Perbanyakan Tanaman Dengan Cara Sambung

MMC Kobar
– Lega Jumat (26/06) di kantor Dinas Tumbuhan Alas, Hortikultura dan Pertanaman (TPHP) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) diadakan kegiatan Sambung Pucuk Alpukat Marcus (Kendil) dan Aligator. Kegiatan ini diinisiasi oleh Bidang Hortikultura, dengan pemateri yaitu Komandan Sensual Perbenihan dan Perlindungan Hortikultura, Yahminto.

Masuk hadir dalam kegiatan ini Plt Kepala Jawatan TPHP, Sekretaris dan Kepala Bidang Hortikultura beserta staf. Kegiatan ini ditujukan kepada ASN Biro TPHP dan masyarakat mahajana.

Sambung Pucuk merupakan perbanyakan tanaman relasi antara multiplikasi secara generatif (dari persemaian biji) dengan salah satu putaran vegetatif (cabang/ranting) nan semenjak mulai sejak tanaman tidak sekadar tegar sejenis.

“Bidang Hortikultura mengadakan kegiatan Sambung Pucuk ini cak bagi memberikan edukasi bagi daerah jawatan serta masyaratkat sekitar Kabupaten Kobar yang ingin sparing cara sambung pucuk ini,” tutur Yahminto.

Tuntunan secara langsung pendirian sambung pucuk yang baik dan ter-hormat ini diadakan dengan tujuan lakukan mengedukasi masyarakat dan mempertontonkan step-step yang benar n domestik sambung pucuk hendaknya hasil yang diinginkanpun sesuai dengan ekspektasi.

Diketahui bahwa Hubung Pucuk hanya berlaku pada pati semai semenjak biji buat kunarpa bawahnya, sedangkan pucuknya dapat diambil berusul pokok kayu manapun dengan tulisan harus sejenis dengan batang bawah.

“Pati yang kita gunakan bagi tutorial masa ini yakni bibit unggul nan sudah uji nasional, Marcus dan Aligator. Marcus dan Aligator ini sama-sama Alpukat ya, bukan buah jenis lain. Buat layon bawahnya ini dari persemaian biji, bibit yang siap sambung berumur sekitar 2-3 bulan. Objek-bahan juga bukan sulit didapatkan, yang karuan punya batang bawah dan mencari pucuk yang baik untuk disambung, habis menyiapkan gunting, cutter, pisau okulasi takdirnya suka-suka, plastik kerjakan memalut sambungan, dan karangan pentingnya ialah semua alat yang digunakan harus steril,” jelas Yahminto.

Yahminto memaparkan penjelasan adapun persiapan kegiatan sambung pucuk sembari melakukan tutorial praktek sambung pucuk.

“Kenapa kami mengasihkan edukasi serupa ini, supaya masyarakat merasakan pula dampak aktual pecah budidaya dengan sambung pucuk, telah tentu masa penuaian lebih cepat sekitar di tahun ke 3 kita telah bisa menikmati hasil panen,” tutup Yahminto.

Plt Pejabat Kantor THP Kobar, Kris Khuluk Hastuti, turut memberikan imbauan terhadap kalangan maktab serta mahajana yang hadir mengenai penggalian potensi dagangan-barang lokal yang dapat dilegalitaskan serta merta menutup kegiatan.

“Kita sudah mempunyai bibit varietas unggul yang menghilang uji nasional. Kita spontan membolongi potensi produk-komoditas tempatan nan layak bakal dilegalkan identitasnya sehingga dapat kita pasarkan ke pasar nasional menyampuk perekonomian petani,” tutup Kris Kepribadian.
(dtphp kobar)

Source: https://diskominfo.kotawaringinbaratkab.go.id/page/detail/kegiatan-tutorial-sambung-pucuk-pada-bibit-alpukat-unggul-nasional-marcus-dan-aligator

Posted by: holymayhem.com