Perangkat Pembelajaran Agribisnis Tanaman Sayuran

(1)

Agribisnis

Tanaman Sayuran

Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Republik Indonesia

Papan bawah

X

Semester 1

Buku Teks Bahan Ajar Pelajar

(2)

Prolog PENGANTAR

Kurikulum 2013 dirancang bakal memperkuat kompetensi murid dari sisi sikap, pengetahuan dan keterampilan secara utuh. Keutuhan tersebut menjadi dasar kerumahtanggaan perumusan kompetensi dasar tiap mata tutorial mencakup kompetensi dasar kelompok sikap, kompetensi asal kelompok proklamasi, dan kompetensi dasar gerombolan kesigapan. Semua mata pelajaran dirancang mengikuti rumusan tersebut.

Pembelajaran kelas X dan XI jenjang Pendidikan Menengah Kejuruhan yang disajikan dalam buku ini pun tunduk puas ketentuan tersebut. Daya pesuluh ini diberisi materi pengajian pengkajian yang membekali peserta jaga dengan pemberitaan, keterapilan n domestik menyajikan pengetahuan yang dikuasai secara kongkrit dan abstrak, dan sikap sebagai makhluk yang mensyukuri kasih internasional yang dikaruniakan kepadanya melalui pemanfaatan yang bertanggung jawab.

Buku ini menjabarkan usaha minimal yang harus dilakukan pesuluh untuk mencecah kompetensi yang diharuskan. Sesuai dengan pendekatan yang digunakan intern kurikulum 2013, siswa diberanikan bagi mencari berusul sumber belajar lain yang tersuguh dan terbentang luas di sekitarnya. Peran master sangat terdepan untuk meningkatkan dan menyesuaikan daya serp pelajar dengan ketersediaan kegiatan gerendel ini. Suhu dapat memperkayanya dengan invensi dalam rangka kegiatan-kegiatan lain yang sesuai dan relevan nan bersumber dari lingkungan sosial dan alam.

(3)

DAFTAR ISI

Introduksi PENGANTAR … i

DAFTAR ISI… ii

DAFTAR Rang… ix

DAFTAR TABEL … xi

PETA KEDUDUKAN BAHAN AJAR …xii

GLOSARIUM …xiii

I. PENDAHULUAN… 1

A. Deskripsi … 1

B. Prasyarat… 1

C. Tajali Penggunaan … 1

D. Pamrih Akhir… 2

E. Kompetensi Inti (Ki) dan Kompetensi Dasar (KD)… 3

F. Cek Kemampuan Awal… 5

II. PEMBELAJARAN… 7

Kegiatan Pembelajaran 1 : Identifikasi Tanaman Sayuran dan Persyaratan Bertaruk … 7

A. Deskripsi … 7

B. Kegitan Belajar… 7

1. Tujuan Pengajian pengkajian … 7

2. Uraian Materi… 7

3. Refleksi…24

4. Tugas…24

5. Pemeriksaan ulang Formatif…25

C. Penilaian…25

1. Sikap…25

2. Pengetahuan…29

3. Kecekatan…30

Kegiatan Pembelajaran 2. Pengolahan Lahan Pohon Sayuran…31

A. Deskripsi …31

(4)

1. Tujuan Pembelajaran …31

3. Keterampilan…41

Kegiatan Pembelajaran 3. Pembuatan Bedengan Tanaman Sayuran …43

A. Deskripsi …43

B. Kegiatan Belajar …43

1. Tujuan Penerimaan …43

2. Uraian Materi…43

3. Refleksi …48

4. Tugas…48

5. Tes Formatif …48

C. Penilaian…49

1. Sikap…49

2. Pengtahuan…49

3. Keterampilan…49

Kegiatan Pengajian pengkajian 4. Pemberian Kawul (Dasar dan Susulan) Tumbuhan Sayuran…51

A. Deskripsi …51

B. Kegiatan Membiasakan …51

1. Intensi Pengajian pengkajian …51

(5)

2. Pengetahuan…70

3. Keterampilan…71

Kegiatan Pembelajaran 5. Pemasangan Mulsa Lahan Tanaman Sayuran. …72

A. Deskripsi …72

B. Kegiatan Membiasakan …72

1. Tujuan Pembelajaran …72

2. Uraian Materi…72

Kegiatan Penelaahan 6. Pembuatan Persemaian Tanaman Sayuran…83

A. Deskripsi …83

B. Kegiatan Belajar …83

1. Maksud Pengajian pengkajian …83

2. Uraian Materi…83

3. Refleksi…107

4. Tugas …107

5. Tes Formatif …108

C. Penilaian…108

1. Sikap…108

2. Pengetahuan…108

3. Keterampilan…109

Kegiatan Pengajian pengkajian 7. Penghutanan Ekstrak Tumbuhan Sayuran…112

A. Deskripsi …112

B. Kegiatan Berlatih …112

1. Maksud Pendedahan …112

2. Uraian Materi…112

(6)

4. Tugas…122

Kegiatan Pendedahan 8. Pengairan Pohon Sayuran. …125

A. Deskripsi …125

B. Kegiatan Membiasakan …125

1. Tujuan Pembelajaran …125

2. Uraian Materi…125

3. Refleksi…138

4. Tugas…138

5. Pembenaran Formatif …138

C. Penilaian…139

1. Sikap…139

2. Makrifat…139

3. Keterampilan…140

Kegiatan Pengajian pengkajian 9. Pengajiran Tanaman Sayuran…142

A. Deskripsi …142

B. Kegiatan Belajar …142

1. Tujuan Pembelajaran …142

2. Uraian Materi…142

3. Refleksi…149

4. Tugas…149

5. Konfirmasi Formatif …150

C. Penilaian…150

1. Sikap…150

2. Kabar…151

3. Keterampilan…151

Kegiatan Pendedahan 10. Pemangkasan pada Tanaman Sayuran…152

(7)

B. Kegiatan Belajar …152

1. Tujuan Penelaahan …152

2. Jabaran Materi…152

3. Refleksi…158

4. Tugas…159

5. Pembenaran Formatif …159

C. Penilaian…159

1. Sikap…159

2. Pengetahuan…160

3. Keterampilan…160

Kegiatan Penataran 11. Pengendalian Organisme Pengganggu Pokok kayu (OPT) Tanaman Sayuran…163

A. Deskripsi …163

B. Kegiatan Belajar …163

1. Tujuan Pembelajaran …163

2. Jabaran Materi…163

Kegiatan Penerimaan 12. Pemanenan Hasil Tanaman Sayuran…198

A. Deskripsi …198

B. Kegiatan Belajar …198

1. Tujuan Pembelajaran …198

2. Uraian Materi…198

3. Refleksi…205

4. Tugas…205

5. Validasi Formatif…206

(8)

1. Sikap…206

2. Proklamasi…207

3. Keterampilan…207

Kegiatan Pembelajaran 13. Penanganan Pasca Panen Tanaman Sayuran…209

A. Deskripsi …209

B. Kegiatan Berlatih …209

1. Harapan Pembelajaran …209

2. Uraian Materi…209

3. Refleksi…221

Kegiatan Pendedahan 14. Pemasaran Hasil Tanaman Sayuran. …224

A. Deskripsi …224

B. Kegiatan Belajar …224

1. Tujuan Pembelajaran …224

2. Uraian Materi…224

3. Refleksi…244

4. Tugas…244

5. Tes Formatif …244

C. Penilaian…245

1. Sikap…245

2. Manifesto…245

3. Keterampilan…246

Kegiatan Pembelajaran 15. Pembukuan Usaha Tanaman Sayuran. …248

A. Deskripsi…248

B. Kegiatan penelaahan…248

1. Tujuan Pembelajaran …248

(9)

3. Refleksi…261

4. Tugas…261

5. Konfirmasi Formatif …262

C. Penilaian…262

1. Sikap…262

2. Siaran…262

3. Ketangkasan …263

III. PENUTUP…264

(10)

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1. Berbagai spesies hasil penuaian sayuran… 8

Lembaga 2. Sawi dan Petsai (sendang: Skuat Prima Tani Balitsa, 2007)… 12

Gambar 3. Pakchoi (sumber: Tim Prima Bersawah Balitsa, 2007)… 13

Gambar 4. Bayam cabut dan Bayam sirah… 14

Bentuk 5. Berudu air dan Berudu darat… 15

Gambar 6. Selada… 16

Gambar 8. Seledri… 18

Gambar 9. Bawang daun (sumber: Tim Tani Balitsa, 2007)… 19

Bagan 10. Alat dan mesin penggodokan tanah mula-mula (Primary tillage equipment)…. 35

Rancangan 11. Satwa dalam tanah… 36

Gambar 12. Pola penggarapan tanah… 37

Lembaga 13. Pembuatan bedengan… 43

Gambar 14. Format bedengan pokok kayu sayuran patera… 44

Susuk 15. Pengambilan sempurna tanah… 55

Gambar 16. Pengutipan contoh lahan menunggangi bor persil bentuk torak, auger, dan cangkul serta sekop… 56

Gambar 17. Peralatan yang digunakan lakukan mengambil contoh tanah… 58

Gambar 18. Areal pemungutan contoh tanah: Areal 1 melelapkan (low land) areal 2 miring ; areal 3 datar (upland). contoh masing-masing terpisah… 59

Bentuk 20. Menjatah pupuk pokok kayu sayuran… 63

Gambar 21. Mulsa organic mulsa plastik hitam selaka… 73

Gambar 22. Alat pembuat lubang tanam dari kaleng tamatan… 79

Buram 23. Naungan tanaman Selada… 85

Rancangan 24. Pak benih sayuran bersertifikat… 85

Rancangan 25. Benih sayuran… 86

Rajah 26. Sperma kudus dari geladir (Mani kangkung darat)… 90

Gambar 27. Menyemai benih sayuran… 95

Gambar 28. Gurat-garit lobang penanaman sayuran daun… 114

(11)

Kerangka 30. Penyiraman air dengan gembor… 126

Lembaga 31. Tensiometer… 134

Gambar 32. Silang pohon objek ajir… 142

Buram 34. Skema pengutipan pohon pola, secara berstruktur gambar diagonal164 Rangka 35. Beberapa cermin wereng tanaman sayuran… 164

Buram 36. WerengPlutella xylostellapada pohon kol (Foto : Tonny K. Moekasan)… 174

Gambar 37. Penggunaan haring kuning (yellow trap)… 176

Gambar 38. Tanaman selada dengan repellent kenikir… 177

Buram 39. Berjenis-jenis keberagaman tanaman kenikir (Tagetessp)… 177

Gambar 40. Bandotan (Ageratum conyzoidesLinn.)… 179

Gambar 41. Knapsack sprayer… 183

Gambar 42. Pengetaman tanaman bangkong darat… 200

Susuk 43. Tanaman Sayuran (Seledri) Siap Panen… 201

Gambar 45. Membawa hasil panen… 216

Gambar 47. Penjualan Pokok kayu Sayuran… 225

(12)

DAFTAR Diagram

Tabel 1. Empat Contoh Type Mulut Insek Hama… 166

Tabel 2. Identifikasi Gejala Kebinasaan Tanaman… 169

Diagram 3. Pengamatan dan Pencocokan Hama yang Menyerang dengan Sosi Deskripsi Wereng… 170

Diagram 4. Penentuan Spesies Hama yang Menyerang Tanaman Berdasarkan Jenis Hama dan Gejala Serangan… 171

Diagram 5. Penentuan Spesies Kebobrokan nan Mencela Pokok kayu… 171

Tabel 6. Metode pembuatan pestisida nabati berusul Bawang putih…178

Tabel 7. Metode pembuatan pestisida nabati dari Babadotan… 179

Grafik 8. Identifikasi Metoda Pengendalian… 188

(13)

Atlas KEDUDUKAN Bulan-bulanan AJAR

Dia medium mendaras buku ini 1. Produksi

Tanaman Pangan Dan Palawija

3. Produksi Tanaman Biji kemaluan

4. Produksi Tanaman Hias

Kelongsong Kepiawaian 1 :

Agribisnis Tanaman Hutan dan
Hortikultura

(14)

GLOSARIUM

Analisis
:
Sensor nan teliti; menyelidiki dengan teliti

Deskripsi
:
Uraian materi daya penerimaan.

Draenase
:
Saluran pembuangan air, contoh terusan pembuangan air di antara bedengan.

Fast release
:
Langsung/Cepat dilepaskan, teladan pupuk nan ditebarkan ke petak dalam periode singkat anasir hara yang ada atau terkandung langsung dapat dimanfaatkan oleh tanaman. Karakteristik
:
Aturan, acuan kebiasaan tumbuhan;, meluas, tidak resistan cahaya

penuh, tidak tahan air berlebih dsb.

Kompetensi
:
Kemampuan sikap, warta dan kelincahan

Repleksi
:
Umpan benyot, misalnya pernyataan murid tentang peristiwa-hal yang telah dipelajari

Repellent
:
Penolak, contoh pokok kayu repelen; tanaman penangkal serangga karena pohon tersebut melepaskan aroma yang tidak disenangi serangga.

(15)

I. PENDAHULUAN

A. Deskripsi

Taktik Referensi Bahan Pelihara Siwa SMK Mata Kursus Agribisnis Tanaman Sayuran Semester 1 memuat tentang Agribisnis Tanaman Sayuran Daun nan berisikan uraian materi sesuai KD-KD nan ada pada mata kursus tersebut, sama dengan; identifikasi pokok kayu sayuran & persyaratan tumbuh, pengolahan tanah tanaman sayuran sesuai prosedur, pembuatan bedengan tanaman sayuran sesuai prosedur, hadiah serabut (sumber akar & susulan) tanaman sayuran sesuai prosedur, pemasangan mulsa persil pohon sayuran sesuai prosedur, pembuatan persemaian tanaman sayuran sesuai prosedur, reboisasi esensi tanaman sayuran sesuai prosedur, irigasi tumbuhan sayuran sesuai prosedur, pengajiran tanaman sayuran sesuai prosedur, pemangkasan sreg pokok kayu sayuran sesuai prosedur, pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) sayuran sesuai prosedur, pemanenan tanaman sayuran sesuai prosedur, penanganan pasca panen pokok kayu sayuran sesuai prosedur, melaksanakan pemasaran hasil tanaman sayuran sesuai prosedur dan, pendataan manuver pohon sayuran.

B. Prasyarat

Sebelum mempelajari buku ini diharapkan Anda terlebih dahulu mengamankan netra cak bimbingan Kerubungan C (Peminatan) Radiks Satah Kejuruan (Wajib), dan Dasar Kompetensi Kejuruan.

C. Petunjuk Pendayagunaan

(16)

guru sebagai fasilitator adapun hal-keadaan nan belum Anda pahami, meminang mengenai fasilitas/instrumen/incaran nan diperlukan ataupun adapun pengembangan selanjutnya berpokok materi nan dibahas, kerjakan itu Anda dapat menggunakan sumber belajar yang lain. Selanjutnya Anda diharapkan dapat mencoba semua keterampilan yang sudah lalu di susun pada semua materi pendedahan (1 sd. 15), kemudian Kamu diharapkan berpunya
menganalisis dan merangkum
hasil pengamatan dari membaca informasi tentang semua materi , hasil sumbang saran dan hasil mencoba semua materi tanaman sayuran. Apakah suka-suka keadaan-peristiwa nan separas atau berbeda maupun perlu ekspansi, semuanya itu perlu Kamu catat perumpamaan bahan laporan hasil pembelajaran ini, dan yang ragil Anda diharapakan dapat mempresentasikan butir-butir hasil pembelajaran di depan kelas bawah.

D. Maksud Penutup

Sesudah menyelesaikan kegiatan membiasakan 1 s/d 15 diharapkan peserta tuntun mampu:melaksanakan produksi tanaman sayuran sesuai tolok produksi tumbuhan sayuran dengan menghayati dan mengamalkan petunjuk agama nan dianutnya,

menghayati perilaku (jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli, santun, ramah lingkungan, gotong royong, kerjasama, cinta damai, responsif dan cak membela-aktif) dan menunjukan sikap sebagai bagian berpokok solusi atas bermacam rupa permasalahan bangsa dalam berinteraksi secara efektif dengan mileu sosial dan alam serta dalam menempatkan diri bagaikan cerminan nasion privat pergaulan dunia, memahami , menganalisis serta menerapkan kabar faktual, konseptual,
prosedural intern ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan manusiawi, nasional, kenegaraan, dan tamadun terkait penyebab fenomena dan kejadian intern latar kerja nan spesifik cak bagi memecahkan komplikasi,

(17)

E. Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Radiks (KD)

KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI Bawah SEKOLAH MENENGAH
KEJURUAN (SMK)/MADRASAH ALIYAH KEJURUAN (MAK)

Latar KEAHLIAN : AGRIBISNIS DAN AGROTEKNOLOGI

PROGRAM KEAHLIAN : AGRIBISNIS TANAMAN

Pak KEAHLIAN : AGRIBISNIS Pokok kayu PANGAN DAN

HORTIKULTURA

Ain PELAJARAN : AGRIBISNIS TANAMAN SAYURAN

KELAS: XI

KOMPETENSI INTI
KOMPETENSI DASAR

1. Menghayati dan melakukan ajaran agama yang dianutnya

1.1 Meyakini pemberian Allah sreg penerimaan produksi pohon sayuran umpama mualamat cak bagi kemaslahatan umat hamba allah. episode bersumber solusi atas berbagai persoalan

2.1 Berkarakter ilmiah: teliti, sungguh-sungguh, jujur terhadap data dan fakta, disiplin, tanggung jawab,dan peduli privat mengumpulkan deklarasi dan ekspe-rimen, kosen dan santun dalam meng-usikan pertanyaan dan berargumentasi, peduli lingkungan, gotong royong, bekerjasama, cinta damai, berpendapat secara ilmiah dan kritis, res-ponsif dan proaktif dalam setiap tindakan dan dalam mengamalkan pengamatan dan percobaan di dalam kelas/makmal maupun di asing kelas/lahan

2.2 Peduli terhadap keselamatan diri dan lingkungan dengan menerapkan prinsip keselamatan kerja saat

mengamalkan kegiatan pengamatan dan percobaan di laboratorium dan di lingkungan sekitar

3. Memahami, menganalisis, menerapkan dan

mengevaluasi

pengetahuan faktual,

3.1 Menerapkan ruang lingkup,

(18)

KOMPETENSI INTI
KOMPETENSI Pangkal
kerja yang partikular untuk memecahkan masalah

3.2 Menerapkanteknik penggarapan tanah pohon sayuran

3.3 Menerapkanteknik pembuatan bedengan tanaman sayuran. 3.4 Menerapkan teknik pemberian

pupuk(dasar dan susulan)tanaman sayuran

3.5 Menerapkanteknik pemasangan mulsa tanaman sayuran.

3.6 Menerapkanteknik pembuatan persemaian tanaman sayuran. 3.7 Menerapkanteknik reboisasi bibit

tanaman sayuran.

3.8 Menerapkan pengairan pokok kayu sayuran

3.9 Menerapkan teknik pengajiran tanaman sayuran

3.10 Menerapkan teknik pemangkasan pada tanaman sayuran

3.11 Menerapkan teknik pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) tanaman sayuran

3.12 Menerapkanteknik pemanenan hasil tanaman sayuran

3.13 Menerapkanteknik penanganan pasca panen pokok kayu sayuran.

3.14 Menerapkanteknik pemasaran hasil tumbuhan sayuran.

3.15 Menerapkanteknik inventarisasi usaha tanaman sayuran

4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam tenang aktual dan antap abstrak tercalit dengan

pengembangan berpangkal nan dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu melaksanakan tugas individual di sumber akar pengawasan langsung

4.1 Melaksanakan identifikasi tanaman dan persyaratan tumbuh

4.2 Melaksanakan penggarapan tanah tanaman sayuran sesuai prosedur 4.3 Melaksanakan pembuatan bedengan

pokok kayu sayuran sesuai prosedur 4.4 Melaksanakan hadiah pupuk (dasar

dan susulan) pokok kayu sayuran sesuai prosedur 4.8 Melaksanakan pengairan tumbuhan

(19)

KOMPETENSI INTI
KOMPETENSI DASAR

4.9 Melaksanakan pengajiran tanaman sayuran sesuai prosedur

4.10 Melaksanakan pemangkasan pada tanaman sayuran sesuai prosedur 4.11 Melaksanakanpengendalian organisme

pengganggu pohon (OPT) tanaman sayuran sesuai prosedur

4.12 Melaksanakanpemanenan pohon sayuran sesuai prosedur

4.13 Melaksanakanpenanganan pasca panen pohon sayuran.

4.14 Melaksanakanpemasaran hasil tanaman sayuransesuai prosedur 4.15 Melaksanakanpembukuan usaha

tanaman sayuran sesuai prosedur

F. Cek Kemampuan Sediakala

Berilah tanda cek list ( ) sesuai jawaban yang Anda berikan pada kolom Ya atau Tidak di bawah ini.

No Kegiatan Pembelajaran

Apakah Ia mampu: Ya Tidak

1 Melaksanakan identifikasi tanaman sayuran dan persyaratan tumbuhnya?

2 Melaksanakan penggodokan kapling pokok kayu sayuran?

3 Melaksanakan pembuatan bedengan tanaman sayuran?

4 Melaksanakan pemberian jamur (dasar dan susulan) pohon sayuran?

5 Melaksanakan pemasangan mulsa petak pokok kayu sayuran?

6 Melaksanakan pembuatan persemaian tanaman sayuran?

7 Melaksanakan penanaman bibit tanaman sayuran?

(20)

9 Melaksanakan pengajiran pokok kayu sayuran? 10 Melaksanakan pemangkasan pada tumbuhan

sayuran?

11 Melaksanakan pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) sayuran?

12 Melaksanakan pemanenan haasil pokok kayu sayuran?

13 Melaksanakan penanganan pasca panen tanaman sayuran?

14 Melaksanakan pemasaran hasil tumbuhan sayuran? 15 Melaksanakan pencatatan usaha tumbuhan

sayuran?

(21)

Silahkan Beliau mengamati gambar berikut ini!

II. PEMBELAJARAN

Kegiatan Penerimaan 1 : Identifikasi Pokok kayu Sayuran dan Persyaratan Bertaruk

A. Deskripsi

Kegiatan pembelajaran identifikasi tanaman sayuran & persyaratan tumbuhnya berisikan jabaran pokok materi: Pangsa spektrum tanaman sayuran, manfaat & prospek mempelajari pokok kayu sayuran, kunci sukses memproduksi pokok kayu sayuran, tipe & karakteristik pokok kayu sayuran, dan persyaratan merecup pokok kayu sayuran.

B. Kegitan Belajar

1. Pamrih Pembelajaran

Setelah menyelesaikan kegiatan penataran 1 diharapkan pelajar didik gemuk; melaksanakan Identifikasi tanaman sayuran dan persyaratan tumbuhnya sesuai standar industri tumbuhan sayuran.

2. Uraian Materi

(22)

Gambar 1. Bermacam-macam variasi hasil penuaian sayuran

• Informasi segala nan bisa Anda terima setelah memperhatikan rancangan-di atas?


Apakah perbedaan bermula setiap jenis hasil panen pada buram
tersebut?

• Diskusikan dengan teman setimbang Anda secara berkelompok dan pelajarilah materi berikut ini:

Ira spektrum tanaman sayuran dapat dipelajari menurut pengelompokannya berdasarkan bagian yang dipanen atau nan dikonsumsi, seperti:

1) Sayuran buah, sebagai halnya; cabe, tomat, terong, timun dsb. 2) Sayuran daun, seperti; sawi, bayam, Kangkung, dsb 3) Sayuran batang/tunas, seperti; rebung bambu, akar parsi 4) Sayuran umbi, seperti; wortel, kentang, bit, lobak, dsb. 5) Sayuran bunga, seperti; brocoli, kol bunga, dsb.

6) Sayuran kedelai, seperti mana; buncis, kacang panjang, kapri dsb

(23)

Lakukan memperoleh kompetensi religius (Bopeng 1); Anda harus memercayai anugerah Tuhan pada pembelajaran produksi tanaman sayuran umpama pengumuman cak bagi kemaslahatan umat manusia. Beliau diharapkan dapat mensyukuri sumberdaya alam seperti mana keanekaragaman pokok kayu sayuran laksana rahmat Tuhan Yang Maha Esa intern kerangka pemenuhan kebutuhan rimba bagi umat manusia.

1) Sayuran dataran pangkat, seperti wortel, lobak, kubis/kol, brocoli, ubi benggala dsb.

2) Sayuran dataran kurang, berambang ahmar, oyong, dsb

3) Sayuran dataran jenjang dan n baruh sedikit, seperti cabe, terong, katak, bayam.

b. Manfaat dan prospek mempelajari tanaman sayuran

Menghafal sayur merupakan riuk satu kebutuhan pokok nan digunakan kerjakan menepati kebutuhan zat makanan publik, sehingga banyak petani yang memanfaatkannya sebagai peluang kulak yang cukup menguntungkan mereka.

Maka mempelajari tanaman sayuran akan membagi kemujaraban yang besar bagi kita karena kita akan memperoleh aji-aji pengetahuan, keterampilan dan sikap tentang agribisnis tanaman sayuran nan pula akan adv amat bermanfaat bila bisa ditularkan kepada penanam atau hamba allah lain.

(24)

ataupun supermarket. Karena itu mempelajari pokok kayu sayuran mempunyai probabilitas yang silam baik bikin takdirnya kita dapat memenuhi kebutuhan publik tersebut.

c. Siasat sukses memproduksi tanaman sayuran

Ada 5 daya sukses budidaya pohon sayuran, yaitu faktual:

1). Konsentrat

Kunci terdepan dalam budidaya adalah punya pati yang berkualitas. Kita harus ketahui etis ciri solo atau karateristik bibit yang akan kita tanam tersebut.
Menurut camar duka perlakuan apapun yang akan kita berikan kepada tanaman kita selama bibitnya tidak baik niscaya tidak akan membuahkan hasil nan maksimal. Jadi sekali juga kunci utama sukses budidaya tanaman sayuran adalah mempunyai bibit yang berkualitas.

Esensi berkualitas dapat berasal berpangkal perbanyakan secara generatif atau vegetatif.

2). Serabut

(25)

3). Penggarapan tanah

Tanah merupakan sarana kerjakan tumbuh dan berkembangnya suatu tumbuhan.

Pengolahan tanah sangat berfaedah untuk mengaktifkan mikroorganisme dan membetulkan aerasi tanah. Penggodokan tanah juga berfungsi cak bagi mengendalikan hama-hama yang berharta dalam petak termasuk telurnya. Sehingga dalam arti luas merupakan kita harus menyediakan kendaraan tanam yang sesuai dengan kebutuhan tanaman kita.

4). Air

Lebih mulai sejak 90 % bagian tubuh tanaman ialah air sehingga air merupakan kebutuhan dasar dan wajib dalam budidaya pokok kayu. Air lagi yakni ki alat transportasi unsur hara berpokok akar maupun daun ke seluruh fragmen tumbuhan.

5). Pengendalian hama dan penyakit

(26)

d. Jenis dan karakteristik tanaman sayuran

Sawi hijau (Brassicaspp.)

Secara umum tumbuhan pakcoi biasanya memiliki daun pangkat, halus, bukan berbulu, dan enggak berkrop. Petani kita sekadar mengenal 3 macam sawi putih yang biasa dibudidayakan yakni : pakcoi putih (sawi jabung), caisim, dan caisim kebun. Sekarang ini masyarakat lebih mengenal caisim atau sawi bakso. Selain itu juga cak semau pun diversifikasi pakcoi keriting dan sawi sawi monumen.

Sawi hijau ataupun sawi bakso terserah sekali lagi yang menyebutnya sawi cina., yaitu jenis caisim yang paling banyak dijajakan di pasar-pasar dewasa ini. Gagang cangkul daunnya panjang, langsing, berwarna putih kehijauan. Daunnya lebar memulur, tipis dan berwarna plonco. Rasanya nan renyah, segar, dengan sedikit sekali rasa pahit. Selain enak ditumis atau dioseng, lagi bakal pedangan mie bakso, mie ayam, atau restoran cina.

Tanaman sawi dapat tumbuh baik di ajang yang berhawa panas atau berhawa hambar, sehingga dapat diusahakan dari dataran rendah maupun legok tinggi. Walaupun demikian pada kenyataannya hasil yang diperoleh lebih baik di legok tinggi.

(27)

Tanaman pakcoi tahan terhadap air hujan angin, sehingga dapat di tanam sejauh perian. Pada musim kemarau nan terlazim diperhatikan yakni penyiraman secara terstruktur. Sehubungan dalam pertumbuhannya tanaman ini membutuhkan hawa/iklim nan sejuk. kian cepat tumbuh apabila ditanam n domestik suasana lembab. Akan belaka tanaman ini juga enggak gemar pada air nan menggenang, sehingga tanaman ini sepakat bila di tanam pada akhir musim penghujan.

Petsai
(Brassica chinensis
L.) termaktub dalam famili Brassicaceae yaitu tanaman semusim dan dua tahun. Tanaman petsai batangnya pendek sekali, sampai hampir tidak kelihatan. Gambar patera bulat panjang, berbulu kecil-kecil setakat bernafsu, dan rapuh. Tulang daun utamanya pepat sekali dan bercat masif serta banyak mengandung air.

Area penanaman yang sekata adalah tiba berpokok ketinggian 5 meter sampai dengan 1.200 meter di atas permukaan laut. Semata-mata petsai lazimnya dibudidayakan puas daerah yang mempunyai ketinggian 100 meter sampai 500 meter dpl.

Pakchoi (Brassica sinensis
L.) termasuk intern famili Brassicaceae, berumur pendek ± 45 waktu sesudah tanam. Sayuran ini umumnya digunakan cak bagi bahan sup, buat paesan (garnish), tapi

jarang dimakan plonco.
Rang 3. Pakchoi

(sumber: Skuat Prima Tani Balitsa, 2007)

(28)

Bayam(Amaranthusspp.)

Budidaya bayam efektif dilakukan didataran rendah maupun n baruh tangga sebatas ketinggian 1000 meter bermula permukaan laut. Di Indonesia terdapat dua jenis tanaman bayam yang biasa dibudidayakan para peladang. Pertama, diversifikasi tumbuhan bayam rampas yang terdiri berasal bayam hujau dan bayam merah. Cirinya, sintal patera relatif kecil, untuk jenis bayam hijau warnanya hijau terang agak keputih-putihan, kerjakan bayam merah warnanya merah hati mendatangi terlarang. Jenis kedua, bayam yang berdaun lebar ataupun bayam aji. Rona daunnya hijau tua cenderung keabu-abuan, tumbuh berdiri tegak. Cara panennya boleh dicabut alias dipotong.

Tanaman bayam merupakan pohon semusim dengan siklus panen nan relatif singkat. Tanaman ini sangat mudah dibudidayakan secara organik karena umurnya nisbi ringkas, bisa dipanen sehabis 20 hari, sehingga resiko serangan hama lagi relatif bertambah boncel. Budidaya bayam organik punya perlakuan sama dengan budidaya non-organik, perbedaannya puas pemberian diversifikasi serabut. Sedangkan untuk pengendalian hama, orang tani biasa menanganinya dengan memperbaiki kesegaran tanaman seperti pemberian pupuk, tali air dan menjaga kebersihan kebun.

Gambar 4. Bayam cabut dan Bayam abang

(29)

16-20oC, dengan kelembaban udara antara yang sedang. Namun bayam boleh

beradaptasi plong master memberahikan begitu juga di Jakarta sepanjang kelembabannya tinggi. Pada masa hujan abu bayam enggak begitu baik tumbuhnya, daun bayam mudah rusak terkena hujan abu nan berkelanjutan.

Kodok (Ipomoeaspp.)

Bongkok merupakan salah satu jenis tanaman sayuran patera, tercantum ke dalam famili
Convolvulaceae. Daun kangkung adalah sumber pro-vit A nan sangat baik. Berudu dapat dibedakan menjadi dua jenis berdasarkan palagan tumbuhnya, yaitu: 1) Kangkung air atau Kangkung rawa semangat di arena yang basah atau berair, dan 2) Kecebong darat, arwah di tempat nan tandus ataupun tegalan.

Kangkung punya adaptabilitas cukup luas terhadap kondisi iklim dan tanah di daerah tropis sehingga bisa ditanam (dikembangkan) di bervariasi area Indonesia.

(30)

Selada (Lactuca sativa)

Terdapat dua gerombolan ki akbar budidaya selada nan berkembang di Indonesia. Purwa, selada patera gambar korp-nya buntak belas kasihan, daunnya bau kencur mengembang. Kedua, selada korp (Heading lettuce) susuk korp-nya bulat atau lonjong dan korp-korp-nya padat. Tipe yang paling bakorp-nyak dibudidayakan adalah varietas selada daun, bentuk daunnya berdelan menumpu berkerut-kerimut, atau populer dengan etiket selada berombak. Selada keriting toleran ditanam di daerah tropis dan menggiurkan sekalipun. Macam selada keriting bahkan dapat tumbuh dengan produktif di dataran invalid dan panas seperti mana Jakarta, tapi makin baik kembali jika ditanam di dataran jenjang.

Rencana 6. Selada

(31)

Katuk (Sauropus androgunusL. Merr)

Katuk termasuk internal famili

Euphorbiaceae, banyak digunakan sebagai korban sayuran, lalap, pencelup makanan dan obat. Beberapa nama daerah katuk antara tak karekur, simani dan cengkok manis. Tumbuhan katuk bersemi menahun berbentuk semak perdu dengan, keluhuran antara 2,5-5 m.

Gambar 7. Katuk

Lamun sudah lalu ditanam di berbagai area, semata-mata usaha budidaya tanaman katuk masih merupakan usaha sambilan, karena potensi nilai ekonomi dan sosial pohon ini belum banyak diungkap.

Seledri (Apium graveolensL. Dulce)

(32)

Biji seledri pula digunakan sebagai bumbu dan penyedap dan konsentrat minyak bijinya berkhasiat bak peminta. Apiin (apigenin 7 apiosilglukosida) ialah
glukosida
penghasil wewangian daun seledri dan pangkal pohon celeriac.

Gambar 8. Seledri

Tanaman seledri boleh dibagi menjadi seledri tangkai, seledri pongkol dan seledri daun.

Kucai daun (Alliumspp.),

Umbi lapis daun yang banyak dibudidayakan di Indonesia cak semau tiga macam, adalah:

1). Bawang prei atau
leek
(Allium porum
L.), tidak berumbi dan n kepunyaan daun yang lebih pepat dibandingkan dengan dasun ahmar maupun bawang salih, pelepahnya tangga dan liat serta fragmen dalam daun berbentuk gentat.

(33)

Gambar 9. Umbi lapis daun (sumber: Tim Berbendang Balitsa, 2007)

Bawang daun yang termasuk dalam famili
Liliaceae
ini memiliki aroma dan rasa nan spesifik, sehingga banyak digunakan untuk campuran masakan seperti mana soto, sop dan lainnya, dan juga banyak dibutuhkan oleh perusahan pereka cipta mie instan.

Kubis (Brassica oleraceaL.)

Kubis merupakan tanaman semusim alias dua periode dan termasuk dalam famili
Brassicaceae. Rang daunnya bulat telur sampai bulat panjang dan lebar sebagai halnya kipas. Sistem perakaran kubis agak dangkal, akar tunjang tunggangnya segera bercabang dan memiliki banyak akar tunjang serabut. Kubis mengandung protein, Zat makanan A, Vitamin C,Vitamin B1, Vitamin B2 dan Niacin. Kandungan protein sreg kubis steril lebih rendah dibandingkan puas kubis bunga, saja lambung zat makanan A-nya lebih tinggi dibandingkan dengan kubis bunga.

e. Syarat bertaruk

(34)

Kecebong dapat tumbuh dan berproduksi dengan baik di dataran rendah sampai lembang jenjang (pegunungan) kurang lebih 2.000 m dpl dan diutamakan lokasi lahan terbuka maupun bernasib baik sinar matahari yang pas, tetapi jika di tempat yang terlindung, pohon Bongkok akan tumbuh memanjang saja kurus-kurus.

Kangkung air membutuhkan kapling yang banyak mengandung air dan lumpur, misalnya rawa-pandau, persawahan atau balong-balong. Pada kapling yang kurang air (kekeringan), tanaman katak air pertumbuhannya akan mungil dan lambat serta rasanya menjadi liat (kelat).

Kangkung darat menghendaki persil yang ki berjebah, gembur, banyak mengandung mangsa organik dan tidak mudah menggenang. Pada lahan yang becek, akar tunggang-akar susu dan layon tanaman kangkung darat akan mudah membusuk.

Kucai daun setuju tumbuh di dataran terbatas atau dataran tinggi dengan kemuliaan 250-1500 m dpl, lamun di legok rendah anakan kucai daun bukan terlalu banyak. Kawasan dengan curah hujan angin 150-200 mm/tahun dan suhu harian 18-250C sepakat untuk pertumbuhan

bawang daun. Tanaman ini menghendaki pH adil (6,5-7,5) dengan jenis tanah Andosol (tamatan lahan gunung berapi) atau tanah lempung berpasir.

Tanaman katuk punya daya pembiasaan yang luas terhadap mileu di daerah tropis, bisa tumbuh dan berproduksi dengan di dataran rendah sebatas dataran jenjang. Tanaman katuk toleran terhadap kondisi teduh (naungan) sehingga cocok ditanam di lahan pekarangan.

Lingkungan yang minimal model untuk membudidayakan katuk ialah daerah dengan suhu awan berkisar antara 21-320C dengan kelembaban

(35)

Tumbuhan katuk toleran terhadap plural keberagaman tanah, hampir semua tipe tanah cocok ditanami katuk. Bikin mendapatkan hasil nan optimal, pohon ini membutuhkan kapling yang subur, gembur, banyak mengandung humus, beraerasi dan berdrainase baik, serta mempunyai kemasaman (pH) 5,5-6,5.

Kol pada umumnya ditanam di area yang berhawa sejuk, di dataran panjang 800 2000 m dpl dan bertipe iklim basah, hanya terletak pula varietas yang boleh ditanam di ceduk rendah maupun 200 m dpl. Pertumbuhan optimum didapatkan pada tanah yang banyak mengandung tanah daun, kenyet-kenyut, porus, pH persil antara 6 7. Perian tanam yang baik pada tadinya perian hujan alias tadinya musim kemarau. Sekadar kubis dapat ditanam sepanjang tahun dengan preservasi lebih intensif.

Selada tumbuh baik di dataran tingkatan (gunung-gunung). Di dataran rendah kropnya mungil kecil dan cepat berbunga. Pertumbuhan optimal pada lahan nan subur banyak mengandung humus, mengandung batu halus maupun lumpur. Suhu yang optimal bagi tumbuhnya antara 15 200C, pH lahan antara 5-6,5. Periode tanam terbaik adalah

pada penutup tahun hujan. Meskipun demikian dapat pula ditanam sreg hari kemarau dengan pengairan atau pendirusan yang pas.

Seledri yaitu tanaman yang tinggal tergantung pada lingkungan. Buat bisa memperoleh kualitas dan hasil yang tinggi, seledri membutuhkan temperatur berkisar antara 16 210C. Kapling

(36)

Untuk memperoleh kompetensi sosial (Capuk 2), Anda diharapkan berbenda menjiwai sikap teliti, irit, ketaatan, peduli dan kerjasama sebelum Beliau mengepas melaksanakan identifikasi pokok kayu sayuran.

Untuk memperoleh kompetensi religius (Gapura 1), sebelum Anda melakukan kegiatan praktek diharapkan Anda boleh mengagungkan dan memanjatkan puji terima kasih kepada Tuhan YME atas amanah nan diberikan kepada kita seharusnya kegiatan melaksanakan identifikasi tumbuhan sayuran dan persyaratan tumbuhnya dapat berjalan sesuai gambar dan Sang pencipta meridoinya. amin

Silahkan Kamu meminang lebih lanjut peristiwa-kejadian yang belum Anda ketahui dengan jelas berkaitan dengan ruang cak cakupan tanaman sayuran, keefektifan dan prospek mempelajari tanaman sayuran, kunci sukses memproduksi tanaman sayuran, diversifikasi dan karakteristik tumbuhan sayuran, dan persyaratan tumbuh pokok kayu sayuran tersebut kepada guru.

Silahkan Anda mencoba mengenali atau menemu-tunjukkan jenis dan karakteristik tanaman sayuran daun dengan mengadakan kunjungan ke tipar sayuran alias ke pasar sayuran atau mengumpulkan informasi kemudian menunjukkan ciri-ciri/karakteristik jenis-jenis sayuran daun yang suka-suka di tempat-tempat tersebut, dan semuanya itu terbiasa Anda catat bagi nantinya dapat dipergunakan sebagai bahan analisis dan penyimpulan kegiatan pembelajaran Anda.

yang efisien dan ekonomis, serta dapat meningkatkan efisiensi penggunaan nitrogen.

(37)

Anda dapat mencoba melaksanakan identifikasi jenis dan karakteristik tanaman sayuran patera tersebut dengan menggunakan :

Perabot dan bahan:

1) Tanah pohon sayuran 2) Pasar sayuran

3) Alat tulis menulis 4) Tanah yang akan tergarap

5) Pakaian praktek, sepatu boot dan kopiah stambul

Keselamatan kerja :

1) Kenakan pakaian praktek , sepatu boot dan ketopong

2) Eklektik serempak memasuki tanah tanaman/pasar sayuran

Anju kerja :

1) Lakukan do a bersama sebelum Anda melakukan anju-Langkah kerja berikutnya, sesuai ajaran agama yang Sira anut.

2) Siapkan bahan dan alat

3) Masuki tanah tanaman sayuran alias kunjungi pasar sayuran. 4) Cari dan temukan jenis jenis sayuran patera

5) Catat dan tunjukkan jenis-spesies sayuran daun yang terletak pada lokasi tersebut.

6) Tentukan ruang radius tumbuhan sayuran berdasarkan pengelompokan tumbuhan sayuran

7) Lakukan identifikasi jenis sayuran berdasarkan babak yang dikonsumsi 8) Kerjakan identifikasi varietas sayuran bersendikan medan tumbuhnya. 9) Lakukan identifikasi persyaratan tumbuh tanaman sayuran beralaskan

jenis tanaman.

(38)

Silahkan Sira takhlik pemberitahuan hasil pengamatan, diskusi dan hasil menyedang identifikasi pokok kayu sayuran, dengan demikian Anda boleh mengkomunikasikan informasi tersebut dengan mempresentasikannya di depan kelas.

Silahkan Anda menganalisis dan menyimpulkan hasil pengamatan dari membaca deklarasi tentang ruang spektrum, manfaat dan prospek mempelajari tanaman sayuran, kunci sukses memproduksi tanaman sayuran, jenis dan karakteristik tanaman sayuran, dan persyaratan tumbuh pokok kayu sayuran, dengan hasil sumbang saran dan hasil mencoba identifikasi tanaman sayuran. Apakah ada hal-keadaan nan sama ataupun berbeda atau teradat peluasan, semuanya itu teradat Anda catat andai bahan proklamasi hasil penerimaan ini.

3. Refleksi

a. Deskripsikan peristiwa-hal yang telah Kamu pelajari/temukan sepanjang penerimaan identifikasi tanaman sayuran.

b. Rencanakan peluasan berbunga materi pengajian pengkajian tersebut baik sikap, pengumuman maupun keterampilannya.

c. Beralaskan informasi yang diperoleh berikan input terhadap penataran berikutnya secara lisan dalam diskusi kelompok di kelas dan dalam laporan.

4. Tugas

(39)

jenis-spesies sayuran daun yang ada di tepat-kancah tersebut. Buat konklusi dari segala apa yang telah Kamu amati, diskusikan dan coba, kemudian presentasikan hasil inferensi Anda.

5. Pemeriksaan ulang Formatif

a. Terserah berapa kelompok jenis tanaman sayuran menurut dasar pengelompokannya? berikan contoh masing-masing kelompok!

b. Jelaskan berapa varietas sawi yang konvensional dibudidayakan!

c. Budidaya bayam atau
Amaranthus Spp.

efektif dilakukan daerah bagaimana , jelaskan!

d. Jelaskan berapa jenis dan bagaimana ciri-ciri setiap jenis bayam!

e. Jelaskan persyaratan tumbuh tanaman selada, bawang daun, dan kangkung!

C. Penilaian

1. Sikap

Sepanjang pembelajaran, sikap Anda akan dinilai, penilaian sikap menutupi; sikap n domestik melakukan pengamatan, sikap dalam urun pendapat, sikap dalam melakukan eksperimen/menyedang, dan sikap dalam melakukan presentasi. Penilaian akan dilakukan maka dari itu dua observer/penilai yaitu bapak/ibu suhu dan Anda atau teman Anda.

a. Rubrik Penilaian Diskusi

No Aspek Penilaian

4 3 2 1

(40)

Standar

1). Aspek Terkebat mumbung :

Skor 4 : Dalam diskusi kerumunan terbantah aktif, pikulan jawab, mempunyai pemikiran/ide, berani berpendapat

Skor 3 : Intern diskusi kelompok terlihat aktif, dan kesatria berpendapat

Skor 2 : Dalam sumbang saran kelompok sesekali berpendapat

Kredit 1 : Diam sesekali tidak terlibat

2). Aspek bertanya :

3). Apek Menjawab:

Biji 4 : Memberikan jawaban dari pertanyaan intern kelompok dengan bahasa yang jelas

Poin 3 : Memberikan jawaban berpokok pertanyaan dalam gerombolan dengan bahasa nan adv minim jelas

3) 3Menjawab

4) 4Memberikan gagasan orisinil 5) 5Kerja setimbang

6) 6Tertib

Skor 4 : Memberikan pertanyaan dalam kerubungan dengan bahasa yang jelas

Skor 3 : Menerimakan cak bertanya dalam kelompok dengan bahasa yang kurang jelas

(41)

Skor 2 : Kadang-kadang menerimakan jawaban dari soal kelompoknya

Skor 1 : Diam tidak pernah menjawab pertanyaan

4) Aspek Mengasihkan gagasan orisinil:

5). Aspek Kerjasama:

Biji 4 : Intern sumbang saran kelompok terlibat aktif, tanggung jawab privat tugas, dan membuat antiwirawan-temannya nyaman dengan keberadaannya

Kredit 3 : N domestik diskusi kerumunan berkujut aktif tapi kadang-kadang takhlik kutub-temannya tekor nyaman dengan keberadaannya

Skor 2 : Dalam diskusi kerumunan kurang terlibat aktif Skor 1 : Diam lain aktif

6). Aspek Tertib:

Skor 4 : Dalam diskusi kelompok aktif, santun, kepala dingin mendengarkan pendapat teman-temannya

Skor 3 : Dalam sawala kelompok tampak aktif,tapi rendah santun

Angka 2 : Kerumahtanggaan diskusi kelompok senang menyelit pendapat insan lain

Skor 4 : Mengasihkan gagasan/ide yang orisinil berdasarkan pemikiran koteng

Ponten 3 : Memberikan gagasan/ide yang didapat dari sosi wacana

(42)

Skor 1 : Sepanjang terjadi diskusi sibuk sendiri dengan mandu melanglang kesana kemari

b. Rubrik Pengajuan

Tolok

1) Kejelasan pengutaraan

2). Pemberitahuan

Biji 4 : Mengamankan materi presentasi dan boleh menjawab cak bertanya dengan baik dan kesimpulan membantu topik yang dibahas Skor 3 : Menguasai materi pengajuan dan dapat

menjawab pertanyaan dengan baik dan konklusi mendukung topik nan dibahas

No Aspek

Penilaian

4 3 2 1

1) Kejelasan presentasi 2) Pemberitaan

3) Manifestasi

Poin 4 : Sistematika penjelasan sensibel dengan bahasa dan celaan yang sangat jelas

Skor 3 : Sistematika penjelasan logis dan bahasa lalu jelas tetapi suara abnormal jelas

Biji 2 : Sistematika penjelasan tidak logis sungguhpun menggunakan bahasa dan suara cukup jelas Skor 1 : Sistematika penjelasan tidak masuk akal sungguhpun

(43)

Kredit 2 : Penguasaan materi kurang meskipun bisa menjawab seluruh pertanyaan dan deduksi tidak bersambung dengan topik yang dibahas Skor 1 : Materi kurang dikuasai serta tidak bisa

menjawab seluruh pertanyaan dan kesimpulan lain kondusif topik

3). Manifestasi

2. Pengumuman

Jawablah pertanyaan di sumber akar ini dengan sumir dan jelas !

a. Tanaman sayuran segala saja nan dapat tumbuh di dataran rendah? b. Tanaman sayuran apa saja yang dapat tumbuh di dataran tinggi? c. Apakah manfaat mempelajari agribisnis pokok kayu sayuran? jelaskan! d. Bagaiamana prospek mempelajari agribisnis tanaman sayuran? jelaskan e. Barang apa saja kunci sukses usaha pohon sayuran? jelaskan!

Nilai 4 : Performa menarik, sopan dan kemas, dengan penuh percaya diri serta menggunakan alat bantu Skor 3 : Penampilan layak menyentak, sopan, rapih dan

percaya diri menggunakan alat bantu

(44)

3. Kelincahan

Berilah tanda check list ( ) pada kolom Ya maupun Tak sesuai jawaban Anda.

No Kompetensi/Kegiatan Kriteria Ya Tidak

a Menerapkan ruang

(45)

Kegiatan Pembelajaran 2. Penggodokan Tanah Tanaman Sayuran

A. Deskripsi

Kegiatan pendedahan pengolahan persil tanaman sayuran berisikan uraian kiat materi: Lahan pohon sayuran, model pengolahan kapling, peralatan pengolahan petak, defenisi pola pengolahan tanah, faktor-faktor yang mempengaruhi perebusan tanah, teknik penggarapan tanah pertama (bajak) dan kedua (rotary) di satu lahan tanaman.

B. Kegiatan Belajar

1. Tujuan Pembelajaran

Setelah menyelesaikan kegiatan penataran 2 diharapkan petatar tuntun kreatif; melaksanakan perebusan persil pohon sayuran daun sesuai patokan teknik penggodokan lahan.

2. Jabaran Materi

a. Mengamati lahan yang akan terjamah untuk tanaman sayuran

Lahan yang akan diolah bakal tanaman sayuran daun sebaiknya

sebidang tanah yang bergerak-gerak, banyak mengandung humus, produktif, serta pembuangan airnya baik. Derajat kemasaman (pH) tanah yang optimum untuk pertumbuhannya adalah antara pH 6 hingga pH 7.

(46)

Lahan buat pertanaman bayam teradat diolah makin dahulu dengan dicangkul sedalam 20 30 cm supaya bergembut-gembut.

Pengolahan persil tanah
Sawi
dilakukan 3-4 minggu sebelum tanam. Tanah dicangkul sedalam 30 cm, dibersihkan dari gulma dan tanahnya diratakan. Bila pH adv minim, digunakan kapur Dolomit sebanyak 1-1,5 ton/ha dan diaplikasikan 3 ahad sebelum tanam dengan mandu disebar di permukaan lahan dan diaduk rata.

Lahan bagi penanaman bawang patera dicangkul dengan kedalamam 30-40 cm kemudian ditambahkan cendawan kandang. Hal ini dilakukan karena kucai daun menghendaki lahan yang bergembut-gembut untuk pertumbuhannya. Kemudian siapkan bedengan dengan gempal 1-1,2 m dengan panjang sesuai dengan kondisi petak. Parit antar bedengan dibuat dengan kedalaman 30 cm dan tumpul pisau 30 cm. Pembuatan parit sangat diperlukan seyogiannya drainase laju karena bawang daun tidak menyukai adanya lopak air.

Lahan penghutanan katuk boleh disiapkan intern rajah petakan (sistem bedengan) alias kerangka larikan (sistem cerocok).

(47)

Sistem pengolahan lahan bagi penanaman katuk terserah 2 yaitu:

a). Sistem petakan (bedengan)

Petak sistem bedengan digunakan intern penanamankatuk
secara spesial dengan jarak teratur, yaitu 20 cm x 20 cm, secara bersaf atauberbaris. Tanah dicangkul maupun dibajak sedalam 30 cm ataupun lebih hingga bergembut-gembut, kemudian dibuat bedengan alias petakan berformat sintal 100- 120 cm, tingkatan 30 cm, jarak antar petakan 30-40 cm dan panjang petakan tidak bertambah dari 12 m. Bedengan ditaburi serabut kandang aswa sebanyak 20 ton/ha, kemudian di ramu dan diratakan.

b). Sistem larikan (gerogol)

Pengolahan tanah namun dilakukan pada bidang kapling yang akan ditanami. Lahan nan tersortir diolah hingga gembur, dibentuk larikan selebar 30-40 cm, dengan ketinggian 30 cm dan ukuran tahapan disesuaikan dengan hal lahan. Larikan ditaburi baja kandang sapi/kuda dengan dosis 20 ton/ha dan dicampur rata dengan tanah, kemudian dirapikan.

(48)

Tanah dicangkul sebatas gembur kemudian dibuat lubang-terowongan tanam dengan jarak tanam 50-70 cm (antar barisan) x 12-20 cm (dalam legiun). Jumlah seledri di alun-alun umumnya berkisar antara 50 ribu100 ribu tanaman tiap-tiap hektar. Bila pH kapling cacat dari 5,5 dilakukan pengapuran memperalat Kaptan/Dolomit dengan dosis 1,5 ton/ha, dan diaplikasikan 3-4 minggu sebelum tanam.

b. Mengamati peralatan pengolahan kapling

1) Diversifikasi peralatan untuk pengolahan kapling

Secara garis besar gawai dan mesin pengolahan petak juga dibedakan menjadi dua macam:

a). Alat dan mesin penggodokan petak pertama (primary tillage
equipment), yang digunakan bikin melakukan kegiatan pengolahan tanah mula-mula. Peralatan penggarapan tanah ini umumnya berupa bajak (plow), dengan segala jenisnya.

(49)

Tulangtulangan 10. Radas dan mesin penggarapan tanah permulaan (Primary
tillage equipment)

2) Kegiatan pengolahan lahan pertama (tenggala) dan kedua (rotary)

Didalam tanah terdapat aneka ragam jasad renik dan bermacam-macam materi senyap. Bila semua organisme di dalam tanah saling bekerjasama maka tanah akan menjadi ki berjebah dan tanaman-pohon akan tumbuh serta hasil pengetaman bagus.

(50)

Gambar 11. Dabat dalam tanah

Maka dari itu karena hal tersebut pembajakan dengan traktor dilakukan enggak sesering mungkin ataupun seminimal bisa jadi (Minimum tillage), demikian pun penggunaan rotary.

Petak yang diperlukan bagi menanam bermacam-macam jenis sayuran perlu diukur sesuai dengan luas yang diinginkan, misalnya seluas 1.000 m2,

maka lahan seluas tersebut perlu dibersihkan dari segala sesuatu nan boleh mengganggu pertumbuhan pokok kayu, seperti tunggul-tunggul sisa tebangan pohon, jukut-rumput yang tinggi ataupun belukar, batu-batu dan sebagainya.

c.
Abstrak pengolahan tanah

Kamil pengolahan tanah erat hubungannya dengan periode yang hilang karena belokan selama pengolahan tanah. Hipotetis pengolahan harus dipilih dengan tujuan untuk memperkecil sebanyak mungkin pengangkatan gawai. Karena plong waktu diangkat organ itu tidak bekerja. Oleh karena itu harus diusahakan tenggala atau garu tetap bekerja selama waktu operasi dilapangan. Lebih banyak pengangkatan alat plong waktu pasung, makin tekor efisiensi kerjanya. Pola perebusan lahan nan banyak dikenal dan dilakukan adalah
hipotetis spiral, acuan riol, konseptual tengah dan pola alfa

(51)

Pola pengolahan tanah (pembajakan) dengan traktor tangan

Pelaksanaa pengolahan petak, perlu memperalat pola-arketipe tertentu. Tujuan dari model pengolahan tanah ini yaitu :

Gambar 12. Pola perebusan tanah

Makin efisien:

Apabila menggunakan cermin nan sesuai, diharapkan :

Waktu yang terbuang pada saat pengolahan kapling (pada saat implemen pengolahan tanah diangkat) sesedikit mungkin. Lahan yang terjamah tidak terjamah lagi Sehingga diharapkan tiang penghidupan penggarapan tanah bisa lebih efisien.

Lebih efektif:

(52)

Untuk memperoleh kompetensi religius (Gapura 1), sebelum Engkau berbuat kegiatan praktek diharapkan Anda dapat mengagungkan dan menaikkan puji syukur kepada Halikuljabbar YME atas amanah yang diberikan kepada kita sebaiknya kegiatan melaksanakan pengolahan tanah tanaman sayuran dapat bepergian sesuai lembaga dan Halikuljabbar meridoinya. amin.

Untuk memperoleh kompetensi sosial (Burik 2), sebelum Beliau mengerjakan kegiatan praktek Anda diharapkan mampu menghayati sikap teliti, cermat, disiplin, peduli dan kerjasama sebelum Engkau mencoba melaksanakan pengolahan tanah tanaman sayuran.

Silahkan Anda menanyakan lebih lanjut peristiwa-situasi yang berkaitan dengan pengolahan tanah serta faktor-faktor yang mempengaruhinya kepada guru.

Silahkan Anda menyedang melaksanakan perebusan petak mula-mula (bajak) dan kedua (rotary) bersendikan pola perebusan dan peralatan yang telah ditentukan, dengan memperalat:

Alat dan mangsa:

1) Tanah yang akan diolah 2) Meteran

3) Sutra raffia

4) Traktor berikut implement bajak dan rotary kamil 5) Pacul

(53)

Silahkan Anda membuat manifesto hasil pengamatan, sawala dan hasil mencoba pengolahan petak tanaman sayuran, sehingga Dia boleh mengkomunikasikan laporan tersebut dengan mempresentasikannya di depan papan bawah.

Silahkan Ia menganalisis dan menyimpulkan hasil pengamatan dari mengaji maklumat adapun lahan tanaman sayuran, pengolahan tanah, peralatan perebusan lahan, faktor-faktor yang mempengaruhi penggarapan petak, dengan hasil sawala dan hasil mencoba. Apakah ada hal-hal nan sama atau berlainan atau terlazim pengembangan, semuanya itu perlu Engkau catat sebagai bahan laporan hasil pengajian pengkajian ini.

Keselamatan kerja :

1) Kenakan pakaian praktek , sepatu boot dan ketopong 2) Lever-hati sewaktu memperalat peralatan tajam

Persiapan kerja :

1) Lakukan do a bersama sebelum Anda melakukan langkah-Langkah kerja berikutnya sesuai ajaran agama yang Dia anut.

2) Siapkan alamat dan alat

3) Ukur luas persil nan akan terjamah

4) Memperbedakan pola pengolahan petak yang sesuai untuk tanaman sayuran 5) Pilih peralatan pembajakan nan sesuai

6) Olah tanah dengan dibajak menggunakan traktor ataupun dicangkul, kedalaman olahan antara 20 – 30 cm.

7) Gemburkan tanah dengan rotary atau cangkul

(54)

3. Refleksi

a. Deskripsikan hal-situasi yang telah Anda pelajari/temukan selama pembelajaranpengolahan tanah tanaman sayuran.

b. Rencanakan pengembangan berpokok materi pembelajaran tersebut baik sikap, pengetahuan maupun keterampilannya.

c. Beralaskan takrif yang diperoleh berikan input terhadap pembelajaran berikutnya secara lisan dalam diskusi kelompok di kelas bawah dan dalam warta.

4. Tugas

Secara keramaian cak bagi pengamatan pada hasil pengolahan persil lahan tanaman sayuran kerjakan pertanyaan-pertanyaan dalam diskusi kerubungan, kumpulkan informasi atau Anda dapat mencoba berbuat pengolahan kapling puas suatu lahan kosong, Anda dapat mencoba dengan memperalat Kenur Kerja yang suka-suka.. Buat penali dari barang apa yang mutakadim Anda amati, diskusikan dan coba, kemudian presentasikan hasil penali Anda.

5. Tes Formatif

a. Jelaskan bagaimana seharusnya kondisi lahan yang akan dikerjakan bagi tanaman sayuran daun!

b. Jelaskan hal-hal yang perlu dilakukan sebelum pengemburan lahan! c. Jelaskan secara garis ki akbar alat dan mesin pengolahan persil!

d. Pola pengolahan tanah erat hubungannya dengan apa, jelaskan!

(55)

C. Penilaian

1. Sikap

Selama pembelajaran, sikap Anda akan dinilai, penilaian sikap membentangi; sikap dalam melakukan pengamatan, sikap internal diskusi, sikap dalam berbuat eksperimen/mencoba, dan sikap dalam mengamalkan penguraian. Penilaian akan dilakukan maka itu dua observer/pengetes yaitu bapak/ibu hawa dan Kamu alias tampin Anda.

Ia bisa menggunakan rubrik penilaian sikap nan berisi rubrik penilaian urun rembuk dan rubrik presentasi sama dengan nan tersaji sreg penilaian kegiatan pembelajaran 1.

2. Laporan

Jawablah tanya di bawah ini dengan sumir dan jelas !

a. Jelaskan kegiatan apa yang perlu dilakukan bila petak buat sawi memiliki pH rendah!

b. Jelaskan bagaimana langkah kapling bagi penghutanan bawang daun! c. Jelaskan bagaimana persiapan petak untuk reboisasi kubis!

d. Jelaskan bagaiaman pengolahan lahan sistem larikan (pagar) untuk penanaman katuk!

e. Jelaskan bagaimana persiapan lahan untuk penanaman selada dan seledri!

3. Keterampilan

No Kompetensi/Kegiatan Standar Ya Tidak

A Melembarkan paradigma

pengolahan tanah Hipotetis pengolahan tanahyang dipilih sesuai lakukan penghijauan sayuran B Mengidas peralatan

(56)

C Mengolah persil permulaan dengan luku traktor atau cangkul,

Lahan diolah dengan kedalaman olahan antara 20 – 30 cm.

D Mengolah tanah kedua dengan rotary traktor atau pacul

Tanah diolah setakat menjadi gembur/serpihan.

(57)

Kegiatan Penerimaan 3. Pembuatan Bedengan Tumbuhan Sayuran

A. Deskripsi

Kegiatan pembelajaran pembuatan bedengan pohon sayuran berisikan uraian pokok materi; Kapling perladangan yang telah diselesaikan, petakan bedengan, saluran draenase, signifikasi bedengan dan sungai buatan draenase, faktor-faktor yang mempengaruhi pembuatan bedengan, petakan, dan serokan draenase.

B. Kegiatan Membiasakan

1. Tujuan Pengajian pengkajian

Setelah memecahkan kegiatan penataran 3 diharapkan siswa bimbing berlimpah; melaksanakan pembuatan bedengan tanaman sayuran sesuai barometer teknik pembuatan bedengan.

`

2. Uraian Materi

a. Lahan pertanian yang telah diolah, amatilah rang di bawah ini!

.

Tulang beragangan 13. Pembuatan bedengan

Informasi apa yang dapat Anda sambut setelah kecam gambar tersebut?

(58)

b. Petakan bedengan dan saluran draenase

Maksud penting pembuatan saluran drainase yakni untuk mencegah paluh dengan mengalirkan air aliran permukaan, sehingga kekuatan air mengalir lain subversif persil, pokok kayu, dan/maupun bangunan preservasi lainnya. Di areal rawan longsor, pembuatan saluran drainase ditujukan untuk mengurangi laju penyelundupan dan perkolasi, sehingga kapling enggak sesak jenuh air, sebagai faktor utama pemicu terjadinya longsor.

Kerangka sungai buatan drainase, khususnya di lahan usahatani dapat dibedakan menjadi:

(1) saluran pengelak (2) serokan teras dan

(3) saluran pembuangan air.

Pemeliharaan terusan drainase dilakukan dengan investigasi saluran-saluran pembuangan air yang telah dangkal, galibnya dilakukan bersama-seimbang dengan pengendalian gulma.

Petakan bedengan

Bedengan dengan ukuran rata gigi 120 cm dan panjang sesuai dengan matra petak tanah. Tinggi bedeng 20 30 cm dengan jarak antar bedeng 30 cm.

(59)

Lebar bedangan
bayam
satu meter dan hierarki 20-30 cm sedangkan panjangnya menirukan kondisi lahan. Jarak antar bedengan 30 cm. Sebaiknya bedengan membujur pecah timur-barat cak bagi mendapatkan pencahayaan yang maksimal.

Bedengan tanaman
sawi
yang digunakan sebaiknya berukuran sintal 100-120 cm dan tinggi 30 cm. Jarak lajur kerumahtanggaan bedengan 15 cm dan jarak tanam dalam bedengan 10-15 cm.

c. Pengertian Bedengan dan Saluran Draenase

Kata bedengan berusul dari bahasa Inggris bed yang berarti tempat tidur, intern peristiwa ini tentu sekadar tempat tidur pohon, sehingga dapat diartikan bedengan merupakan seumpama tempat tumbuhnya tumbuhan.

Kata draenase berpangkal berbunga bahasa Inggris drainage nan berjasa pembuangan air sehingga saluran draenase bisa diartikan bak saluran pembuanagn air, dalam hal ini saluran pembuanagan air diantara bedengan untuk kemudian ke bekas nan bertambah rendah.

d. Faktor-faktor yang mempengaruhi pembuatan bedengan

Pembuatan bedengan dipengaruhi oleh:

tipe tanaman yang akan diusahakan: kemiringan lahan, kondisi iklim setempat terutama guyur hujannya.

(60)

Bikin memperoleh kompetensi religius (Burik 1, sebelum Dia melakukan kegiatan praktek diharapkan Anda dapat menghormati dan memanjatkan puji syukur kepada Almalik YME atas amanah yang diberikan kepada kita agar kegiatan melaksanakan pembuatan bedengan tanaman sayuran dapat berjalan sesuai bentuk dan Tuhan meridoinya. amin.

Untuk memperoleh kompetensi sosial (Ki 2), Beliau diharapkan mampu menghayati sikap teliti, ekonomis, disiplin, peduli dan kerjasama sebelum Anda mencoba melaksanakan pembuatan bedengan tumbuhan sayuran .

Silahkan Andameminanglebih jauh hal-situasi nan berkaitan dengan pengertian bedengan dan saluran draenase serta faktor-faktor yang mempengaruhi pembuatan bedengan tersebut kepada Guru.

Silahkan Sira menyedang melaksanakan pembuatan bedengan pohon sayuran dengan memperalat:

Gawai dan target

1) Pacul 2) Garpu lahan 3) Meteran 4) Tali rafia 5) Patok kayu

(61)

Silahkan Anda membuat laporan hasil pengamatan, diskusi dan hasil mencoba pembuatan bedengan tanaman sayuran, dengan demikian Engkau dapat mengkomunikasikan
laporan tersebut dengan mempresentasikannya di depan kelas.

Silahkan Ia menganalisis dan menyimpulkan hasil pengamatan berbunga membaca informasi tentang lahan persawahan nan telah diolah, petakan dan kanal draenase, faktor-faktor yang mempengaruhi pembuatan bedengan, dengan hasil diskusi dan hasil mencoba pembuatan bedengan tanaman sayuran. Apakah terserah hal-situasi yang seimbang atau berbeda atau perlu pengembangan, semuanya itu perlu Sira tulis umpama bahan siaran hasil pembelajaran ini.

Keselamatan kerja

1) Kenakan pakaian praktek , sepatu boot dan topi 2) Ketat bertepatan menggunakan peralatan tajam

Awalan kerja

1) Bakal do a bersama sebelum Dia berbuat langkah-Langkah kerja berikutnya, sesuai visiun agama nan Anda anut.

2) Siapkan peralatan nan diperlukan

3) Ukur luas bedengan yang akan dibuat sesuai kebutuhan penanaman 4) Untuk petakan tanah sesuai format

5) Bakal parit draenase disekeliling petakan 6) Ratakan tanah permukaan bedengan.

(62)

3. Refleksi

a. Deskripsikan situasi-hal yang telah Beliau pelajari/temukan sepanjang pembelajaran Melaksanakan pembuatan bedengan tanaman sayuran. b. Rencanakan pengembangan dari materi pembelajaran tersebut baik

sikap, deklarasi ataupun keterampilannya.

c. Bersendikan informasi yang diperoleh berikan input terhadap pembelajaran berikutnya secara lisan internal diskusi kerumunan di kelas bawah dan dalam laporan.

4. Tugas

Secara kelompok lakukan pengamatan plong hasil pembuatan bedengan lahan tanaman sayuran buat pertanyaan-pertanyaan dalam urun rembuk kelompok, kumpulkan informasi maupun Anda bisa mencoba melakukan pembuatan bedengan puas suatu lahan yang telah diolah sebelumnya, Anda dapat mencoba dengan menggunakan lembar kerja yang ada.. Bakal kesimpulan berusul apa yang mutakadim Anda amati, diskusikan dan coba, kemudian presentasikan hasil kesimpulan Beliau.

5. Tes Formatif

a. Jelaskan pamrih utama pembuatan saluran drainase!.

b. Jelaskan kiranya bedengan arah membujur bersumber arah mana ke arah mana!

c. Jelaskan segala pengertian bedengan!

d. Jelaskan apa pengertian saluran draenase!

(63)

C. Penilaian

1. Sikap

Selama pembelajaran, sikap Anda akan dinilai, penilaian sikap meliputi; sikap dalam melakukan pengamatan, sikap kerumahtanggaan diskusi, sikap dalam melakukan eksperimen/mencoba, dan sikap intern melakukan pengutaraan. Penilaian akan dilakukan oleh dua observer/pengevaluasi yaitu bapak/ibu guru dan Ia atau oponen Anda.

Kamu dapat menunggangi kolom penilaian sikap nan berisi rubrik penilaian diskusi dan rubrik pengutaraan begitu juga yang tersuguh pada penilaian kegiatan penelaahan 1.

2. Pengtahuan

Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan pendek dan jelas !

a. Jelaskan bentuk-rajah saluran drainase, khususnya di kapling usahatani! b. Jelaskan bagaimana proses pemeliharaan susukan drainase dilakukan! c. Jelaskan bagaiamna dimensi bedengan kerjakan penanaman bayam! d. Jelaskan bagaiamna format bedengan bakal reboisasi sawi putih!

e. Jelaskan bagaimana kondisi bedengan yang dikehendaki tanaman Selada!

3. Keterampilan

Berilah tanda Check list ( ) lega kolom ya maupun tidak sesuai jawaban Anda.

No Kompetensi/Kegiatan Kriteria Ya Tak

a Menyiapkan peralatan

(64)

b Mengkur luas

bedengan Dimensi luas bedenganyang dibuat sesuai kebutuhan penanaman c Membuat petakan

tanah Petakan tanah yang dibuatsesuai pengukuran d Mewujudkan susukan

draenase Sungai buatan draenase dibuatdisekeliling petakan sesuai pengukuran

e Meratakan tanah

bidang bedengan. Kapling bedengan menjadi ratapermukaan sesuai kebutuhan pokok kayu

(65)

Kegiatan Pembelajaran 4. Hidayah Pupuk (Bawah dan Susulan) Tumbuhan
Sayuran.

A. Deskripsi

Kegiatan pembelajaran rahmat pupuk (dasar dan susulan) pohon sayuran berisikan uraian pokok materi; Kapling yang belum diberi rabuk dasar, tanaman yang belum dipupuk, spesimen untuk analisa tanah dan patera, partikel hara, variasi pupuk, pengertian analisa tanah dan daun, denotasi defisiensi unsur hara, pengambilan spesimen untuk analisa tanah dan daun, identifikasi defisiensi atom hara, penentuan jenis rabuk, kuantitas, waktu dan cara pemupukan, teknik pemupukan pohon sayuran.

B. Kegiatan Sparing

1. Harapan Pembelajaran

Pasca- menguasai kegiatan pendedahan 4 diharapkan peserta didik mampu; melaksanakan pemberian pupuk (dasar dan susulan) tanaman sayuran.

2. Jabaran Materi

a. Mengecap lahan yang belum diberi pupuk sumber akar dan lahan yang sudah diberi serabut dasar.

Lahan yang belum diberi pupuk dasar yaitu suatu persil yang sudah dibentuk menjadi bedengan namun satah bedengan tersebut belum ditaburi cendawan sumber akar yang akan dicampurkan secara merata dengan persil permukaaan bedengan.

(66)

dengan lahan permukaaan bedengan. Sepekan sebelum reboisasi dilakukan pemupukan sampai-sampai dahulu yakni pupuk kandang 10 ton/ha, TSP 100 kg/ha, Kcl 75 kg/ha.

Lakukan bedengansawipemberian pupuk dasar faktual pupuk kandang sebanyak 10 ton/ha diberikan merata di atas bedengan dan diaduk merata dengan tanah. Hal tersebut dilakukan ± 3 musim sebelum tanam. Sementara itu pemupukan susulan menggunakan serat Urea 130 kg/ha yang diberikan sehabis penyiangan atau ± 2 minggu setelah tanam.

b. Tanaman nan belum dipupuk dan pohon yang sudah lalu dipupuk:

Engkau bisa menuding tanaman yang belum dipupuk dan tanaman yang sudah dipupuk susulan dengan menanyakan keadaan tersebut kepada peladang sayuran maupun dengan cara studi literatur dari berbagai sumber, ataupun Anda dapat membentuk suatu percobaan tentang kejadian tersebut dengan bimbingan suhu sehingga Dia diharapkan boleh membebaskan ciri-ciri tanaman sayuran nan belum dipupuk dan nan sudah dipupuk tersebut.

c. Spesimen kerjakan analisa tanah dan patera

Dia perlu mencekit percontoh persil bagi Dia dukung ke laboratorium tanah kemudian Dia harap adegan makmal lahan untuk menganalisis tanah tersebut.

Tanah nan diambil yakni tanah yang akan digunakan sebagai kendaraan bertaruk tanaman. Lakukan akurasi umumnya dibutuhkan lebih adv minim setengah kilogram tanah per satu bintik sampel.

(67)

menakar hara yang tersedia buat tanaman akan doang merupakan penunjuk dari sejumlah hara kerumahtanggaan lahan.

Kajian jaringan tanaman

Anda juga perlu mengambil sampel jaringan tanaman/daun cak bagi Beliau gendong ke laboratorium ilmu tumbuh-tumbuhan kemudian Anda mohon bagian laboratorium tersebut lakukan menganalisis jaringan tanaman tersebut

Analisis tanaman dimulai dengan melakukan akumulasi sampel nan mewakili. Pengelompokan sampel tanaman dilakukan beralaskan spesies, fase pertumbuhan tumbuhan, dan intern tulangtulangan apa ion hara nan akan diamati.

Umumnya kandungan hara dalam tanaman berfluktuasi sepikiran dengan fase pertumbuhannya. Alat pencernaan hara bertambah katai plong tumbuhan yang tua lontok, dan bervariasi diantara bagian-bagian tanaman. Misalnya jaringan reproduksi rata-rata memiliki konsentrasi posfor yang makin tahapan dibandingkan dengan jaringan vegetatif. Amatan jaringan sangat menolong kita kerjakan lebih memahami kondisi pertanaman kita. Sampel yang diambil merupakan spesimen yang pecah mulai sejak dua areal yang berbeda, satu areal dimana tanaman dapat tumbuh normal dan satu lagi pada daerah yang mengalami gejala

(68)

sangat rendah (abnormal), minus, semenjana, cukup ataukah tinggi, sesuai tolok tertentu.

Prinsip yang harus diperhatikan dalam uji tanah ialah bahwa metode analisa persil tersebut (1) harus dapat mengekstraksi bentuk partikel hara yang tersuguh saja, secara tepat. Jadi sifatnya eklektik artinya tak mengekstraksi bentuk yang tidak bisa dimanfaatkan maka dari itu tumbuhan, (2) metode analisa nan dipakai dilaboratorium harus sederhana, cepat, mudah dilaksanakan dan punya presisi dan presisi tinggi, (3) hasil amatan harus boleh direproduksi. Dengan demikian cair ilmu pisah yang dibuat harus didasarkan lega pengetahuan nan baik adapun susuk-bentuk kimia dari unsur hara di dalam lahan dan tentang sifat akar tunggang tanaman dan mekanisme pelarutan bentuk-rencana kimia oleh akar tunggang tanaman.

Pengambilan cermin persil yaitu tinggi terpenting di dalam acara uji kapling. Analisis kimia semenjak sempurna lahan nan diambil diperlukan untuk menakar ganjaran hara, menetapkan status hara tanah dan dapat digunakan sebagai petunjuk penggunaan cendawan dan kapur secara efisien, rasional dan menguntungkan. Namun, hasil uji tanah bukan berarti apabila kamil tanah yang diambil tidak mengoper areal yang dimintakan rekomendasinya dan enggak dengan cara benar. Oleh karena itu pengambilan contoh tanah adalah tahapan terpenting di privat program uji kapling.

Kapan Pengutipan Model Tanah Dilakukan

(69)

Madya pengambilan pada lahan sawah sebaiknya di cabut plong kondisi basah.

Gambar 15. Pengutipan cermin tanah

Beberapa kekerapan pengambilan contoh petak

Secara umum, komplet diambil sekali internal 4 hari untuk sistem pertanaman di lapangan. Untuk tanah yang digunakan secara intensif, contoh tanah diambil paling kecil sedikit sekali dalam 1 tahun. Pada tanah-tanah dengan skor uji petak-tanah tinggi, contoh kapling-kapling disarankan diambil setiap 5 tahun sekali.

Cara pengambilan konseptual tanah massa

(70)

Kamil tanah individu diambil dari salutan olah atau saduran perakaran. Suatu contoh komposit mewakili hamparan yang homogen 10-15 ha. Untuk kapling miring dan bergelombang 1 contoh persil komposit terdiri berbunga fusi 10-15 acuan tanah individu. Sebelum pengambilan contoh persil, terbiasa diperhatikan keseragaman areal/ hamparan. Areal yang akan diambil.

Contohnya diamati dahulu keadaan topografi, tekstur, warna persil, pertumbuhan pohon, input (baja, kapur, bahan organic, dan sebagainya), dan rencana boleh ditentukan 1 hamparan yang sama (homogen/ mendekati ekuivalen). Hamparan kapling yang homogen lain mencirikan perbedaan- perbedaan yang nyata, antara lain warna tanah dan pertumbuhan pokok kayu kelihatan sebanding. Komplet tanah agregat diambil diambil lega persil yang homogen dan dominant lega suatu hamparan.

Gambar 16. Pengutipan contoh petak menggunakan bor tanah susuk tabung, auger, dan pacul serta sekop

Cara mengambil komplet petak komposit dapat dilakukan laksana berikut

(71)

2) Rumput jukut, rayuan batuan atau kerikil, ampas tanaman atau alamat organic segar/ serasah yang terdapat dipermukaan tanah di bersihkan.

3) Lakukan petak tandus hal tanah pada saat pengambilan ideal tanah sebaiknya pada kondisi kapasitas lapang (kelembaban tanah madya yaitu kondisi sangka- agak sepan lakukan pengolahan persil). Menengah untuk lahan sawah konseptual tanah sebaiknya diambil plong kondisi basah atau sebagaimana kondisi ketika terwalak tanaman

4) Teoretis tanah makhluk diambil memperalat bor tanah (auger atau tabung) atau cangkul dan sekop. Jika menggunakan bor tanah, model tanah anak adam diambil pada titik pengambilan yang sudah lalu ditentukan, sedalam +20 atau lapisan olah. Padahal jika menunggangi pacul dan sekop, tanah dicangkul sedalam lapisan olah (akan membentuk seperti aksara v), kemudian petak plong sisi yang tercangkul diambil setebal 1,5 cm dengan menggunakan cangkul ataupun sekop.

5) Contoh- contoh kapling individu tersebut dicampur dan diaduk merata dalam ember plastic, lalu bersihkan berbunga sisa pohon atau akar. Setelah bersih dan teraduk rata, diambil transendental seberat kira-kira 1 kg dan dimasukkan kedalam kantong plastic (contoh tanah komposit). Kerjakan meninggalkan kemungkinan berpokok lega saat pengiriman, kantong plastic yang digunakan dobel.

Source: https://123dok.com/document/qvl4rx1y-agribisnis-tanaman-sayuran.html

Posted by: holymayhem.com