Pertanyaan Untuk Cara Tanam Tot

BUDIDAYA TANAMAN SISTEM TOT


Admin distan |

28 Desember 2020 |

5604 barangkali


Budidaya tanaman dengan tanpa olah tanah(TOT) disinyalir punya kelebihan diantaranya menghemat tenaga, perian dan biaya baik diterapkan sebagai acara akselerasi tanam, secara singkat dalam penerapannya adalah seperti uraian berikut :

Mandu budidaya tanaman adalah media kancah merecup, air andai pelarut atom hara dan penjaga kelembaban, sedangkan perlakuan nan diberikan terhadapnya dari proses tadinya sampai dengan tanaman berproduksi merupakan korespondensi kegiatan penunjang bikin pertambahan produktifitas tumbuhan yang dibudidayakan seperti menyiang, memupuk, menyuruti, mengamankan OPT dan tidak sebagainya.

Heterogen tehnik budidaya tanaman telah diterapkan oleh pelaku penting dengan mengacu plong wahi tehnik budidaya, penerapan menganut pagar adat setempat dan berbagai tehnik budidaya yang dimodifikasi dengan jalan tekhnologi atau koalisi dengan lingkungan, pengalaman maupun cambuk bersumber hasil sharing antar tokoh utama disamping dengan petugas lapang dan juga dengan bervariasi tekhnologi yang diterapkan antar pegiat utama.

Berbagai tehnik budidaya pohon, terutama komoditi pari telah banyak diterapkan para pelaku terdepan atau kelompok tani diantarannya ; Budidaya Pokok kayu padi sistem Sri, Tandur Lajur biasa, tandur jajar legowo, tanam sperma serempak, sebar benih simultan, salibu dan sistem budidaya tanaman padi tanpa olah tanah (TOT). Dalam artikel ini dipaparkan sistem budidaya pohon padi dengan sonder olah tanah (TOT), adapun langkah-ancang dalam penerapan budidaya padi sawah dengan sistemTOT sama saja dengan budidaya yang telah resmi dilakukan hanya saja media tanam faktual lahan sawah perumpamaan wahana budidaya tanaman padi tidak terjamah sederajat sekali yaitu tidak dibajak, lain di cacah pun tidak disisir dan tak sebagainya, sahaja permukaan lahan sawah misal alat angkut tanam di hapus gulmanya/rumput lapangannya dan juga rumpun padi lepasan yang dipanen berpokok tumbuhan padi sebelumnya. Pemusnahan gulma dan rumpun padi dilakukan dengan kaidah menyemprotkan herbisida yang waktunya bersamaan dengan perian semaian agar gulma yang bertaruk menjadi mati dan menjadi lapuk dari pengaturan permintaan herbisida tersebut nan berkisar sekitar 15-25 tahun yang artinya sama waktunya dengan kehidupan pesemaian sesuai dengan yang diinginkan yaitu galibnya dalam tanam bermigrasi mani padi antara umur 16-25 periode setelah semai, demikian pula halnya perlakuan atas lahan sawah yang direncanakan ditanami pari dengan sistem Tanpa Olah Kapling (TOT).

Langkah-persiapan persiapan tanam antah sitem TOT sebagai berikut :

– Menyusun lembaga/jadwal

pelaksanaan dengan mengupas iklim/ hari atau hari baik menurut tradisi atau pedewasan.
– Siapkan lahan/lokasi apakah di persil sawah, atau tegalan/ladang
– Siapkan bahan sama dengan herbisida, dan air pelarut/pengencer herbisida, semen berlabel
– Siapkan perabot seperti : sprayer, Tugal diperlukan seandainya tanam benih langsung pada kapling lokasi budidaya untuk menugal rangkaian penentuan lubang tanam titik/jarak tanam.
– Makao perumpamaan radas bantu penentu alur baris tanaman sebaiknya rapi dan lurus.


Pelaksanaan budidaya pokok kayu Sistem TOT. Pada prinsipnya ialah penyiapan lahan usaha tani tanpa melakukan penggarapan persil bak media wadah mengetanahkan, namun doang dengan permintaan herbisida di atas permukaan persil mudahmudahan jukut pelan/gulma sirep dan gulma tak tumbuh minimal sampai tanaman yang dibudidayakan berumur 3-4 minggu agar kompetisi unsur hara tidak terjadi sehingga tanaman nan dibudidayakan pada tadinya pertumbuhannya merecup dengan leluasa tanpa suka-suka gangguan gulma.

Peristiwa-hal yang perlu diperhatikan internal kegiatan kampanye berkebun sonder olah tanah (TOT)  :

1. Menentukan macam : herbisida yaitu diskriminatif jenis herbisida apakah untuk gulma/jukut lapangan yang berbatang lunak /berbatang keras.
2. Usahakan aplikasi puas sasaran / gulma semenjana dalam pertumbuhan vegetatif aktif
3. Perhatikan internal menentukan dosis herbi-sida mudahmudahan berakibat dengan baik efektif dan cermat dengan mencermati ilham nan tertera sreg label nan menyertai setiap kemasan herbisida.
4.Upayakan bahan/gulma kena secara merata dan aplikasikan saat embun sudah lalu jatuh, situasi cuaca cerah atau tidak hujan minimal 2 jam selepas aplikasi

5.Biarkan gulma mati secara perlahan tiba dari per  mukaan daun, mayat terlebih akar gulma, setakat gulma lapuk dengan sendirinya nan artinya lain perlu dirabas. Jika dirabas maka akan tumbuh tunas recup baru setiap tubuh gulma akan muncul karena proses pernapasan privat setiap gulma menjadi tidak contoh.
6.Apabila gulma sdh mati/ lapuk sekitar 2-3 minggu usai aplikasi herbisida mentah mulai proses budidaya tanaman yang dinginkan, dilakukan mulai dari menanam benih dan proses menernakkan tumbuhan bagaikan mana mestinya sampai tanaman yang dibudidayakan tiba saatnya dituai.
7. Mudahmudahan diperhatikan Ikuti pro sedur kerumahtanggaan tuntutan hersida start berpangkal mempersiapkan, pelaksanaan dan usai aplikai nya kiranya keselamatan Praktisi /aplikator terjamin, tidak meradang herbisida karenan  herbisida adalah racun yang dapat mempengaruhi kesehatan tubuh.


Demikian penulisan ini hendaknya suka-suka manfaatnya.

Source: https://distan.bulelengkab.go.id/informasi/detail/artikel/budidaya-tanaman-sistem-tot-40

Posted by: holymayhem.com