Proses Cara Memupuk Tanaman Dengan Cara Disebar Pada Tanaman

METODE PEMUPUKAN Nan BAIK

Perabukan merupakan salah satu proses penting dalam budidaya pohon. Kenapa menjadi prosesi penting? Karena proses pemupukan akan tinggal menentukan kejayaan produksi tanaman tersebut. Selain harus mengetahui keberagaman-macam pupuk dan proses pengisapan pupuk, kita juga harus luang bagaimana cara mengaplikasikan jamur pada tanaman yang dibudidayakan sehingga proses tersebut menjadi lebih efektif dan efisien.

Pemupukan MELALUI AKAR TANAMAN

Pemupukan melalui akar tumbuhan bisa diartikan sebagai pemupukan yang diberikan kepada pokok kayu melampaui akar tunjang. Caranya tentu sudah jelas, yakni memuati tanah dengan zarah hara yang dibutuhkan maka dari itu pokok kayu supaya tanaman budidaya bersemi produktif dan memasrahkan hasil memuaskan. Pada umumnya pemberian pupuk menerobos akar susu dapat dilakukan secara disebar (boradcasting), ditempatkan diantara tentara, dan ditempatkan dalam lubang.


  1. Pemupukan dengan prinsip disebar (broadcasting)

Pemupukan dilakukan dengan cara meyebar cendawan secara merata pada lahan-tanah di sekitar perkebunan alias pada waktu pembajakan/penggaruan terakhir. Dilakakuna sehari sebelum tanam, kemudian diinjak-injak moga pupuk masuk ke kerumahtanggaan tanah. Bilang pertimbangan cak bagi menggunakan kaidah ini adalah:

  1. Tanaman ditanam pada jarak tanam yang rapat, baik teratur dalam barisan maupun tak teratur intern tentara,
  2. Tanaman memiliki akar tunjang yang dangkal atau berada erat dengan rataan persil,
  3. Tanah mempunyai kesuburan yang relatif baik,
  4. Pupuk yang dipakai cukup banyak maupun dosis permukaan tinggi,
  5. sendi larut kawul besar, karena bila daya larutnya abnormal maka yang terisap tanaman adv minim,
  6. Cara pemupukan ini biasanya digunakan untuk memupuk tumbuhan antah, kacang-kodian, dan tidak-tak yang mempunyai jarak tanam rapat. Kerugian cara ini yakni merangsang pertumbuhan rumput pengganggu/gulma dan kemungkinan pengikatan anasir hara tertentu makanya lahan lebih pangkat.

  1. Pemupukan dengan cara ditempatkan di antara larikan/barisan

Perabukan dilakukan dengan kaidah menaburkan pupuk di antara larikan tanaman dan kemudian ditutup pula dengan tanah. Untuk pokok kayu tahunan, ditaburkan melingkari tanaman dengan jarak tegak lurus dengan daun terjauh (tajuk daun) dan kemudian ditutup kembali dengan petak.

Cara ini dilakukan dengan pertimbangan-pertimbangan sebagai berikut:

  1. Pupuk yang digunakan relatif cacat,
  2. jarak tanam antar tanaman yang dipupuk pas rumpil dan jarak antara barisan perladangan cukup jarang,
  3. kesuburan tanah invalid,
  4. tumbuhan dengan perkembangan akar tunjang yang sedikit,
  5. bikin kapling tegalan atau darat.

    3. Perabukan dengan cara ditempatkan kerumahtanggaan lubang

Fertilisasi dilakukan dengan mandu cendawan dibenamkan ke n domestik korok di samping batang sedalam kurang bertambah 10 cm dan ditutup dengan tanah. Untuk tanaman tahunan, pupuk dibenamkan ke kerumahtanggaan lubang rabuk yang melingkari tanaman dengan jarak berdiri lurus dengan daun terjauh (tajuk daun) dan ditutup pula dengan tanah. Cara ini dilakukan dengan pertimbangan sama dengan fertilisasi pendirian larikan/legiun.

Perabukan MELALUI PENYEMPROTAN Patera TANAMAN (Spraying)

Pemupukan dengan cara pemyemprotan memperalat pupuk yang dilarutkan dalam air dengan pemusatan habis rendah kemudian disemprotkan langsung kepada daun dengan alat penyemprot jamak (hand sprayer). Pada lahan nan luas dapat menggunakan pesawat panik.

Sebelum melakukan penyemprotan, suka-suka beberapa hal yang harus diketahui lewat, adalah:

  1. Pemfokusan larutan pupuk yang dibuat harus habis kurang alias mengimak petunjuk dalam buntelan pupuk. Jangan berlebihan! Lebih baik sedikit daripada jebah. Jikalau konsentrasinya kian abnormal berasal anjuran maka untuk mengimbanginya frekuensi fertilisasi bisa diperbanyak, misalnya dianjurkan 10 hari bisa dipercepat bintang sartan sepekan sekali.
  2. Pupuk daun disemprotkan ke adegan daun nan memfokus ke sumber akar karena mulut daun (stomata) galibnya menghadap ke asal atau bagain punggung daun.
  3. Cendawan hendaknya disemprotkan ketika matahari tidak sedang terik-teriknya. Paling ideal dilakukan sore atau pagi masa persis saat mentari belum begitu menyengat. Seandainya dipaksakan juga menyemprot ketika panas, pupuk patera itu banyak menghilang daripada diserap oleh daun.
  4. Pemancaran pupuk daun jangan dilaksanakan menjelang musim hujan. Karena beresiko pupuk patera akan suntuk tercuci oleh air hujan. Terlebih lagi pron bila hujan sedemikian itu stomata sedang menyelimuti.
  5. Biasakanlah untuk mendaras keterangan yang suka-suka puas bungkusan baja.

Ditulis Oleh:  Bartolomeus Bunga P.   THL-TBPP pada BPP Buntao’ Kab. Toraja Utara

Sumber : https://digital-meter-indonesia.com/metode-pemupukan-yang-baik/

Source: http://cybex.pertanian.go.id/mobile/artikel/95253/METODE-PEMUPUKAN-YANG-BAIK/

Posted by: holymayhem.com