Proposal Penelitian Tanaman Sayur Kol


BAB I




PENDAHULUAN




1.1.



Permukaan Belakang



Kol bunga yakni tumbuhan yang termasuk dalam kelompok botrytis pecah varietas Brassica oleracea (suku Brassicaceae). Perumpamaan sayuran, tumbuhan ini formal dikenal sebagai kembang kubis yang merupakan tafsiran harafiah dari bahasa Belanda bloemkool. (anaktptph-agriculture.blogspot.com.2014)


Kol bunga berbentuk mirip dengan brokoli. Perbedannya, kol anak uang memiliki kepala bunga yang banyak dan teratur dengan padat. Sahaja “kepala” kembang kol yang seremonial dimakan (dalam literatur bertata cara Inggris disebut white curd). Lega dasar kepala tersebut terwalak daun-daun yunior yang tebal dan tersusun rapat. Kubis rente kembali mirip dengan kol romanesco.


Kembang kol merupakan sumber vitamin dan mineral dan rata-rata dimakan dengan dimasak terlebih adv amat, sungguhpun dapat pula dimakan mentah maupun dijadikan acar.


Menurut Departemen Pertanian Amerika Kawan (USDA), secangkir kembang kol bau kencur dapat memasok 77% gizi C dari “Konseptual Konsumsi Alat pencernaan” (Dietary Reference Intake) bagi khalayak dewasa. Kembang kubis juga merupakan sumber bermanfaat zat putih telur, tiamin, riboflavin, niasin, zat kapur, besi, magnesium, fosfor, dan zink, serta sangat baik sebagai sumber serat makanan, vitamin B6, asam folat, asam pantotenat, dan potasium. Sayur ini mengandung abnormal gurih jenuh, dan sangat terbatas kolesterol (tekor berasal 1 g tiap-tiap kg).


Sebagaimana kubis-kubisan yang tak, kembang kol mengandung zat antigizi pula (goiterogen, “penyemangat kembung”) sehingga perlu dipertimbangkan pembatasan konsumsinya.


Kubis anakan ialah tumbuhan semusim dengan daur nyawa berlangsung minimum catur bulan dan maksimal setahun, tergantung tipenya, tipe summer/spring alias tipe winter (lihat vernalisasi)



1.2.



Manfaat dan Tujuan




a.



Manfaat



Kerumahtanggaan proses budidaya ini pada khususnya mahasiswa akan mengetahui bagaimana proses budidaya pokok kayu sayuran bunga/buah plong umunya dan boleh menemukan teknologi baru berasal budidaya tersebut.



b.



Tujuan



1.

Kerjakan mengetahui pendirian budidaya tanaman kol rente maupun kubis bunga.


2.

Untuk melanggar informasi dalam budidaya pohon sayuran buah/bunga plong khususnya.


3.

Cak bagi mengerti rintangan-kendala/persoalan dalam teknik budidaya dan penyelesaiannya.



Gerbang II




TINJAUAN Teks




2.1.



Diskripsi Kembang Kol( Brassica oleracea var. botrytis L. subvar. cauliflora DC)



Kembang kol yaitu pohon sayur familiBrassicaceae (jenis kol dengan anakan putih kecil) riil pohon berbatang kepala dingin. Kembang Kol dari mulai sejak bahasa Belanda Bloemkool nan berharga “tunas”. Kembang Kol tergolong ke dalam anak bini kubis-kubisan dan tertulis sayuran nan tidak tahan terhadap udara seronok. Daerah n baruh tinggi (pegunungan) adalah kunci budidaya kubis anak uang. Gerendel Produksi tanaman ini terletak di Jawa Barat yakni di Dataran, Cisarua, Cibodas. Saja momen ini kembang anakan kol mulai ditanam di sentra-sentra sayuran lainnya sebagai halnya Bukit Janjang (Sumatera Barat), Pangalengan, Maja dan Garut (Jawa Barat), Kopeng (Jawa Tengah) dan Bedugul (Bali).


Klasifikasi botani pokok kayu kembang kol merupakan seumpama berikut:


Kingdom                        : Plantae (Tumbuhan)


Super Divisi       :Spermatophyta (Menghasilkan biji)


Divisi                  :Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)


Kelas                  :Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)


Sub Kelas          :Dilleniidae



Ordo                  :Capparales



Famili                 :Brassicaceae(suku sawi-sawian)


Genus                :Brassica



Spesies              :Brassica oleracea var. botrytis





Brassica oleracea varitas botrytis terdiri atas 2 subvaritas yaitu cauliflora DC. yang kita kenal bagaikan kembang kol kalis dan cymosa Lamn. nan berbunga mentah dan tersohor umpama brokoli. Penentuan kultivar bersendikan ukuran, kemampatan dan warna massa anakan.



Kultivar lokal ialah kultivar Cirateun yang banyak ditanam di Lembang, sedangkan kultivar pembukaan yakni kultivar Farmers Early No 2 (umur penuaian 63 hari) dan Fengshan Extra Early (semangat pengetaman 59 waktu) asal Taiwan untuk n baruh sedikit sampai medium, Snown Crown radiks Jepang bikin legok madya dan legok tinggi serta Tropical Early asal jepang lakukan dataran rendah.



2.2.



Syarat Bersemi Kembang Kol (Brassica oleracea var. botrytis L. subvar. cauliflora DC)




1.



Iklim



a.

Kol bunga ialah tanaman sayuran yang berasal berpunca daerah sub tropis. Di tempat itu kisaran temperatur untuk pertumbuhan kubis rente merupakan minimum 15.5-18 derajat C dan maksimum 24 derajat C


b.

Kelembaban optimum bagi tanaman blumkol antara 80-90%.


c.

Dengan diciptakannya kultivar baru yang kian tahan terhadap suhu tahapan, budidaya tanamankubis anak uang pun dapat dilakukan di n baruh rendah (0-200 m dpl) dan menengah (200-700 m dpl). Di lembang rendah, temperatur malam yang terlalu rendah menyebabkan terjadinya sedikit penundaan dalam pembentukan rente dan semangat panen yang lebih tingkatan.



2.



Media Tanam



a.

Tanah tanah pekat berpasir kian baik lakukan budidaya kol bunga ketimbang tanah berliat. Tetapi tanaman ini toleran pada tanah berpasir atau liat berpasir.


b.

Kemasaman tanah yang baik antara 5,5-6,5 dengan pengairan dan drainase yang layak.


c.

Tanah harus berlambak, gembur dan mengandung banyak bahan organik. Tanah tidak boleh kesuntukan magnesium (Mg), molibdenum (Mo) dan Boron (Bo) kacuali jika ketiga unsur hara mikro tersebut ditambahkan dari rabuk.


d.

Pengapuran belaka dilakukan jika pH lahan lebih rendah dari 5,5 dengan dosis kapur yang sesuai dengan nilai pH tanah semata-mata umumnya berkisar antara 1-2 ton/ha internal bentuk kalsit atau dolomit. Kapur dicampurkan merata dengan tanah kapan pembuatan bedengan.



3.



Ketinggian Kancah



Tanaman kol dapat tumbuh optimal pada ketinggian 200-2000 m dpl. Cak bagi varietas dataran jenjang, boleh bersemi baik puas ketinggian 1000-2000 m dpl.



2.3.



Budidaya Kembang Kol (Brassica oleracea var. botrytis L. subvar. cauliflora DC)




1.



Penggarapan tanah



Pengolahan lahan adalah kegiatan mengolah kapling untuk menciptakan media tanam yang sesuai dengan kondisi lingkungan, terutama sifat fisik petak yang dikehendaki oleh tanaman untuk tumbuh dan berkembang.


Purwa lahan dibajak sedalam 20-30 cm dengan traktor atau luku tradisional, setelah dibajak, tanah dibiarkan selama 5-7 hari agar bongkahan-bongkahan akibat pembajakan, berkat cukup  gembur dan terang matahari secara langsung sehingga majemuk macam pathogen tanah mati. Selain itu zat-zat racun yang bakir di internal tanah pupus atau teroksidasi, sehingga lain membahayakan pokok kayu yang hendak dibudidayakan. Penggodokan selanjutnya, tanah diratakan  serempak pecahan-bongkahan dihancurkan dengan cangkul, lalu dibiarkan selama 7 hari kiranya tanah menjadi kering. Setelah itu, dicangkul lagi kiranya diperoleh struktur yang gembur.



2.



Pembuatan bedengan



Ada dua faktor penting nan harus diperhatikan dalam mewujudkan bedengan, adalah ukuran dan arah bedengan.


1)

Ukuran bedengan


Bedengan perumpamaan palagan penanaman, sebaiknya dibuat dengan tumpul pisau 90-120 cm. tahapan bedengan disesuaikan dengan lahan setempat, sedang tingginya dibuat sekitar 30-50 cm, dengan kedalaman 20-30 cm.


2)

Arah bedengan


Sebelah bedengan berpengaruh terhadap penyebaran sinar syamsu keseluruh tanaman. Agar seluruh tanaman memperoleh pendar matahari secara merata, maka bedengan dibuat membujur arah Timur-Barat.



3.



Baja kandang



Bedengan yang telah ikhlas dari rumput diberi pupuk kandang sebanyak 15-20 ton tiap-tiap hektar yang ditaburkan dipermukaan bedengan secara merata. Setiap 1m2 petak memerlukan pupuk kandang sebanyak 1,5-2 kg.



4.



Persyaratan Jauhar (Seleksi Benih)



Benih yang baik harus memenuhi
syarat
 bagaikan berikut:


a)

Benih utuh, artinya lain luka atau enggak cacat.


b)

Benih harus bebas hama dan ki kesulitan.


c)

Benih harus polos, artinya tak terbaur dengan biji-poin maupun benih lain serta asli semenjak kotoran.


d)

Benih diambil bermula jenis yang berjaya atau stek yang sehat.


e)

Mempunyai daya kecambah 80% sehingga untuk suatu hektar kebun diperlukan 100-250 gram terampai sreg dimensi benih


f)

Benih yang baik akan tergenang bila direndam dalam air.



5.



Penyediaan Mani



Pengemasan mani dimaksudkan untuk memperkerap perkecambahan jauhar dan meningkatkan buku tahan tanaman terhadap gempuran kebobrokan. Prinsip-cara penyiapan ialah laksana berikut:


1)

Penyucihamaan semen, dengan merendam
benih
 dalam larutan fungisida dengan dosis nan dianjurkan ataupun dengan merendam benih dalam air panas 55 derajat C selama 15-30 menit.


2)

Penyeleksian benih, dengan merendam ponten intern air, dimana benih yang baik akan terendam.


3)

Berkubang benih selama ± 12 jam maupun setakat semen terpandang dari agar jauhar cepat berkecambah.


Semen harus disemai dan dibumbun sebelum dipindahtanam ke tanah lapang. Penyemaian dapat dilakukan di bedengan maupun simultan di bumbung (koker). Bumbung dapat dibuat dari patera pisang, kertas makanan berplastik atau polybag kecil.



6.



Teknik Penyemaian Jauhar



Situasi yang wajib diperhatikan dalam penentuan lokasi persemaian antara lain: (1) tanah tidak mengandung hama dan penyakit alias faktor-faktor enggak nan merugikan; (2) lokasi mendapat habuan penyinaran sinar matahari layak; dan (3) dekat dengan sumur



air
 bersih. Penyemaian dapat dilakukan dengan mandu misal berikut:



1)



Penyemaian di bedengan



Sebelum bedengan dibuat, lahan diolah sedalam 30 cm habis dibuat bedengan selebar 110-120 cm ki bertambah dari sisi utara ke daksina. Tambahkan ayakan pupuk kandang halus dan campurkan dengan lahan dengan neraca 1:2 atau 1:1. Bedengan dinaungi dengan naungan plastik, jerami maupun patera-daunan setinggi 1,25-1,50 m di sisi timur dan 0,8-1,0 m di jihat Barat. Penyemaian dapat dilakukan dengan dua cara, ialah disebar merata di atas bedengan atau disebar di dalam bala sedalam 0,2-1,0 cm. Prinsip mula-mula memerlukan benih nan lebih tekor daripada cara kedua. Sekitar 2 minggu pasca- semai, bibit dipindahkan ke n domestik bumbung. Torak bisa dibuat dari patera pisang maupun kertas berplastik dengan ukuran sengkang 4-5 cm dan tinggi 5 cm
 atau
 berupa polibag 7×10 cm nan punya dua gorong-gorong kecil di kedua sisi episode bawahnya.


Tabung diisi media senyawa ayakan jamur kandang matang dan tanah halus dengan perbandingan 1:2 ataupun 1:1. Keuntungannya adalah irit waktu, meres tanah semaian sempit dan jumlah benih persatuan luas banyak. Sedangkan kelemahannya adalah eksploitasi benih banyak, penyiangan gulma sukar, memerlukan sida-sida terampil terutama saat hijrah sari ke lahan.



2)



Penyemaian di torak (koker alias polybag)



Dengan pendirian ini, suatu per suatu semen dimasukkan ke privat bumbung yang dibuat dengan cara sebagai halnya di atas. Bumbung boleh terbuat dari daun pisang ataupun daun kelapa dengan ukuran diameter dan tinggi 5 cm atau dengan polybag boncel yang berdimensi 7-8 cm x 10 cm. Wahana penyemaian adalah fusi petak halus dengan serabut kandang (2:1) sebanyak 90%. Sebaiknya sarana semai disterilkan silam dengan mengkukus media semai pada guru udara 55-100 derajat C sepanjang 30-60 menit atau dengan menyiramkan cair formalin 4%, ditutup lembar plastik (24 jam), tinggal diangin-anginkan. Cara lain dengan sebaur media semai dengan zat fumigan Basamid-G (40-60 gram/m2) sedalam 10-15 cm, disiram air sebatas basah dan ditutup dengan lembaran plastik (5 hari), dahulu plastik dibuka, dan lahan diangin-anginkan (10-15 perian).



3)



Kombinasi mandu a) dan b).



Purwa semen disebar di persil persemain,
pasca-
 berumur 4-5 waktu (berdaun 3-4 helai), dipindahkan ke dalam bumbung.



4)



Penghijauan bertepatan.



Ialah dengan mengetanahkan b
enih l
angsung ke lahan. Kelebihannya yaitu musim, biaya dan tenaga lebih irit, sekadar kelemahannya ialah perawatan nan lebih intensif.


Persil persemaian bisa diganti dengan
boks
 persemaian dan dilakukan dengan cara sebagai berikut: (1) untuk medium terdiri berbunga tanah, kersik halus dan rabuk kandang (1:1:1); (2) lakukan kotak persemaian kusen (50-60 cm x 30-40 cm x 15-20 cm) dan lubangi pangkal kotak untuk drainase;(3) masukkan sedang kedalam kotak dengan tebalan 10-15 cm.



5)



Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian



a.

Pendirusan dilakukan setiap periode pada pagi dan senja musim tersangkut cuaca.


b.

Pengatur naungan persemaian dibuka setiap pagi setakat pemukul 10.00 dan senja mulai pemukul 15.00. Diluar hari diatas, binar matahari plus panas dan kurang menguntungkan bagi esensi.


c.

Penyiangan dilakukan terhadap pohon lain yang dianggap mengganggu pertumbuhan ekstrak, dilakukan dengan mencabutcabut rumput-rumput/gulma lainnya yang merecup disela-pelana tanaman sosi.


d.

Dilakukan fertilisasi enceran urea dengan konsentrasi 0,5 gram/liter dan penyemprotan pestisida 1/2 dosis jika diperlukan.


e.

Wereng yang mengupas skor nan belum tumbuh dan tanaman cukup umur ialah semut, siput, bekicot, ulat tritip, ulat pucuk, molusca dan cendawan. Sementara itu, penyakit adalah kelainan layu. Pencegahan dan penumpasan digunakan Insektisida dan fungisida seperti Furadan 3 G, Antrocol, Dithane, Hostathion dan tidak-lain.



6)



Evakuasi Bibit



Bibit dipindahtanam ke pelan setelah memiliki 3-4 helai


patera

 maupun asa-kira berumur 1 bulan.



7.



Teknik Penanaman




1)



Penentuan Pola Tumbuhan



Jarak tanam kubis anak uang ialah 50 x 50 cm bagi kultivar yang tajuknya melebar dan 45 x 65 cm cak bagi kultivar mengirik. Waktu tanam terbaik di ) pagi hari antara jam 06.00-09.00 wib ataupun sore waktu antara jam 15.00-17.00 wib.



2)



Cara Reboisasi



Pati di dalam silinder patera pisang ditanam langsung tanpa membuang bumbungnya. Seandainya digunakan bumbung kertas berplastik atau polibag, esensi dikeluarkan dengan cara membalikkan bumbung dan mengeluarkan bibit dengan diskriminatif minus destruktif akar. Satu pati di tanam di dalam gaung tanam dan segera disiram sampai tanah menjadi basah bersusila.



8.



Pelestarian




1)



Penyulaman



Jika ada tanaman yang rusak atau sepi, penyulaman dapat dilakukan sampai sebelum tanaman berumur taksir-kira 2 pekan.



2)



Penyiangan



Penyiangan yang bersamaan dengan penggemburan dilakukan serempak dengan fertilisasi susulan yaitu lega 7-10 perian setelah tanam (hst), 20 hst dan 30-35 hst. Penyiangan dan penggemburan harus dilaksanakan dengan selektif dan jangan terlalu intern agar tidak merusak akar kubis bunga yang cangkat. Pada penghabisan pertumbuhan vegetatif (memasuki masa berbunga) penyiangan dihentikan.



3)



Perempalan



Perempelan tunas simpang dilakukan seawal mungkin supaya ukuran dan kualitas agregat bunga yang terpelajar optimal. Segera selepas terdidik konglomerat bunga, daun-daun tua bangka diikat sedemikian rupa sehingga massa rente ternaungi bermula cahaya syamsu. Penyetopan ini berfungsi kerjakan mempertahankan dandan anakan supaya tetap putih.



4)



Pemupukan



Selama waktu pertumbuhan tumbuhan
diberi
rabuk susulan sebanyak 3 siapa.


a.

Pupuk susulan I diberikan 7-10 hst terdiri atas ZA 150 kg/ha, Urea 75 kg/ha, SP-36 150 kg/ha dan KCl 75 kg/ha di sekeliling tanaman sejauh 10-15 cm dari batangnya lalu ditimbun petak.


b.

Kawul susulan II diberikan 20 hst terdiri atas ZA 150 kg/ha, Urea 75 kg/ha, SP-36 75 kg/ha dan KCl 150 kg/ha di larikan sejauh 20 cm dari batangnya lalu ditimbun kapling.


c.

Pupuk susulan III diberikan 30-35 hst terdiri atas ZA 150 kg/ha, Urea 100 kg/ha, dan KCl 150 kg/ha di larikan sejauh 25 cm semenjak batangnya silam ditimbun petak. Bersamaan dengan cendawan susulan III tanaman disemprot dengan pupuk daun dengan Ufuk dan K tinggi.



5)



Pengairan dan Penyiraman



Pengairan dilakukan secara rutin di pagi atau sore hari. Pada musim kemarau penyiraman dilakukan 1-2 kali sehari terutama kapan tumbuhan berada plong fase pertumbuhan awal dan pembentukan bunga.



9.



Hama dan Penyakit




1)



Hama yang ada puas tanaman ini merupakan perumpamaan berikut:



a.

Ulat Plutella (Plutella xylostella L.)


Ulat yang berwarna plonco ini memakan bidang daun penggalan pangkal dengan memencilkan tulang-petiolus sehinggn daun berlubang.


b.

Ulat Croci (Crocidolomia binotalis Zeller)


Ulat berwarna hijau bergores punggung hijau mulai dewasa dan berwarna asfar di jihat perut. Akibat serangan belatung ini, agregat bunga atau patera disekelilingnya menjadi bolong-bolong.


c.

Belatung tanah (Agrotis ypsilon Hufn.)


Ulat mengaibkan tanama kubis dengan cara memotong noktah tumbuh atau pangkal bangkai tanaman sehingga tulang daun atau batang daun hidup dan layu terutama di siang hari.


d.

Kutu daun (Aphis brassicae)


Kutu daun menghisap cairan sel sehingga daun masak dan massa bunga berbintik-tutul kotor. Biasanya, kutu ini hidup berkelompok di permukan bawah daun atau pada massa rente. Terjangan yang hebat biasanya terjadi di musim kemarau.


e.

Ulat jengkal (Trichoplusiana sp.) dan ulat grayak (Spodoptera sp.)


Ulat jahitan berukuran 4 cm, plonco pucat kesi dan berpita merah remaja pada tiap sisi badannya sedangkan ulat grayak memiliki bintik-titik segitiga bercat hitam dan beruris-uris kekuning-kuningan pada sisinya. Keduanya menuding patera sreg tuarang sehingga daun kemungkus, bolong-bolong meninggalkan tulang daunnya semata-mata. Belatung grayak mencacat tanaman berombongan dalam satu gerombolan lautan.


Pengendalian hama dilakukan dengan prinsip terpadu: mengerjakan pergiliran tumbuhan dengan tanaman selain famili Cruciferae, menyebarkan bibit penyakit yang menjadi n partner alami dan menggunakan racun hama baik yang biologis maupun kimiawi.



2)



Komplikasi yang sering terjadi adalah andai berikut :



a.

Busuk hitam


Penyebab: bakteri Xanthomonas campestris Dows. Penyakit ini bersifat tular benih (seed born) nan mengkritik semua fase pertumbuhan kol bunga. Infeksi di tanah lapang melalui bekas gigitan serangga maupun luka. Gejala: terdapat bercak coklat kehitam-hitaman plong daun, batang, gagang cangkul, anak uang maupun massa bunga. Jenazah dan konglomerasi anakan menjadi busuk sehingga lain dapat dipanen.


b.

Rusak lunak


Penyebab: mikroba Erwinia carotovora Holland. Keburukan ini menyebabkan busuk kepala dingin pada pokok kayu di kebun dan pasca panen. Infeksi



terjadi

selepas busuk hitam melampaui luka pada radiks bunga yang hampir dipanen atau melalui akar yang ketaton. Gelaja: busuknya batang atau sumber akar bunga dengan seketika.


c.

Akar tunjang bengkak


Penyebab: baja Plasmodiophora brassicae Wor. Gejala: pokok kayu layu seperti mana kekeringan air dan cegak kembali di malam hari, lama-lama pertumbuhan tertangguh dan kerdil serta tidak bisa berpunca. Selain akar susu tanaman melembung terlihat sekali lagi ada bercak hitam di akar susu tersebut.


d.

Bercak hitam


Penyebab: jamur Alternaria sp. Penyakit tular benih ini menyerang daun dan babak pokok kayu lainnya. Gejala: daun menjadi berbercak coklat remaja atau tua bergaris konsentris. Pada akar, mayat dan tangkai terdapat bercak bergaris bercat kehitam-hitaman.


e.

Semai roboh (damping off)


Penyebab: kawul Rhizoctonia sp.
dan
Phytium sp. Penyakit ini biasanya mengecap persemaian menyebabkan busuknya bawah batang. Pengendalian: dapat dilakukan dengan mengerjakan pati yang bebas penyakit, mengairi mani di air panas (50 derajat C) atau di kerumahtanggaan fungisida/bakterisida sepanjang 15 menit, sanitasi ladang, rotasi pohon, menanam kultivar resistan penyakit, menghindari tanaman pecah kerusakan mekanis alias gigitan insekta, melakukan sterilisasi media semai atau petak ladang (khusus bikin akar tunggang nyonyor), pengapuran pada tanah masam dan mencabut tanaman yang telah terserang ki kesulitan.


Untuk mencegah ofensif hama dan penyakit, penyemprotan pestisida telah dilakukan walaupun belum ada gejala serangan. Penyemprotan dilakukan setiap 2 pekan.



10.



Panen




1)



Ciri dan Umur Penuaian



Pemanenan dilakukan saat komposit bunga menyentuh ukuran maksimal dan mampat. Umur pengetaman antara 55-100 tahun tergantung dari kultivar.



2)



Kaidah Panen



Seyogiannya pengetaman dilakukan di pagi atau petang hari dengan cara mencelah tangkai bunga bersama sebagian bangkai dan daunnya selama 25 cm.



3)



Perkiraan Produksi



Hasil panen per hektar antara 15-40 ton tersangkut dari kultivar, populasi tumbuhan dan pemeliharaan.



11.



Pascapanen




1)



Pengumpulan



Selepas bunga kol dipanen, hasil penuaian disimpan di tempat yang teduh kerjakan dilakukan sortasi.



2)



Penyaringan



Sortasi dilakukan berdasarkan diameter majikan anak uang yang dibagi menjadi 4 kelas yaitu > 30 cm, 25-30 cm, 20-25 cm dan 15-20 cm.



3)



Penyimpanan



Penyimpanan terbaik di pangsa gelap pada suhu 20 derajat C, kelembaban 75-85% atau kamar dingin dengan temperatur 4.4 derajat C dengan kelembaban 85-95%. Pada ruangan-ruangan tersebut kubis akan tetap segar sejauh 2-3 minggu.



4)



Pengemasan dan Pengiriman



Penyediaan dilakukan kerumahtanggaan peti tiang dengan kapasitas 25-30 kg. Bikin transportasi jarak jauh, sertakan terka-kira 6 helai daun dan daun nan kaya di
atas
massa anak uang dipatahkan buat membentangi anakan. Bikin transportasi jarak dekat ujung-ujung daun dipotong.



BAB III




Rencana KEGIATAN




3.1.



Tempat dan Musim



Budidaya pokok kayu Kembang Kol( Brassica oleracea var. botrytis L. subvar. cauliflora DC)di lahan departemen hortikultura, Desa Bobojong, Kec. Mande, Kab. Cianjur. Daerah ini punya jenis tanah Latosol, ketinggiannya  220 meter di atas permukaan laut (DPL), dan berjarak sekitar 12 km berpokok kota Cianjur. Kegiatan ini berlangsung dari pertengahan November 2013 sampai intiha Maret 2014.



3.2.



Alat dan Bulan-bulanan




3.2.1.



Alat



Ø

Cangkul


Ø

Sprayer


Ø

Kored


Ø

Meteran


Ø

Timbangan


Ø

Arit


Ø

Masker


Ø

Baldi


Ø

Sendok air


Ø

PH meter



3.2.2.



Incaran



Ø

Bibit bunga kol


Ø

Jamur kandang


Ø

Urea


Ø

SP36


Ø

KCL


Ø

Pestisida (Fungisida, Insektisida, dan Furadan)


Ø

Daun pisang (polybag)



3.3.



Pelaksanaan Kegiatan




3.3.1.



Perencanaan



Perencanaan kegiatan budidaya bawang merah membentangi penyusunan ajuan yang dibimbing oleh 2 dosen tiap-tiap kelompok, dosen pembimbing tersurat dosen mata orasi produksi sayuran yang ditetapkan sesuai kompetensi tiap-tiap mahasiswa.



3.3.2.



Pengukuran lahan



Luas lahan yang digunakan untuk budidaya bawang ahmar  yaitu 44 m2 yang terdiri dari 2 bedeng.  Tahapan bedengan 16 m2 dengan umumnya lebar bedengan 110 cm, dan lebar serokan 40 cm puas tiap bedeng.



3.3.3.



Pengukuran pH tanah



Pengukuran pH tanah menunggangi radas soil pengetes. Pengukuran pH tanah dilaksanakan suatu  bisa jadi.



3.3.4.



Pengolahan Tanah



Pengolahan tanah dilakukan dengan menggunakan cangkul. Pengolahan lahan ini meliputi pembalikan tanah, dan penggemburan tanah. Petak yang sudah lalu diolah dan mutakadim terbentuk bedengan-bedengan kemudian digemburkan dan didiamkan selama satu ahad.



3.3.5.



Penanaman



Penghutanan dilakukan lega akhir musim hujan angin, dengan jarak tanam 10-45 cm x 65 cm. Cara penanamannya; Ekstrak di n domestik bumbung daun pisang ditanam langsung tanpa membuang bumbungnya. Jikalau digunakan bumbung kertas berplastik ataupun polibag, bibit dikeluarkan dengan mandu membalikkan bumbung dan membebaskan ekstrak dengan diskriminatif tanpa merusak akar. Satu konsentrat di tanam di dalam lubang tanam dan segera disiram hingga tanah menjadi basah etis.



3.3.6.



Proteksi



1.

Penyiraman dapat memperalat gembor maupun sprinkler, atau dengan kaidah menyalurkan air disekitar bedengan yang disebut sistem leb. Tali air dilakukan secara teratur sesuai dengan keperluan tanaman, terutama seandainya enggak ada hujan.


2.

Pemupukan : Baja yang diberikan adalah kawul kandang, dengan dosis 10 ton/ha, rabuk buatan dengan dosis urea 250 kg/Ha, ZA 450 kg/Ha, TSP/SP-36 225 kg/ha. KCI 375 kg/ha (sesuai dengan kesuburan tanah)


3.

Penyulaman, dilakukan apabila dilapangan dijumpai pohon yang sirep. Biasanya dilakukan paling kecil lambat 2 minggu setelah tanam.


4.

Pembumbunan dan penyiangan, dilakukan bersamaan kapan tumbuhan berusia 21 hari.


5.

Pengendalian OPT dilakukan terampai pada serangan wereng dan keburukan. Hama nan takluk tanaman dasun merah merupakan ulat mago lahan, ulat daun, ulat grayak, tuma daun dan Nematoda Akar susu.


Pengendalian Wereng dilakukan dengan cara:


1.

Sanitasi dan pembuangan gulma


2.

Pengurukan larva dan membasmi


3.

Pengolahan lahan untuk membongkar persembunyian belatung


4.

Eksploitasi Insektisida


5.

Rotasi Pohon



3.3.7.



Panen



Pemanenan dilakukan saat massa anak uang mencapai ukuran maksimal dan rapat. Kehidupan panen antara 55-100 hari tersidai berusul kultivar. Sebaiknya panen dilakukan di pagi atau sore hari dengan cara menyusup tangkai bunga bersama sebagian batang dan daunnya selama 25 cm. Hasil panen per hektar antara 15-40 ton terjemur dari kultivar, populasi tanaman dan pemeliharaan.



3.3.8.



Pasca Panen



a.

Reklamasi Pasca- anakan kubis dipanen, hasil panen disimpan di tempat yang teduh untuk dilakukan sortasi.


b.

Penyaringan Sortasi dilakukan berdasarkan diameter kepala anakan yang dibagi menjadi 4 kelas yaitu > 30 cm, 25-30 cm, 20-25 cm dan 15-20 cm.


c.

Penyimpanan terbaik di ruang gelap pada temperatur 20 derajat C, kelembaban 75-85% atau kamar adem dengan temperatur 4.4 derajat C dengan kelembaban 85-95%. Lega ruangan-kolom tersebut kubis akan tetap segar sepanjang 2-3 minggu.


d.

Pengemasan dan Pengangkutandilakukan dalam peti tiang dengan kapasitas 25-30 kg. Bikin transportasi jarak jauh, sertakan kira-kira 6 helai daun dan patera yang congah di
atas
massa bunga dipatahkan cak bagi menutupi bunga. Untuk transportasi jarak dekat ujung-ujung patera dipotong.



3.4.



Jadwal Pelaksanaan




NO




KEGIATAN




APRIL 2013




MEI 2014




JUNI 2014




JULI 2014




   MINGGU




I




II




III




IV




I




II




III




IV




I




II




III




IV




I




II




III




IV




A.




Persiapan On Farm



1.


Penyusunan Proposal








B.




Ancang Lahan



1.


Sanitasi & Perebusan petak












2.


Pembuatan bedengan







3.


Perabukan dasar







4.


Pembuatan lubang tanam








B.




Penanaman



1.


Penanaman







2.


penyemaian







3.


Penyulaman













C.




Pemupukan Susulan



1.


Pemupukan Urea+SP-36+KCl













D.




Penyiraman



1.


Penyiraman (air hujan)


























































E.




Pemeliharaan



1.


Pengendalian hama komplikasi (Pemancaran)

























































2.


Penyiangan

















3.


Pembumbunan













F.




Pemanenan



1.


Pengetaman dan Pasca Panen








G.




Pelaporan



1.


PBL (Ki aib Based Learning) dengan persentasi perkelompok



























2.


Penilaian









































































DAFTAR PUSTAKA



SUMBER INTERNET:


Source: http://gudanglaporanpraktik.blogspot.com/2015/05/proposal-budidaya-tanaman-kembang-kol_11.html

Posted by: holymayhem.com