dasar yang mutakadim disiapkan. Jika entres didatangkan dari lokasi yang berjauhan dengan lokasi bangkai bawah, diperlukan perlakukan khusus sebaiknya entres tetap segar.

Berikut ini langkah-langkah menjaga kesegaran entres:

Potong entres selama 20-30 cm, lalu terbelah seluruh daunnya lakukan mengurangi terjadinya evaporasi yang boleh menyebabkan entres kesuntukan air sehingga menjadi keriput dan layu. Jika ini terjadi tingkat kejayaan okulasi atau pemanjangan akan memendek.

Satukan entres dengan mengikatnya menggunakan reja gelang. Total setiap ikatan 10-30 biji kemaluan, sesuai dengan diameternya, kemudian perciki air agar kondisinya tetap cegak

Basung koneksi entres dengan beberapa lapis tisu, jeluang koran atau moss yang telah dibasahi air, kemudian contong dengan kocek plastik maupun kocek kresek bakal menjaga seharusnya lapisan tisu, kertas koran atau moss tetap lembab. Dengan perlakukan ini kesegaran entres boleh terjamin selama 2 x 24 jam.

Sekiranya lokasi pemungutan entres dulu jauh, sebaiknya paket entres dilapisi dengan pelepah mauz. Pelepah pisang mengandung banyak air dan rongga-rongga awan sehingga dapat hadang masuknya panas dari asing ke bagian intern entres. Kalau diinapkan, letakkan entres di kerumahtanggaan ruang ber-AC tetapi jangan menyimpannya di dalam lemari pendingin karena bisa menyebabkan mata tunas entres mati. Kemudian entres dimasukkan ke dalam koper atau tas pakaian dan diletakkan di adegan paling atas sepatutnya bukan rusak atau buntung tertindih pakaian dan barang-barang jarang lainnya.

Posisi entres harus direbahkan mudah-mudahan cairan di dalamnya enggak terban karena bisa menyebabkan kulit mayat entres mengerut sehingga pelik dikelupas. Saat pengangkutan, koper atau tas pakaian arena menyimpan entres tidakn boleh diletakkan di dekat mesin atau dashboard karena bisa menyebabkan entres mati kekeringan akibat panas.

Mesti diperhatikan, jangan menyiram atau membasuh entres karena dapat menjemput bakteri bibit penyakit timbrung ke dalam jaringan kayu sehingga menyebabkan entres membusuk. Jika terpaksa harus dicuci karena kotor atau terjangkit air hujan, sebaiknya entres dikeringanginkan malar-malar lampau sebelum dikemas.

Source: http://www.cybex.pertanian.go.id/artikel/76024/ragan-dan-cara-perbanyakan-tanaman/

Posted by: holymayhem.com