Penyakit Pentolen Pada Tanaman Sayur

Sumber Rangka : http://www.google.co.id

Kailan adalah pelecok satu varietas sayuran patera nan teragendakan batih kubis-kubisan. Kailan yaitu sayuran yang nisbi baru. Tanaman kailan mempunyai keunggulan dibandingkan caisin terutama pada bentuk daunnya makin tebal, rasanya enak dan khas. Batangnya hijau dan rasanya duga manis serta lunak . Tanaman sayuran kailan ini ialah produk pertanian yang dikonsumsi setiap saat, sehingga mempunyai arti biji menggalas yang layak tingkatan. Namun demikian, masih banyak obstruksi untuk memenuhi permohonan itu, baik dalam segi kualitas maupun kuantitasnya.

Diantara kendala bikin menghasilkan kailan yang bermutu tingkatan dan memenuhi kualitas antara enggak akibat serangan hama dan penyakit tanaman tersebut. Pohon sayuran terdaftar kailan memiliki resiko tinggi terhadap serangan hama dan penyebab keburukan. Di Indonesia, kebinasaan pohon sayuran maka itu hama dan penyebab keburukan merupakan kerusakan yang mengakibatkan kerugian hasil yang kian besar dibandingkan dengan kerusakan yang sama pada pokok kayu alas. Wereng pohon sayuran umumnya adalah kerubungan pengganggu yang merusak langsung puas babak pohon yang memiliki nilai ekonomi (direct pest). Misalnya penyakit akar gada ialah keburukan berguna diantara penyakit – penyakit lain yang mencaci pokok kayu kailan dan dapat menyerang kailan sehingga menyebabkan kehancuran sampai 50 – 100 komisi.

Kailan sayuran yang memadai diminati oleh hama dan sekali lagi binatang pengerat. Tak heran jika kailan seringkali disemprot dengan pestisida, sungguhpun peristiwa ini dapat membunuh binatang yang sampai-sampai berguna. Kelainan akar tunggang gada nan disebabkan oleh jamur Plasmodiophora brassicae Wor. meskipun belum menyebar ke seluruh sentra produksi, tetapi harus mendapatkan perhatian khusus sejak dini karena jamur ini berperilaku patogen dan gigih intern tanah. Selain itu Meloidogyne spp dikenal perumpamaan endoparasitik penyebab keburukan puru akar pada kol -kubisan. Meloidogyne spp sangat persisten di privat tanah berbenda bertahan kehidupan pada Ph persil 4 – 8 dan kelembaban tanah 0 – 100 %. Tekstur tanah yang optimal cak bagi jalan populasi Meloidogyne spp yaitu lempung berpasir, namun setia infektif pada belet maupun Pengaruh Inokulasi Ganda Serat. Padahal kebobrokan terdahulu lainnya merupakan busuk hitam Xanthomonas campestris dan busuk lunak bibit penyakit Erwinia carotovora dan penyakit kelemayuh Phomalincran penyakit filariasis Plasmodiophora brassicae belum dapat diatasi. Bila ada tanaman yang terserang segera dicabut lalu dibakar. Ki aib busuk akar yang disebabkan Rhizoktonia sp bisa dikendalikan dengan bubur Bordeaux maupun fungisida yang dianjurkan.

Disamping ada pula sejenis Nematoda yang memiliki kisaran inang nan luas mencengap tanaman pertanian bernilai irit dan pohon pengganggu/ gulma. Serangan nematoda dan basil merupakan serangan yang minimum sering dijumpai pada tanaman kailan.

Bilang hama tanaman kailan yang sangat menimbulkan kerusakan antara lain : (1). hama bernga kubis Plutella maculipennis, dikendalikan dengan Diazinon atau Bayrusil 1-2 ml yang dilarutkan ke dalam suatu air dengan frekwensi penyemprotan 1 minggu. Sementara itu ulat kol Crocidolonia binotalis dikendalikan dengan Bayrusil 13 ml nan dilarutkan ke dalam satu liter air. Beberapa Ulat tritip/bernga daun (Plutella xylostella) Ulat tritip memakan bagian bawah daun sehingga adv amat epidermis bagian atas sahaja. Panjang bernga tritip kira-tebak 5 mm berwarna hijau. Sekiranya diganggu akan menjatuhkan diri dengan menggunakan benang. Ulat ini cepat sekali kebal terhadap satu jenis insektisida. Pengendalian dapat dilakukan dengan cara mekanisl atau mematikan belatung tersebut dengan tangan sampai sirep; (2). Larva krop/jantung kol (Crocidoomia binotalis) yang cerbak memaki noktah bertaruk sehingga disebut umpama ulat mago jantung kol. Ulatnya kecil bercelup hijau lebih lautan berusul ulat tritip, jikalau sudah besar garis-garis coklat. Cirinya jika diganggu ulat crop agak indolen kerjakan bergerak. Berbeda dengan larva tritip yang telurnya diletakkan secara menyerak, ulat jantung kubis/ crop meletakkan telurnya dalam satu keramaian. Pengendalian ulat crop sama dengan larva tritip, yaitu dimatikan menggunakan cara mekanisatau mematikannya dengan tangan ; (3). Ulat Grayak (Spodoptera Litura) dengan cara pengendalian sama dengan ulat mago tritip dan ulat crop; (4). Belatung Petak (Agrotis Ipsilon), larva ini berwarna hitam. Gejala kerusakan yang ditimbulkan ialah terpotongnya tanaman kailan nan masih kecil. Pengendalian dapat dilakukan dengan membongkar tanah secara berhati-hati disekitar tanaman nan kotok. Apabila serbuan banyak, bisa digunakan karbofuran, furadan atau curater.

Kehilangan hasil kailan akibat bidasan larva dan ofensif wereng dapat mencapai 10-90 persen. Ulat mago daun kailan P. xylostella bersama dengan belatung jantung kubis Crocidolomia pavonana F. makmur menyebabkan kebinasaan berat dan dapat menurunkan produksi kailan sebesar 70 persen. Kondisi seperti ini tentu cuma merugikan petani sebagai pereka cipta kailan. Orang tani plong umumnya mengendalikan provokasi bernga dengan menggunakan insektisida kimia sintetik. Ditinjau dari segi pengkhususan populasi hama, pengendalian secara kimiawi dengan insektisida memang cepat dirasakan risikonya, terutama pada areal yang luas. Dilain pihak penggunaan insektisida yang rawak atau tidak bijaksana dapat menimbulkan dampak yang enggak diinginkan. Seperti hasil survai pada pembajak sayuran menyebutkan bahwa petani mengeluarkan 50 persen biaya produksi untuk pengendalian secara kimiawi dengan mencampur berbagai rupa pestisida, karena belum diketahui bagaimana penggunaan pestisida yang tepat.

Carik : Ir. Sri Purwanti MS (Penyuluh Persawahan pada Ditjen PPHP)


Mata air :
1. Marwoto, B., dan Purbadi., 1999. Identifikasi dan Analisis Populasi Nematoda Parasitik di Sentra Produksi Mawar Jawa Barat dan Jawa Perdua. Kronik Hort. 8 (4): 1270 – 1277.

2. Badan Litbang, 1986
Ikhtisar bercocok tanam, tanaman perkebunan dan industri, buah-buahan dan sayuran. BIPP Timor-Timur, 1997 Kubis Telur

Source: http://cybex.pertanian.go.id/artikel/51070/hama-dan-penyakit-tanaman-kailan-brassica-oleraceae/

Posted by: holymayhem.com