Perbanyak Tanaman Hias Dengan Cara Tempel

Berusul Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia objektif

Penyemaian Padi (Oryza sativa
L.) andai salah satu metode perbanyakan tanaman

Multiplikasi tumbuhan
adalah proses perkembangbiakan nan bertujuan kerjakan memperbanyak jumlah tanaman pecah spesies alias kultivar tertentu dengan menumbukan bagian-bagian tanaman tertentu, begitu juga semen, setek, dan sebagainya. Secara awam, terdapat dua jenis perbanyakan tanaman yaitu perbanyakan seksual dan aseksual.[1]
Di liwa, hampir semua tanaman berkembang biak secara genital dengan menghasilkan nilai yang viabel.[1]
Multiplikasi tumbuhan selalu dilakukan secara tiruan atau dengan sambung tangan manusia.

Perkalian seksual

[sunting
|
sunting sumber]

Pembibitan Kakao (Theobroma cacao) sebagai salah suatu metode perbanyakan tanaman secara seksual

Perbanyakan seksual melibatkan penyatuan serdak sari (bahaduri) dan sel telur (betina) bagi memproduksi poin.[2]
Sebuah biji tersusun atas tiga adegan yaitu selerang biji sebagai pelindung ponten, endosperma ibarat cadangan makanan, dan bakal manusia yang merupakan calon pohon.[2]
Ketika biji telah dewasa dan ki berjebah pada lingkungan nan sesuai maka poin akan mulai berkecambah.[2]
Secara umum, terletak dua diversifikasi pembiakan secara genital ialah isogami dan heterogami

Tipe

[sunting
|
sunting sumber]

Isogami

[sunting
|
sunting mata air]

Isogami yaitu keberagaman perbanyakan dengan dua gamet yang dihasilkan maka itu kedua sesepuh tidak berlainan suatu separas tidak atau proporsional secara morfologis sehingga dinamakan ‘’isogametes’’.[3]
Peleburan dua sel kelamin yang terjadi dinamakan
conjugation
dan zigot yang dihasilkan dinamakan
zygospore. Metode isogami dijumpai plong pohon golongan rendah begitu juga
Mucor sp.[3]

Heterogami

[sunting
|
sunting sumber]

Pada heterogami, sel kelamin yang dihasilkan oleh kedua tetuanya berbeda secara morfologis sehingga dinamakan
heterogametes.[4]
Tumbuhan yang menghasilkan dua gamet yang farik dinamakan
heterogamous.[4]
Peleburan spermatozoid dan betina dinamakan
fertilization. Heterogami dijumpai pada tanaman berbunga dan digolongkan menjadi apomiksis dan amphimiksis.[4]

Keuntungan dan Kerugian

[sunting
|
sunting mata air]

Keuntungan

[sunting
|
sunting perigi]

Pohon ditanam melalui biji internal kondisi hidup, memiliki sistem perakaran yang dalam sehingga memiliki vigor yang baik, memungkinkan terjadinya perombakan resan dibandingkan induknya, adanya
polyembryony, perbanyakan dengan nilai adv amat dibutuhkan momen perkembanbiakan vegetatif mengalami kegagalan atau membutuhkan banyak biaya.[5]

Kecelakaan

[sunting
|
sunting sumber]

Jika keturunan nan dihasilkan tidak mewarisi aturan berjaya tetuanya maka hasil anakan bertabiat kelas bawah sehingga tak menguntungkan, biji kehabisan viabilitas dalam periode yang singkat, penyemaian menyebabkan tanaman mengalami fase
juvenile
yang lama.[5]

Perbanyakan aseksual

[sunting
|
sunting sumber]

Perkalian aseksual yaitu salah satu metode reproduksi sreg tanaman sonder melintasi meiosis, rabat ploidi atau persilangan sehingga menghasilkan keturunan yang merupakan klon dari induknya.[6]
Sifat anakan sama dengan induk karena tidak terjadi peleburan aturan.[6]
Bilang pokok kayu berkembang biak secara aseksual nan mana membentuk mereka memiliki kesempatan yang lebih besar lakukan mempertahankan populasi.[7]
Para ahli hortikultura memanfaatkan sifat ini cak bagi memperbanyak pohon intern total banyak secara cepat.[7]
Perbanyakan aseksual yang terjadi secara alami adalah membelah diri, sementara metode perbanyakan aseksual yang ditemukan maka itu manusia adalah cangkok, stek, kebudayaan jaringan dan tak-lain.[7]
Keuntungan pemijahan vegetatif antara lain.[8]

  1. keberhasilannya dapat taajul dilihat
  2. pasak negeri heterosigot dapat dilestarikan sonder mengubah aturan, dan
  3. lebih mudah dan cepat daripada pembiakan dengan biji karena masalah dormansi sperma dapat dihilangkan adakalanya dan status juvenile diperpendek.[8]

Kerugian penting bermula perbanyakan aseksual merupakan hilangnya pluralitas, para sarjana sepakat bahwa keanekaragaman yakni faktor yang penting dalam resistensi hama dan penyakit.[9]

Kategori

[sunting
|
sunting sumber]

  1. ^


    a




    b




    Trinklein, David. “Plant Propagation”. University of Missouri. Diakses rontok
    3 April
    2014
    .




  2. ^


    a




    b




    c



    .“PLANT PROPAGATION: SEXUAL PROPAGATION”. The University of Arizona. Diakses rontok
    3 April
    2014
    .



    ,
    Kesalahan pengambilan: Keunggulan
    <ref>
    tidak sah; nama “arizona” didefinisikan berulang dengan isi berlainan

    Kesalahan pemungutan: Tanda
    <ref>
    lain sah; etiket “arizona” didefinisikan berulang dengan isi farik

  3. ^


    a




    b




    Mangoendidjojo, Woerjono (Juli 2003).
    Dasar-Dasar Pemuliaan Tanaman
    (n domestik bahasa Indonesia). Yogyakarta: Kanisius. hlm. 17. ISBN 9792105077.




  4. ^


    a




    b




    c




    Mangoendidjojo, Woerjono (Juli 2003).
    Asal-Radiks Pemuliaan Tanaman
    (dalam bahasa Indonesia). Yogyakarta: Kanisius. hlm. 18. ISBN 9792105077.




  5. ^


    a




    b



    .“Sexual Propagation in Plants”. My Agriculture Information Bank. Diarsipkan dari versi tulus tanggal 2016-03-10. Diakses tanggal
    3 April
    2014
    .




    Kesalahan pengutipan: Tanda
    <ref>
    tidak biasa; nama “Sexual Propagation” didefinisikan berulang dengan isi berbeda

  6. ^


    a




    b




    “Asexual reproduction”. Biology Online. Diakses rontok
    3 April
    2014
    .




  7. ^


    a




    b




    c




    “Plant Propagation”
    (PDF). NMIT Online. Diakses tanggal
    3 April
    2014
    .




  8. ^


    a




    b




    Harjadi, S. (1979).
    Pengantar Agronomi. Gramedia.





  9. ^


    “Advantages and Disadvantages to Asexual Propagation of Plants”. North Carolina State University. Diarsipkan dari versi salih tanggal 2014-02-08. Diakses tanggal
    25 April
    2014
    .






Source: https://id.wikipedia.org/wiki/Perbanyakan_tanaman

Posted by: holymayhem.com