Penyakit Tanaman Sayuran Akibat Bakteri

Ki kesulitan tanaman bisa disebabkan karena kuman, jamur dan virus. Gejala terjangan baja dan patogen paling mudah diamati secara kasat mata dibandingkan gejala yang ditimbulkan maka itu virus.

Cak bagi memastikan serangan serat dan bakteri masih bisa dilakukan secara tercecer dengan melihat gejala serbuan. Memastikan diversifikasi serangan sangat berguna lakukan menentukan langkah pengendalian yang tepat.

Terserah dua jenis penyakit layu yang biasa ditemui di lahan pertanian; layu karena jamur dan layu karena mikroba.

Misalnya, seperti kasus layu mendadak pada tomat, cabai, terong, melon, pokok kayu nan awalnya segar dan sahih tiba-tiba layu dan mengering. Problem layu tersebut dapat saja disebabkan makanya layu bakteri (Pseudomonas solanacearum) atau layu kawul (Fusarium oxysporum).

Patogen Pseudomonas solanacearum diketahui bisa memperhatikan makin berpangkal 200 variasi tanaman. Beberapa di antaranya adalah pisang, tembakau, ubi benggala, tomat, terung, cabai, kacang-kacangan, tanaman hias dan berbagai jenis gulma pula dapat diserang.

Sedangkan jamur Fusarium oxysporum dapat menyerang lebih berusul 150 variasi pokok kayu mulai berusul sayur-sayuran, bawang, mauz, ubi benggala, tomat, kubis, radis, petai, sawi, sua-temuan, semangka, melon, betik, salak, krisan, anggrek, kacang panjang, lada, ketimun, jambu biji, halia dan banyak pula.

Untuk melakukan pengendalian bersumber kedua jenis ki aib ini, perlu diketahui tambahan pula suntuk segala apa penyebabnya. Sekiranya penyebabnya adalah jamur, maka obatnya adalah perunding fusarium bukan obat bakteri, dan separas pula sebaliknya. Karena kalau pelecok, akan menyebabkan peminta terbuang percuma, keburukan tegar menyebar dan mengandaskan.

Namun gejala yang tampak karena kedua problem ini dekat sama, yaitu layu mendadak dimulai bermula layu lega episode atas patera, lama-kelamaan akan menjadi kecoklatan dan akhirnya mati. Kelaliman penyakit ini lah nan menciptakan menjadikan penyakit ini berbahaya. Maka dari itu pengendalian nan tepat habis dibutuhkan agar lain keseleo bulan-bulanan.

Penyakit layu karena baja

Tanaman dicabut, akarnya dipotong. Jika penyakit disebabkan bakteri maka pada potongan terbantah beringus dan berbau. Celupkan akar tunggang ke air dan tunggu sebatas beberapa menit, jikalau kelihatan seperti mana gas di privat air, maka dapat dipastikan serangan layu dikarenakan bakteri. Serangan layu kuman sangat cepat, bahkan bisa invalid dari tiga musim. Tumbuhan terlihat layu baik siang dan lilin lebah hari.

Penyakit layu karena serat

Jika akar susu dipotong, tidak beringus dan berbau. Sementara itu jika dicelupkan ke dalam air selama beberapa menit, tidak akan terlihat asap seperti lega serangan bakteri. Serangannya relatif lebih lama dibandingkan serangan bakteri, pohon terlihat layu pada siang hari, tetapi magrib hari cegak pun.

Sekiranya sudah diketahui penyebab keburukan layu pada tumbuhan terjangkit, barulah boleh dilakukan pengendalian nan tepat.

Mandu menindak layu karena jamur:

  1. Gunakan varietas tahan. Misalnya lakukan tomat, gunakan varietas yang resistan terhadap layu fusarium seperti Ohio MR 9 dan Walter.
  2. Pemakaian fungisida. Walaupun sebatas sekarang belum suka-suka tercatat fungisida yang khusyuk sakti untuk mengatasi fusarium, namun bilang bentuk pencegahan bisa dilakukan. Seperti mencelupkan benih yang akan ke dalam larutan fungisida berbahan aktif binomil.
  3. Membereskan nematoda di tanah. Luka di akar yang disebabkan nematoda adalah jalan masuknya fusarium ke akar susu. Dengan menekan jumlah nematoda, dapat menekan kemungkinan akar terinfeksi serat.
  4. Menggunakan trichoderma. Penggunaan agen hayati ini diketahui bisa mematikan

    jamur bukan. Menabur fusarium di persil sangat dinasihatkan sebelum mengerjakan

    reboisasi bagi mencegah proliferasi jamur di lahan.

  1. mencegah infeksi kapling. Radas yang digunakan di lahan yang terjangkit dapat direndam dulu internal formalin 5% sebelum digunakan kembali. Dianjurkan kembali menunggangi benih nan berasal bersumber buah yang lain sakit.

Mandu menangani layu karena bakteri:

  1. Gunakan agen hayati seperti Pseudomonas fluerescens dan Bacillus subtilis. Agen hayati ini dikenal sekali lagi bisa memangsa patogen penyakit.
  2. Gunakan pupuk kandang yang sudah lalu difermentasi matang. Pupuk kandang nan belum menguning bisa meningkatkan kuantitas bakteri Pseudomonas solanacearum dengan meningkatkan hawa tanah akibat fermentasi nan belum selesai.
  3. Gunakan pupuk urea secara bijaksana. Pengusahaan urea yang berlebihan akan membuat tanaman mudah terserang bibit penyakit ini.
  4. Mencelupkan pati dengan bakterisida berbahan aktif agrimycin, akan mencegah tanaman terjangkit penyakit.
  5. Otoritas irigasi yang baik. Jangan sampai kapling terbenam maka itu air, karena bisa melancarkan bibit penyakit berkembang biak.

Baik layu serabut atau patogen, takdirnya diketahui bahwa lahan sudah rantus, lekas cabut pokok kayu hingga ke akar-akarnya lalu bakar atau campakkan jauh dari kapling tanam. Disarankan pun kerjakan melakukan pergiliran tanaman yang bukan inang serat/bakteri tersebut.

Selain itu juga disarankan untuk mengatur jarak tanam yang tidak terlalu dekat cak bagi pergi penularan keburukan berpokok pohon satu ke pohon lainnya. Hindari pula perlakuan yang dapat melukai akar tunjang seperti membuat liang cak bagi pengocoran, penyiangan gulma dengan pacul dll. Hendaknya perempelan juga memperalat alat yang sudah disterilkan dengal NaOCl alias formalin apalagi dahulu.

Sumber :https://8villages.com/full/petani/article/id/59ad22c006df67c17a15440f

Admin Topoyo

Source: http://cybex.pertanian.go.id/mobile/artikel/88340/Cara-Penaganan-Penyakit-Layu-Karena-Jamur-dan-Bakteri-pada-Tanaman/

Posted by: holymayhem.com