Prosedur Sertifikasi Bibit Tanaman Sayuran

A. Pendahuluan

      1. Bidang Pantat

Persyaratan dan penyelenggaraan pendirian sertifikasi mani bina pohon pangan ini ialah pedoman sertifikasi secara umum, dan sekaligus yakni tindak lanjut penerapan di lapangan terhadap takdir-ketentuan mengenai sertifikasi benih nan tertuang dalam peraturan manteri pertanian nomor 39/permentan/OT.140/8/2006.

      2. Maksud dan Tujuan

Bagaikan acuan untuk petugas pengontrol semen, produsen benih yang mendapatkan sertifikat sertifikasi system manajemen mutu dan penggubah mani yang mendapatkan arsip sertifikasi produk/mani dalam melaksanakan tugas operasional di pelan.

B. Pengertian

Kerumahtanggaan peraturan ini yang dimaksud dengan :

  1. Benih bina merupakan semen mulai sejak variasi unggul nan telah dilepas, yang produksi dan peredarannya diawasi.
  2. Benih tanman yang selanjutnya disebut benih adalah pohon maupun bagiannya nan digunakan bagi memperbanyak dan/alias mangambang biakkan tanaman.
  3. Benih bersertifikat adalah jauhar yang proses produksinya menerobos sertifikasi jauhar, sertifikasi system penyelenggaraan mutiara dan/atau sertifikasi produk.
  4. Sertifikasi benih yaitu proses rahmat sertifikat benih tanaman setelah melewati sensor lapangan dan atau pengujian, sensor serta menepati semua persyaratan dan standar benih bina.
  5. Serifikat benih bina adalah pertinggal yang menyatkan kesesuaian antara hasil kegiatan sertifikasi sperma bina dengan persyaratan dan barometer dur mani bina
  6. Kreator semen bina adalah perorangan badan hokum atu instansi pemerintah yang melakukan proses produksi benih bina
  7. Varietas adalah bagin terbit satu jenis nan ditandai maka itu bentuk tanman, pertumbuhan, daun, bunga, buah, biji dan sifat-sifat lain yang dapat dibedakan dalam varietas yang sama.
  8. Diversifikasi lain ialah tanaman atau bei yang dapat dibedakan dari varietas yang sedang diperiksa, doang tidak terjadwal macam yang ialah resan-adat berusul varietas itu sebagaimana nan telah ditetapkan dalam diskripsi
  9. Benih penjenis (Breeder Seed)
    yaitu benih yang diproduksi dibawah pengawsan pemulia nan bersangkutan dengan prosedur seremonial yang menetapi sertifikasi system mutu sehingga tingkat orisinalitas genetic varietas (true-to-type) terpelihara dengan model.
  10. Benih asal ialah keturunan pertama semenjak mani penjenis nan memenuhi tolok loklok kelas benih dasar.
  11. Benih pokok merupakan keturunan pertama dari benih dasar atau mani penjenis nan menunaikan janji standar mutu kelas benlh gerendel.
  12. Benih sebar adalah keturunan purwa pecah benih pokok, banih dasar/benih penjenis.
  13. Alur adalah kelompok tanaman yang telah seragam.
  14. Sensor lapangan system checkplot adalah suatu evaluasi keaslian dan keotentikan varietas dengan menanam semen varietas tersebut dan membandingkannya dangan tanaman model benih otentik.


C. Penyelenggaraan sertifikasi

1.  Sertifikasi melampaui pengawsan perladangan dan/maupun uji laboratorium

  • Perunding sertifikasi mani ialah bani adam / bdan syariat atau instansi pemerintah yang ingin memproduksi benih bina, terdaftar/atau mempunyai ijin memproduksi benih dari bupati/walikota.
  1. Apabila pemohon adalah orng/raga hukum, maka benih tersebut disertifikasi atas nama orang/jasmani syariat nan menandatangani permohonan sertifikasi
  2. Apabila penawar sertifikasi berjumlah 2 orang atau lebih maka permohonan dapat ditandatangni oleh suatu orang atas nama seluruhnya atau maka dari itu setiap pelelang sesuai perjanjian kerja samanya
  • Apabila pemohon memproduksi benih secara kontrak dengan pihak bukan, dan ternyata pemohon tidak bermaksud meneruskan permohnan sertifikasi, maka pihak bukan (kontraktor) tersebut boleh melanjutkan aplikasi sertifikasi atas namanya sejauh tidak diatur secara bukan privat kontrak yang berkepentingan
  • Apabila obat karena sesuatu kejadian akan mengalihkanatau tidak dapat menyinambungkan permohonan sertifikasinya, pihak lain dapat melanjutkan permohonan sertifikasi atas namanya, sepanjang disepakati oleh kedua belah pihak dan dilaporkan kepada instansi kreator sertifikasi yang bersangkutan

2.   Aplikasi Sertifikasi

  • Diajukan makanya pemohon kepada instansi penyelenggara sertifikasi semen setempat
  • Semata-mata dapat diajukan maka dari itu produsen yang memenuhi syarat
  1. Menguasai kapling nan akan digunakan untuk memproduksi sperma
  2. Punya atau menuasai benih simber
  3. Mampu memelihara dan mengatur lahan pertanamannya
  4. Memakai petunjuk yang diberikan oleh penyelenggara sertifikasi beni sesuai dengan ketentuan yang dolan
  5. Mempunyia fasilitas sesuai dengan macam tanaman nan diusahakan
  6. Bersedia menggaji biaya pengawasan lapangan dan pengujian semen sesuai dengan garis hidup nan berlaku
  • Diajukan kepada penyelenggara sertifikasi semen paling kecil lambat 10 tahun sebelum tabur dan mengisi formulir permohonan sertifikasi yang mutakadim ditentukan
  • Satu formulir permohonan sertifikasi sekadar berlaku buat satu unit sertifikasi yaitu terdiri dari a keberagaman dan 1 kelas semen dalam satu keasatuan lahan (lot)
  • Dilampiri :
  1. Nama mani sendang yang akan ditanam
  2. Sket peta lapangan
  • Pemeriksaan Dokumen

Pengawasan kebenaran dokumen dilakukan sebelum benih disebar, untuk mendapatkan kepastian bahwa data yang diberikan benar-benar sesuai dengan kejadian dilapangan

  • Pemeriksaan Pertanaman
  1. Cak bagi mendapatkan kepastian bahwa yang akan dihasilkan dari pertanaman tersebut yakni bersusila terdiri mulai sejak varietas yang dimaksud dan tidak terbaur setakat batas ketegaran
  2. Perakit harus nyampaikan tuntutan sensor perkebunan selambat-lambatnya satu minggu sebelum pemariksaan kepada penyelenggara sertifikasi
  3. Pemeriksaan lapangan dilakukan maka itu PBT
  4. Sebelum sensor dilakukan, produsen harus menerangkan CVL, keberagaman simpang, tumbuhan yang terserang wereng, dan rerumputan
  5. Dilakukan pada fase-fase pertumbuhan tertentudari tanaman yang bersangkutan
  6. Apabila ternyata dalam pengawasan bukan menepati standar yang bermain, maka sertifikasi tidak bias dilanjutkan
  7. Embaran pemeriksaan pertanaman dibuat oleh Pengawas Semen Tumbuhan dan disampaikan kepada produsen paling lambat 5 (lima) perian kerja selepas selesai penapisan
  • Pemeriksaan alat panen
  1. Produsen harus mengajukan permohonan lakukan pemeriksaan tersebut selambat-lambatnya 1 minggu sebelum panen/digunakan
  2. Akomodasi penyimpanan serta peralatan yang akan dipakai cak bagi tanam, panen, penggarapan, pengeringan dan atau peralatan lainnya harus dibersihkan
  3. Dilakukan maka dari itu Pengawas Jauhar Tanaman
  • Pengawasan jauhar kapan panen dan proses pengolahan
  1. Pengawasan dilakukan makanya Inspektur Benih plong saat-saat tertentu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu
  2. Sperma harus disimpan kerumahtanggaan tempat dengan kondisi yang sesuai serta arus peledak terjamin
  3. Semua mani bersertifikat harus dimasukkan ataupun diletakkan pada medan yang bersih
  4. Identitas kerumunan benih seperti jenis/macam, nomor gerombolan, asal tanah lapang atau blok, harus ada dan terpelihara setiap sama
  5. Penyusunan tempat
  6. Wadah diatur sedimikian rupa sehingga jumlahnya dapat dihitung dengan tepat dan setiap medan benih memiliki klesempatan yang setinggi untuk diambil sempurna benihnya serta contohnya dapat diambiol dengan mudah
  • Pengambilan hipotetis sperma
  1. Contoh mani untuk pengujian laboratorium sahaja dapat diambil dari kelompok benih nan memori pembentukan kelompoknya jelas, diberi identitas jelas dan seragam mutunya
  2. Jumlah/beratnya satu kelompok benih untuk masing-masing jenis/varietas lain lebih dari ketentuan yang dolan
  3. Transendental benih mulai sejak suatu kerumunan benih akan diambil oleh petugas.
  4. Cara pengmbilan contoh benih, jumlah alias berat contoh dan perabot pengambilannya harus sesuai dengan pedoman nan berlaku
  5. Model semen yang sudah lalu disampaikan ke Labratorium enggak dapat diambil kembali
  6. Pemungutan contoh mani ulangan

Bersumber setiap kerumunan benih hanya diambil satu contoh benih lumrah, kecuali kerumahtanggaan situasi-hal tertentu dapat diambiol konseptual ulangan. Bagi benih yang berbentuk kredit hal-situasi tertentu tersebut adalah apabila:

  1. Suatu kerubungan jauhar tidak memenui kriteria puas pengujian pertama karena tercampur sperma tanaman lainnya
  2. Pada pengujain pertama ternyata kadar airnya enggak menunaikan janji standar
  3. Pada pengujian mula-mula ternyata gerendel tumbuhnya tidak memenuhi standar
  1. N domestik setiap pengujian ulangan, hasil pengujian keladak dari setiap kelompok benih merupakan hasil pengujian konvensional yang menetukan dipenuhi/tidaknya tolok sertifikasi. Data dari pengujian keladak ini akan dipakai misal dasar pada pengisian data label atau sertifikat
  2. Apabila suatu kerubungan benih asal dibagi menjadi beberapa kelompok benih, masing-masing kelompok sperma harus diuji lengkap bagi sertifikasi
  3. Apabila beberapa kelompok benih berbunga varietas yang sama dicampur menjadi 1 kelompok mani, percampuran tersebut hrus memakai alat/pengaduk yang memenuhi syarat. Apabila berbeda kelas maka kelompok tersebut dijadikan kelas jauhar yang rendah dan tanggal pengetaman mencerca tanggal panen secepat-cepatnya untuk menjadwalkan batas masa berlaku label
  1. Pemberian Tindasan Semen
    1. Takrif adapun pemeriksaan tersebut, dibuat internal tulangtulangan yang ditetapkan
    2. Suatu kelompok benih nan memenuhi semua persyaratan lega swtiap hierarki penapisan akan dikeluarkan suatu laoran lengkap hasil pengujian sperma bina yang merupakan benih sertifikat bikin kelompok benih yang bersangkutan
    3. Benih yang tidak menepati barometer bagi suatu kelas bawah jauhar tertentu, hanya masih menetapi standar untukkelas mani yang lebih invalid, kelas benihnyta boleh disesuaikan dengan kelas mani yang dicapai, atas dasar tuntutan produsen yang bersangkutan
    4. Untuk benih bersertifikat yang tidak melintasi proses pengujian makmal, sertifikat benih bina juga dapat berasal semenjak penggabungan dari beberpa blok yang berbeda terlepas panennya tidak lebih berpokok 5 hari
  2. Pemasangan merek dan Segel
    1. Jenama dan/ataupun keunggulan harus dipasang pasa tiap-tiap bekas benih maupun dengan cara lain yang disetujui penggarap sertifikasi yang mudah dilihat dan tidak mudah rusak
    2. Pemasangan tera dilakukan oleh penggubah benih, dibawah pengawasan Pengawas Benih
    3. Produsen benih mengajukan permintaan nomor cuaca pengadaan label benih bersertifikat dan/atau label kepada pembentuk sertifikasi sehabis laporan lengkap hasil pengujian jauhar suatu klompok benih diterimanya
  1. Pelabelan Ulang
    1. Semen bersertidfikat yang telah membidik alias habis hari edarnya apabila akan diedarkan kembali harus dilakukan pengujian dan pelabelan ulang
    2. Pelaksanaan pengujian dan pelabelan ulang bisa dilakukan paling lambat dalam paser perian 14 hari sebelum kedaluwarsa edar
    3. Pengujian dan pelabelan ulang bisa dilakukan terhadap benih produksi internal kewedanan atau penyerahan dari Negara bukan oleh pereka cipta/pengedar benih
    4. Produsen tau pengedar benih harus menuliskan data dur berdasarkan hasil pengujian baru pada logo ulangan
    5. Label ulangan disediakan makanya tuan benih dan dibubuhi pengenalan-perkenalan awal “LABEL ULANGAN” atau disingkat “LU” (kode LU)
    6. Label lama dapat dilepas atau tegar dipasang disisi cap baru
    7. Pelabelan ulang dapat dilakukan secara berkala dengan mencela kondisi benih
    8. Msa berlaku merek LU maksimum setengah dari masa berlaku label bikin sertifikat mani pertama kali
  1. Biaya sertifikasi benih

Buat pelaksanaan sertfikasi benih atau pelabelan ulang cak bagi memperpanjang penghabisan masa edar benih produsen / pengedar benih dipungut biaya yang besarnya maupun cara pembayarannya ditetapkan menurut qada dan qadar nan berlaku

Source: https://jogjabenih.jogjaprov.go.id/read/8f4bf587693ea6a3819cb39d9d17bc8c46183684aeb1c8585ab53dcf827a0db01917

Posted by: holymayhem.com