Permasalahan Tanaman Sayuran Di Jawa Tengah

BERITAMAGELANG.ID – Pasar sayur Agrobisnis Sewukan Kecamatan Dukun Kabupaten Magelang menjadi penyangga sayur di Jawa Tengah. Merosotnya harga saat waktu hujan menjadi permasalahan klasik di pasar yang berada di lereng Gunung Merapi ini.

Setiap tahun, menjelang siang, pasar Sewukan selalu sibuk, gegap-gempita pembeli, pedagang dan petani yang bertransaksi.

Berusul pasar ini aneka sayuran yang berasal dari para peladang wilayah lereng Argo Merapi, Merbabu, dan Andong pelalah luber setiap musimnya. Bahkan kala tahun hujan pasokan sayur di pasar Sewukan semakin luber enggak terbendung. Kondisi itu lantaran para petambak tengah bersemangat menggarap petak mereka, setelah melangkahi waktu masa sulit musim kemarau.

Melimpahnya hasil panen semua tipe sayuran itu karuan bertelur terhadap merosotnya harga.

Kepala Pasar Sewukan Sutrisno mengatakan untuk momen ini harga sawi masif di kisaran Rp 1.000/kg. Justru jika dagangan minus bagus sekadar Rp 500/kilogramnya. Demikian pula buncis nan juga harganya turun hanya di kisaran Rp 1.000 setakat 1.500/kg.

“Berbeda bikin lada padi yang ketika ini harganya merangkak panjat antara Rp 48.000 sampai 50.000/kg serta timun yang mendaki dari Rp 1.000 ke kisaran Rp 3.000/kg,” kata Sutrisno, Selasa (14/01/2020).

Penyebab merosotnya harga di pasar Sewukan tersebut menurut Sutrisno akibat terjadinya pengetaman bersamaan para petani sehabis dilanda kemarau panjang.

Ketika pasar sayur Sewukan menjadi tiang penyangganya adalah daerah lereng Jabal Merapi dan Merbabu, yang mana daerah wilayah tegalan alias daerah giri itu ketika hari penghujan datang mereka telah mulai tanam, maka ujar-ujar berusul satu seketul bulan hingga dua bulan akan menjadi konfllik panen raya.

“Hukum pasar main-main saat barang itu melembak permintaan tegar atau bahkan permintaan memendek maka harga turun, itu penyebabnya,” jelasnya.

Ia mencontohkan, biji zakar tomat saat musim kemarau harga turun dan naik di perian penghujan karena banyak yang busuk. Sementara sayuran yang produksi di ceduk tinggi seperti sawi, buncis, atau cabai harganya cenderung anjlok di tahun penghujan akibat pasokan langka.

“Karena pada musim kering di daerah jabal nan bisa tumbuh hanya tomat namun saat ini n partner,” tegasnya.

Kerelaan pasar Sewukan selama ini menopang sayuran untuk sebagian daerah Jawa Perdua dan Yogyakarta. Bahkan berasal hasil panen di Kabupaten Magelang ini para pedagang terbiasa mengirim lada keluar daerah sebagaimana Sumatera, dan Jakarta. Selain Pasar Sewukan, Kabupaten Magelang lagi memiiki pasar sayur Ngablak yang gemuk di lereng Dolok Merbabu. Kesibukan pasar ini juga bukan pernah lengang, transaksi sayuran keluar kota berlaku saban hari.

Source: http://beritamagelang.id/ini-penyebab-harga-panen-sayuran-petani-gunung-merapi-merbabu-murah#!

Posted by: holymayhem.com